Kegiatan itu turut dihadiri Direktur Jenderal Perumahan Perdesaan Teddy Paul, jajaran kementerian terkait, serta para kepala daerah se-Sumatera.

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Kelautan dan Perikanan memaparkan perkembangan program rehabilitasi dan rekonstruksi sektor kelautan dan perikanan pascabencana di wilayah Sumatera untuk Tahun Anggaran 2026.

Dukungan pemulihan yang dibahas meliputi perbaikan sarana dan prasarana perikanan, seperti tambak, kolam budi daya, dan kapal penangkap ikan. 

Pemerintah pusat juga menyiapkan bantuan berupa alat penangkap ikan, perlengkapan pengolahan hasil perikanan, kotak pendingin (coolbox), sarana perebusan garam, dan keramba.

Selain itu, penyediaan ekskavator turut menjadi bagian dari upaya mendukung percepatan pemulihan kawasan pesisir dan fasilitas perikanan yang terdampak bencana.

Bagi daerah pesisir seperti Sibolga, pemulihan fasilitas perikanan memiliki arti penting karena berkaitan dengan keberlangsungan aktivitas nelayan dan pelaku usaha perikanan.