Menurut Vandiko, pemerintah akan mengupayakan pendampingan agar bantuan tidak berhenti pada tahap distribusi.
Ia juga mengingatkan kelompok tani agar menggunakan bantuan sesuai peruntukan dan tidak memperjualbelikannya.
“Keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah bibit yang tersalurkan, tetapi dari tanaman yang tumbuh, dirawat dan menghasilkan panen,” ujar Vandiko.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Samosir, Tumiur Gultom, menjelaskan bahwa bantuan tersebut mencakup 680 hektare untuk penanaman baru dan 570 hektare untuk peremajaan kebun kopi, termasuk penggantian tanaman yang rusak atau meranggas.
Bibit yang disalurkan merupakan kopi Arabika Gayo 3. Menurut Tumiur, varietas tersebut dinilai sesuai dengan kondisi wilayah Samosir dan memiliki potensi produksi yang baik.
Ia menyebut pengembangan kopi di Samosir telah dilakukan sejak 2022 melalui perluasan areal dan peremajaan tanaman.
Berdasarkan pendataan bersama Kementerian Pertanian, luas perkebunan kopi di kabupaten tersebut kini mendekati 8.000 hektare.
Distribusi bibit dimulai pada 26 Oktober di Kecamatan Pangururan, Harian, dan Simanindo.
Penyaluran ke wilayah penerima lainnya dilakukan secara bertahap dan diperkirakan rampung dalam waktu sekitar 10 hari.
Pemerintah daerah menyatakan lubang tanam telah disiapkan sebelum bibit didistribusikan agar tanaman dapat segera ditanam.
Dukungan juga datang dari unsur Forkopimda. Perwakilan kepolisian, Kasat Binmas Polres Samosir, Ipda Priston Simbolon, menyatakan pengembangan kopi sejalan dengan upaya mendukung ketahanan pangan.
Kejaksaan Negeri Samosir, Kasi Intel Kejari Samosir, Juna Karokaro, menyebut pihaknya melakukan pengawalan dan pendampingan untuk memastikan bantuan berjalan sesuai ketentuan.
Dari sisi penerima, Aratua Ambarita, Ketua Kelompok Tani Suka Tani di Desa Sihusapi, menyebut kelompoknya menerima sekitar 40.000 bibit.
Ia mengapresiasi bantuan tersebut dan berharap dukungan pemerintah dapat membantu pengembangan kebun kopi kelompoknya.
Ketua Kelompok Tani Wanita Nania di Desa Tanjung Bunga, Tilesna Debata Raja, juga menyampaikan apresiasi.
Ia mengatakan kelompoknya telah menerima sejumlah bantuan pertanian sejak 2022, termasuk pupuk dan untuk komoditas kopi dan bawang.
Besarnya bantuan menjadi peluang bagi perkebunan kopi Samosir untuk berkembang.
Tantangan berikutnya adalah memastikan seluruh bibit tumbuh baik, petani memperoleh pendampingan yang memadai, dan kebun menghasilkan panen yang dapat meningkatkan pendapatan keluarga secara berkelanjutan.*
Dorong Sektor Pertanian, Pemkab Samosir Bagikan 1,25 Juta Bibit Kopi ke Petani
Diskusi pembaca untuk berita ini