Indragiri Hulu, katakabar.com - Bung Mardi, terpilih secara aklamasi sebagai Ketua federasi serikat pekerja transportasi indonesia-konfederasi serikat pekerja seluruh indonesia atau FSPTI-KSPSI Kabupaten Indragiri Hulu, Riau.

Ia dipilih melalui proses Musyawarah Cabang Luar Biasa atau Muscablub F.SPTI-K.SPSI, hasil hak surat pernyataan rekomendasi 28 pengurus unit kerja atau PUK yang digelar di Hotel Miki Mutiara, Belilas, Kecamatan Seberida, Kamis (24/4).

“Terjadinya aklamasi ini keinginan anggota, harus dilaksanakan karena organisasi ini kedaulatan tertinggi adalah ditangan mereka. Ketika mereka sudah persepakat dan memenuhi semua AD/ART merupakan amanah yang harus dilaksanakan,” tegas Nelson Manalu, Ketua Bidang Organiasasi Kaderisasi Keanggotaan atau OKK  FSPTI-KSPSI Provinsi Riau. 

Apakah karena adanya dualisme kepengurusan FSPTI-KSPSI di Inhu makanya terjadi Muscablub? Nelson Manalu secara tegas menyatakan, pada dasarnya merujuk AD/ART Muscablub itu terjadi karena melihat kondisi kepengurusan diantaranya, karena ketuanya meningal dunia, berhalangan tetap atau mengundurkan diri, ataupun adanya sesuatu pengurus tidak dapat menjalankan fungsinya.

“Nah, secara khusus terjadi di Indragiri Hulu yang mengaku sebagai pimpinan serikat. Keresahan itu menimbulkan polemik alhasil anggota memerlukan pemimpin yang lebih tegas untuk mengayomi dan memperjuangkan hak-hak anggota,” terangnya.

Sedang, Ketua FSPTI-KSPSI terpilih, Mardi atau “Bujang Korek” yang lebih familiar dipanggil dalam keseharian ucapkan terima kasih kepada seluruh anggota serikat atas kepercayaan yang telah diberikan memimpin organisasi ini.

“Mungkin mereka ingin perubahan kepemimpinan makanya saya terpilih, soalnya ketua sebelumnya (Mukson red) memimpin serikat ini selama 20 tahun. Besar kemungkinan sebagian sudah bosan,” sebutnya.