Kolaborasi Kunci UMKM Naik Kelas dan Perluas Pasar
Jakarta, katakabar.com - Penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tidak cukup hanya mengandalkan pertumbuhan usaha secara individual. Kolaborasi, transfer pengetahuan, serta keterhubungan dengan jejaring pasar menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem usaha yang mampu berkembang secara berkelanjutan.
Pimpinan Baru BI Sumut Resmi Dilantik, Samosir Fokus Perkuat Ekonomi Daerah
Wabup Samosir berharap sinergi dengan BI Sumut memperkuat UMKM, pariwisata, daya beli masyarakat, dan stabilitas harga.
Tentang Kiat Produk UMKM Tembus Pasar Ekspor
Jakarta, katakabar.com - Pengusaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) perlu mengubah pola pikir ketika membidik pasar ekspor. Produk yang berkualitas tinggi tidak menjamin diterima oleh pasar luar negeri jika tidak disertai dengan pemahaman mendalam terkait standar regulasi dan kebutuhan pasar di negara tujuan ekspor.
Omzet Bisa Miliaran Rupian, Ini Lima Ide Bisnis UMKM dan Cara Menjalankan
Jakarta, katakabar.com - Memulai usaha sering kali bukan soal keberanian, tetapi menemukan ide bisnis yang tepat untuk dijalankan. Banyak calon pengusaha ingin terjun ke dunia bisnis, namun masih mencari peluang yang realistis, memiliki pasar, dan dapat dikembangkan dalam jangka panjang.
Dosen UNRI Dorong Kemajuan UMKM Pesisir Bagan Hulu Lewat Inovasi Produk Perikanan
Rokan Hilir, katakabar.com - Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Riau (UNRI) melakukan pendampingan kepada kelompok POKLAHSAR Bagan Hulu Bersama di Kelurahan Bagan Hulu, Kecamata...
Diwali Bazaar 2026 Ruang Temu Budaya, UMKM dan Gaya Hidup India di Jakarta
Jakarta, katakabar com - Perayaan Diwali di Indonesia semakin berkembang menjadi ruang pertemuan budaya, komunitas, dan aktivitas ekonomi kreatif. Hal itu terlihat ketika pergelaran Indoindians Diwali Bazaar 2026, di The Westin Jakarta, Minggu (27/9) lalu. Memasuki penyelenggaraan ke 12, Diwali Bazaar tidak hanya menghadirkan berbagai produk dan kuliner khas India, tetapi juga mempertemukan komunitas India dengan masyarakat Indonesia melalui rangkaian pertunjukan seni, aktivitas wellness, hingga berbagai kegiatan interaktif. Sekitar 150 vendor dan tenant berpartisipasi dalam bazaar tersebut. Produk yang ditawarkan pun cukup beragam, mulai dari busana dan aksesori bernuansa India, perhiasan, dekorasi rumah, produk kecantikan dan wellness, hingga kuliner. Founder Indoindians, Poonam Sagar, mengatakan penyelenggaraan tahun ke 12 menjadi pencapaian tersendiri bagi komunitas yang selama lebih dari satu dekade konsisten menghadirkan ruang bagi masyarakat untuk mengenal budaya India secara lebih dekat. “Ini merupakan penutupan dari beberapa bulan kerja keras untuk memasang semua ini. Ini adalah bazaar ke 12 yang kami lakukan. Jadi ini adalah sebuah dozen,” kata Poonam. Menurutnya, keberadaan Diwali Bazaar juga memberikan kesempatan bagi para pelaku usaha untuk memperkenalkan produk mereka sekaligus berinteraksi langsung dengan masyarakat. Dari Belanja hingga Wellness Tidak hanya berorientasi pada aktivitas belanja, Diwali Bazaar 2026 turut memberikan ruang bagi kegiatan yang berkaitan dengan kesehatan, keseimbangan diri, dan spiritualitas. Pengunjung dapat mengikuti sejumlah kegiatan seperti meditasi bersama Isha Foundation Indonesia, sesi pernapasan dan ketenangan bersama Art of Living Indonesia, serta talk show bersama Brahma Kumaris Indonesia. Kehadiran berbagai aktivitas tersebut memperlihatkan bagaimana budaya India di Indonesia tidak hanya diperkenalkan melalui seni, makanan, dan busana, tetapi juga melalui praktik wellness yang semakin dikenal masyarakat urban. Tidak hanya itu, pertunjukan seni sepanjang acara turut menjadi bagian penting dari pengalaman pengunjung. Seni dan budaya menjadi medium yang memungkinkan masyarakat Indonesia mengenal tradisi India dalam suasana yang lebih terbuka dan interaktif. Diplomasi Budaya dari Ruang Komunitas Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, yang hadir dalam pembukaan acara, menilai kegiatan seperti Diwali Bazaar memiliki peran dalam memperkuat hubungan masyarakat India dan Indonesia. Menurut Sandeep, kegiatan yang digerakkan oleh komunitas dapat menjadi salah satu bentuk diplomasi budaya karena memungkinkan terjadinya interaksi langsung antarmasyarakat. “Diwali sekarang bukan lagi sebuah festival India, ini menjadi festival internasional,” ucap Sandeep. Ia juga menilai antusiasme masyarakat terhadap Diwali terus berkembang. Menurutnya, festival tersebut kini menjadi bagian dari rangkaian musim festival yang berlangsung setelah Navratri dan Durga Puja dan berlanjut hingga Natal serta Tahun Baru. “Musim festival telah dimulai, dan orang-orang Indonesia-India melakukan tugas yang baik untuk memperkenalkan budaya-budaya India di Indonesia, dan juga membawa budaya Indonesia ke India,” ujarnya. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa perayaan budaya tidak hanya menjadi sarana untuk memperkenalkan tradisi satu negara kepada negara lain, tetapi juga membuka ruang pertukaran budaya secara dua arah. Perempuan dan Pelaku Usaha Mendapat Ruang Selain aspek budaya, Diwali Bazaar juga menjadi ruang bagi pelaku usaha untuk memperluas eksposur produk mereka. Kehadiran sekitar 150 tenant memberikan kesempatan bagi berbagai bisnis dari sektor fesyen, kecantikan, kerajinan, kuliner, pendidikan, properti, hingga wellness untuk bertemu langsung dengan calon konsumen. Sandeep juga memberikan perhatian terhadap keterlibatan perempuan dalam penyelenggaraan dan aktivitas bazaar. Ia menyebut dominasi perempuan dalam berbagai aktivitas yang terlihat selama acara sebagai sesuatu yang penting, terutama dalam konteks keterlibatan perempuan dalam kegiatan ekonomi dan kewirausahaan. Dengan perpaduan antara budaya, komunitas, perdagangan, wellness, dan hiburan, Indoindians Diwali Bazaar 2026 menunjukkan bahwa perayaan Diwali di Indonesia telah berkembang menjadi lebih dari sekadar festival tahunan.
Pemanfaatan AI UMKM Indonesia: Cek Hal Ini Agar Bisnis Tidak Tertinggal
Jakarta, katakabar.com - Studi Small Business Credit Survey yang dirilis oleh Federal Reserve Bank of San Francisco mencatat hampir 40 persen bisnis kecil di Amerika Serikat sudah menggunakan atau berencana menggunakan AI. Penggunaannya paling banyak untuk tugas sehari-hari: menulis materi pemasaran, membalas pesan pelanggan, membuat visual, hingga menganalisis data penjualan.
Biaya Admin Shopee dan TikTok Shop Terus Naik di 2026, Pelaku UMKM Mulai Lirik Toko Online Sendiri
Jakarta, katakabar.com - Permintaan jasa pembuatan website ecommerce meningkat seiring makin banyak penjual online mengeluhkan hal serupa, yakni omzet di layar terlihat besar, tapi saldo yang benar-benar masuk rekening jauh lebih kecil dari yang dibayangkan. Penyebabnya bukan penurunan penjualan, melainkan tumpukan potongan biaya yang makin tebal di dua marketplace terbesar Indonesia, Shopee dan TikTok Shop. Kondisi ini mendorong makin banyak pelaku usaha melirik kanal penjualan tambahan di luar marketplace konvensional. Dua Platform, Dua Skema Kenaikan Berjalan Bersamaan Shopee memberlakukan skema biaya admin baru mulai Januari 2026, dengan besaran 2,5 hingga 10 persen tergantung kategori produk. Untuk toko berstatus Shopee Mall, sebagian kategori bahkan dikenakan tarif hingga 11,7 persen. Di luar persentase utama, Shopee juga menetapkan biaya proses pesanan Rp1.250 per transaksi sejak Juli 2025, serta biaya tambahan 3 persen untuk produk pre-order sejak awal 2026. TikTok Shop menempuh jalur serupa. Komisi platform berkisar 6,97 hingga 8 persen, ditambah komisi dinamis per kategori yang bisa menambah 3 hingga 8 persen lagi. Yang paling terasa bagi penjual bernilai transaksi besar: batas maksimum komisi per item naik drastis dari Rp40.000 menjadi Rp650.000 sejak pertengahan tahun, seiring integrasi platform ke ekosistem ShopTokopedia. Kedua penyesuaian ini terjadi di waktu yang berdekatan, membuat penjual yang aktif di kedua platform merasakan dampaknya nyaris bersamaan. Berapa Besar Sebenarnya Hilang Kombinasi komisi platform dan komisi dinamis TikTok Shop untuk sejumlah kategori bisa mencapai sekitar 15 persen dari nilai transaksi. Artinya, toko dengan omzet Rp100 juta sebulan berpotensi kehilangan Rp15 juta hanya untuk biaya platform, di luar ongkos iklan dan promosi yang biasanya dikeluarkan terpisah. Dalam setahun, potongan ini bisa menembus Rp180 juta, angka yang cukup untuk membiayai penambahan tim atau pengembangan produk baru. Toko dengan omzet kecil belum tentu merasakan dampak sebesar ini, karena potongan persentase yang kecil kadang masih lebih murah dibanding biaya langganan flat. Tapi begitu skala usaha membesar, perhitungannya sering berbalik. Toko Sendiri Jalan Keluar dari Skema Persentase Alih-alih terus menyesuaikan harga jual setiap kali platform menaikkan komisi, sebagian pelaku usaha memilih memakai jasa pembuatan website toko online untuk membangun kanal penjualan yang biayanya tidak bergantung pada persentase omzet. Skema langganan flat BisnisOn dilengkapi enam pilihan payment gateway, delapan lebih opsi kurir real-time, notifikasi WhatsApp otomatis untuk setiap pesanan, dan dukungan custom domain lengkap dengan SSL gratis sejak hari pertama toko digunakan. "Yang sering terjadi, pelaku usaha baru menyadari besarnya potongan komisi setelah beberapa bulan berjalan, ketika mereka mulai membandingkan angka penjualan kotor dengan yang benar-benar diterima," ujar Mas Tama, pendiri BisnisOn. "Struktur langganan flat membuat pelaku usaha bisa menghitung biaya operasionalnya di depan, tanpa perlu menyesuaikan harga jual setiap kali platform mengubah skema komisi." Dua Kanal Berjalan Berdampingan, Bukan Saling Menggantikan Toko online mandiri dan toko di marketplace pada praktiknya lebih sering berjalan bersamaan, bukan salah satu ditinggalkan. Perbedaannya terletak pada siapa yang memegang data pelanggan dan bagaimana biaya dihitung. Di marketplace, data pembeli sepenuhnya berada di sistem platform dan biayanya mengikuti persentase transaksi. Di toko sendiri, pelanggan menjadi milik brand secara langsung dan biayanya tetap sama besar berapa pun jumlah transaksi bulanan. Pendekatan menjalankan dua kanal sekaligus semakin umum ditemui di kalangan pelaku usaha yang omzetnya sudah stabil di marketplace, tapi ingin punya kendali lebih besar atas biaya operasional jangka panjang.
BPDP Serahkan Katalog 100 Produk UMKM Sawit ke Kemenper di Momen Olahraga dan Budaya
Jakarta, katakabar.com - BLU Kementerian Keuangan, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) manfaatkan momen ajang olahraga dan budaya tahunan Merdeka Run 2026, dengan menyerahkan Katalog 100 Produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Sawit Kepada Kementerian Perekonomian. Penyerahan katalog diwakili oleh Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah kepada Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso di booth BPDP. Merdeka Run 2026 digelar di kawasan Monumen Reog Ponorogo Sampung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (22/8) lalu berlangsung semarak dengan dihadiri sekitar 5.000 peserta dari berbagai daerah. Turut hadir jajaran pimpinan lintas kementerian, di antaranya Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan, Sudarto , Pimpinan Pemeriksa Keuangan Negara I Badan Pemeriksa Keuangan, Nyoman Adhi Suryadnyana,Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kemenko Perekonomian, Fery Irawan, serta Bupati Ponorogo, Lisdyarita. Kikis Kampanye Negatif Lewat Inovasi Produk Turunan Sawit Kehadiran Booth BPDP bertujuan untuk promosi kebaikan sawit dalam melawan black campaign (kampanye negatif) yang selama ini kerap mendera industri kelapa sawit. Melalui kegiatan edukasi, masyarakat diajak untuk memahami bahwa komoditas sawit tidak hanya sebatas bahan baku minyak goreng. Di hadapan para peserta dan komunitas lari (runners), dijelaskan berbagai bentuk inovasi turunan sawit yang sangat bermanfaat untuk kesehatan dan gaya hidup harian, seperti minyak makan merah, suplemen bernutrisi tinggi yang dapat dikonsumsi untuk mendukung kesehatan dan stamina penggiat olahraga karena kaya akan tokoferol Vitamin E Booth BPDP juga dikunjungi oleh pimpinan lintas kementerian selain Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso hadir juga Pimpinan Pemeriksa Keuangan Negara I Badan Pemeriksa Keuangan Nyoman Adhi Suryadnyana serta Sekjen Dewan Ekonomi Kawasan Ekonomi Khusus Rizal Edwin Manangsang. Dorong UMKM Perkebunan Ekosistem Sport Tourism BPDP mendorong adanya sinergi dan kolaborasi erat antara sektor pariwisata dengan pelaku Usaha Kecil, Menengah, dan Koperasi (UKMK) perkebunan. Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UKMK BPDP, Helmi Muhansyah, menyampaikan keindahan tempat dan konsep acara yang menarik serta keberadaan oleh-oleh atau buah tangan menjadi komponen penting dalam pengembangan pariwisata. "Sport tourism bagian dari ekosistem ekonomi kreatif daerah yang bisa di sinergikan dengan produk UMKM berbasis Perkebunan. Beragam produk dalam katalog 100 UMKM Sawit potensial sebagai oleh-oleh (buah tangan), dengan mendorong keterlibatan pelaku UMKM perkebunan dalam ekosistem industri kreatif sport tourism akan berkontribusi sebagai upaya pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen sebagaimana ditargetkan Presiden Prabowo Subianto," ucap Helmi.
BP Tapera Perkuat Akses Pembiayaan Perumahan bagi UMKM Lewat Bazar Pesona Merdeka 2026
Jakarta, katakabar.com - Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) memperkuat edukasi dan akses pembiayaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), melalui Bazar Pesona Merdeka 2026 yang diselenggarakan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) di M Bloc Space, Jakarta. Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho turut mendampingi Menteri PKP, Maruarar Sirait dalam melakukan interaksi langsung dengan pelaku UMKM dan masyarakat yang hadir. Interaksi tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan masyarakat memperoleh informasi mengenai akses pembiayaan perumahan sekaligus melihat langsung kondisi dan latar belakang para peserta. Pada kegiatan tersebut, Menteri PKP melakukan pengecekan langsung kepada sejumlah peserta, mulai dari pelaku usaha kreatif, barista, pekerja yayasan pendidikan, hingga pelaku UMKM yang memproduksi barang secara mandiri. Salah satu peserta juga mengembangkan karya seni lukis yang dibuat oleh anaknya yang merupakan penyandang autisme menjadi berbagai produk bernilai ekonomi. Heru menyampaikan keterlibatan BP Tapera dalam kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mendekatkan informasi mengenai KPR Sejahtera FLPP kepada masyarakat yang selama ini membutuhkan akses kepemilikan rumah pertama. “BP Tapera hadir untuk mendekatkan informasi pembiayaan perumahan kepada masyarakat. Kami ingin pelaku UMKM dan masyarakat berpenghasilan rendah mengetahui bahwa mereka memiliki kesempatan untuk mengakses pembiayaan rumah pertama melalui KPR Sejahtera FLPP,” kata Heru. Pada kegiatan tersebut, tercatat 89 masyarakat telah mendaftar untuk memperoleh informasi dan akses pembiayaan perumahan. Peserta berasal dari berbagai latar belakang pekerjaan dan usaha, menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap hunian pertama sekaligus akses pembiayaan semakin beragam. Dari kegiatan ini kami melihat antusiasme masyarakat cukup tinggi. Ini menunjukkan kebutuhan terhadap rumah pertama masih sangat besar, termasuk dari kalangan pelaku usaha dan pekerja yang selama ini mungkin belum memahami bagaimana cara mengakses pembiayaan perumahan,” jelas Heru. Berdasarkan rekap realisasi penyaluran KPR Sejahtera FLPP periode 1 Januari hingga 19 Agustus 2026, BP Tapera mencatat 131.516 unit rumah telah tersalurkan dengan total nilai pembiayaan mencapai Rp16,36 triliun. Penyaluran tersebut telah menjangkau 36 provinsi di Indonesia. Dengan kuota FLPP tahun 2026 sebanyak 350.000 unit, capaian tersebut menunjukkan masih terdapat ruang yang luas bagi masyarakat yang memenuhi persyaratan untuk memanfaatkan program pembiayaan rumah pertama. Jawa Barat menjadi provinsi dengan realisasi terbesar, yakni 31.229 unit atau 23,75 persen dari total penyaluran, dengan nilai pembiayaan sekitar Rp3,93 triliun. Heru menegaskan BP Tapera akan terus memperluas sosialisasi agar masyarakat memahami persyaratan, manfaat, dan mekanisme pengajuan KPR Sejahtera FLPP. “Program pembiayaan perumahan harus semakin dekat dengan masyarakat. Kami akan terus memberikan edukasi agar masyarakat memahami persyaratan, manfaat, serta proses pengajuan sehingga mereka yang memenuhi ketentuan dapat memanfaatkan kesempatan memiliki rumah pertama,” ucap Heru. Sedang, dari interaksi Menteri PKP dengan para pelaku UMKM juga memperlihatkan keberagaman potensi ekonomi masyarakat. Menteri PKP memberikan motivasi kepada peserta agar tidak mudah menyerah dalam mengembangkan usaha. “Pantang menyerah itu harus dari diri kita sendiri. Dengan kemauan dan doa, kita harus yakin sukses,” pesan Menteri PKP kepada seorang peserta. Bazar Pesona Merdeka 2026 sendiri menghadirkan ruang bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produk dan mengembangkan usahanya. Kegiatan tersebut juga memberikan kesempatan bagi pengusaha muda dan pengusaha muda penyandang disabilitas untuk tampil dan memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat. Melalui keterlibatan dalam kegiatan ini, BP Tapera tidak hanya mendorong masyarakat memahami program pembiayaan perumahan, tetapi juga memperluas jangkauan informasi kepada kelompok masyarakat yang aktif menjalankan usaha. Upaya tersebut sejalan dengan semangat pemberdayaan ekonomi, di mana rumah pertama diharapkan dapat menjadi bagian dari fondasi kemandirian keluarga sekaligus mendukung masyarakat dalam mengembangkan usaha. BP Tapera berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dan edukasi pembiayaan perumahan agar semakin banyak masyarakat berpenghasilan rendah, termasuk generasi muda dan pelaku UMKM, dapat memperoleh akses terhadap hunian pertama yang layak dan terjangkau.