Wirausaha

Sorotan terbaru dari Tag # Wirausaha

Workshop: BPDP Dorong Gen Z Jadi Wirausaha UMKM Sawit Sawit
Sawit
Minggu, 17 Mei 2026 | 16:15 WIB

Workshop: BPDP Dorong Gen Z Jadi Wirausaha UMKM Sawit

Yogyakarta, katakabar.com - Generasi muda punya peluang menjadi wirausaha Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) produk sawit, sebab lebih inovatif dan adaptif terhadap teknologi digital. Potensi ini jadi topik pembahasan dalam Workshop Gen-Z Preneur UMKM Sawit angkat tema “Rintisan Wirausaha Perkebunan dan Oleofood” yang berlangsung di AKPY-Stiper, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (12/5) lalu. Ketua Pengurus Yayasan Pendidikan Kader Perkebunan Yogyakarta (YPKPY), Dr. Purwadi, mengatakan Indonesia masih menjadi pemain utama industri sawit global, baik dari sisi produksi, ekspor, maupun konsumsi. Disinilah, generasi muda memiliki peran penting untuk menjaga keberlanjutan industri strategis tersebut di masa depan. “Indonesia memiliki area sawit terluas di dunia, eksportir terbesar, sekaligus konsumen terbesar. Sawit menjadi komoditas unggulan Indonesia di berbagai aspek,” sebur Purwadi, dikutip dari laman resmi BPDP, Minggu pagi. Kata Dr. Purwadi, secara global lahan sawit hanya mencakup sekitar 6 persen dari total luas tanaman penghasil minyak nabati dunia. Tetapi, sawit dinilai paling unggul karena memiliki ratusan produk turunan yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. “Dari bangun pagi sampai tidur, banyak produk yang kita gunakan mengandung sawit. Karena itu sawit menjadi pesaing besar minyak nabati lainnya,” jelasnya. Purwadi juga menantang peserta workshop untuk mengambil peluang bisnis di sektor sawit. Menurutnya, keberlanjutan kejayaan sawit Indonesia sangat bergantung pada kesiapan generasi penerus. “Peluang bisnis sawit ini masih sangat besar untuk dikembangkan terutama produk-produk UKM. Tetapi ingat anak mudanya jangan sampai letoy dan bermalas-malasan. Kita harus mau belajar salah satunya melalui workshop ini,” ucap Purwadi. Ketua Pelaksana Workshop, Qayuum Amri, menjelaskan workshop terlaksana melalui kerja sama Majalah Sawit Indonesia yang didukung penuh oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) serta dari Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) dan AKPY-STIPER. Kegiatan tersebut, ulasnya, dirancang untuk mengenalkan potensi usaha sawit kepada generasi muda, termasuk praktik pembuatan produk oleofood berbasis sawit yang akan dilaksanakan di INSTIPER Bakery Academy pada hari kedua kegiatan. “Kami ingin menarik minat Gen Z agar menjadi penerus keberlanjutan sawit di masa depan. Mahasiswa akan diajak belajar langsung membuat produk oleofood berbasis sawit,” terang Qayuum. Selain pelatihan teknis, peserta juga akan mendapatkan materi kewirausahaan dan kisah sukses pelaku usaha kreatif. Qayuum menilai industri sawit memiliki potensi besar karena memiliki lebih dari 170 produk turunan yang dapat dikembangkan menjadi peluang bisnis baru. Sementara, sambutan sekaligus pembukaan workshop oleh Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM, Bagus Rachman. Ia menuturkan sangat mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut karena dinilai sangat strategis dalam mendorong generasi muda menjadi pelaku usaha sawit yang adaptif dan kolaboratif. “Sangat menginspirasi sekali acara ini. Apresiasi setinggi-tingginya untuk Majalah Sawit, BPDP, dan AKPY. Tema ini sangat strategis untuk mendorong Gen-Z agar adaptif dan kolaboratif dalam optimalisasi sawit secara berkelanjutan,” imbuh Bagus Rachman dalam sambutan yang dibacakan oleh Asisten Deputi Produksi dan Digitalisasi Usaha Menengah Kementerian UMKM RI, Refani Anwar Azis. Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, menimpali banyak program yang dapat dimanfaatkan generasi muda untuk terlibat dalam pengembangan industri sawit nasional. “Banyak sekali program-program yang bisa dinikmati Gen-Z dan generasi muda. Kalau teman-teman mau kuliah, BPDP punya program beasiswa dengan 42 kampus mitra BPDP untuk berbagai jenjang pendidikan mulai D3, D4, maupun S1,” kata Helmi. Menurut Helmi, BPDP juga mendorong lahirnya lebih banyak pelaku UMKM berbasis sawit. Ia menyebut sektor sawit memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, terutama dari ekspor nonmigas yang mencapai sekitar 9-10 persen. “BPDP sebagai BLU Kemenkeu siap berkolaborasi dengan teman-teman untuk mengembangkan sawit. Rasio kewirausahaan kita masih sekitar 3 persen, padahal indikator negara maju minimal 10 persen,” tuturnya. Karena itu, pihaknya berharap generasi muda dapat terinspirasi menciptakan produk-produk inovatif berbasis sawit, kakao, dan kelapa. Ia juga mencontohkan berbagai produk kreatif turunan sawit yang kini mulai berkembang di masyarakat. “Sekarang lidi sawit sudah dibuat menjadi peci dari Aceh seperti yang saya pakai saat ini. Ada juga batik sawit yang didirikan oleh CV Smart batik. Kami berharap melalui program ini lahir inovasi UKM sawit lainnya,” terang Helmi. Sesi Talkshow Workshop Gen-Z Preneur UMKM Sawit menghadirkan tiga narasumber, yakni Dwi Wulandari (Disperindag Kabupaten Sleman), Edy Santosa (Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman), dan M Ihsan ( CV Smart Batik).

Telkom AI Connect Edukasi 450 Siswa SD Tanamkan Pola Pikir Wirausaha Sejak Dini Pendidikan
Pendidikan
Selasa, 28 April 2026 | 16:05 WIB

Telkom AI Connect Edukasi 450 Siswa SD Tanamkan Pola Pikir Wirausaha Sejak Dini

Jakarta, katakabar.com - Telkom AI Center of Excellence Jakarta melalui Telkom AI Connect telah sukses menyelenggarakan kegiatan edukatif bertajuk “From Problems to Big Ideas: Think Like a Young Entrepreneur” , di pertengahan  April 2026 lalu secara daring melalui Zoom. Kegiatan ini hasil kolaborasi bersama Sekolah Citra Kasih, Sekolah Citra Berkat, dan Sekolah Ciputra Kasih yang bertujuan untuk menanamkan pola pikir kewirausahaan sejak dini kepada siswa sekolah dasar kelas 5 dan 6. Webinar ini diikuti lebih dari 450 siswa yang berasal dari berbagai kota di Indonesia, di antaranya Jakarta, Bogor, Surabaya, Samarinda, hingga Ambon. Antusiasme peserta terlihat dari partisipasi aktif selama sesi berlangsung, terutama dalam sesi interaktif yang mengajak siswa untuk berpikir kritis dan kreatif dalam mengidentifikasi permasalahan sehari-hari. Sebagai pembuka, Farida Dian Puspitadewi, Business and Community Lead Telkom AI Connect membawakan materi utama yang berfokus bagaimana siswa dapat mengubah masalah sederhana di sekitar mereka menjadi ide bisnis. “Kewirausahaan dapat dimulai dari kemampuan melihat permasalahan sederhana di sekitar. Dari situ, siswa dapat mengembangkan solusi kreatif yang tidak hanya relevan, tetapi juga berpotensi menjadi ide bisnis yang berdampak,” ujar Farida. Materi disampaikan secara interaktif melalui pendekatan storytelling serta contoh-contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa. Beberapa konsep yang diperkenalkan antara lain bagaimana menemukan masalah, mengembangkan solusi menjadi ide, serta memahami dasar sederhana dari business plan seperti produk, target market, dan strategi promosi. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Telkom dalam mendukung pengembangan talenta digital Indonesia, tidak hanya pada level profesional dan mahasiswa, tetapi juga sejak usia sekolah dasar. Melalui inisiatif ini, diharapkan lahir generasi muda yang kreatif, solutif, dan memiliki semangat kewirausahaan untuk menghadapi tantangan masa depan. Melalui webinar ini, Telkom AI Connect bersama mitra sekolah menunjukkan bahwa literasi inovasi dan kewirausahaan dapat ditanamkan sejak dini dengan pendekatan yang menyenangkan, interaktif, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem talenta muda Indonesia yang adaptif dan siap menghadapi era transformasi digital.

Binus @Bandung Dinobatkan Kampus Pendukung Wirausaha Muda Terbaik di Jabar Pendidikan
Pendidikan
Senin, 02 Maret 2026 | 15:09 WIB

Binus @Bandung Dinobatkan Kampus Pendukung Wirausaha Muda Terbaik di Jabar

Bandung, katakabar.com - Selama dua tahun terakhir, ekonomi kreatif Indonesia menunjukkan performa solid dengan serapan tenaga kerja mendekati 26 hingga 27 juta pekerja, menurut rilis Kemenparekraf dan BPS; Jawa Barat tercatat sebagai provinsi dengan jumlah pekerja ekraf terbesar (±6,24 juta pekerja). Angka ini menegaskan peran ekosistem kreatif khususnya Bandung dan Jabar sebagai motor inovasi, kewirausahaan muda, dan penciptaan peluang usaha baru. Menjawab fenomena tersebut, International Franchise and Business Expo (IFBEX) 2026 salah satu pameran bisnis dan kemitraan terbesar di Indonesia kembali digelar pada 6 hingga 8 Februari 2026 lalu di Graha Manggala Siliwangi, Bandung. Ajang pameran bisnis ini mempertemukan pelaku usaha, franchisor, investor, serta calon wirausahawan dari berbagai sektor industri. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Himpunan Kemitraan dan Peluang Usaha Indonesia (HIKPI) bekerja sama dengan DK Consulting dan PT. Myevent Promosindo Asia. Acara ini dihadiri perwakilan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan Pemerintah Kota Bandung. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, industri, dan institusi pendidikan dalam memperkuat ekosistem bisnis nasional. Pada perhelatan tersebut, Binus @Bandung dianugerahi penghargaan “Universitas di Jawa Barat Pendukung Peluang Usaha & Wirausaha Muda”, sebuah bentuk pengakuan atas kontribusi kampus dalam menumbuhkan ekosistem inovasi yang mendorong kemandirian berusaha di kalangan mahasiswa dan generasi muda. Penghargaan ini mencerminkan peran strategis perguruan tinggi dalam mendukung agenda nasional yaitu memperkuat literasi kewirausahaan, mendorong inovator muda, serta menyiapkan lulusan yang mampu bersaing di era ekonomi digital. Binus @Bandung yang mengusung identitas sebagai Creative Technology & Entrepreneurship Campus mengembangkan berbagai program unggulan seperti inkubasi bisnis mahasiswa, pembinaan UMKM, kolaborasi dengan startup regional, hingga kemitraan industri yang terintegrasi dengan kurikulum. Penghargaan IFBEX 2026 diterima secara langsung oleh Dr. Johan Muliadi Kerta, S.Kom., M.M., selaku Direktur Kampus Binus @Bandung. Dalam keterangannya, Dr. Johan menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil kolaborasi seluruh sivitas akademika dalam membangun lingkungan belajar yang mendorong inovasi dan keberanian berwirausaha. “Penghargaan ini merupakan wujud apresiasi atas perjalanan panjang kami membangun ekosistem kewirausahaan yang inklusif dan berkelanjutan. BINUS @Bandung percaya bahwa generasi muda Jawa Barat memiliki kapasitas besar untuk menjadi penggerak ekonomi kreatif Indonesia. Tugas kami adalah memastikan mereka dibekali kompetensi, pendampingan, dan jejaring yang memadai agar dapat menciptakan dampak nyata bagi masyarakat.” ujarnya. Diraihnya penghargaan IFBEX 2026 adalah sebuah bukti nyata peran Binus @Bandung sebagai universitas pendukung wirausaha muda yang relevan dengan agenda nasional di bidang penguatan ekonomi kreatif. Dengan pendekatan berbasis teknologi, kreativitas, dan kolaborasi, Binus @Bandung berkomitmen melanjutkan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi regional dan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

OK OCE Wujudkan Wirausaha Lestari di Bali Ocean Days 2026 Nasional
Nasional
Kamis, 05 Februari 2026 | 08:01 WIB

OK OCE Wujudkan Wirausaha Lestari di Bali Ocean Days 2026

Bali, katakakabar.com - Pada ajang internasional Bali Ocean Days pada Februari 2026, OK OCE Indonesia melalui inisiatif Coral Champions secara resmi mendorong gerakan wirausaha lestari yang berfokus pada integrasi ekonomi hijau dan biru. Langkah ini diambil untuk membawa UMKM dan komunitas lokal ke panggung global dengan cara mengintegrasikan pelestarian terumbu karang ke dalam model bisnis praktis. Strategi tersebut bertujuan untuk menciptakan lapangan kerja baru yang berkelanjutan sekaligus menjaga ekosistem pesisir, sehingga kesejahteraan ekonomi masyarakat dapat meningkat tanpa merusak lingkungan laut. Program ini diperkenalkan dalam ajang internasional Bali Ocean Days (BOD) 2026, Sabtu (31/2), yang dihadiri langsung Bendahara Umum OK OCE Indonesia yang juga Pengajar Sistem Informasi Universitas Trisakti, Rully Mardjono, di InterContinental Bali Resort, Jimbaran. The Coral Champions Indonesia merupakan kolaborasi multisektoral yang mempertemukan keahlian akademis dari Stanford University's Palumbi Lab, inisiatif global dari The Coral Champions, serta kekuatan komunitas lokal melalui Sekah Ganesha dan OK OCE Indonesia. Pada forum tersebut, Rully menekankan peran OK OCE sebagai support system utama bagi komunitas lokal. Fokus utamanya adalah membangun ekosistem di mana pelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan dengan kemandirian ekonomi. Senada dengan hal tersebut, Daniel Griffin, Co-Founder The Coral Champions, dalam paparannya di Bali Ocean Days menyatakan kemajuan teknologi genetika adalah kunci untuk mengubah cara pandang terhadap konservasi. “Genetika dapat mengubah restorasi menjadi sebuah profesi. Dengan menerjemahkan genetika terumbu karang tingkat lanjut ke dalam praktik lapangan, komunitas kini dapat secara aktif membangun terumbu karang yang tangguh terhadap iklim (climate-resilient reefs)," ulasnya. Analogi yang digunakan adalah layaknya seorang petani; dengan kemampuan mengidentifikasi dan menggunakan bibit karang yang tahan panas, komunitas dapat melakukan penanaman karang dengan tingkat keberhasilan yang tinggi, serupa dengan petani yang menanam varietas padi yang tepat untuk lahan dan iklim mereka. Daniel juga menjelaskan bahwa Coral Champions Program bersinergi bersama OK OCE Indonesia. Melalui inisiatif ini, OK OCE Indonesia berkomitmen untuk menciptakan pelatihan lokal dan lapangan kerja baru yang berfokus pada Pengembangan Model Bisnis, menciptakan peluang ekonomi yang terukur dari kegiatan restorasi laut. Kedua, Pelatihan Berbasis Kompetensi, yang membekali komunitas dengan keahlian teknis restorasi berbasis sains, serta Kemandirian Ekonomi, untuk memastikan komunitas memiliki pendapatan yang stabil melalui pengelolaan ekosistem laut yang sehat. Hadirnya OK OCE Indonesia dalam Bali Ocean Day melalui Coral Champions Program menjadi sinyal kuat OK OCE Indonesia siap membawa UMKM dan komunitas lokal Indonesia menuju panggung ekonomi global melalui inovasi kewirausahaan hijau dan biru yang berkelanjutan.

Bedah Buku Mitos Vs Fakta Kelapa Sawit di UNS, BPDP dukung Mahasiswa Wirausaha UMKM Buku
Buku
Rabu, 15 Oktober 2025 | 18:00 WIB

Bedah Buku Mitos Vs Fakta Kelapa Sawit di UNS, BPDP dukung Mahasiswa Wirausaha UMKM

Solo, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Palm Oil Strategic Agribusiness Strategic Policy Instutute (PASPI) serta Universita Negeri Sebelas Maret (UNS) gelar kegiatan Bedah Buku Mitos Vs Fakta Kelapa Sawit, di Aula Gedung 5 Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNS, Solo, Sabtu (11/10) lalu. Kegiatan ini bagian dari desiminasi sawit baik, sekaligus gelar Lomba konten kreatif sawit meliputi dua kategori, yakni short video dan infografis yang berlansung dari 13 hingga 30 September 2025 lalu, yang diikuti lebih dari 25 tim mahasiswa dari berbagai Universitas, seperti UNS,UGM dan Universitas Jember. Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, menyatakan berbagai dukungan BPDP untuk terus melakukan kampanye positif sawit termasuk melalui kegaiatan bedah buku, dan kegiatan promosi sawit baik dilakukan dengan mendorong penguatan UMKM berbasis sawit. “Dukungan kepada UMKM sawit bagian dari upaya untuk terus melawan black campaign dengan mengkampanyekan kebaikan-kebaikan sawit melalui pemanfaatan beragam produk sawit dan turunannya," ujarnya. Selain itu, kata Helmi, bersama dengan UNS dan Universitas Jambi, BPDP mendorong adanya usaha rintisan UMKM Sawit yang diinisiasi oleh mahasiswa. Beberapa produk dihasilkan dari kegiatan ini, seperti briket aroma, sentalara, palmscrub, dan palmaroma produk-produk inovatif berbahan sawit. "Hasil produk UMKM sawit dapat mendukung program Presiden RI, H Prabowo Subianto, untuk pertumbuhan ekonomi 8 persen, lewat peningkatan konsumsi dalam negeri melalui barang-barang yang dikonsumsi berasal dari produk dalam negeri khususnya dari UKMK sawit,” terang Helmi. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Universitas Negeri Sebelas Maret, seperti Prof Agung Wibowo (Dosen Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian UNS) yang membahas dampak sosial ekonomi sawit terhadap masyarakat sekitar perkebunan, Dr Evi Irawan (Ketua Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian UNS) membahas struktur pasar industri sawit dan pentingya dukungan untuk petani sawit, serta Dr Bara Yudhistira (Dosen Prodi Ilmu dan Teknologi Pangan Fakultas Pertanian UNS) membahas sawit dari aspek pangan dan Kesehatan.

Raih Penghargaan dari LPP, Helmi Muhansyah: Lembaga Pendidikan Unsur Penting Dorong Kewirausahaan Sawit
Sawit
Minggu, 05 Oktober 2025 | 17:38 WIB

Raih Penghargaan dari LPP, Helmi Muhansyah: Lembaga Pendidikan Unsur Penting Dorong Kewirausahaan

Yogyakarta, katakabar.com - Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, menyatakan lembaga pendidikan unsur penting menghasilkan pengusaha-pengusaha, mendorong kewirausaahan, dan pengembangan industri kreatif merupakan bagian Asta cita Presiden RI, H Prabowo Subianto mendukung target pertumbuhan ekonomi 8 persen. “Riset Profesor Rafael Reif dari MIT di Amerika, Standford University dan alumninya sejak 1930 menghasilkan 40 ribu perusahaan menyerap 5,4 juta tenaga kerja dan pendapatan USD 2,7 Trilion per tahun, sedangkan MIT sejak 2014 menghasilkan 30 ribu perusahaan menyerap 4,6 juta dan pendapatan USD 2 Trilion dolar per-tahun, semoga LPP Yogyakarta juga menjadi lembaga yang menghasilkan wirausaha-wirausaha berbasis UMKM perkebunan sawit kakao dan kelapa,“ ulas Helmi, saat menerima penghargaan sebagai Mitra Penguatan UMKM dari Politeknik LPP Yogyakarta dalam rangkaian kegiatan Expo UMKM Sawit dan Conferences (EXPOUSE) 2025, digelar pada 3 Oktober 2025 lalu, di Auditorium LPP Agro Nusantara, Yogyakarta. Ia apresiasi atas kerja sama yang telah terjalin dengan Politeknik LPP Yogyakarta, khususnya berbagai kegiatan mempromosikan dan pengembangan UMKM berbasis sawit. "Berbagai kegiatan kolaborasi BPDP dan Politeknik LPP Yogyakarta antara lain Workshop inovasi produk UMKM berbahan sawit, Palm Oil Youth Camp dan Duta UKMK Sawit, Workshop Pemberdayaan UKMK sawit di Manado, Workshop Pengembangan Produk UKM Sawit di Belitung serta Business Matching UMKM," jelas Helmi, dilansir dari laman mediaperkebunan.id, Ahad (5/10). Saat itu, penghargaan diberikan Direktur Politeknik LPP Yogyakarta Muhamad Mustangin kepada BPDP diwakili Kepala Divisi Kerja sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP Helmi Muhansyah.

IFBC 2025; FranchiseOne Dorong Pertumbuhan Wirausaha dan Peluang Bisnis Lewat Franchising Ekonomi
Ekonomi
Kamis, 27 Februari 2025 | 12:12 WIB

IFBC 2025; FranchiseOne Dorong Pertumbuhan Wirausaha dan Peluang Bisnis Lewat Franchising

Jakarta, katakabar.com - FranchiseOne hadir di Expo Info Franchise and Business Concept (IFBC) 2025 yang digelar di ICE BSD pada 14 hingga 16 Februari 2025 lalu. Acara ini kesempatan yang pas bagi para calon wirausahawan untuk menemukan franchise yang tepat untuk diinvestasikan. Apalagi IFBC 2025 tempat ideal untuk mengeksplorasi berbagai peluang yang dapat menambah penghasilan. Sebagai bagian dari IFBC National Roadshow, FranchiseOne menampilkan enam merek unggulan mereka, yaitu Sate Taichan NyotNyot, Donatsu, Cimol Gocok Keju, Pertehmina, Cireng Cipok, dan Cendol Pandan. Masing-masing merek ini memiliki keunggulan unik yang telah terbukti sukses di pasar dan siap untuk memperluas jaringan waralabanya.

UNTAG dan Maxy Academy Gelar Pre-Immersion Wirausaha Merdeka 2024 Ekonomi
Ekonomi
Sabtu, 19 Oktober 2024 | 07:42 WIB

UNTAG dan Maxy Academy Gelar Pre-Immersion Wirausaha Merdeka 2024

Surabaya, katakabar.com - Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya taja program Pre-Immersion Wirausaha Merdeka 2024 untuk meningkatkan kemampuan kewirausahaan mahasiswa, bekerja sama dengan Maxy Academy dan mentor Coach Andy F. Bintoro. Program ini menekankan pentingnya 'impact investment', yakni investasi yang tidak hanya mencari keuntungan, tapi berdampak positif bagi masyarakat.

BPDPKS Seru Gen Z dan Milenial Wirausaha Herbasis UKM Sawit Sawit
Sawit
Sabtu, 05 Oktober 2024 | 11:48 WIB

BPDPKS Seru Gen Z dan Milenial Wirausaha Herbasis UKM Sawit

Jakarta, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) tampilkan beragam produk UKM kelapa sawit di kegiatan The Jakarta International Handicraft Trade Fair (Inacraft) 2024 pada 2 hingga 6 Oktober 2024 Jakarta Convention Center (JCC), di Jakarta. Kegiatan dilakukan pada booth, berupa kampanye positif kelapa sawit, pemutaran video terkait sawit. Pemutaran film kampanye sawit baik “Mimpi Laskar Negeri Sawit”, serta display beragam produk turunan kelapa sawit.

Puncak WEC 2024, Total 20 Perempuan Wirausaha Terima Apresiasi dari PT HM Sampoerna Tbk Ekonomi
Ekonomi
Senin, 10 Juni 2024 | 19:58 WIB

Puncak WEC 2024, Total 20 Perempuan Wirausaha Terima Apresiasi dari PT HM Sampoerna Tbk

Semarang, katakabar.com - Pergelaran Women Ecosystem Catalyst (WEC) memasuki puncaknya, di penghujung pekan pertama Juni 2024. Puncak WEC 2024 dilakukan melalui “Awarding Night”, malam apresiasi untuk 20 peserta terpilih WEC 2024, di Openaire, Semarang, Jawa Tengah. WEC program yang digagas PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) melalui Payung Program Keberlanjutan Sampoerna Untuk Indonesia (SUI) bersama Perkumpulan Imajinasi Penaja Mula dan Dinas Koperasi UKM Provinsi Jawa Tengah. Program ini telah berlangsung dari Januari 2024 lalu. Total 20 peserta dari berbagai wilayah di Indonesia telah menjalani inkubasi bisnis selama 1,5 bulan. Mereka adalah para perempuan wirausaha pelaku UMKM dan startup yang terpilih di antara lebih dari 1.500 pendaftar. Dua puluh peserta terpilih yang mengikuti program WEC 2024 ini adalah: 1. Sri Narsih (Nila Crispy "SARMILA") 2. Lutfy Azizah (ZENDO) 3. Yuliance Yunita Bosom Ulim (Sinagi Papua) 4. Tri Suhartini (PT Ecovivo Daya Lestari) 5. Mitshi Wanma (Wisata Edukasi Budaya Papua) 6. Zuraina (PT BUrsaku Teknologi Finansial) 7. Nur Kholifah (Kopi Gucialit) 8. Dheaneira (PT Salaku Cara Enak Makan Salak) 9. Nabella Zya Arofa (Gloeshoes Leather) 10. Qhansa Binti Riedho (PT Weslic Indonesia Neotech|Manaje.id) 11. Octavia Intan Imanisa (Alunna) 12. Qoriatul Hayati (Lampung Ethnica) 13. ismiyati (CV Global Net) 14. Nasta Rofika (Ulur Wiji) 15. Lusi Ekawati (Benanglusi) 16. Kirana Aisyah Larasati (Ngelab Kampus) 17. Tri Meiyanti (Salawang) 18. Shanty (Ben's Group brand Roemah Rempah) 19. Sheva Maresca Pramuningtyas (MersifLab) 20. Puri Wening Miranti (Tongkonan Qufe) Turut hadir di acara tersebut, Penjabat Ketua TP PKK Jateng Pj Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana, dan sampaikan apresiasi kepada 20 peserta yang telah sukses mengikuti program ini. Awarding night menjadi tanda telah selesainya seluruh rangkaian kegiatan WEC. Harapannya, beragam agenda yang diikuti peserta bermanfaat dan sesuai tujuan yaitu membentuk ekosistem bisnis yang baik bagi para perempuan di seluruh Indonesia. Hadir pula sejumlah mentor dan assessor WEC yang telah mendampingi para peserta, yaitu Meika Hazim (owner Cokelat nDalem), Asri Saraswati (CMO Agradaya), Ghufron Mustaqim (Co-Founder & CEO Evermos), Ali Charisma (Fashion Designer), Aliyah Natasya (Financial Planner), dan Nisaul Aulia (Founder & CEO Basicludo). Dari para mentor yang memiliki pengalaman di bidang usahanya masing-masing, para peserta mendapatkan ilmu dan wawasan bisnis terkait seperti pemasaran, tata kelola bisnis, keuangan, hingga strategi branding. Selain para mentor, praktisi yang berbagi ilmu kepada para peserta juga hadir dalam malam apresiasi ini, di antaranya certified public speaker Nessa Ghozal, Rizqi Kamila Fatin, Shinta Arum (WEC Project Representative), Ajeng Arum Sari, dan Musdhalifah Machmud. Sejak kick off pertama pada 24 Januari 2024, berbagai tahapan penyelenggaraan telah digelar. Pada Januari hingga Maret 2024, dilakukan roadshow di sembilan kota yaitu Medan, Malang, Jakarta, Bandung, Banyumas, Bali, Papua, Makassar, dan Banjarmasin. Selanjutnya, seleksi peserta pada April 2024. Para pendaftar program WEC bisa mengakses berbagai materi secara daring melalui situs web yang disediakan. Pada 22 hingga 24 April 2024, para peserta terpilih bertemu secara luring untuk mendapatkan materi langsung dari para asesor. Kesempatan ini digunakan untuk melakukan assessment dan menentukan north star metric. Proses pendampingan kemudian dilanjutkan secara daring hingga akhir Mei 2024. Sehari sebelum malam apresiasi, para peserta WEC menjalani participant grooming untuk memperdalam wawasan dan kemampuan mengenai pitching dan public speaking. Peserta diajak melakukan business visit ke empat lokasi usaha di Semarang. Empat lokasi yang dikunjungi adalah Oud en Nieuw by Toko Oen, Albitec, Crocodic, dan Ria Miranda. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan bisa mendapatkan pembelajaran langsung dari para pelaku usaha yang berhasil mengembangkan bisnisnya. Melalui WEC 2024, Sampoerna ingin memberikan dukungan bagi pemberdayaan wirausaha, dan organisasi perempuan sebagai upaya menumbuhkan perekonomian dalam negeri.