Judi Togel Dan Meja Ikan Menggila dan Vulgar di Ujungbatu, Kapolres Rohul Bungkam! LSM Desak Kapolda Riau Turun Tangan Hukrim
Hukrim
Jumat, 03 Juli 2026 | 10:48 WIB

Judi Togel Dan Meja Ikan Menggila dan Vulgar di Ujungbatu, Kapolres Rohul Bungkam! LSM Desak Kapolda Riau Turun Tangan

Pasir Pengaraian, katakabar.com – Ironi besar tengah terjadi di 'Negeri Seribu Suluk', nama lain dari Kabupaten Rokan Hulu, Riau, sangat kental dengan nuansa religius, justru praktik perjudian tumbuh subur bak jamur di musim hujan. Khususnya di Kecamatan Ujungbatu, fenomena ini sudah mencapai tahap yang sangat mengkhawatirkan, dan memicu kemarahan publik. Kini, sorotan tajam tertuju kepada aparat penegak hukum setempat. Pasalnya, hingga Jumat (4/7), lokasi-lokasi judi yang beroperasi secara terang-terangan tersebut terkesan "kebal hukum". Mesin-mesin judi ketangkasan alias meja ikan-ikan dan praktik Togel (Toto Gelap) berjalan seenaknya seolah tidak ada yang berwenang menertibkan. Dari hasil investigasi dan informasi yang dihimpun, terlihat jelas adanya warung dan bangunan yang dijadikan basis operasi. Di dalamnya, mesin judi berukuran besar dengan layar dan tombol kendali terpasang rapi, siap melayani para pemain. Yang membuat publik geram, dugaan kuat menyebut bahwa para bandar besar ini diduga memiliki "jalur khusus" dan sudah bermain api dengan oknum di lingkungan kepolisian. LSM KPK-RI Murka: Masa Daerah Religius Dibiarkan Sarang Judi? Kemarahan memuncak disuarakan oleh Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) KPK-RI, Panigoran Dasopang. Ia dengan tegas menuding adanya kelambanan dan ketidakberanian aparat di tingkat bawah, sehingga memaksa pihaknya meminta intervensi langsung dari pimpinan tertinggi di tingkat Provinsi. "Kami meminta keseriusan Bapak Kapolda Riau, Irjen Pol. Dr. Herry Heryawan, untuk segera turun tangan ke Rokan Hulu. Penegakan hukum di sini semakin tidak jelas arahnya. Perjudian dimana-mana, tapi aparat terkesan duduk manis di zona nyaman, membiarkan rakyat menderita," serang Dasopang dengan nada tinggi. Lebih jauh, ia menyebut nama-nama yang diduga menjadi aktor utama di balik layar. Dua orang bernama Mangunsong (diduga bandar Togel) dan Wahyu (pemilik mesin meja ikan-ikan) disebut-sebut seolah memiliki kekebalan hukum. Mereka beroperasi dengan leluasa tanpa rasa takut sedikitpun. "Polsek Ujungbatu terkesan diam seribu bahasa dan tidak punya nyali untuk menangkap mereka. Padahal lokasinya jelas, pelakunya juga dikenal warga. Ini sangat aneh dan mencurigakan," tegasnya. Dasopang mempertanyakan citra Rokan Hulu yang selama ini dikenal sebagai daerah yang agamis. "Masa Rokan Hulu yang negerinya sangat religius, tapi perjudian semakin marak dan terkesan dibiarkan tanpa tersentuh hukum? Ini mencoreng nama baik daerah kita sendiri," tambahnya. Desakan Keras: Tangkap Bandar dan Oknum Pelindung Melihat kondisi Kapolres Rokan Hulu yang hingga kini masih memilih bersikap bungkam dan tidak memberikan klarifikasi apa pun terkait maraknya praktik ilegal ini, LSM KPK-RI mendesak tindakan tegas harus segera dilakukan. Mereka menuntut agar tidak hanya alat bukti dan mesin yang disita, tetapi para bandar besar serta siapa saja yang menjadi pelindung mereka harus diproses secara hukum. Jangan sampai ada istilah "besar kepala kecil dihukum", hukum harus berlaku sama untuk semua orang. Ajakan Kepada Masyarakat Di akhir pernyataannya, Dasopang juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak tinggal diam. "Kami minta masyarakat pro aktif mengawasi wilayahnya masing-masing. Jika melihat ada praktik perjudian, jangan ragu untuk melaporkan. Jangan biarkan Ujungbatu dan Rokan Hulu hancur moralnya karena ulah segelintir orang yang tidak bertanggung jawab," pungkasnya. Hingga berita ini diturunkan, publik masih menunggu jawaban dan tindakan nyata, apakah kepolisian akan benar-benar menegakkan hukum atau justru terus membiarkan penyakit masyarakat ini terus merajalela.

Gubri Lihat Perbaikan Jembatan Ujung Batu, Anton: Pastikan Warga Segera Nikmati Akses Normal Riau
Riau
Senin, 15 September 2025 | 11:26 WIB

Gubri Lihat Perbaikan Jembatan Ujung Batu, Anton: Pastikan Warga Segera Nikmati Akses Normal

Pasir Pengaraian, katakabar.com - Harapan masyarakat Kabupaten Rokan Hulu segera nikmati lagi akses lancar di Jembatan Ujung Batu kian dekat. Hal ini menyusul kunjungan kerja Gubernur Riau atau Gubri, H Abdul Wahid ke lokasi perbaikan jembatan, Sabtu (13/9). Kedatangan Gubri disambut Bupati Rokan Hulu, Anton, ST, MM bersama Wakil Bupati Rokan Hulu, H Syafaruddin Poti, SH, MM. Di peninjauan itu, Gubri menegaskan, progres perbaikan jembatan sudah hampir rampung, bahkan diperkirakan hanya dalam waktu satu bulan ke depan masyarakat sudah bisa kembali melintasi jembatan seperti biasa. “Sekarang tinggal tahap mendongkrak jembatan agar kembali rata. InsyaAllah satu bulan ke depan bisa selesai, dan warga bisa kembali beraktivitas normal,” ujar Gubri. Bupati Rokan Hulu, Anton turut pastikan pihaknya terus mengawal pengerjaan perbaikan ini agar sesuai target. Ia menyampaikan kepada masyarakat sementara waktu kendaraan tidak bisa melintas di atas jembatan. Tapi pemerintah daerah telah menyiapkan jalur alternatif, baik melalui Jalan Lubuk Bendahara maupun dengan menggunakan getek (alat penyeberangan perahu) yang disediakan. “Kami paham betul kendala yang dirasakan masyarakat. Karena itu, kami pastikan pekerjaan ini terus dipantau agar cepat selesai. Warga jangan khawatir, akses alternatif sudah kita siapkan,” tegas Anton. Kehadiran Gubri tinjau progres jembatan tersebut memberikan keyakinan baru bagi masyarakat, di mana pemerintah benar-benar hadir dan peduli dengan kebutuhan warga.