Ojol

Sorotan terbaru dari Tag # Ojol

Berawal dari Jadi Ojol, Rayyan Kenal Kripto hingga Tembus Coinfest Asia 2026 Lifestyle
Lifestyle
2 jam yang lalu

Berawal dari Jadi Ojol, Rayyan Kenal Kripto hingga Tembus Coinfest Asia 2026

Bali, katakabar.com - Siang-siang Rayyan biasanya dihabiskan di atas sepeda motor. Pemuda berusia 23 tahun yang lahir di Bali itu berpindah dari satu titik ke titik lain, mengikuti pesanan yang muncul di layar ponselnya sebagai pengemudi ojek daring.  Tetapi, satu perjalanan membawanya lebih jauh dari sekadar alamat tujuan.  Semua bermula ketika salah seorang karyawan FLOQ menggunakan jasa Rayyan. Seperti banyak percakapan singkat antara pengemudi dan penumpang, obrolan awalnya berlangsung sederhana. Hingga pembicaraan mengarah pada pekerjaan, investasi, dan aset kripto.  Dari percakapan itu, karyawan FLOQ mengetahui Rayyan ternyata sedang memulai perjalanan investasinya. Kripto bukan sesuatu yang sepenuhnya asing baginya. Ia sudah lebih dulu mengenalnya melalui berbagai konten edukasi di internet, salah satunya dari Akademi Crypto, platform pembelajaran yang membahas aset kripto dan ekosistemnya.  Rasa ingin tahu itu kemudian mendorongRayyan membuka akun di FLOQ.  Ia tidak langsung menjadi trader yang setiap hari memandangi pergerakan grafik harga. Justru sebaliknya. Rayyan mengaku masih belum berani melakukan trading aktif.  Ia memilih berjalan perlahan. Alih-alih mengejar pergerakan harga jangka pendek, Rayyan menggunakan pendekatan dollarcost averaging (DCA), yakni membeli aset kripto tertentu secara bertahap dalam periode tertentu. Di sela aktivitasnya sebagai pengemudi ojol, ia juga terus mengikuti konten edukasi untuk memahami dunia yang baru dimasukinya itu.  Bagi Rayyan, langkah pertamanya di kripto bukan dimulai dari keberanian mengambil risiko besar, melainkan dari belajar.  Undangan Membuka Pintu Lebih Lebar  Pertemuan sederhana antara pengemudidan penumpang tersebut kemudian berkembang menjadi pengalaman yang tidakdiduga Rayyan.  Sebagai bentuk apresiasi terhadap semangat belajarnya, FLOQ mengundang Rayyan menghadiri Coinfest Asia 2026. Festival kripto tersebut berlangsung pada 20 hingga 21 Agustus 2026 lalu di Melasti Beach, Bali, dan mempertemukan pelaku industri, komunitas, pengembang, hingga trader dariberbagai negara.  Bagi seseorang yang sebelumnya mengenal kripto terutama melalui layar ponsel, kesempatan itu menawarkan pengalaman berbeda.  Di Coinfest Asia, Rayyan dapat melihat dunia kripto bukanhanya tentang harga Bitcoin yang naik dan turun. Di baliknya terdapat komunitas, perusahaan teknologi, pengembang blockchain, pelaku industrikeuangan, regulator, hingga orang-orang yang sedang membangun berbagai layanan berbasis aset digital.  Perjalanan itu seakan mempertemukan dua dunia.  Di satu sisi adalah keseharian Rayyan di jalanan Bali, menerima pesanan demi pesanan melalui aplikasi. Di sisi lain adalah sebuah industri digital yang berkembang cepat dan semakin banyak diakses masyarakat melaluiperangkat yang sama: ponsel di genggaman.  Cerita Rayyan menjadi potret kecil dari perubahan yang sedang berlangsung di Indonesia.  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah akun konsumen pedagang aset keuangan digital telah mencapai 22,69 juta pada Juni 2026. Pada bulan yang sama, nilai transaksi aset kripto tercatat Rp28,58 triliun, meningkat 24,20 persen dibanding bulan sebelumnya.  Angka tersebut menunjukkan bahwa aset kripto semakin dekat dengan masyarakat. tetapi, semakin mudahnya akses juga membawa pekerjaan rumah lain: literasi.  Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2025 yang dilakukan OJK bersama Badan Pusat Statistik mencatat indeks inklusi keuangan Indonesia telah mencapai 80,51 persen. Sementara indeks literasi keuanganberada pada 66,46 persen.  Jarak antara akses dan pemahaman itu menjadi penting. Memiliki aplikasi keuangan di ponsel belum tentu berarti seseorang telah memahami produk yang digunakan, termasuk risiko di dalamnya.  Di sinilah perjalanan Rayyan menjadi relevan.  Ia tidak memulai dengan transaksi besar atau keputusan yang rumit. Ia memulai dengan menonton, membaca, bertanya, kemudian mencoba memahami sebelum mengambil langkah berikutnya.  Kripto Tidak Mengenal Profesi  CEO dan Founder FLOQ Yudhono Rawis, melihat cerita semacam Rayyan sebagai gambaran bagaimana teknologi finansial dapat menjangkau masyarakat dengan latar belakang yang semakin beragam.  “Bagi kami, cerita Rayyan menunjukkan akses terhadap aset digital tidak seharusnya dibatasi oleh profesi atau latar belakang. Yang paling penting adalah bagaimana seseorang memulainya dengan pengetahuan, memahami risikonya, lalu mengambil keputusan sesuai dengan kemampuan masing-masing,” ujar Yudho.  Menurut Yudho, perkembangan industri aset digital juga perlu dibarengi dengan semakin luasnya akses terhadap pendidikan finansial.  “Teknologi bisa membuka akses, tetapi edukasi yang membuat akses tersebut menjadi lebih bermakna. Kami ingin semakin banyak orang merasa bahwa mereka boleh belajar, boleh bertanya, dan tidak perlu menjadi ahli keuangan terlebih dahulu untuk mulai memahami aset digital,” ucapnya.  Pandangan tersebut sejalan dengan misi FLOQ yang menyebut ingin membuat perjalanan menuju investasi aset digital menjadi lebih sederhana dan inklusif. Perusahaan itu sendiri telah mencatat sekitar 1,8 juta pengguna setelah satu tahun beroperasi.  Di tengah pertumbuhan tersebut, cerita Rayyan menunjukkan wajah lain dari adopsi kripto Indonesia.  Bukan tentang layar perdagangan dengan deretan angka. Bukan pula tentang siapa yang memiliki modal paling besar.  Melainkan tentang bagaimana pengetahuan yang sebelumnya terasa jauh kini dapat ditemukan lewat sebuah video, aplikasi, percakapan dengan orang asing, bahkan perjalanan singkat mengantar seorang penumpang.  Bagi Rayyan, perjalanan itu masih berada di awal.  Ia masih bekerja sebagai pengemudi ojol. Masih menjalani rutinitasnya di jalanan Bali. Masih mempelajari kripto sedikit demi sedikit dan memilih pendekatan investasi yang menurutnya lebih nyaman dibanding trading aktif.  Tetapi, kini ada satu hal yang berbeda.  Ponsel yang sehari-hari membantunya menemukan penumpang dan mencari penghasilan juga telah menjadi pintu masuk menuju pengetahuan finansial yang lebih luas.   Sebuah perjalanan yang bermula dari jalanan Bali, lalu membawanya ke tengah pertemuan industri kripto dunia di pulau tempat ia dilahirkan.

Ditlantas Polda Riau Apresiasi Ojol Tertib Lalu Lintas lewat Program Mobil Make Over Hukrim
Hukrim
Kamis, 05 Februari 2026 | 14:15 WIB

Ditlantas Polda Riau Apresiasi Ojol Tertib Lalu Lintas lewat Program Mobil Make Over

Pekanbaru, katakabar.com - Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Riau gelar kegiatan potong rambut gratis bagi para pengemudi ojek online (ojol) di Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya di kawasan Sukaramai Trade Center (STC), Kamis (5/2). Kegiatan usung tema 'Mobil Make Over Ojol' tersebut bagian dari rangkaian Operasi Keselamatan Lancang Kuning 2026 yang telah memasuki hari keempat pelaksanaan. Direktur Lalu Lintas Polda Riau, Kombes Pol Jeki Mustika Rahmat, melalui Kasubdit Gakkum, AKBP Galih Apria, mengatakan kegiatan ini bentuk pendekatan preemtif dan preventif Polri kepada masyarakat, khususnya para pengemudi ojol, sekaligus sebagai apresiasi bagi pengendara yang tertib berlalu lintas. “Selain penegakan hukum, kami juga melaksanakan kegiatan preemtif dan preventif. Salah satunya dengan memberikan reward kepada rekan-rekan ojol yang tertib berlalu lintas,” ujar AKBP Galih. Ia menjelaskan, penampilan yang rapi dan bersih dinilai dapat menunjang kualitas pelayanan pengemudi ojol kepada penumpang, sehingga berpotensi meningkatkan kenyamanan dan penilaian layanan dari pengguna. Di kegiatan itu, Ditlantas Polda Riau tidak hanya menyediakan layanan potong rambut gratis, tetapi juga pembersihan jaket menggunakan setrika uap (steam iron). “Rekan-rekan ojol yang SIM dan STNK-nya lengkap serta kendaraan sesuai standar kami berikan pelayanan melalui Mobil Make Over Ojol. Fasilitasnya antara lain potong rambut dan jaket di-steam,” jelasnya. AKBP Galih menambahkan, pelayanan yang rapi dan bersih dapat memberikan kesan positif kepada penumpang. “Kalau pengemudi rapi dan wangi, penumpang tentu merasa nyaman. Bisa jadi penilaiannya bintang lima,” ucapnya. Seorang pengemudi ojol, Ardianto Aritonang, mengaku senang dan mengapresiasi kegiatan yang digelar Ditlantas Polda Riau tersebut. Ia berharap program serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. “Kami dari ojol Pekanbaru sangat senang dengan pelayanan gratis ini. Terima kasih kepada Ditlantas Polda Riau. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut,” tuturnya. Menurut Ardianto, program tersebut sangat membantu para pengemudi ojol, mengingat biaya potong rambut merupakan salah satu pengeluaran rutin. Selain itu, ia juga mengajak rekan-rekan ojol dan masyarakat untuk selalu tertib berlalu lintas demi keselamatan bersama. “Kami mengimbau teman-teman ojol dan masyarakat agar selalu tertib berlalu lintas dan melengkapi dokumen kendaraan,” tandasnya.

Warga dan Ojol di Medan Sumringah Pelindo Multi Terminal Salurkan Seribuan Paket Sembako Sumut
Sumut
Senin, 03 November 2025 | 10:00 WIB

Warga dan Ojol di Medan Sumringah Pelindo Multi Terminal Salurkan Seribuan Paket Sembako

Medan, katakabar.com - Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekitar sekaligus wujud nyata tanggung jawab sosial perusahaan, PT Pelindo Multi Terminal (SPMT), Subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang operasional terminal nonpetikemas, salurkan 1.000 paket sembako kepada masyarakat dan pengemudi ojek online di Kota Medan, Sabtu (1/11) lalu. Kegiatan bertajuk “Berbagi untuk Negeri” ini terselenggara berkat kolaborasi dengan Yayasan Generasi Hebat Sejahtera (98 Resolution Network) sebagai mitra pelaksana kegiatan sosial. VP Tanggung Jawab Sosial Lingkungan Pelindo Multi Terminal, Zulhendri, menyampaikan kegiatan ini bagian dari komitmen perusahaan dalam melaksanakan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) secara berkelanjutan di seluruh wilayah operasional perusahaan. “Melalui kegiatan ini, Pelindo Multi Terminal ingin menegaskan komitmen untuk senantiasa hadir dan peduli terhadap masyarakat di sekitar pelabuhan. Kepedulian sosial bagian yang tidak terpisahkan dari nilai-nilai perusahaan, sekaligus wujud nyata implementasi program TJSL Pelindo Group,” ujar Zulhendri. Zulhendri menambahkan perusahaan memandang kegiatan berbagi ini tidak sekadar sebagai kegiatan seremonial, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab moral dan sosial perusahaan terhadap lingkungan dan masyarakat. “Kami percaya keberhasilan bisnis harus berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap sesama. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat serta menjadi inspirasi bagi terwujudnya kolaborasi sosial yang lebih luas,” imbuhnya. Kegiatan sosial ini bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya pada aspek pengentasan kemiskinan dan pengurangan kesenjangan sosial. Melalui aksi ini, perusahaan berharap dapat memberikan dampak positif bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan, terutama mereka yang terdampak kondisi ekonomi saat ini. Perwakilan dari Yayasan Generasi Hebat Sejahtera (98 Resolution Network), Urai Zulhendri menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang dilakukan bersama Pelindo Multi Terminal. “Kami menyambut baik langkah Pelindo Multi Terminal yang terus menunjukkan kepedulian sosial secara konsisten. Kegiatan seperti ini tidak hanya membantu secara ekonomi, tetapi juga menumbuhkan semangat gotong royong di tengah masyarakat,” kata Urai. Adapun 1.000 paket sembako yang dibagikan terdiri atas 500 paket untuk warga Medan dan 500 paket untuk pengemudi ojek online, berisi bahan kebutuhan pokok seperti beras, gula pasir, tepung, dan mie instan.