Perawatan tanaman, pendampingan petani, dan keberlanjutan produksi menjadi faktor penting agar bantuan benar-benar berkembang menjadi kebun produktif.
Penyaluran bibit ditandai dengan pelepasan truk pengangkut oleh Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom bersama Wakil Bupati Ariston Tua Sidauruk dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Samosir, Kamis (29/10/2026).
Bantuan tersebut bersumber dari Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Tahun Anggaran 2026.
Selain bibit, petani mendapat dukungan biaya pembuatan lubang tanam sebesar Rp1,17 juta per hektare, dengan total anggaran lebih dari Rp1,4 miliar, serta pupuk organik cair dan granul.
Bupati Vandiko mengatakan dukungan pemerintah pusat perlu dimanfaatkan secara maksimal untuk memperkuat perkebunan kopi di Samosir.
Ia meminta kelompok tani menanam dan merawat bibit sesuai petunjuk teknis, serta berkoordinasi dengan penyuluh pertanian lapangan (PPL) apabila menghadapi kendala.
“Program bantuan bibit kopi ini sejalan dengan program prioritas Bapak Presiden untuk pengembangan dan perluasan pertanian kopi. Karena itu, kita harus berupaya maksimal untuk menyukseskannya,” katanya.
Dorong Sektor Pertanian, Pemkab Samosir Bagikan 1,25 Juta Bibit Kopi ke Petani
Diskusi pembaca untuk berita ini