Jembatan Tak Terlihat: Bagaimana Infrastruktur Digital Diam-diam Ubah Hubungan India dan Indonesia
Oleh: Sachin V. Gopalan Jakarta, katakabar.com - Ketika Perdana Menteri India, Narendra Modi tiba di Jakarta, Selasa, 7 Juli 2026, kunjungannya akan dilihat dari berbagai sudut pandang. Para diplomat akan menyoroti kemitraan strategis. Pelaku bisnis akan mencari peluang investasi baru. Para analis keamanan akan mengamati dinamika keseimbangan kekuatan di kawasan Indo-Pasifik. Tetapi, di balik tema-tema yang sudah akrab tersebut, terdapat kisah yang jauh lebih tenang, tetapi mungkin akan memberikan dampak yang lebih besar dibandingkan perjanjian perdagangan atau kerja sama pertahanan mana pun. India dan Indonesia kini semakin menemukan titik temu pada bidang yang akan menentukan daya saing ekonomi abad ke-21: Digital Public Infrastructure (DPI) atau Infrastruktur Digital Publik. Pentingnya momentum ini melampaui teknologi. Yang sedang terjadi adalah bagaimana dua negara demokrasi terbesar di dunia, yang secara bersama-sama mewakili hampir 1,7 miliar penduduk, dapat bekerja sama membangun sistem digital yang inklusif, terjangkau, dan berdaulat. Ketika Presiden RI, H Prabowo Subianto berkunjung ke India pada Januari 2025 sebagai tamu utama perayaan Hari Republik India, yang sekaligus menandai 75 tahun hubungan diplomatik kedua negara, kedua pemerintah menempatkan kerja sama digital sebagai salah satu pilar strategis hubungan bilateral. Pernyataan bersama yang diterbitkan setelah kunjungan tersebut menegaskan bahwa teknologi, transformasi digital, dan infrastruktur digital publik merupakan penggerak utama pertumbuhan ekonomi masa depan. Komitmen tersebut kini mulai bergerak dari deklarasi menuju implementasi. Pada Maret 2025, delegasi tingkat tinggi beranggotakan sepuluh orang dari Dewan Ekonomi Nasional Indonesia berkunjung ke India secara khusus untuk mempelajari kerangka kebijakan Digital Public Infrastructure India. Sejak saat itu, kedua negara juga mulai mengimplementasikan nota kesepahaman mengenai kerja sama digital. Momentum tersebut tidak bisa datang pada waktu yang lebih tepat. Membangun Jembatan Digital Baru "Dalam beberapa dekade terakhir, India dan Indonesia dihubungkan oleh geografi, sejarah, dan budaya. Kini kita memiliki kesempatan untuk membangun jembatan baru antara kedua negara, yaitu jembatan digital yang memungkinkan inovasi, inklusi, dan kesejahteraan bersama dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya." Pernyataan tersebut disampaikan Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, ketika membahas pentingnya kerja sama digital antara kedua negara. Menurutnya, jaringan digital terbuka dapat memberikan daya ungkit struktural bagi Indonesia untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen dengan memperluas pasar bagi pelaku usaha kecil yang selama ini masih menghadapi keterbatasan geografis maupun digital. Indonesia saat ini sedang menjalani apa yang dapat disebut sebagai kalibrasi ulang strategi nasional. Di saat Indonesia berupaya memperkuat kedaulatan ekonomi dan ketahanan nasional, negara ini juga memperluas hubungan dengan berbagai pusat kekuatan dunia. Eropa semakin penting dalam kerja sama teknologi dan mineral kritis. Timur Tengah menjadi sumber investasi dan kemitraan ketahanan pangan. China tetap menjadi mitra utama dalam investasi manufaktur dan industri. Amerika Serikat dan negara-negara Barat masih memainkan peran penting dalam akses pasar dan keseimbangan geopolitik. Sedang, India muncul sebagai mitra pilihan Indonesia dalam bidang Digital Public Infrastructure dan kolaborasi teknologi berskala populasi. Hal tersebut bukanlah sebuah kebetulan. Pelajaran dari India Selama satu dekade terakhir, India telah membangun salah satu ekosistem Digital Public Infrastructure paling sukses di dunia. Alih-alih bergantung pada platform tertutup dan teknologi yang mahal, India membangun fondasi digital terbuka yang memungkinkan inovasi berkembang dalam skala besar. Hasilnya sangat signifikan. Aadhaar, sistem identitas biometrik India, telah mencatat lebih dari 150 miliar transaksi autentikasi dan memberikan identitas digital kepada hampir seluruh populasi dewasa India. Sementara itu, Unified Payments Interface (UPI) memproses lebih dari 17.221 crore transaksi pada tahun 2024 dan menyumbang sekitar 83 persen dari total transaksi pembayaran digital India. Dalam tujuh tahun terakhir, sistem tersebut mencatat pertumbuhan tahunan majemuk sebesar 114 persen. Dana Moneter Internasional (IMF) bahkan mengakui UPI sebagai sistem pembayaran ritel real-time terbesar di dunia berdasarkan volume transaksi, yang mencakup hampir 49 persen dari seluruh transaksi pembayaran real-time global. India kini telah menandatangani kerja sama Digital Public Infrastructure dengan 23 negara, dan sistem UPI telah beroperasi di delapan negara, mulai dari Singapura hingga Prancis. Tantangan Indonesia Serupa Indonesia saat ini menghadapi banyak tantangan yang sebelumnya juga dihadapi India. Bagaimana mendigitalisasi masyarakat yang tersebar di ribuan pulau? Bagaimana memastikan pelaku usaha kecil mampu bersaing di tengah dominasi platform besar? Bagaimana mencegah ketergantungan digital berubah menjadi bentuk baru ketergantungan ekonomi? Dan bagaimana membangun sistem teknologi yang melayani kepentingan nasional tanpa menciptakan ketergantungan terhadap vendor tertentu? Pertanyaan-pertanyaan tersebut kini berada di pusat agenda transformasi digital Indonesia. Indonesia memiliki lebih dari 200 juta pengguna internet seluler, sementara nilai ekonomi digital sektor e-commerce diperkirakan mencapai 194,5 miliar dolar AS pada 2030. ION dan Masa Depan Perdagangan Digital Salah satu contoh paling nyata dari poros digital baru India-Indonesia adalah Indonesia Open Network (ION), yang diperkirakan akan mencatat transaksi perdananya saat pertemuan antara Perdana Menteri Narendra Modi dan Presiden Prabowo Subianto. Terinspirasi dari keberhasilan Open Network for Digital Commerce (ONDC) di India, ION dibangun menggunakan protokol terbuka Beckn 2.0. Berbeda dengan marketplace tradisional, ION berfungsi sebagai jalur digital netral yang menghubungkan pembeli, penjual, penyedia logistik, sistem pembayaran, dan lembaga keuangan dalam satu ekosistem yang interoperabel. Ambisinya sangat besar. Saat ini, banyak UMKM Indonesia masih belum menikmati manfaat penuh dari ekonomi digital. Komisi dan biaya platform yang sering kali berkisar antara 25 hingga 40 persen dari nilai transaksi menjadi hambatan bagi pedagang kecil, petani, koperasi, dan pelaku usaha di daerah. Ketua APINDO, Shinta Kamdani, pernah menyampaikan bahwa fase pertumbuhan ekonomi Indonesia berikutnya akan sangat bergantung pada kemampuan memastikan UMKM tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga menjadi pelaku aktif dalam ekonomi digital. ION berupaya menurunkan biaya transaksi hingga di bawah 8 persen, sejalan dengan visi Presiden Prabowo mengenai ekonomi digital yang lebih inklusif. Tujuannya sederhana tetapi sangat kuat: memungkinkan siapa pun menjual apa pun, dari mana pun, kepada siapa pun. Melalui interoperabilitas logistik, pembiayaan terintegrasi, konektivitas sistem pembayaran, serta penguatan ekosistem perdagangan di tingkat desa, ION menargetkan lebih dari 30 juta penjual dan 150 juta pembeli di 38 provinsi Indonesia. Mantan Managing Director ONDC, T. Koshy, yang kini menjadi penasihat berbagai inisiatif perdagangan digital Indonesia, menyatakan bahwa jaringan terbuka berhasil karena mendemokratisasi peluang, bukan memusatkannya. Konektivitas Pembayaran Inisiatif kedua yang tidak kalah penting adalah integrasi antara sistem pembayaran UPI India dan QRIS Indonesia. QRIS telah menunjukkan bagaimana pembayaran interoperabel dapat mengubah perekonomian secara besar-besaran. Hingga akhir 2025, QRIS telah digunakan oleh 59 juta pengguna dan 42 juta merchant, melampaui target tahunan yang ditetapkan. Sistem tersebut memproses 13,66 miliar transaksi sepanjang tahun, jauh di atas target 6,5 miliar transaksi. QRIS Cross Border kini telah beroperasi di Thailand, Malaysia, Singapura, dan Jepang. Bank Indonesia juga tengah mengeksplorasi integrasi formal dengan UPI India. Apabila terwujud, integrasi tersebut berpotensi menciptakan salah satu koridor pembayaran paling penting di Asia. Bagi destinasi seperti Bali, yang jumlah wisatawan India terus meningkat, pembayaran lintas negara yang mulus akan menghilangkan salah satu hambatan terakhir dalam pengalaman perjalanan. Lebih penting lagi, langkah ini akan menjadi fondasi bagi koridor perdagangan digital antara ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan salah satu pasar dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Pakar transformasi digital, Dr. Bayu Prawira Hie, bahkan menegaskan bahwa interoperabilitas bukan lagi sekadar isu teknis, melainkan isu daya ungkit ekonomi. Infrastruktur Digital yang Berdaulat Bidang kerja sama ketiga mungkin akan menjadi yang paling strategis. Protean e-Gov Technologies, salah satu perusahaan yang berperan membangun berbagai lapisan Digital Public Infrastructure India, saat ini menjajaki peluang untuk mendukung ambisi DPI nasional Indonesia. Visi yang dibangun melampaui implementasi teknologi. Melalui inisiatif Digital Nusantara, Dewan Ekonomi Nasional menargetkan pembangunan infrastruktur digital nasional yang terpadu, interoperabel, dan dapat dikembangkan dalam skala besar untuk mendukung layanan pemerintah, bantuan sosial, dan pemberdayaan UMKM. Sementara itu, Kementerian Komunikasi dan Digital juga memiliki ambisi untuk menjadikan Indonesia bukan hanya konsumen teknologi digital, tetapi juga produsen solusi digital bagi kawasan ASEAN. Ketua Dewan TIK Nasional, Ilham Habibie, bahkan menegaskan bahwa daya saing Indonesia di masa depan akan sangat ditentukan oleh kemampuan membangun kapasitas digital yang berdaulat dan tidak sepenuhnya bergantung pada platform impor. Modernisasi Pasar Modal Inisiatif keempat menyentuh bidang yang semakin penting bagi Indonesia, yaitu modernisasi pasar modal. Pasar saham Indonesia saat ini menghadapi perhatian yang semakin besar terkait tata kelola, transparansi, dan kepercayaan investor. Diskusi tengah berlangsung dengan perusahaan teknologi India seperti Remiges Technologies serta berbagai institusi yang terkait dengan ekosistem Bursa Efek Bombay untuk mengeksplorasi pemanfaatan kecerdasan buatan dalam pengawasan pasar, integritas pasar, dan platform investasi digital. India telah melakukan modernisasi pasar modalnya melalui teknologi dan otomatisasi sejak tiga dekade lalu. Pengalaman tersebut memiliki relevansi langsung bagi Indonesia. CEO InvestorTrust Media dan DataTrust, Primus Dorimulu, menyatakan bahwa pasar modal Indonesia kini memasuki fase baru ketika kepercayaan dan transparansi berbasis teknologi akan menjadi faktor penting dalam menarik investor jangka panjang. Jembatan Tak Terlihat Jika dilihat secara terpisah, seluruh inisiatif tersebut mungkin tampak sangat teknis. Namun jika dilihat secara keseluruhan, semuanya menceritakan sebuah kisah yang jauh lebih besar. Hubungan India dan Indonesia kini berkembang melampaui perdagangan dan diplomasi menuju sesuatu yang lebih mendasar, yaitu penciptaan bersama infrastruktur digital yang mampu mendukung pertumbuhan ekonomi, inklusi, dan inovasi dalam skala populasi. Jika abad ke 20 menghubungkan negara-negara melalui jalur pelayaran dan rute perdagangan, maka abad ke-21 akan semakin menghubungkan negara melalui jalur digital. Kunjungan Perdana Menteri Narendra Modi hadir pada saat Indonesia sedang mencari mesin pertumbuhan baru, ketahanan ekonomi yang lebih kuat, dan pembangunan yang lebih inklusif. Digital Public Infrastructure mungkin tidak akan menghasilkan perhatian sebesar investasi bernilai miliaran dolar. Tetapi dampak jangka panjangnya terhadap perdagangan, keuangan, tata kelola pemerintahan, dan kehidupan ekonomi sehari-hari dapat jauh lebih besar.
Saatnya Ubah Koneksi Jadi Peluang Cuan Bersama Cuantastic
Jakarta, katakabar.com - ASRI memberikan peluang tak terbatas dalam Cuantastic, sebuah program referral yang memungkinkan peserta memperoleh penghasilan tambahan dari sebuah rekomendasi saja. Program ini dirancang bagi individu yang ingin memperoleh cuan dari dunia properti tanpa harus menjadi agen atau memiliki pengalaman di industri properti. Melalui Cuantastic, peserta cukup mendaftarkan diri sebagai member, kemudian merekomendasikan calon pembeli kepada tim marketing ASRI dengan mengirimkan nama dan nomor telepon. Setelah itu, seluruh proses konsultasi hingga transaksi akan ditangani oleh tim profesional ASRI sehingga peserta dapat fokus membangun jaringan dan memberikan referralnya. Jika calon pembeli yang direkomendasikan berhasil melakukan transaksi, member Cuantastic berhak mendapatkan komisi sesuai ketentuan yang berlaku. Proses yang sederhana dan praktis ini menjadikan Cuantastic sebagai peluang menarik bagi siapa saja yang ingin memperoleh penghasilan tambahan dari koneksi yang dimiliki sehari-hari. Program Cuantastic berlaku untuk seluruh portofolio properti ASRI, mulai dari Fatmawati City Center, Menara Jakarta, hingga District 8. Dengan beragam pilihan produk yang tersedia, para member memiliki peluang lebih besar untuk menyesuaikan rekomendasi dengan kebutuhan calon pembeli yang mereka kenal. Tidak hanya menghadirkan peluang mendapatkan komisi, Cuantastic juga membangun komunitas yang aktif dan berkembang. Para member dapat memperoleh informasi terbaru mengenai proyek-proyek ASRI, memperluas relasi, serta menjadi bagian dari ekosistem properti yang terus bertumbuh. Sebagai bentuk apresiasi kepada para member, ASRI juga menggelar Cuantastic Party pada 12 Juni 2026 yang berlangsung di Main Attrium K Mall. Acara ini menjadi momen spesial untuk berkumpul, berbagi cerita sukses, mempererat hubungan, dan merayakan berbagai pencapaian bersama yang telah diraih sepanjang perjalanan program Cuantastic. Cuantastic Party menjadi bukti program ini tidak hanya berfokus pada komisi, tetapi juga membangun hubungan jangka panjang dengan para member. Melalui kebersamaan yang terjalin, ASRI terus berkomitmen menghadirkan pengalaman yang lebih bermakna bagi seluruh komunitas Cuantastic. Dengan mekanisme yang mudah, proses yang praktis, dan peluang komisi yang menarik, Cuantastic menjadi cara baru untuk mendapatkan cuan dari properti bersama ASRI. Kini, siapa pun dapat mulai menghasilkan dari jaringan yang dimiliki dan menjadi bagian dari komunitas yang terus berkembang.
Optimalkan AI, MiiTel Ubah Percakapan Bisnis Jadi Data Strategis
Jakarta, katakabar.com - Seiring berkembangnya pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) di dunia bisnis, perusahaan kini tidak lagi hanya membutuhkan AI sebagai alat bantu, tetapi sebagai sistem yang dapat mendukung pengambilan keputusan berbasis data nyata. Pada konteks ini, sebagai penyedia solusi AI voice analytics, MiiTel melihat salah satu sumber data paling kaya namun paling sering terabaikan adalah percakapan suara yang terjadi setiap hari dalam aktivitas bisnis. Percakapan seperti meeting dengan klien, layanan pelanggan via telepon, hingga diskusi internal tim di kantor sebenarnya menyimpan banyak informasi penting. Tetapi, praktiknya, sebagian besar percakapan tersebut hanya direkam dan disimpan sebagai arsip tanpa dianalisis lebih lanjut. Akibatnya, perusahaan kehilangan potensi insight yang sebenarnya dapat digunakan untuk meningkatkan performa penjualan, kualitas layanan, hingga strategi bisnis secara keseluruhan. Hal ini dikenal sebagai “black box problem”, yakni kondisi ketika perusahaan tidak benar-benar mengetahui apa yang terjadi dalam percakapan antara tim dan pelanggan. Padahal, di dalam percakapan tersebut terdapat data yang sangat berharga untuk memahami pola keberhasilan, kegagalan, hingga kebutuhan pelanggan secara lebih akurat. Ubah Percakapan Suara Jadi Aset Data Strategis Untuk menjawab tantangan tersebut, MiiTel hadir sebagai solusi berbasis AI yang mengubah percakapan suara menjadi data yang dapat dianalisis dan dimanfaatkan. Sistem ini bekerja dengan cara merekam percakapan, mengubahnya menjadi teks secara otomatis, kemudian menganalisis isi percakapan untuk menghasilkan insight yang relevan bagi bisnis. Proses ini berjalan melalui tiga tahap yang saling terhubung. Percakapan suara dari berbagai aktivitas bisnis terlebih dahulu ditangkap sebagai input data. Selanjutnya, AI MiiTel melakukan transkripsi otomatis dan analisis percakapan untuk mengekstrak berbagai informasi penting seperti pola komunikasi, kata kunci, hingga evaluasi performa percakapan. Hasil akhirnya adalah data teks yang terstruktur, mudah dicari, dan dapat digunakan kembali untuk analisis maupun pengembangan AI perusahaan di masa depan. Dengan pendekatan ini, MiiTel tidak hanya berfungsi sebagai alat perekam percakapan, tetapi sistem yang membangun database komunikasi perusahaan secara berkelanjutan. Data tersebut kemudian dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, seperti peningkatan kualitas coaching tim sales, evaluasi performa komunikasi, hingga pengembangan strategi bisnis berbasis data. Dengan MiiTel, Ciptakan AI Memahami Bisnis Anda Seiring waktu, akumulasi data percakapan tersebut menciptakan nilai yang semakin besar. Perusahaan dapat mulai mengidentifikasi pola yang sebelumnya tidak terlihat, seperti faktor utama keberhasilan closing, penyebab kegagalan deal, hingga cara komunikasi yang paling efektif dalam meningkatkan konversi. Data yang telah dikumpulkan menunjukkan, perusahaan juga dapat mengembangkan model AI custom yang mampu memberikan rekomendasi dan prediksi bisnis secara lebih presisi. Pendekatan ini sejalan dengan perkembangan teknologi MiiTel yang telah digunakan oleh ribuan perusahaan di berbagai negara. Solusi ini tidak hanya membantu meningkatkan produktivitas tim sales, tetapi juga memperkuat kualitas pengambilan keputusan berbasis data percakapan yang sebelumnya tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal. Di tengah semakin luasnya penggunaan AI di berbagai industri, perbedaan utama antar perusahaan tidak lagi terletak pada akses terhadap teknologi, melainkan pada kepemilikan data yang digunakan untuk melatih AI tersebut. Perusahaan yang hanya menggunakan AI generik akan memiliki keterbatasan karena tidak memiliki konteks internal bisnisnya sendiri. Sebaliknya, perusahaan yang mampu mengelola data percakapan secara konsisten akan memiliki keunggulan kompetitif yang sulit ditiru. MiiTel menegaskan komitmennya untuk membantu perusahaan bertransformasi dari sekadar pengguna AI menjadi pemilik kecerdasan berbasis data mereka sendiri. Dengan mengubah percakapan menjadi aset digital yang terstruktur dan dapat dikembangkan, MiiTel membuka peluang bagi perusahaan untuk membangun sistem AI yang lebih akurat, relevan, dan berkelanjutan sesuai kebutuhan bisnis masing-masing. Tertarik mengeksplorasi solusi MiiTel untuk bisnis Anda? Klik di sini untuk konsultasi dan demo gratis.
Ubah Sampah Sumber Cuan, Warga Kuala Tanjung Kelola Hingga 2 Ton per Hari
Jakarta, katakabar.com - Persoalan sampah masih menjadi tantangan besar di Indonesia. Sebagian besar sampah yang dihasilkan setiap hari belum terkelola dengan baik, memicu berbagai persoalan lingkungan dan kesehatan. Di tengah situasi itu, inisiatif warga di Desa Kuala Tanjung, Sumatera Utara, menunjukkan bahwa sampah juga bisa menjadi sumber manfaat ekonomi. Adalah Didi Saputra 41 tahun, akrab disapa Untung, menjadi penggerak pengelolaan sampah di desanya. Sejak 2021, ia bersama warga mulai mengolah sampah organik menggunakan maggot atau larva Black Soldier Fly. Dari upaya tersebut, terbentuk kelompok Sari Larva Berdaya (SLB) yang kemudian berkembang menjadi Bank Sampah Berseri pada 2024. “Awalnya kami belajar mengelola sampah dengan maggot. Lama-lama kami sadar ini bukan cuma soal kebersihan, tapi juga bisa jadi sumber penghasilan,” ujar Didi. Saat ini, kelompok tersebut mampu mengelola sekitar 1 hingga 2 ton sampah setiap hari. Sampah dikumpulkan dari limbah katering perusahaan serta rumah tangga warga sekitar. Hasil pengolahannya beragam. Maggot dimanfaatkan sebagai pakan ternak untuk ayam, bebek, dan ikan. Selain itu, limbah kayu palet diolah menjadi meja dan kursi, sementara limbah kertas dan pelepah pisang diubah menjadi kertas daur ulang dan paper bag yang memiliki nilai jual. Tak hanya berdampak pada lingkungan, kegiatan ini juga membuka lapangan kerja baru bagi warga. Sebanyak 17 orang kini aktif terlibat dalam pengelolaan sampah tersebut. Didi secara khusus melibatkan kelompok rentan, seperti penyandang disabilitas dan anak-anak putus sekolah. “Ada yang tuna netra, ada juga yang punya keterbatasan lain, tapi mereka tetap bisa bekerja, seperti memilah sampah atau membuat produk daur ulang,” ceritanya. Selain itu, kelompok ini juga membantu anak-anak putus sekolah untuk mengikuti ujian Paket B dan C agar memiliki ijazah. Manfaat ekonomi juga dirasakan melalui sistem tabungan Bank Sampah Berseri. Warga dapat menukarkan sampah anorganik seperti plastik dan kertas menjadi saldo tabungan. Menariknya, menjelang hari besar seperti Lebaran, saldo tersebut bisa dicairkan dalam bentuk paket sembako dengan harga sekitar 30 persen lebih murah dari pasaran. Upaya ini turut didukung PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) sebagai bagian dari MIND ID. Dukungan diberikan dalam bentuk pelatihan dan penyediaan sarana, sehingga masyarakat mampu mengembangkan pengelolaan sampah secara mandiri. Program ini menjadi bagian dari inovasi sosial yang berkontribusi pada capaian penghargaan PROPER Emas yang diraih perusahaan. Tetapi, Didi menilai perjalanan mereka masih panjang. Ke depan, ia berharap dapat memiliki armada pengangkut sampah agar jangkauan layanan bisa diperluas ke lebih banyak rumah tangga. “Kami terus belajar dan bergerak. Dari sampah, kami bisa mandiri dan saling membantu,” sebutnya.
AI Ubah Cara Brand Terlihat, Avonetiq Perkenalkan Strategi Baru
Jakarta, katakabar.com - Cara konsumen mencari informasi kini mengalami perubahan signifikan. Jika sebelumnya orang mengandalkan mesin pencari untuk menemukan informasi, kini semakin banyak pengguna yang langsung mendapatkan jawaban dari teknologi kecerdasan buatan (AI), seperti fitur AI Overviews di Google maupun asisten AI generatif seperti ChatGPT. Dalam laporan kinerja Google, Sundar Pichai, CEO Google, menyatakan bahwa “AI Overviews kini digunakan oleh sekitar dua miliar pengguna setiap bulan secara global,” menandai meningkatnya peran AI dalam cara konsumen mencari dan menerima informasi. Di era AI ini, brand tidak lagi cukup hanya berupaya untuk ditemukan, tetapi harus mampu dipilih dan disebut oleh AI sebagai sumber jawaban. Pergeseran dari search engine ke answer engine ini menciptakan risiko baru bagi brand, yaitu tidak terlihat dalam jawaban AI meskipun telah aktif secara digital. Kondisi ini berpotensi membuat brand kehilangan relevansi di momen paling krusial, yaitu saat audiens mencari jawaban atas kebutuhannya. Menjawab tantangan tersebut, muncul strategi baru bernama AI Visibility Optimization (AVO), sebuah pendekatan untuk membangun otoritas, kredibilitas, dan konteks digital agar brand dapat dikenali dan dipercaya oleh sistem AI sebagai sumber jawaban yang layak dikutip. Melalui AVO, brand tidak hanya dioptimalkan untuk mesin pencari, tetapi juga untuk AI search yang dihasilkan Chat GPT, Gemini, Perplexity, dan teknologi sejenis. Di Indonesia, pendekatan AVO pertama kali dikembangkan dan diperkenalkan oleh Alexandro Wibowo dan Ryan Gondokusumo, Co-Founder & Managing Partner dari Avonetiq, sebuah Digital Authority Firm yang berfokus pada penguatan otoritas digital brand di era AI. Avonetiq menjalankan strategi AI Visibility Optimization (AVO) melalui metode OMG (Optimize, Manifest, dan Generative) yang dicetuskan oleh Alexandro Wibowo. Metode ini dirancang untuk memastikan brand tidak hanya hadir secara digital, tetapi juga memiliki fondasi teknis, kejelasan narasi, serta validasi eksternal yang dapat dibaca dan dipercaya oleh sistem AI. “Di era answer engine, brand nggak cuma butuh konten atau eksistensi digital. Yang dibutuhkan sekarang sistem agar AI menganggapnya layak untuk dijadikan jawaban,” ujar Alex. Menurut Alexandro, AVO dirancang untuk memastikan brand tidak hanya hadir secara digital, tetapi juga memiliki struktur bukti, narasi, dan sinyal kepercayaan yang membuat AI memilih brand tersebut sebagai rujukan utama. “Ketika AI menjadi perantara utama antara brand dan audiens, membangun authority bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan,” jelasnya.
Transparansi Korporasi Lebih Ketat Ubah Arah Kepatuhan Perusahaan di Indonesia
Jakarta, katakabar.com - Kurun beberapa tahun terakhir, kepatuhan korporasi di Indonesia mengalami perubahan yang tidak selalu terlihat mencolok, tetapi berdampak luas. Jika sebelumnya kepatuhan sering dipahami sebagai kewajiban administratif yang bersifat periodik, kini pendekatan regulator bergerak ke arah yang lebih substantif. Transparansi, akuntabilitas, dan keterlacakan data menjadi inti dari kerangka kepatuhan baru. Bagi perusahaan yang beroperasi di Indonesia terutama yang memiliki struktur kepemilikan kompleks atau keterlibatan asing perubahan ini menggeser kepatuhan dari fungsi pendukung menjadi isu strategis. Perubahan arah ini didorong oleh kombinasi reformasi regulasi, digitalisasi sistem pemerintah, dan komitmen Indonesia terhadap standar tata kelola global. Salah satu tonggak pentingnya adalah penerbitan Permenkum Nomor 49 Tahun 2025, yang memperkuat kewajiban administrasi badan hukum, pelaporan, serta transparansi sepanjang siklus hidup perusahaan. Dalam kerangka baru ini, kepatuhan tidak lagi bersifat deklaratif, melainkan harus dapat diverifikasi dan ditegakkan. Dorongan terhadap transparansi muncul dari pengalaman regulator menghadapi berbagai penyalahgunaan badan usaha di masa lalu. Praktik nominee, perusahaan tidak aktif yang tetap tercatat, serta inkonsistensi data antar sistem pemerintah menciptakan celah pengawasan yang signifikan. Celah ini tidak hanya meningkatkan risiko hukum, tetapi juga menggerus kepercayaan terhadap lingkungan bisnis. Sebagai respons, pemerintah secara bertahap memperketat kewajiban pengungkapan, terutama terkait kepemilikan, pengendalian, dan status operasional perusahaan. Tujuannya bukan sekadar meningkatkan efisiensi administrasi, tetapi menciptakan kepastian hukum dan mencegah risiko sistemik. Arah kebijakan ini juga selaras dengan standar internasional terkait anti-pencucian uang, pendanaan terorisme, dan transparansi beneficial ownership. Perubahan paling signifikan dalam kepatuhan korporasi Indonesia adalah pemanfaatan sistem digital sebagai alat pengawasan aktif. Sistem Administrasi Badan Hukum (SABH) tidak lagi berfungsi hanya sebagai platform pendaftaran, tetapi sebagai basis data utama yang merekam status hukum perusahaan secara real time. Pada kerangka ini, data yang tercatat di SABH diperlakukan sebagai sumber kebenaran resmi. Ketidaksesuaian, keterlambatan pembaruan, atau kelalaian pelaporan tidak lagi dianggap sebagai kesalahan kecil. Sebaliknya, hal tersebut dipandang sebagai celah kepatuhan yang dapat berujung pada pembatasan layanan, penolakan pencatatan perubahan, atau sanksi administratif lainnya. Kepatuhan kini berlangsung secara berkelanjutan, bukan episodik. Salah satu aspek paling krusial dari rezim kepatuhan baru adalah penguatan kewajiban pengungkapan Beneficial Ownership. Perusahaan diwajibkan mengidentifikasi individu yang secara langsung atau tidak langsung mengendalikan atau memperoleh manfaat dari entitas tersebut. Ketentuan ini berlaku tanpa pengecualian bagi perusahaan lokal maupun yang dimiliki asing. Yang berubah bukan hanya kewajibannya, tetapi sifatnya. Pengungkapan beneficial ownership tidak lagi diperlakukan sebagai formalitas satu kali saat pendirian. Informasi ini harus tetap akurat dan diperbarui secara berkala, termasuk melalui penegasan tahunan meskipun tidak terjadi perubahan. Dalam konteks kepatuhan baru di Indonesia, transparansi kepemilikan menjadi instrumen utama untuk mencegah penyalahgunaan badan hukum dan meningkatkan kredibilitas pasar. Selain kepemilikan, kewajiban pelaporan tahunan juga diperkuat. Perusahaan diharapkan menyampaikan laporan atau konfirmasi operasional melalui sistem elektronik yang ditentukan. Pelaporan ini berfungsi sebagai indikator bahwa perusahaan tetap aktif dan memenuhi kewajiban hukumnya. Keterlambatan atau kelalaian pelaporan tidak lagi dianggap sebagai penundaan administratif. Di bawah rezim baru, hal tersebut diposisikan sebagai pelanggaran kepatuhan yang dapat memicu sanksi progresif. Bahkan untuk Perseroan Perorangan, yang sebelumnya dipersepsikan memiliki kewajiban minimal, standar pelaporan kini menjadi lebih jelas dan tegas. Bagi investor asing yang beroperasi melalui PT PMA, aturan transparansi yang lebih ketat membawa implikasi ganda. Di satu sisi, standar yang lebih jelas meningkatkan kepastian hukum dan mengurangi ruang interpretasi yang berisiko. Di sisi lain, perusahaan dengan struktur kepemilikan berlapis atau praktik administrasi yang belum diperbarui menghadapi eksposur yang lebih tinggi. Ketidaksinkronan antara data korporasi, perizinan, dan pengungkapan kepemilikan kini dapat menghambat transaksi, pembiayaan, atau restrukturisasi. Dalam lingkungan seperti ini, kepatuhan tidak lagi dapat ditangani secara terpisah oleh satu fungsi administratif, melainkan memerlukan koordinasi lintas aspek hukum dan operasional. Perubahan ini menandai berakhirnya era kepatuhan pasif. Tenggat waktu pelaporan yang lebih ketat dan keterbatasan koreksi retrospektif menuntut perusahaan untuk bersikap proaktif. Kepatuhan menjadi proses berkelanjutan yang memerlukan perencanaan, pemantauan, dan dokumentasi yang konsisten. Tidak mengherankan jika semakin banyak perusahaan memperlakukan kepatuhan sebagai bagian dari manajemen risiko dan strategi bisnis. Dalam praktiknya, penasihat korporasi berperan penting untuk membantu perusahaan menafsirkan kewajiban baru dan menerapkannya secara operasional. Firma seperti CPT Corporate kerap menjadi rujukan bagi perusahaan lokal maupun asing dalam mengelola corporate compliance dan company registration di Indonesia, terutama ketika perubahan regulasi berdampak pada struktur kepemilikan, pelaporan, atau tata kelola. Aturan transparansi yang lebih ketat secara fundamental mengubah lanskap kepatuhan korporasi di Indonesia. Melalui integrasi digital, penguatan pengungkapan kepemilikan, dan penegakan pelaporan yang lebih tegas, pemerintah menegaskan bahwa kepatuhan adalah tanggung jawab berkelanjutan, bukan formalitas awal. Bagi dunia usaha, adaptasi terhadap kerangka kepatuhan baru ini bukan sekadar kewajiban hukum, tetapi investasi dalam kepastian dan keberlanjutan. Perusahaan yang mampu menempatkan transparansi sebagai bagian dari tata kelola inti akan berada pada posisi yang lebih kuat untuk tumbuh dan bermitra di tengah lingkungan regulasi yang semakin terstruktur.
Tsunami Amazing Race di Bali Ubah Kesiapsiagaan Menjadi Aksi Nyata
Bali, katakabar.com - Memperingati Hari Kesadaran Tsunami Sedunia (5 November), lebih dari 300 siswa, relawan, dan anggota masyarakat mengubah kesiapsiagaan menjadi aksi dalam Tsunami Amazing Race di Kelurahan Serangan, Denpasar, Bali. Acara ini diinisiasi oleh United Nations Development Programme (UNDP) dan Pemerintah Jepang, bekerja sama dengan mitra lokal utama, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali dan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Provinsi Bali. Kegiatan ini bagian dari Proyek Tsunami regional UNDP-Pemerintah Jepang, yang sejak 2017 telah mendukung sekolah dan komunitas di Asia-Pasifik, termasuk Indonesia, untuk memperkuat kesiapsiagaan terhadap bahaya tsunami. Belajar Sambil Beraksi Peserta yang terbagi menjadi 20 tim memulai Tsunami Preparedness Race dari Kantor Kelurahan Serangan dan menempuh enam pos tantangan hingga mencapai Tempat Evakuasi Sementara (TES). Di setiap pos, peserta diuji melalui berbagai permainan edukatif, mulai dari mengenali tanda-tanda alam hingga menerjemahkan pesan peringatan dini dari BMKG, semuanya dirancang untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi tsunami. Sementara itu, siswa TK dan SD mengikuti lomba menggambar dan mewarnai bertema kesiapsiagaan tsunami di TES, sebagai cara menyenangkan untuk menanamkan kesadaran bencana sejak dini. “Kami sangat senang karena bisa ikutan lomba ini dan berpartisipasi di permainan-permainannya bareng-bareng dengan teman-teman kami. Kami belajar tentang tsunami, termasuk tanda-tandanya dan bagaimana caranya untuk evakuasi ke tempat yang lebih tinggi supaya aman,” cerita Farel, Gung Rizky, dan Randy, siswa dari Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 2 Kota Denpasar, lewat keterangan resmi, Selasa (4/11). Warisan Kepemimpinan Jepang dalam Kesiapsiagaan Tsunami Hari Kesadaran Tsunami Sedunia, yang diusulkan oleh Jepang dan ditetapkan oleh PBB pada tahun 2015, terinspirasi dari pengalaman panjang Jepang menghadapi tsunami. Peringatan ini mendorong kepemimpinan global dalam sistem peringatan dini, pendidikan kebencanaan, dan prinsip Membangun Lebih Baik (Build Back Better). Setiap tahunnya Hari Kesadaran Tsunami Sedunia diperingati di seluruh dunia melalui acara publik, latih tubi dan kampanye edukatif yang meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai risiko tsunami dan tindakan-tindakan apa yang dapat dilakukan supaya aman. Di Jepang, sebuah Konferensi Tingkat Tinggi Siswa Menengah Atas (High School Students Summit) pada Hari Kesadaran Tsunami Sedunia digelar pada tanggal 27 hingga 28 November 2025 di Kota Sendai, yang dihadiri oleh para pelajar di seluruh dunia. Melalui upaya mempelajari kesiasiagaan, respons, dan pemulihan bencana, acara ini bertujuan untuk menumbuhkan pemimpin di bidang pengurangan risiko bencana pada generasi berikutnya dan meningkatkan pertukaran internasional. Baik di Jepang maupun Indonesia, pesannya sama, yakni pengetahuan, kesiapsiagaan, dan aksi bersama adalah kunci untuk menyelamatkan kehidupan dan membangun ketangguhan di masa depan. Proyek Tsunami Regional UNDP–Pemerintah Jepang Proyek Tsunami regional UNDP, didukung oleh Pemerintah Jepang, menggunakan sekolah sebagai titik masuk untuk memperkuat ketangguhan masyarakat. Sejak 2017, proyek ini telah mendukung sekitar 800 sekolah di Asia-Pasifik, menjangkau lebih dari 220.000 siswa, guru, dan anggota masyarakat melalui latihan evakuasi. Di Bali, UNDP bekerja bersama BPBD dan FPRB dalam memfasilitasi kemitraan yang inovatif. Di Tanjung Benoa, sepuluh hotel telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan pemerintah setempat dan sekolah-sekolah terdekat untuk berfungsi sebagai tempat evakuasi vertikal saat terjadi bencana. “Jepang tetap berkomitmen untuk bekerja bersama dengan UNDP dan mitra-mitra lainnya untuk membangun masyarakat yang lebih tangguh dan aman dari bencana,” ujar Itsuki Nishizawa, Investment and Trade Attaché, Kedutaan Besar Jepang di Indonesia. Tsunami Amazing Race di Serangan membuktikan sekolah, masyarakat, dan pemerintah dapat bekerja sama membangun budaya kesiapsiagaan. Melalui kolaborasi UNDP bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Kementerian Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, dan Pemerintah Jepang, Kelurahan Serangan menjadi contoh bagaimana pembelajaran bersama dan partisipasi lokal dapat menyelamatkan kehidupan. I Putu Suta Wijaya (Suta), Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana Provinsi Bali, berpesan saya berharap pembelajaran yang kita lakukan hari ini diingat oleh anak-anak. Kesiapsiagaan dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan interaktif. Anak-anak belajar secara langsung, dan itu yang membuatnya berbeda. Semoga kegiatan ini membantu mereka untuk mengingat dan mengimplementasikan apa yang telah mereka pelajari.
Polinela Ubah Tankos Sawit Jadi Briket
Bandarlampung, katakabar.com - Tim dosen Program Studi Pengembangan Produk Agroindustri Politeknik Negeri Lampung atau Polinela saat ini tengah melakukan penelitian berjudul Optimasi Proses Produksi Briket dari Limbah Jamur Merang Bermedia Tanam Tandan Kosong Kelapa Sawit atau TKKS. Penelitian itu dikomandoi M. Perdiansyah Mulia Harahap, Prof. Dr. Ir. Sarono, dan Subandi. Tujuannya untuk mengoptimalkan pemanfaatan limbah tandan kosong kelapa sawit atau Tankos selama ini dipandang sebagai limbah bermasalah. Tankos produk sampingan kelapa sawit, menyumbang sekitar 23 persen dari total Tandan Buah Segar atau TBS yang dihasilkan. Meski Tankos telah digunakan sebagai media tanam jamur merang, limbah bekas media tanam tersebut masih mengandung lignoselulosa cukup tinggi, dan belum dimanfaatkan secara maksimal. "Limbah tankos ini memiliki potensi besar untuk diubah menjadi briket, bahan bakar padat berenergi tinggi yang bermanfaat atasi masalah energi," kata Sarono, di Bandar Lampung, Kamis (18/9) lalu, dilansir dari laman rri.co.id, Sabtu sore. Proses pembuatan briket melibatkan pencampuran serbuk arang Tankos dengan perekat tapioka dan air, kemudian dicetak menggunakan tekanan tertentu untuk menghasilkan briket yang padat dan efisien. Proses penelitian dimulai dengan produksi arang Tankos melalui pengeringan, dan pengecilan ukuran menggunakan tungku pirolisis. Setelah itu, arang tankos digiling, dan diayak dengan ukuran 40 mesh sebelum dicampur dengan perekat tapioka dan air. Terua, adonan tersebut dicetak menjadi briket dengan memberikan tekanan yang tepat. "Penentuan tekanan yang tepat sangat penting untuk menghasilkan briket dengan kepadatan dan kualitas yang baik," ulas Subandi. Hasil uji pendahuluan menunjukkan briket yang dihasilkan memiliki nilai kalor antara 5115 hingga 5396 kal/g, yang menjadikannya bahan bakar alternatif dengan potensi energi yang tinggi.
Penerapan Sistem AV Crestron Ubah Ruang Kantor Jadi Lingkungan Harmonis Ergonomi dan Estetika
teknologi tidak hanya berfungsi tapi juga melengkapi keindahan dan kenyamanan ruang kerja. Otomatisasi dalam sistem AV Crestron memungkinkan pengaturan ruang kerja berjalan lebih cepat dan praktis. Misalnya, pengaturan suara, tampilan, serta pencahayaan bisa diaktifkan dengan satu sentuhan. Pengguna dapat menyimpan pengaturan untuk berbagai jenis pertemuan atau kegiatan. Ini mengurangi waktu persiapan dan memungkinkan fokus pada pekerjaan inti. Dengan otomatisasi, risiko kesalahan pengaturan menurun. Efisiensi ruang kerja ini mendukung produktivitas yang lebih tinggi dan lingkungan yang lebih nyaman serta responsif terhadap kebutuhan.
Bagaimana PP 6 2025 Berdampak pada Perusahaan dan Perencanaan Tenaga Kerja?
membayar 60 persen gaji selama periode enam bulan, perusahaan mengalami peningkatan tekanan keuangan, terutama bagi yang beroperasi di industri dengan fluktuasi karyawan tinggi atau pasar yang tidak stabil. Perusahaan harus memperhitungkan tambahan biaya ini dalam perencanaan anggaran mereka. Perencanaan Tenaga Kerja Strategis Dengan biaya PHK yang meningkat, perusahaan didorong untuk lebih proaktif dalam menyusun strategi manajemen tenaga kerja. Bisnis perlu memperkuat program retensi talenta, meningkatkan efisiensi tenaga kerja, serta menerapkan sistem manajemen kinerja yang tepat. Perencanaan strategis yang baik dapat mengurangi PHK yang tidak diperlukan, mengurangi risiko finansial dan menjaga stabilitas organisasi. Penyesuaian Kepatuhan dan Legalitas Perusahaan wajib segera memperbarui kebijakan internal terkait SDM dan kerangka kepatuhan untuk menyesuaikan dengan PP Nomor 6 Tahun 2025. Ketidakpatuhan terhadap regulasi ini dapat menyebabkan dampak hukum yang serius, sanksi finansial, dan kerugian reputasi perusahaan, sehingga pelatihan kepatuhan serta audit internal menjadi semakin penting. Penyesuaian Perencanaan Tenaga Kerja yang Diperlukan Program Retensi Talenta yang Ditingkatkan Perusahaan kini harus lebih fokus pada retensi talenta untuk menghindari PHK yang mahal. Investasi dalam program-program keterlibatan karyawan, paket remunerasi kompetitif, jenjang karier yang jelas, dan budaya organisasi positif menjadi sangat penting. Langkah ini membantu mempertahankan talenta terbaik dan meminimalkan skala pengurangan tenaga kerja.