Ekosistem
Sorotan terbaru dari Tag # Ekosistem
Vietnam WW 2026: 'The Love City' Satukan Fashion Pengantin, Seniman dan Ekosistem Pernikahan di Ho Chi Minh
Ho Chi Minh, katakabar.com - Vietnam Wedding Week (WW) 2026 resmi digelar pada 22 hingga 23 Agustus 2026 di White Palace Hoang Van Thu, membuka The Love City sebuah “kota cinta” di mana fashion pengantin, berbagai merek, pakar, vendor, dan pengalaman bagi pasangan menyatu. Diposisikan sebagai pekan pernikahan yang komprehensif dan praktis, Vietnam Wedding Week 2026 melampaui sekadar memberikan inspirasi untuk hari besar tersebut. Acara ini menciptakan perjalanan yang memungkinkan pasangan untuk mengeksplorasi secara langsung, mendapatkan pengalaman, bertemu para pakar, dan melangkah lebih dekat menuju pilihan nyata untuk pernikahan mereka. Jantung dari acara ini adalah Bridal Fashion Show 2026, salah satu sorotan utamanya, yang mempertemukan sejumlah desainer dan merek fashion pengantin Vietnam, bersama para seniman yang mengambil peran khusus di atas runway. The Love City Ketika Setiap Kebutuhan Pernikahan Jadi Destinasi Terinspirasi oleh ritme kota yang terus bergerak, The Love City mengubah seluruh rangkaian Vietnam Wedding Week menjadi sebuah perjalanan penemuan. Dari area check-in dan runway fashion pengantin hingga zona pengalaman merek, lokakarya, konsultasi, dan aktivitas interaktif, setiap ruang dirancang sebagai “destinasi” yang berbeda di dalam kota tersebut. Di sini, pengunjung dapat menjelajahi segalanya mulai dari gaun pengantin, setelan jas, kecantikan, perhiasan, lokasi, dekorasi, dan fotografi hingga perencanaan pernikahan, serta layanan dan produk yang terhubung dengan perjalanan setelah hari pernikahan. Daripada sekadar melihat gambar-gambar indah atau mencari inspirasi di berbagai platform yang tidak saling terhubung, pasangan dapat melihat, mencoba, bertanya, membandingkan, menerima saran, dan bertemu langsung dengan berbagai merek semuanya dalam satu perjalanan. Inilah semangat praktis yang ingin dihadirkan oleh Vietnam Wedding Week 2026: membawa inspirasi pernikahan menjadi lebih dekat dengan pilihan-pilihan nyata. Bridal Fashion Show 2026: Fashion Pengantin Jadi Detak JantungThe Love City Salah satu sorotan utama dari Vietnam Wedding Week tahun ini adalah Bridal Fashion Show 2026, di mana beragam ekspresi fashion pengantin bersatu di atas satu runway. Nama-nama yang ditampilkan dalam acara tahun ini meliputi Do Long Bridal, Lam Bridal, Minh Tuan Couture, Le Hoa Bridal, LOVINE Bridal, FALVAON Bridal, ADAM STORE, bersama merek dan desainer lain di dalam ekosistem fashion pengantin. Setiap merek mewakili perspektifnya masing-masing mengenai pengantin pria dan wanita kontemporer. Do Long Bridal menghadirkan semangat yang sensual, canggih, dan sangat performatif, dibedakan oleh siluet yang menonjolkan bentuk tubuh, teknik korset, dan hiasan yang rumit. Lam Bridal, di bawah arahan desainer Tam Lam, mengejar bahasa desain yang minimalis dan kontemporer, menggabungkan struktur korset dengan sensualitas yang tertahan untuk merayakan kecantikan alami pemakainya. Minh Tuan Couture membawa semangat couture (adibusana) dan pesona karpet merah ke dalam suasana pernikahan melalui desain yang spektakuler, canggih, dan sangat teatrikal. Le Hoa Bridal menyajikan eksplorasi siluet, struktur, dan material, terus memperluas pilihan estetika yang tersedia bagi pengantin modern. Sementara itu, FALVAON Bridal, oleh desainer Luu Viet Anh, mempersembahkan koleksi VÀNG ẢNH VÀNG ANH, yang terinspirasi dari cerita rakyat Vietnam Tam Cam, menempatkan material dan detail tradisional Vietnam berdampingan dengan bahasa desain kontemporer. Kehadiran LOVINE Bridal, ADAM STORE, dan nama-nama lainnya semakin memperluas lanskap fashion pengantin, dari adibusana pengantin hingga pakaian pria (menswear), dari semangat romantis hingga pendekatan baru terhadap citra pengantin wanita dan pria masa kini. Pertunjukan ini diatur dalam aliran emosional The Love City, di mana runway bukan sekadar ruang untuk presentasi fashion, tetapi menjadi bagian dari keseluruhan pengalaman pernikahan bagi pengunjung. Ketika Musik Kuasai Runway Lebih dari sekadar menyatukan fashion pengantin, Bridal Fashion Show 2026 memperluas pengalaman runway melalui kombinasi fashion, musik, dan pertunjukan. 2PILLZ bergabung sebagai Produser Musik untuk Runway, sekaligus mempersembahkan Penampilan Spesial di Bridal Fashion Show 2026. Musik menjadi lapisan yang berkesinambungan di sepanjang pertunjukan, membantu membentuk ritme dan emosi runway. Pada 22 Agustus, THƠM (Da LAB) akan hadir sebagai Penampilan Spesial Runway, membawa musik ke dalam pergerakan fashion dan menciptakan titik koneksi yang khas antara pertunjukan dan runway pengantin. Pada 23 Agustus, NAOMI akan membawakan Penampilan Spesial Runway lainnya, berkontribusi pada sebuah pengalaman di mana suara, fashion, dan panggung menyatu dalam satu ruang bersama. Kombinasi ini membawa Bridal Fashion Show melampaui format peragaan busana tradisional, bergerak menuju pengalaman pertunjukan yang lebih lengkap di mana setiap koleksi dapat diekspresikan melalui desain, gerakan, pencahayaan, dan musik. Dari Runway Menuju Pilihan Nyata Hari Pernikahan Ciri khas dari Vietnam Wedding Week adalah perjalanannya tidak berakhir ketika para model meninggalkan runway. Setelah koleksi ditampilkan, pengunjung dapat terus menjelajahi merek-merek melalui sesi pas gaun (fitting), konsultasi gaya, kecantikan & penataan gaya, perhiasan, fotografi, perencanaan pernikahan, lokasi, dekorasi, Makanan & Minuman (F&B), perjalanan wisata, dan berbagai layanan lainnya untuk perjalanan pernikahan. Bersamaan dengan runway, terdapat serangkaian lokakarya dan aktivitas pengalaman, di mana para pakar berbagi pengetahuan praktis seputar persiapan pernikahan — mulai dari memilih gaya pengantin, kecantikan dan fashion pengantin hingga pernikahan destinasi (destination wedding), perencanaan pernikahan, dan keputusan-keputusan penting lainnya. Stan pameran juga tidak hanya berfungsi sebagai ruang pajang, tetapi sebagai tempat di mana pengunjung dapat merasakan produk secara langsung, menerima konsultasi, menemukan penawaran, dan terhubung dengan merek yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Melalui pendekatan ini, Vietnam Wedding Week berusaha untuk menghubungkan dua dunia yang sering terpisah: inspirasi dan keputusan. Titik Temu Baru Fashion Vietnam dan Industri Pernikahan Dengan partisipasi para desainer, rumah busana pengantin, merek, pakar, seniman, dan profesional industri, Vietnam Wedding Week 2026 bertujuan untuk menciptakan titik temu antara fashion, industri pernikahan, dan kebutuhan nyata konsumen. Bagi pasangan, The Love City adalah tempat di mana mereka dapat datang dengan banyak pertanyaan dan pulang dengan pilihan yang lebih jelas untuk hari pernikahan mereka. Bagi merek dan vendor, ini bukan hanya kesempatan untuk hadir di hadapan pengunjung, tetapi juga kesempatan untuk menjadi bagian dari perjalanan pengambilan keputusan para pasangan yang sedang aktif mempersiapkan pernikahan. Dan bagi fashion pengantin Vietnam, Bridal Fashion Show menciptakan ruang lain di mana berbagai bahasa desain dapat diperkenalkan, bertemu dengan publik, dan berpindah dari runway ke kehidupan nyata. Vietnam Wedding Week 2026 dengan hangat menyambut para pasangan, profesional industri, media, dan penggemar fashion untuk melangkah masuk ke dalam The Love City pada 22–23 Agustus 2026. Informasi Acara Vietnam Wedding Week 2026 – The Love City Tanggal: 22–23 Agustus 2026 Tempat: White Palace Hoang Van Thu, Kota Ho Chi Minh Penempatan: Pekan pernikahan yang komprehensif dan praktis yang dipimpin oleh fashion pengantin Tiket Masuk: Gratis Pendaftaran: vietnamweddingweek.vn Bridal Fashion Show 2026 – Penampilan Spesial 2PILLZ: Produser Musik untuk Runway & Penampilan Spesial THƠM (Da LAB): Penampilan Spesial Runway – 22 Agustus 2026 NAOMI: Penampilan Spesial Runway – 23 Agustus 2026 Tentang Mitra Promosi Vietnam Wedding Week 2026 didukung dalam kegiatan promosi oleh Italian Atelier Asia-Pacific (IA), platform kreatif dan strategis yang berfokus pada luxury lifestyle dan industri hospitality, serta CjC Marketing Agency, agensi pemasaran berbasis di Vietnam yang mengkhususkan diri dalam komunikasi, konten, dan pengembangan pengalaman untuk segmen luxury dan lifestyle. Melalui kolaborasi ini, kedua pihak turut memperluas jangkauan komunikasi dan koneksi Vietnam Wedding Week dengan jaringan kreatif dan industri di tingkat regional.
Pemerintah Dorong Penguatan Ekosistem Emas Dukung Sistem Moneter
Jakarta, katakabar.com - Pemerintah mendorong penguatan sistem moneter Indonesia dengan mengoptimalkan potensi cadangan emas tambang sebesar 3.600 ton. Deputi Bidang ESDM Kemenko Perekonomian, Elen Setiadi, mengatakan Indonesia perlu membangun ekosistem emas dari hulu hingga hilir, mulai dari produksi, traceability, pemurnian, perdagangan hingga bullion banking. Hal ini akan berkontribusi besar bagi perekonomian negara. Dengan kata lain, emas tidak hanya menjadi komoditas tambang, tetapi juga dapat berkembang menjadi instrumen keuangan dan aset strategis negara dan mampu mendukung sistem moneter. "Kalau nanti ditambah lagi dengan penguatan cadangan devisa, emasnya BI semakin baik-semakin besar, maka ketika ada guncangan dinamika global, guncangan ekonomi, kita punya stabilizer namanya emas selain cadangan devisa tadi," kata Elen. Diketahui, emas yang tercatat sebagai cadangan moneter Bank Indonesia (BI) baru mencapai 87,1 ton, atau sekitar 7,7% dari total cadangan. Dengan kepemilikan tersebut, Indonesia berada di posisi ke 44 dunia dalam hal cadangan emas bank sentral. Sebagai gambaran, negara maju seperti Amerika Serikat memiliki cadangan emas mencapai 8.133,5 ton. Sementara Jerman memiliki 3.349,5 ton, Italia 2.451,8 ton, Prancis 2.437 ton, dan China 2.346,4 ton. Meski penyerapannya belum semasif negara maju, produksi emas Indonesia disebut telah mencapai kisaran 100 ton per tahun. Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM, Tri Winarno, menyebut produksi yang tercatat secara resmi belum sepenuhnya menggambarkan aktivitas emas di lapangan. Masih terdapat produksi dan perdagangan emas yang belum tercatat dalam sistem resmi. "Jadi memang ada beberapa catatan untuk emas ini memang yang mungkin teridentifikasi ada beberapa penjualan yang tanda petik ilegal gitu ya," ujar Tri. Ke depan, pemerintah akan mendorong penataan aktivitas pertambangan rakyat melalui Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) dan Izin Pertambangan Rakyat (IPR). Upaya tersebut diharapkan membuat aktivitas pertambangan emas lebih tertata dan produksinya dapat dipertanggungjawabkan, sekaligus mengurangi peredaran emas melalui jalur ilegal. "Mungkin nanti penambangannya lebih dapat dipertanggungjawabkan hasilnya, tidak lari ke mana-mana, ilegalitasnya sedikit," imbuhnya. Merujuk data Kemenko Perekonomian, Indonesia memiliki modal kuat untuk memperkuat ekosistem emas nasional. Sebagai gambaran, di dalam Grup MIND ID PT Antam Tbk saat ini memiliki fasilitas pemurnian (refinery) berkapasitas 150 ton per tahun. Selain itu, terdapat Smelter Manyar milik PT Freeport Indonesia yang mampu memurnikan emas hingga 50 ton per tahun. Sementara dari sektor swasta, smelter PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMAN) mampu mengolah emas dengan kapasitas 18 ton per tahun. Adapun, potensi produksi bijih juga didukung oleh sejumlah perusahaan tambang lainnya, seperti PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) sebesar 2,4–2,7 ton, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) 2,9 ton, PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) 2,6 ton, PT Agincourt Resources (PTAR) 5,9–6,8 ton, serta PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) sebesar 2,2 ton per tahun. Besarnya kapasitas tersebut menjadi fondasi penting untuk memperkuat ekosistem emas nasional, yang pada akhirnya potensial untuk memperkuat cadangan devisa bank sentral. Atas dasar itulah, pemerintah terus mendorong Bank Indonesia (BI) untuk meningkatkan cadangan emasnya, sehinga semakin memperkuat stabilitas moneter dan ekonomi nasional.
PTPN Group Bangun Ekosistem Hilirisasi Ubi Kayu Terintegrasi Teken MoU bersama 11 Mitra Strategis di Lampung
Bandar Lampung, katakabar.com - PT Perkebunan Nusantara III (Persero) terus kokohkan perannya sebagai motor penggerak ekonomi nasional dengan mengembangkan komoditas ubi kayu secara terintegrasi. Langkah itu tidak semata-mata menjalankan amanat pemerintah, tetapi merupakan wujud nyata kehadiran BUMN dalam menciptakan nilai tambah (value creation) dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Melalui pendekatan hilirisasi, PTPN Group mengembangkan ekosistem ubi kayu dari hulu hingga hilir untuk mendukung ketahanan pangan dan energi nasional sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi petani dan pelaku usaha lokal. Komitmen ini sejalan dengan agenda Asta Cita Presiden RI, H Prabowo Subianto untuk memperkuat swasembada pangan dan energi serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Sebagai langkah konkret, PTPN III (Persero) melalui anak usahanya, PTPN I (Persero), melaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama usaha bersama 11 mitra strategis yang terdiri atas perusahaan swasta, BUMD, BUMDes, koperasi, dan yayasan. Penandatanganan berlangsung di Kantor Regional PTPN I Regional 7, Bandar Lampung, Rabu (12/8) lalu. MoU tersebut ditandatangani Plt. Region Head PTPN I Regional 7, Iyan Heryanto, dan disaksikan oleh Direktur Utama PTPN III (Persero), Denaldy Mulino Mauna, serta Direktur Pemasaran & Aset Manajemen PTPN I (Persero), Arif Budiman. Ekspansi Bertahap Menuju Target 10.000 Hektare Penandatanganan MoU bersama 11 mitra ini merupakan tahap awal dari target pengembangan lahan ubi kayu seluas 10.000 hektare di Provinsi Lampung. Pada fase perdana ini, 11 mitra strategis telah merencanakan penanaman di lahan seluas 7.313 hektare yang akan segera dioptimalkan melalui program budidaya terpadu. Sisanya akan direalisasikan secara bertahap seiring dengan perluasan kemitraan dan kesiapan lahan. Sinergi Hulu-Hilir: Dari Lahan hingga Bioetanol Direktur Utama PTPN III (Persero), Denaldy Mulino Mauna, menegaskan kolaborasi multipihak ini wujud nyata komitmen Holding dalam menciptakan ekosistem bisnis yang berkeadilan. Menurutnya, kehadiran BUMN tidak hanya berhenti pada pencapaian target fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui penyerapan tenaga kerja, transfer teknologi, dan penguatan ekonomi desa. "Kami di PTPN III (Persero) membangun rantai nilai yang utuh, mulai dari hulu hingga hilir. Di sisi on farm, kami fokus pada optimalisasi lahan, penerapan teknologi budidaya, dan pengembangan varietas unggul berdaya hasil tinggi. Di sisi off farm, kami mengarahkan hilirisasi pada industri pengolahan, termasuk pemanfaatan ubi kayu sebagai bahan baku bioetanol. Dengan demikian, ubi kayu memberikan kontribusi ganda, yaitu untuk ketahanan pangan dan ketahanan energi nasional, sekaligus meningkatkan pendapatan petani," jelas Denaldy. Denaldy menambahkan, keberhasilan program ini sangat bergantung pada kekuatan kolaborasi. PTPN III (Persero) memastikan keterlibatan aktif Pemerintah Provinsi Lampung, BUMDes, koperasi, BUMD, dan masyarakat sebagai bagian penting dalam rantai nilai yang inklusif. "Kami sampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Provinsi Lampung atas dukungan strategisnya. Sinergi yang digerakkan oleh PTPN III (Persero) sebagai Holding dan dilaksanakan oleh PTPN I (Persero) ini adalah langkah nyata mendorong hilirisasi komoditas unggulan daerah, membuka lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Lampung, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional," ujar Denaldy. Komitmen Penuh PTPN I (Persero) Implementasi Program Direktur Pemasaran & Aset Manajemen PTPN I (Persero), Arif Budiman, menyampaikan bahwa pihaknya siap mengimplementasikan program ini secara bertahap. Mulai dari penyiapan lahan, penguatan kemitraan, pengembangan budidaya, hingga integrasi dengan industri hilir. "Kami optimistis kolaborasi yang dipimpin oleh Holding ini akan memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat, khususnya petani dan pelaku usaha lokal. Kehadiran BUMN di sini adalah untuk memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak hanya dinikmati oleh korporasi, tetapi juga dirasakan langsung oleh masyarakat di tingkat tapak. Kami berkomitmen penuh untuk menjadikan program ini sebagai model agribisnis modern yang berkelanjutan," ucap Arif. Ke depan, pengembangan ekosistem ubi kayu di Lampung akan terus diperkuat melalui riset, inovasi teknologi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta perluasan industri hilir yang mampu menghasilkan produk bernilai tambah bagi kemakmuran bangsa.
Lewat Sirkular Ekonomi Sucofindo Perkuat Ekosistem Sawit Berkelanjutan
Jakarta, katakabar.com - PT Sucofindo terus memperkuat komitmen dorong pembangunan berkelanjutan menuju Visi Indonesia Emas 2045. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui dukungan terhadap implementasi circular economy di sektor kelapa sawit. Hal itu yang disampaikan saat ajang Pekan Riset Sawit Indonesia (PERISAI) 2026 lalu. Hal ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, peneliti, dan pelaku industri dalam membangun ekosistem sawit yang berkelanjutan dan berdaya saing. Head of Climate Solution & Sustainable Energy Project Management Unit PT Sucofindo (Persero), Dikman Purnama, menjelaskan penerapan cicular economy merupakan strategi untuk menjembatani antara keberlanjutan industri dengan ketahanan bisnis di tengah berbagai tantangan khususnya pada sektor industri sawit. Tantangan tersebut meliputi tingginya kontribusi emisi, timbulan limbah, tingginya penggunaan air, energi dan lahan serta tekanan terhadap hutan dan keanekaragaman hayati hingga meningkatnya tuntutan standar keberlanjutan dan traceability dari pasar global. “Kelapa Sawit memiliki peran penting bagi ekspor, ketahanan energi, ketahanan pangan serta perekonomian daerah. Namun, di tengah berbagai tekanan yang dihadapi industri, circular economy dapat menjadi solusi untuk meningkatkan daya saing, mempertahankan nilai, memulihkan sumber daya sekaligus meregenerasi sistem produksi agar lebih berkelanjutan,” ucap Dikman Purnama. Menurut Dikman Purnama, implementasi circular economy sawit sejalan dengan arah kebijakan pemerintah, khususnya Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 yang menempatkan sawit sebagai komoditas strategis nasional dan bagian dari hilirasasi berbasis sumber daya alam. “Melalui pendekatan ini, industri sawit didorong tidak hanya memenuhi kepatuhan regulasi, tetapi juga mampu menunjukkan tanggung jawab terhadap lingkungan, kinerja keberlanjutan yang terukur, terverifikasi, dan semakin kompetitif di pasar global,” jelasnya. Selain mendukung agenda pembangunan nasional, circular economy pada sawit turut menjadi berkontribusi terhadap target penurunan emisi Gas Rumah Kaca Indonesia pada tahun 2030. Dalam model linear, residu sawit berakhir sebagai limbah yang menimbulkan biaya dan emisi. “Sehingga melalui circular economy, residu sawit tidak lagi dipandang sebagai limbah, melainkan sumber daya yang dapat menghasilkan energi, reduksi emisi karbon, pupuk, dan nilai pasar yang terukur,” jelas Dikman Purnama. Usung tema “Shaping the Palm Oil Industry Ecosystems for a Sustainable Future” PERISAI 2026 diharapkan menghasilkan berbagai inovasi dan rekomendasi riset untuk membentuk ekosistem industri sawit yang berkelanjutan. Selaras dengan hal tersebut, PT Sucofindo (Persero) sebagai perusahaan BUMN yang bergerak di bidang jasa Testing, Inspection, Certification (TIC) menyambut baik terhadap sinergi lintas sektor dalam membangun industri sawit yang tangguh terhadap perubahan iklim sekaligus memiliki daya saing menuju akses pasar global. “Ekonomi sirkular tidak hanya menjadi inisiatif Corporate Social Responsibility, tetapi telah menjadi strategi bisnis untuk menjaga ketahanan industri, memperluas akses pasar global sekaligus mendukung swasembada energi nasional. Sehingga dalam mewujudkannya perlu adanya kolaborasi lintas sektor, inovasi berkelanjutan dan komitmen bersama untuk generasi mendatang,” tegas Dikman Purnama. Sebagai bentuk dukungan terhadap transisi strategis tersebut, PT Sucofindo (Persero) memiliki layanan yang membantu pelaku industri memenuhi regulasi sekaligus meningkatkan daya saing. Salah satunya melalui layanan Sertifikasi Indonesian Sustanaible Palm Oil (ISPO) yang menjadi instrumen wajib untuk seluruh pelaku usaha sawit sesuai Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2025 dan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 33 Tahun 2025. Dikman Purnama melanjutkan, dalam mendukung kepatuhan, akses pasar global dan aksi dekarbonisasi, Indonesia memiliki sertifikasi ISPO guna memastikan pengelolaan usaha kelapa sawit di Indonesia dilakukan secara berkelanjutan, taat regulasi dan berwawasan lingkungan. Dalam mendukung hal tersebut, PT Sucofindo (Persero) menyediakan layanan Audit energi untuk efisiensi energi, konsultansi lingkungan, perijinan lingkungan, monitoring lingkungan hingga melayani inventarisasi emisi untuk transparansi pelaporan emisi sebagai bagian upaya perusahaan dalam dekarbonisasi sebagai bagian usaha menuju ekonomi rendah karbon,” terang Dikman Purnama. PT Sucofindk (Persero) juga turut menjalankan peran strategis sebagai Lembaga Validasi dan Verifikasi (LVV) yang telah terakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) pada skema Gas Rumah Kaca (GRK) dan Nilai Ekonomi Karbon (NEK). Peran ini memastikan setiap klaim penurunan emisi dilakukan secara terukur, transparan, dan sesuai standar. “Sucofindo siap mendukung sinergi strategis dalam mewujudkan upaya berkelanjutan melalui circular economy sawit, mulai dari proses fase hulu, proses produksi hingga hilir, sehingga tercipta industri yang tangguh, berkelanjutan dan mampu menjawab tantangan pasar global,” tandasnya.
Vritimes Perkuat Ekosistem Bisnis dan Startup di Acara ConnectX 1st Anniversary Jakarta
Jakarta, katakabar.com - Vritimes, platform distribusi siaran pers terkemuka, secara resmi mendukung dan berpartisipasi pada perayaan ulang tahun pertama ConnectX yang digelar pada penghujung Juli 2026, di Garuda Spark Innovation Hub, Jakarta. Acara perayaan bertajuk perkuat jejaring dan kolaborasi ini menghadirkan para founder, pemilik bisnis, investor, operators, hingga pemimpin industri lintas sektor. Kehadiran Vritimes sebagai mitra strategis sekaligus pemateri menegaskan komitmen perusahaan dalam mendorong pertumbuhan ekosistem bisnis dan startup tanah air melalui komunikasi dan jejaring yang bermakna. Mendorong Kolaborasi Nyata di Sektor Bisnis Sesuai dengan semangat ConnectX bahwa peluang bisnis terbesar lahir dari hubungan dan jejaring yang kuat, acara ini dirancang bukan sekadar tempat berkumpul, melainkan wadah untuk bertukar ide, membangun relasi jangka panjang, serta menjajaki kolaborasi konkret. Co-Founder & CEO Vritimes, Ferry Bayu, hadir langsung sebagai salah satu pembicara utama dalam sesi Founder-to-Founder Sharing. Dalam paparan dan diskusinya, Ferry membagikan wawasan mendalam mengenai pentingnya visibilitas media, komunikasi strategis, serta bagaimana membangun relasi bermakna yang mampu memicu peluang usaha baru. "Peluang bisnis sering kali lahir bukan hanya dari apa yang kita ketahui, melainkan dari siapa yang kita kenal dan bagaimana kita membina hubungan tersebut. Di VRITIMES, kami percaya bahwa satu percakapan yang tepat dapat membuka babak baru bagi perkembangan karier maupun bisnis. Kami bangga dapat menjadi bagian dari perayaan ke-1 ConnectX dan terus berkomitmen mendukung ekosistem bisnis yang saling menguatkan," jelas Ferry Bayu, Co-Founder & CEO Vritimes. Sinergi Lintas Industri dan Kehadiran Booth Vritimes Acara ConnectX 1st Anniversary ini dipandu oleh Ika Afifah (Founder ConnectX) dan dimeriahkan oleh rangkaian agenda utama, seperti: Founder-to-Founder Sharing bersama para praktisi dan investor seperti Loïc Caudan (Vonerio), Arif Fajar Saputra (Ibunda.id & Nuxcle), Fahri Reza (TAKA Lab), Dwi Andi, MBA (Sanggabiz), Eldo Kusuma (SPIL Ventures), serta Ferry Bayu (VRITIMES). Business Pitching & Curated Business Matching untuk mempertemukan ide-ide potensial dengan mitra yang tepat. Investor & Partner Networking Dinner yang menjadi ajang diskusi santai namun produktif antar-pemangku kepentingan. Selain menjadi pemateri, Vritimes juga diberikan booth khusus di acara ini. Melalui booth tersebut, tim Vritimes membagikan wawasan seputar pentingnya siaran pers, membuka ruang konsultasi media secara langsung, serta berinteraksi erat dengan para founder dan pemilik bisnis yang bermaksud memperluas jangkauan publisitas mereka. Melalui partisipasi aktif ini, VRITIMES berharap dapat terus menjadi jembatan bagi para pelaku usaha dalam menyebarkan kabar baik, memperluas jangkauan informasi, serta memperkuat hubungan strategis antar-pelaku industri di Indonesia.
Komitmen Vale Indonesia Dorong Penguatan Rantai Pasok Ekosistem Kendaraan Listrik Nasional
Jakarta, katakabar.com - Kolaborasi yang kuat antara dunia usaha, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan menjadi fondasi utama dalam mendorong proyek hilirisasi mineral di Indonesia. Sebagai bagian dari upaya mempererat sinergi tersebut, PT Vale yang merupakan anggota Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID, mencatatkan sejumlah lompatan penting dalam ikhtiar hilirisasi nikel. Belum lama ini, Vale menghadirkan komponen utama autoclave, yang menjadi fase krusial dalam pembangunan fasilitas High Pressure Acid Leaching (HPAL) Sambalagi di Morowali, Sulawesi Tengah. Diharapkan, pabrik yang dibangun dalam tiga jalur produksi (Line A, B, dan C) ini mencapai first mechanical completion pada akhir 2026. Capaian ini mempertegas komitmen hilirisasi Indonesia yang berdaya saing tinggi, berbasis standar hijau, serta mampu mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi daerah. Adapun, proyek ini menjadi bagian Indonesia Growth Project (IGP) Morowali, salah satu proyek strategis nasional dalam mendorong hilirisasi mineral di Indonesia dengan total investasi US$2 miliar. Pengamat tambang dan energi, Ferdy Hasiman menilai pembangunan fasilitas High Pressure Acid Leaching (HPAL) sudah menjadi kebutuhan strategis bagi pelaku industri nikel, bukan lagi sekadar pilihan. Menurutnya, perusahaan yang tidak berinvestasi pada proyek hilirisasi berisiko tertinggal dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik yang kini berkembang pesat. "Sebagian besar belanja modal (capex) perusahaan tambang saat ini memang diarahkan untuk pembangunan HPAL karena fasilitas ini akan menjadi tulang punggung ekosistem kendaraan listrik. Sejauh ini, MIND ID melalui Vale termasuk yang paling agresif mengembangkan proyek tersebut," kata Ferdy. Ia menambahkan pemerintah dan Danantara juga telah aktif mendorong percepatan hilirisasi dengan dukungan investasi bernilai triliunan rupiah. Menurut Ferdy, agresivitas Vale turut didukung pengalaman jajaran manajemen yang memahami pengembangan proyek HPAL. “Di samping itu, (Vale juga diuntungkan dengan) beberapa perusahaan nikel (swasta) lain memang tidak terlalu agresif sejak 2 tahun terakhir. Kemungkinan besar regulasi kita yang sering berubah-ubah,” jelasnya. Hilirisasi yang dijalankan tidak hanya menitikberatkan pada peningkatan nilai tambah ekonomi mineral, melainkan menetapkan standar baru dalam kolaborasi lintas negara. Diharapkan, adanya kemitraan strategis Indonesia, Korea Selatan, dan Tiongkok dapat diselaraskan dengan tata kelola lingkungan rendah karbon dan keberlanjutan sosial. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM & Chief Executive Officer Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, mengatakan apa yang sudah dicapai Vale bukan hanya sebuah fasilitas industri, melainkan ekosistem hilirisasi yang lengkap dan berkelanjutan. “Proyek hilirisasi Vale menempatkan standar baru dalam kolaborasi internasional yang selaras dengan kepentingan nasional: membangun kedaulatan sumber daya, membuka lapangan kerja, serta menciptakan nilai tambah tinggi yang mendukung agenda Net Zero Emissions," jelasnya. Semangat mendukung hilirisasi mineral dan ekosistem kendaraan listrik nasional, secara tidak langsung juga akan mendorong efek ganda untuk daerah, seperti Kabupaten Morowali dan Sulawesi Tengah. Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny Arniwaty Lamadjido, mengapresiasi pengembangan kawasan industri yang tidak hanya berfokus pada dorongan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memberikan perhatian besar pada aspek sosial dan kualitas hidup masyarakat. “Kolaborasi yang memberi ruang bagi UMKM lokal serta keterbukaan terhadap fasilitas publik menjadi model pembangunan kawasan industri yang inklusif dan berkelanjutan bagi Sulawesi Tengah," imbuhnya.
Ledakan Industri Mobile Game Indonesia 2026: Ekosistem Digital Kian Solutif dan Aksesibel bagi Gamer
Jakarta, katakabar.com - Di 2026, peta persaingan mobile game Indonesia diramaikan oleh variasi genre yang makin beragam. Meski platform sandbox dan casual game terus meraih jutaan unduhan baru, genre Multiplayer Online Battle Arena (MOBA) seperti Mobile Legends: Bang Bang tetap mengukuhkan posisinya sebagai salah satu judul dengan komunitas terbesar dan basis penggemar paling aktif di Tanah Air. Industri mobile game di Indonesia menunjukkan lonjakan signifikan yang menegaskan posisinya sebagai salah satu pangsa pasar hiburan digital terbesar di Asia Tenggara. Dengan jumlah pemain aktif yang menembus lebih dari 200 juta jiwa dan estimasi valuasi pasar mencapai lebih dari USD 2 miliar, lanskap gaming di Tanah Air kini tidak lagi sekadar sarana hiburan kasual, melainkan telah bertransformasi menjadi pilar penting dalam ekonomi kreatif digital nasional. Perkembangan pesat ini didorong oleh penetrasi jaringan 5G yang kian merata, keterjangkauan perangkat smartphone berspesifikasi tinggi, serta makin ramahnya ekosistem pembayaran digital. Laporan tren industri tahun 2026 mencatat adanya pergeseran perilaku konsumen yang signifikan, di mana antusiasme pemain terhadap aktivitas transaksi dalam game (in-game purchase) terus meningkat secara konsisten. "Pasar gamer Indonesia kini jauh lebih matang. Para pemain tidak hanya mencari game berkualitas, tetapi juga menginginkan layanan pendukung seperti platform top up yang cepat, terpercaya, transparan, dan terjangkau." Pergeseran Tren dan Dominasi Game MOBA & Sandbox Di tahun 2026, peta persaingan mobile game Indonesia diramaikan oleh variasi genre yang makin beragam. Meski platform sandbox dan casual game terus meraih jutaan unduhan baru, genre Multiplayer Online Battle Arena (MOBA) seperti Mobile Legends: Bang Bang tetap mengukuhkan posisinya sebagai salah satu judul dengan komunitas terbesar dan basis penggemar paling aktif di Tanah Air. Pertumbuhan ekosistem esports lokal dan turnamen berjenjang dari tingkat komunitas hingga profesional turut menjaga antusiasme para pemain. Kebutuhan pemain akan barang digital—mulai dari skin eksklusif, battle pass, hingga item kosmetik—membuat aktivitas pengisian ulang mata uang digital dalam game (top up) menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup gamer masa kini. Top Up Boy Hadir Jawab Kebutuhan Ekosistem Gamer Menjawab tingginya permintaan pasar akan layanan transaksi in-game yang praktis dan efisien, keberadaan platform layanan pihak ketiga menjadi kunci pendukung utama ekosistem. Salah satu platform yang menjadi sorotan utama bagi komunitas gamer di Indonesia pada tahun 2026 ini adalah Top Up Boy. Sebagai salah satu penyedia layanan transaksi digital tepercaya yang berpusat di situs www.topupboy.com, Top Up Boy mengusung komitmen untuk memberikan pengalaman bertransaksi yang serba cepat, aman, dan tanpa hambatan. Layanan ini dirancang khusus untuk memenuhi ekspektasi para pemain yang menginginkan pemrosesan item atau diamond secara real-time dengan berbagai metode pembayaran digital lokal. Hadir sebagai solusi atas tingginya biaya transaksi dan rumitnya proses pembayaran konvensional, portal ini menjadi pilihan utama bagi mereka yang mencari layanan top up game murah tanpa harus mengorbankan keamanan akun. Solusi Hemat dan Instant untuk Komunitas Mobile Legends Di tengah tingginya kompetisi dalam gim MOBA, kebutuhan para pemain Mobile Legends akan akses diamond cepat dan terjangkau terus meningkat. Menjawab kebutuhan spesifik tersebut, Top Up Boy menghadirkan halaman khusus yang disesuaikan untuk kenyamanan transaksi para player Mobile Legends. Melalui penawaran top up ml murah, pemain dapat menikmati berbagai kemudahan transaksi, mulai dari: · Proses Otomatis 24/7: Transaksi diproses secara instan hitungan detik tanpa perlu menunggu konfirmasi manual yang memakan waktu. · Harga Sangat Kompetitif: Menawarkan penyesuaian harga promo harian yang ramah bagi kantong pelajar maupun pemain profesional. · Keamanan Terjamin: Sistem enkripsi terintegrasi yang memastikan keamanan data akun pengguna tetap terjaga. · Variasi Pembayaran Luas: Mendukung berbagai metode transaksi lokal mulai dari e-wallet, transfer bank, QRIS, hingga jaringan gerai retail. Prospek Cerah Masa Depan Industri Game Nasional Dengan makin solidnya infrastruktur digital, integrasi sistem pembayaran yang inklusif, serta dukungan platform pihak ketiga seperti Top Up Boy, industri mobile game Indonesia diproyeksikan akan terus tumbuh positif hingga beberapa tahun mendatang. Sinergi antara pengembang game, komunitas pemain, dan platform pendukung transaksi tepercaya diyakini menjadi modal utama Indonesia untuk tidak hanya menjadi pasar gamer terbesar, tetapi juga ekosistem digital terkuat di Asia Tenggara.
Indonesia ION Membangun Ekosistem Perdagangan Digital Terbuka Nasional
Jakarta, katakabar.com - Indonesia dan India menandai babak baru dalam kemitraan strategis di bidang ekonomi digital melalui peluncuran Indonesia Open Network (ION), sebuah infrastruktur perdagangan digital terbuka berskala nasional yang dirancang untuk membangun pasar digital yang interoperabel. Melalui ION, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), petani, koperasi, pasar tradisional, hingga pelaku usaha lokal dapat melakukan transaksi lintas berbagai aplikasi dan platform tanpa terikat pada satu ekosistem digital tertentu. Peluncuran ION merupakan salah satu pengumuman strategis yang disambut langsung oleh Presiden Republik Indonesia, H Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India, Narendra Modi dalam kunjungan kenegaraan PM Modi ke Indonesia. Inisiatif ini merupakan implementasi dari Memorandum of Understanding (MoU) Kerja Sama Pengembangan Digital yang ditandatangani kedua negara pada Januari 2025, sekaligus menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat kolaborasi di bidang Digital Public Infrastructure (DPI), kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), dan inovasi digital. Dalam Pernyataan Bersama kedua pemimpin, Indonesia Open Network (ION), yang dikembangkan berdasarkan arsitektur Open Network for Digital Commerce (ONDC) milik India, dipandang sebagai fondasi penting dalam membangun pasar digital yang terbuka dan saling terhubung. Melalui pendekatan ini, UMKM, petani, koperasi, dan pelaku usaha lokal dapat menjangkau lebih banyak pasar melalui berbagai aplikasi dan platform tanpa harus bergantung pada satu platform e-commerce tertentu. Peluncuran ION menjadi salah satu kolaborasi paling strategis di Asia Tenggara dalam membangun Digital Public Infrastructure (DPI) untuk sektor perdagangan. Inisiatif ini mempertemukan Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Kementerian UMKM), Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), APINDO, SMESCO Indonesia, konsorsium pakar Digital Public Infrastructure dan perusahaan teknologi dari India yang berkontribusi dalam pengembangan ONDC, bersama Indonesia Open Network (ION) beserta para mitra ekosistemnya untuk membangun fondasi baru perdagangan digital Indonesia. Beberapa bulan mendatang, lebih banyak kementerian, penyedia layanan, serta pelaku industri akan bergabung untuk memperkuat ION sebagai infrastruktur dasar ekonomi digital Indonesia. Memberdayakan UMKM Indonesia Indonesia merupakan salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi digital tercepat di dunia. Tetapi, jutaan UMKM, petani, koperasi, dan pelaku usaha informal masih menghadapi berbagai hambatan struktural yang membatasi partisipasi mereka dalam ekonomi digital. Fragmentasi marketplace, sistem logistik yang belum terintegrasi, kebutuhan integrasi teknologi yang kompleks, keterbatasan akses pembiayaan, hingga tingginya biaya memperoleh pelanggan masih menjadi tantangan utama, terutama bagi pelaku usaha di daerah. Implementasi ION dilakukan melalui kolaborasi erat antara pemerintah, sektor swasta, dan mitra teknologi. Bersama Kementerian UMKM, ION memperkuat inisiatif nasional SAPA UMKM melalui PASAR SAPA, sebuah lapisan perdagangan digital interoperabel yang mengembangkan platform UMKM milik pemerintah menjadi ekosistem transaksi digital yang lebih komprehensif. Melalui kerja sama ini, UMKM yang terdaftar akan memperoleh akses ke jaringan pembeli, penyedia logistik, sistem pembayaran digital, layanan pembiayaan, asuransi, hingga berbagai layanan pendukung usaha lainnya melalui arsitektur jaringan terbuka. Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Republik Indonesia, Maman Abdurrahman, mengatakan Visi kami adalah memastikan setiap UMKM Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam ekonomi digital, tanpa memandang ukuran maupun lokasi usahanya. Melalui SAPA UMKM dan Indonesia Open Network, kami membangun ekosistem terbuka yang menghubungkan pelaku usaha dengan pasar, layanan logistik, pembiayaan, layanan publik yang terintegrasi, hingga layanan berbasis kecerdasan buatan. Kolaborasi ini menunjukkan bagaimana Digital Public Infrastructure dapat menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Di tingkat komunitas, ION Hyperlokal akan menghubungkan desa, kecamatan, pasar tradisional, koperasi, petani, serta penyedia layanan lokal ke dalam ekosistem ekonomi digital berbasis wilayah. Model ini memungkinkan transaksi perdagangan, distribusi logistik, dan layanan lainnya dipenuhi dari dalam komunitas setempat sekaligus membuka akses menuju pasar nasional. Sementara, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mendukung pengembangan ekosistem ION dengan mendorong partisipasi komunitas inovasi digital Indonesia, termasuk pengembang aplikasi, startup, dan penyedia layanan digital agar menjadi bagian dari infrastruktur digital nasional yang interoperabel. Membangun Infrastruktur Digital Bersama Indonesia Open Network hadir bukan sebagai platform e-commerce baru, melainkan sebagai infrastruktur digital bersama yang memungkinkan berbagai marketplace, aplikasi, penyedia logistik, sistem pembayaran, lembaga keuangan, dan layanan digital saling terhubung dalam satu jaringan terbuka. Dengan pendekatan ini, pelaku usaha hanya perlu melakukan satu kali integrasi untuk dapat berpartisipasi dalam ekosistem digital yang terus berkembang. Prinsip utama ION adalah: Join Once. Sell Everywhere. Dengan memisahkan fungsi infrastruktur digital dari aplikasi komersial, ION mendorong inovasi, meningkatkan persaingan yang sehat, menurunkan biaya teknologi, serta memberikan pilihan yang lebih luas bagi pelaku usaha maupun konsumen. Infrastruktur Digital yang Dirancang untuk Indonesia Mengacu pada pengalaman India melalui ONDC, Indonesia mengembangkan ION dengan menyesuaikannya pada kebutuhan nasional, karakteristik ekonomi, serta prioritas pembangunan Indonesia. Alih-alih menyalin model India, Indonesia mengadaptasi prinsip jaringan terbuka untuk memperkuat pembangunan ekonomi yang inklusif, kedaulatan digital, serta pemanfaatan AI dalam skala nasional. Managing Director dan CEO ONDC sekaligus Anggota Dewan Penasihat Indonesia Open Network, T Koshy, menimpali keberhasilan jaringan digital terbuka tidak terletak pada meniru model negara lain, melainkan mengadaptasi prinsip-prinsip yang telah terbukti sesuai dengan kebutuhan lokal. Indonesia berhasil mengembangkan pendekatan nasionalnya sendiri yang mencerminkan kondisi ekonomi, institusi, dan cita-cita pembangunan nasional. Kami merasa terhormat dapat mendukung perjalanan penting ini. Kolaborasi Seluruh Ekosistem ION dibangun atas keyakinan bahwa keberhasilan Digital Public Infrastructure hanya dapat dicapai melalui kolaborasi erat antara pemerintah, sektor swasta, dan mitra teknologi. Sebagai representasi dunia usaha nasional, APINDO bekerja sama dengan ION untuk memperluas partisipasi pelaku usaha sekaligus mempercepat adopsi jaringan terbuka di berbagai sektor industri. Melalui interoperabilitas, pelaku usaha dari berbagai skala dapat menikmati biaya transaksi yang lebih rendah, akses pasar yang lebih luas, dan konektivitas digital yang lebih baik. Ketua Dewan Penasihat Indonesia Open Network sekaligus Ketua Umum APINDO, Shinta Kamdani, menerangkan Sektor swasta telah lama memahami bahwa interoperabilitas merupakan kunci menuju tahap berikutnya dalam perkembangan ekonomi digital Indonesia. ION membangun infrastruktur bersama yang menurunkan hambatan inovasi, mengurangi biaya usaha, dan membuka peluang bagi perusahaan dari berbagai skala untuk berkembang dalam perdagangan digital. APINDO bangga mendukung inisiatif nasional ini. Sebagai bagian dari implementasi ION, SMESCO Indonesia dan PT Chairos International Ventures juga menandatangani Nota Kesepahaman untuk memperluas partisipasi digital UMKM, meningkatkan akses pasar, memperkuat inklusi keuangan, serta mengembangkan kapasitas usaha melalui berbagai program implementasi dan pengembangan ekosistem. Babak Baru Kemitraan Strategis Indonesia dan India Peluncuran Indonesia Open Network menjadi salah satu implementasi nyata pertama dari kemitraan Indonesia dan India di bidang pengembangan digital. Inisiatif ini menunjukkan bagaimana kerja sama strategis antarnegara dapat menghasilkan infrastruktur digital yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, pelaku usaha, dan komunitas. Dengan memadukan visi Indonesia dalam membangun ekonomi yang inklusif serta pengalaman India dalam mengembangkan Digital Public Infrastructure, kedua negara menghadirkan model baru kolaborasi internasional yang berlandaskan keterbukaan, interoperabilitas, inovasi bersama, dan kesejahteraan bersama. Chief Executive Officer PT Chairos International Ventures, Sachin Gopalan, menekankan ION bukan sekadar platform e-commerce baru, melainkan infrastruktur digital bersama yang memungkinkan seluruh marketplace, perusahaan logistik, penyedia pembayaran, perbankan, dan aplikasi bisnis saling terhubung. Dengan memisahkan infrastruktur dari aplikasi, Indonesia sedang membangun ekonomi digital yang mendorong kolaborasi sebagai sumber inovasi. Peran Chairos adalah mempertemukan pemerintah, industri, mitra teknologi, dan para ahli internasional untuk mewujudkan visi ini menjadi ekosistem nasional yang pada akhirnya dimiliki oleh Indonesia." Menuju Indonesia Emas 2045 Seiring langkah Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045, Digital Public Infrastructure akan menjadi fondasi penting dalam meningkatkan daya saing nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Indonesia Open Network bukan sekadar inisiatif teknologi, tetapi awal dari arsitektur baru ekonomi digital Indonesia, di mana interoperabilitas menggantikan fragmentasi, kolaborasi menggantikan eksklusivitas, dan Digital Public Infrastructure menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan. Bersama, Indonesia dan India menunjukkan bagaimana kemitraan strategis dapat membangun infrastruktur digital terbuka yang memperluas peluang, memperkuat kedaulatan digital, dan menghadirkan kesejahteraan bagi jutaan masyarakat. Tentang Indonesia Open Network (ION) Indonesia Open Network (ION) merupakan Digital Public Infrastructure (DPI) nasional Indonesia untuk perdagangan digital yang dibangun menggunakan arsitektur jaringan terbuka dan dirancang khusus sesuai kebutuhan Indonesia. ION memungkinkan aplikasi pembeli, aplikasi penjual, penyedia layanan logistik, sistem pembayaran, lembaga keuangan, serta berbagai layanan digital untuk saling terhubung melalui satu infrastruktur nasional bersama. Melalui prinsip "Join Once. Sell Everywhere.", ION memperluas akses pasar, menurunkan hambatan bagi pelaku usaha untuk berpartisipasi dalam ekonomi digital, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Tentang PT Chairos International Ventures PT Chairos International Ventures merupakan perusahaan pengembangan venture dan inovasi strategis asal Indonesia yang berperan sebagai incubation agency bagi Indonesia Open Network (ION). Chairos bekerja sama dengan pemerintah, pelaku industri, mitra teknologi, serta berbagai organisasi internasional dalam mengembangkan Digital Public Infrastructure dan ekosistem inovasi yang mendukung percepatan transformasi digital Indonesia.
Perkuat Ekosistem Transportasi Berkelanjutan, JS Dukung Penerapan B50 di Rest Area Km 57A
Jakarta, katakabar.com - PT Jasa Marga (Persero) Tbk memperkuat perannya dalam mendukung ekosistem transportasi berkelanjutan melalui kesiapan jaringan rest area sebagai titik layanan strategis bagi implementasi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Biosolar B50. Dukungan tersebut diwujudkan melalui penyediaan fasilitas dan koordinasi layanan pada agenda Peresmian Implementasi Biosolar B50 oleh Presiden Republik Indonesia dengan tema “Langkah Nyata untuk Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional” yang berlangsung di Rest Area KM 57A Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Kamis (9/7). Rest Area Kilometer 57A Jalan Tol Jakarta-Cikampek yang dikelola oleh Mitra merupakan salah satu titik layanan strategis di jaringan jalan tol Jasa Marga Group. Berada pada koridor utama mobilitas masyarakat dan distribusi logistik nasional, serta terhubung dengan akses menuju Jalan Layang Sheikh Mohamed Bin Zayed (MBZ), rest area ini memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran perjalanan sekaligus penyediaan layanan energi bagi pengguna jalan tol. Dalam mendukung implementasi Biosolar B50 yang menjadi kelanjutan dari pengembangan program biodiesel sebelumnya yaitu B35 dan B40, Jasa Marga terus memperkuat koordinasi dengan PT Pertamina (Persero) serta mitra pengelola SPBU di lingkungan rest area Jasa Marga Group. Koordinasi ini dilakukan untuk memastikan kesiapan fasilitas layanan, kelancaran operasional, serta dukungan terhadap penyaluran Biosolar B50 sesuai tahapan dan ketentuan yang ditetapkan pemerintah. Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono menyampaikan bahwa kehadiran Biosolar B50 di rest area jalan tol menjadi bagian dari upaya Jasa Marga dalam menghadirkan layanan jalan tol yang adaptif terhadap kebutuhan transportasi masa depan. “Sebagai operator jalan tol terbesar di Indonesia, Jasa Marga memastikan ekosistem infrastruktur pendukung jalan tol mampu beradaptasi dengan kebutuhan transportasi masa depan. Melalui kesiapan rest area dan sinergi bersama Pertamina, kami mendukung implementasi Biosolar B50 agar pengguna jalan, termasuk kendaraan logistik, dapat mengakses layanan energi yang sejalan dengan agenda transisi energi nasional,” ujar Rivan. Rivan menambahkan, Jasa Marga terus mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam pengelolaan bisnis perusahaan, termasuk melalui pengembangan layanan jalan tol dan rest area yang semakin responsif terhadap isu keberlanjutan. “Dukungan terhadap implementasi Biosolar B50 merupakan bagian dari komitmen Jasa Marga untuk berkontribusi dalam agenda pembangunan nasional, khususnya dalam mendorong transportasi yang lebih berkelanjutan. Kami percaya rest area memiliki peran yang semakin strategis, bukan hanya sebagai tempat singgah, tetapi juga sebagai simpul layanan yang mendukung mobilitas masyarakat, distribusi logistik, dan transisi energi,” ucapnya. Ke depan, penyediaan layanan Biosolar B50 akan dilakukan secara bertahap pada titik SPBU di koridor rest area yang berada di ruas Jasa Marga Group lainnya, dengan menyesuaikan kesiapan sarana, keandalan pasokan, serta regulasi teknis yang berlaku. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi rest area Jasa Marga Group sebagai ruang pelayanan publik yang semakin adaptif, andal, dan selaras dengan arah pengembangan transportasi berkelanjutan. Melalui dukungan terhadap implementasi Biosolar B50 di Rest Area KM 57A Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Jasa Marga memperkuat peran rest area sebagai bagian penting dari ekosistem layanan jalan tol. Jasa Marga akan terus memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah, Mitra, dan pemangku kepentingan terkait dalam menghadirkan layanan jalan tol yang tidak hanya mendukung kelancaran mobilitas, tetapi juga berkontribusi pada agenda ketahanan energi dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
Investor Tak Lagi Sekadar Cari Lahan, Ekosistem Industri Jadi Pertimbangan Utama
Jakarta, katakabar.com - Cara investor memilih kawasan industri di Indonesia mulai mengalami perubahan. Kalau sebelumnya keputusan investasi lebih banyak ditentukan harga lahan dan ketersediaan ruang produksi, kini semakin banyak perusahaan yang mempertimbangkan faktor konektivitas logistik, akses supply chain, ketersediaan utilitas, hingga dukungan ekosistem bisnis sebagai bagian dari strategi investasi jangka panjang. Perubahan tersebut terjadi seiring masuknya gelombang investasi baru dari sektor kendaraan listrik (EV), elektronik, data centre, hingga manufaktur berorientasi ekspor yang membutuhkan dukungan infrastruktur dan jaringan logistik yang semakin kompleks. Chief Commercial Officer PT Suryacipta Swadaya, perusahaan pengembang dan pengelola kawasan industri Suryacipta City of Industry di Karawang dan Subang Smartpolitan, Abednego Purnomo, mengatakan perubahan kebutuhan investor tersebut mencerminkan transformasi yang lebih luas dalam lanskap industri nasional. “Beberapa tahun terakhir kami melihat perubahan yang cukup signifikan. Investor tidak lagi hanya mengevaluasi biaya lahan atau kecepatan pembangunan fasilitas produksi, tetapi juga mempertimbangkan bagaimana sebuah kawasan dapat mendukung efisiensi supply chain dan keberlangsungan operasional mereka dalam jangka panjang,” kata Abednego. Menurutnya, perubahan tersebut terlihat dari meningkatnya perhatian investor terhadap faktor-faktor yang sebelumnya tidak menjadi pertimbangan utama, seperti konektivitas menuju pelabuhan dan jaringan transportasi nasional, ketersediaan utilitas yang andal, hingga keberadaan fasilitas pendukung yang mampu menunjang aktivitas bisnis. Tren tersebut juga tercermin dari meningkatnya minat investor asing dan domestik terhadap kawasan industri yang memiliki dukungan infrastruktur strategis. Suryacipta mencatat peningkatan minat dari investor asal Tiongkok, Korea Selatan, dan Taiwan. Namun, permintaan dari negara-negara strategis lainnya tetap berjalan positif, misalnya dari Jepang. Ketertarikan tersebut datang dari berbagai sektor, mayoritas dari sektor otomotif (khususnya EV) dan sektor part otomotif. Diikuti oleh heavy machinery, elektronik, data centre, dan pergudangan. Selain mencari lokasi produksi, investor juga mulai mempertimbangkan aspek pengembangan kawasan dan dukungan ekosistem bisnis secara menyeluruh seperti layanan investasi. Fenomena tersebut menunjukkan kawasan industri kini semakin dipandang sebagai bagian dari strategi pertumbuhan perusahaan, bukan sekadar lokasi untuk membangun pabrik. Abednego menilai, tren pemilihan kawasan ini akan membentuk pola persaingan baru di sektor kawasan industri nasional dalam beberapa tahun mendatang. “Ke depan, daya saing kawasan industri akan semakin ditentukan oleh kualitas ekosistem yang dimiliki. Kawasan yang mampu mengintegrasikan kebutuhan industri, logistik, dan pengembangan bisnis akan memiliki posisi yang lebih kuat dalam menarik investasi baru,” tandasnya.