Siap Diproduksi! Film Drama Original Perdana Lyto Pictures Angkat Fenomena 'People Pleaser'
Jakarta, katakabar.com - Lytopictures umumkan proyek film drama original perdana segera memulai proses shooting bulan ini dan dijadwalkan tayang di bioskop pada 2026 ini. Film ini disutradarai oleh Bobby Prasetyo, ditulis oleh Evelyn Afnilia, serta diproduseri Andi Suryanto dan Marcella Daryanani. Kolaborasi ini menghadirkan karya yang memadukan pendekatan emosional, hangat, dan dekat dengan realita kehidupan modern. Mengangkat fenomena “people pleaser”, film ini terinspirasi dari keresahan tentang orang-orang yang sering merasa tidak enakan, sulit menolak, dan cenderung mengutamakan orang lain hingga melupakan dirinya sendiri. Film ini dibintangi oleh Mawar de Jongh, bersama sejumlah artis dan komika terkenal seperti Ardit Erwandha, Ummi Quary, Surya Saputra, Vonny Cornellya, Fatih Unru, Amel Carla, Cut Mini, Taskya Namya, Femi Maringka, Fira Maringka, Marcella Daryanani, Fajar Nugra, Arif Alfiansyah, Musdalifah Basri, Yono Bakrie, Aci Resti dan Sadana Agung. “Cerita ini lahir dari hal yang sangat dekat dengan banyak orang. Kami ingin mengemasnya secara hangat, jujur, dan tetap menghibur,” ungkap Andi Suryanto selaku Produser dari LYTO PICTURES. Lebih dari sekadar hiburan, film ini juga menjadi pengingat sederhana tentang pentingnya mengenali diri sendiri dan berani menetapkan batas dalam hubungan sosial. Nantikan film People Pleaser di Bioskop Indonesia, untuk berita selengkapnya bisa check di instagram @peoplepleaserfilm @lytopictures
Kenal Puguh Dwi Kuncoro, Konsultan MB di Balik KLTC Group Dorong Lahirnya Trainer Berkualitas di Indonesia
Yogyakarta, katakabar.com - Di tengah maraknya pelatihan pengembangan diri dan kepemimpinan di Indonesia, muncul satu pertanyaan yang jarang dibahas secara terbuka. Apakah semua pelatihan itu benar-benar menghasilkan perubahan? Tidak sedikit program yang berjalan tanpa dampak nyata, bahkan melahirkan trainer yang belum memiliki kesiapan memadai untuk membimbing orang lain. Menyikapi kondisi tersebut, Puguh Dwi Kuncoro hadir dengan pendekatan yang lebih terarah melalui Kuncoro Leadership Training & Consulting® (KLTC® Group). Sebagai konsultan manajemen bisnis (MB), Puguh melihat langsung bagaimana kualitas kepemimpinan memengaruhi kinerja organisasi. Ia menemukan banyak persoalan di tempat kerja tidak semata-mata disebabkan oleh sistem atau strategi, tetapi oleh lemahnya kapasitas kepemimpinan di dalam tim. Dari pengalaman inilah, ia mulai menaruh perhatian pada bagaimana proses pengembangan pemimpin dan trainer seharusnya dilakukan secara lebih serius, terstruktur, dan berkelanjutan. Berangkat dari keresahan tersebut, Puguh mendirikan Kuncoro Leadership Training & Consulting® (KLTC®) Group sebagai wadah untuk membangun ekosistem pengembangan kepemimpinan yang tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga pada proses pembentukan karakter dan pola pikir. Bagi Puguh, menjadi pemimpin bukan sekadar soal kemampuan berbicara di depan, melainkan kemampuan memengaruhi, membangun kepercayaan, dan menciptakan perubahan nyata di lingkungan sekitar. Pengalaman tersebut tidak datang secara instan. Puguh memiliki latar belakang akademik yang kuat di bidang psikologi dan manajemen, dengan gelar Doktor (Psy.D) yang berfokus pada Leadership dan Industrial Organizational Psychology. Ia juga menempuh pendidikan lanjutan di bidang manajemen strategis dan pengembangan sumber daya manusia, yang semakin memperkaya perspektifnya dalam melihat kepemimpinan sebagai sebuah sistem yang dapat dibangun secara terstruktur. Selain aktif sebagai praktisi, Puguh juga terlibat dalam dunia akademik dan jejaring internasional. Ia berperan sebagai Fellow, Distinguished Professor, dan Pengajar di berbagai institusi, serta terlibat dalam sejumlah lembaga akreditasi dan penjaminan mutu pendidikan global. Keterlibatan ini memberinya sudut pandang yang lebih luas terhadap standar kualitas kepemimpinan dan pengembangan SDM di tingkat internasional. Salah satu fokus utama yang ia dorong adalah peningkatan kualitas Trainer di Indonesia. Ia menilai peran Trainer sangat krusial, sebab mereka berada di garis depan dalam proses pembelajaran dan pengembangan individu. Tetapi, tanpa standar yang jelas dan proses pembinaan yang memadai, profesi ini rentan diisi oleh individu yang belum siap secara kompetensi maupun pengalaman. Melalui KLTC®, Puguh kembangkan pendekatan pelatihan yang lebih aplikatif dan berorientasi pada praktik. Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi dilibatkan dalam proses refleksi, simulasi, dan evaluasi yang mendorong perubahan nyata. Pendekatan ini dirancang agar setiap individu tidak hanya memahami konsep, tetapi mampu menerapkannya dalam konteks kehidupan dan pekerjaan sehari-hari. Upaya tersebut mulai menunjukkan dampak melalui berbagai program yang dijalankan KLTC®, termasuk inisiatif untuk mencetak Trainer yang lebih terstandar dan berkualitas. Peserta yang mengikuti program tidak hanya berasal dari satu daerah, tetapi datang dari berbagai wilayah di Indonesia, menunjukkan kebutuhan yang semakin luas terhadap pengembangan kepemimpinan yang lebih serius dan terarah. “Kami melihat banyak orang ingin berkembang, ingin menjadi trainer, ingin berkontribusi. Tetapi tanpa proses yang tepat, niat baik saja tidak cukup. Di sinilah pentingnya membangun sistem pelatihan yang benar-benar membentuk, bukan sekadar mengajarkan,” ujar Puguh Dwi Kuncoro. Ke depan, Puguh bersama KLTC® Group berkomitmen untuk terus memperluas kontribusi dalam pengembangan sumber daya manusia di Indonesia. Tidak hanya melalui pelatihan, tetapi juga melalui kolaborasi dan penguatan ekosistem yang mendukung lahirnya pemimpin dan trainer yang berkualitas. Harapannya, semakin banyak individu yang tidak hanya siap memimpin, tetapi juga mampu membawa perubahan yang nyata dan berkelanjutan.
Meluncur di IIMS 2026, Aerox Alpha Pamerkan Warna dan Grafis Anyar Anti-Mainstream
Jakarta, katakabar.com - MAXi Yamaha terus menghadirkan berbagai kejutan spesial pada awal tahun ini. Selain sukses menggebrak pasar big skutik premium tanah air dengan meluncurkan Yamaha TMAX, MAX Special Livery, dan warna baru XMAX Connected serta LEXi, MAXi Yamaha kini kembali memanjakan para konsumen dengan meluncurkan warna dan grafis baru pada Yamaha AEROX ALPHA, bertepatan dengan perhelatan Indonesia International Motor Show 2026 (IIMS), di JIExpo Kemayoran, Jakarta di pekan pertama Februari 2026 lalu. Pembaruan warna dan grafis anyar itu kini hadir dalam 6 varian, mulai dari Elixir Dark Silver, Matte Purple Black, White Pearl Blue, Red, Blue, dan Black. Suguhan warna dan grafis baru ini, tidak hanya semakin mempertegas spirit Brave, Aggresive, Dynamic, Anti-Mainstream, Stand Out, dan Speed sebagai spirit utama AEROX ALPHA. Tetapi, juga semakin menegaskan posisinya sebagai super sport scooter yang cocok menjadi lifestyle item para youngster masa kini. Varian Elixir Dark Silver kini menghiasi strata tertinggi pada line-up AEROX ALPHA, yakni AEROX ALPHA “TURBO” dan “TURBO” Ultimate. Hadir dalam balutan warna silver dan hitam dominan, corak gold pada velg, serta dipertegas lewat tampilan grafis berbentuk anak panah bergaris tipis dengan kelir hitam, merah, dan gold, lengkap dengan tulisan AEROX di bagian atas pada leg side cover, semakin menegaskan DNA AEROX ALPHA sebagai the real Super Sport Scooter yang siap manjakan excitement para penggunanya. Sebagai salah satu line-up favorit para youngster, Yamaha Indonesia kini pun resmi menambah line-up AEROX ALPHA Cybercity dengan menghadirkan varian AEROX ALPHA Cybercity ABS dengan warna Matte Purple Black dan White Pearl Blue, serta AEROX ALPHA Cybercity dengan pilihan warna yang sama seperti sebelumnya, yakni Matte Blue Red. Melalui update ini, Yamaha semakin menunjukkan aura ALPHA-nya, yang terus konsisten menjawab kebutuhan konsumen yang terus bergerak dinamis. Varian Matte Purple Black dengan kombinasi ungu, hitam, dan merah tampil anti-mainstream dengan suguhan desain velg asimetris berwarna ungu di bagian depan dan merah di bagian belakang. Tak ketinggalan, varian White Pearl Blue dengan kombinasi hitam, biru, dan putih mutiara juga semakin memperkaya pilihan. Bicara soal grafis, line-up Cybercity saat ini tampil dengan highlight tulisan AEROX besar pada bagian boomerang, lengkap dengan guratan garis tipis yang menyelimuti body, yang mengisyaratkan karakter speed. Adapun, varian Red, Blue, dan Black kini turut meramaikan line-up AEROX ALPHA 2026. Berfokus pada tampilan kombinasi dua warna dan konsep grafis yang selaras dengan line-up Cybercity, AEROX ALPHA lebih menonjolkan kesan dan tampilan yang jauh lebih sederhana, tetap menonjolkan aura aggressive khas AEROX lewat aneka aksen grafis anti-mainstream, yang membuatnya semakin pas jadi lifestyle item yang bikin auto melirik. “Sebagai wujud nyata untuk memperkuat nilai keunggulan & kualitas produk MAXi Yamaha, kami secara konsisten terus melakukan aneka inovasi yang berkelanjutan. Selain meluncurkan Yamaha TMAX, MAX Special Livery, dan warna baru XMAX Connected pada Januari kemarin, secara spesial dalam perhelatan Indonesia Internasional Motor Show tahun ini, kami turut meluncurkan sentuhan warna dan grafis baru pada line-up AEROX ALPHA untuk seluruh line-up. Kami berharap, perubahan ini tidak hanya semakin mempertegas posisi AEROX ALPHA sebagai Super Sport Scooter masa kini dan mampu memenuhi impian para youngster untuk terus tampil stand out & anti-mainstream bersama Yamaha AEROX ALPHA,” jelas Rifki Maulana, Manager Public Relations, YRA & Community PT Yamaha Indonesia Motor Mfg. AEROX ALPHA saat ini dipasarkan dengan varian dan warna berikut: ALPHA Super Sport Design AEROX ALPHA kini memiliki tampilan desain yang porty dan aerodinamis layaknya motor balap legendaris Yamaha YZF-R1M, yang dapat dilihat dari desain lampu depan dan belakang berciri khas R-DNA Yamaha dengan teknologi Full LED, lengkap dengan Dual Projector Lamp pada bagian depan, sekaligus telah dilengkapi dengan Emergency Stop Signal. Selain itu, speedometer motor ini pun telah menggunakan Full Digital Speedometer dan TFT Infotainment Display, yang dapat menyajikan 3 mode display, konektivits Y-Connect, hingga sistem navigasi Turn by Turn yang terhubung dengan Google Maps. ALPHA Super Sport Experience AEROX ALPHA memiliki riding position yang lebih sporty, berkat dukungan suspensi depan berdiameter 30 mm dan sub tank pada bagian belakang. Optimalisasi kontrol dan pengereman di update dengan hadirnya fitur TCS, ABS, serta double disc brake. Adapun, AEROX ALPHA juga sudah menggunakan mesin Blue Core 155cc VVA generasi terbaru berteknologi Yamaha Electric CVT (YECVT) yang bisa memberikan sensasi berkendara TURBO”. Dengan spesifikasi mesin ini, AEROX ALPHA bisa menghasilkan tenaga maksimal 11,3 kW / 8.000 rpm dan torsi maksimal sebesar 14,2 Nm / 6.500 RPM. ALPHA Feature AEROX ALPHA juga disematkan dengan berbagai fitur fungsional. Salah satunya adalah fitur konektivitas Y-Connect yang sudah menggunakan CCU 2.0 sehingga mampu mengatur riding location untuk menentukan tujuan berkendara, lokasi pom bensin terdekat, menyimpan lokasi tujuan favorit, dan lainnya. Selain itu, fitur seperti USB charging system, smart key system, stop & start system dan bagasi luas berkapasitas 24,5 liter juga dihadirkan pada motor.
Tentang Yudhi Isman: Perjalanan dari Indonesia ke Panggung Teknologi Global
katakabar.com - Di tengah pesatnya pertumbuhan teknologi global, muncul satu nama dari Indonesia yang menghimpun perhatian banyak kalangan: Yudhi Isman (Founder & CEO of Orbis Elite), perusahaan teknologi multinasional yang membangun ekosistem digital generasi baru. Cerita perjalanan hidupnya tidak dimulai dari Silicon Valley, Singapura, ataupun Tokyo melainkan dari sebuah kota yang jauh dari pusat industri teknologi dunia: Pekanbaru. Dari lingkungan sederhana itulah, seorang anak kelahiran 6 Januari 1995, putra kedua dari pasangan Manipol dan Ismawati, tumbuh dengan rasa ingin tahu yang besar terhadap komputer, sistem digital, dan cara teknologi menghubungkan manusia. Bersama dua saudaranya, Randi Ramana dan Syifa Ega Ismanda, Yudhi menghabiskan masa kecilnya dengan ketertarikan yang tidak biasa: bukan pada mainan atau aktivitas umum anak seusianya, tetapi pada struktur perangkat lunak, arsitektur sistem, dan logika pemrograman. Ketertarikan itu kelak membawanya pada perjalanan panjang, menantang, dan penuh tekad, hingga akhirnya menjadi salah satu figur teknologi paling menonjol yang lahir dari generasi baru Indonesia. Pendidikan Internasional dan Fondasi Teknologi Meskipun berasal dari latar belakang yang jauh dari pusat teknologi dunia, Yudhi memperluas wawasannya secara global. Ia menempuh studi Diploma di International Business Management Institute (IBMI), Berlin, Jerman, sebuah institusi yang memperkenalkannya pada prinsip manajemen modern, kepemimpinan organisasi, dan struktur pengembangan bisnis global. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan dalam bidang yang paling sesuai dengan minatnya sejak kecil: Computer Science BSc (Hons) di University of Essex, Colchester, Britania Raya. Di sinilah pemahamannya mengenai: - algoritma, - kecerdasan buatan, - pemrograman sistem, - arsitektur perangkat lunak, dan - infrastruktur komputasi skala besar berkembang secara signifikan dan membentuk pola pikir teknologinya. Pengalaman akademik internasional tersebut kemudian menjadi fondasi kuat dalam membangun sistem digital yang kompleks dan berorientasi masa depan. Awal Perjalanan Profesional: Dari Eksperimen Menuju Ekosistem Pada 2018, Yudhi memulai proyek awalnya yang bernama Orbisflix, Inc., sebuah eksperimen dalam layanan streaming dan media berbasis internet. Orbisflix bukan hanya sebuah platform, tetapi sebuah laboratorium tempat Yudhi menguji: - perilaku pengguna, - sistem backend, - arsitektur jaringan, - desain antarmuka, dan - model distribusi digital. Konsep VOD yang menjadi fondasi Orbisflix merupakan jendela pertama menuju pemikiran besarnya tentang bagaimana sebuah platform digital harus beroperasi, berkembang, dan berinteraksi dengan manusia. Selama empat tahun, Orbisflix menjadi wadah eksplorasi intensif. Banyak ide gagal, banyak yang diulang, banyak pula yang berubah arah. Namun proses itu justru membentuk pemahaman mendalam tentang apa yang diperlukan untuk membangun ekosistem teknologi berskala global. 2022: Lahirnya Orbis Elite Visi Teknologi Indonesia untuk Dunia Pada tahun 2022, sebuah babak baru dimulai. Orbisflix berevolusi menjadi Orbis Elite, Inc., dengan misi jauh lebih besar: membangun ekosistem digital terintegrasi untuk komunikasi, interaksi sosial, dan infrastruktur AI yang dirancang untuk masa depan. Transformasi ini menandai tiga hal utama: 1. Perpindahan dari satu produk menjadi multi-platform ecosystem 2. Integrasi teknologi komunikasi, sosial, AI, dan cloud dalam satu sistem 3. Penegasan posisi sebagai perusahaan teknologi multinasional Di bawah kepemimpinan Yudhi, Orbis Elite mulai membangun fondasi teknologi generasi berikutnya, salah satunya adalah platform sosial CoreX dan aplikasi komunikasi CoreX Messenger. Filosofi Teknologi: Simpel, Manusiawi, dan Berorientasi Masa Depan Bagi Yudhi, teknologi bukan hanya soal kemajuan, kecanggihan, atau kode pemrograman. Teknologi adalah medium untuk memperbaiki kehidupan manusia. Dalam banyak kesempatan, ia menegaskan prinsipnya: “Teknologi yang baik adalah teknologi yang membuat hidup lebih sederhana, bukan lebih rumit.” Pernyataan ini menjadi dasar bagi seluruh arsitektur produk Orbis Elite. Mulai dari desain antarmuka yang intuitif, pengoptimalan sistem berbasis AI, hingga konsep komunikasi real-time yang ringan dan efisien semuanya diciptakan dengan fokus pada pengguna sebagai pusat ekosistem. Membangun dari Indonesia Menuju Perusahaan Teknologi Multinasional Perjalanan Yudhi menjadi salah satu contoh paling nyata dari berkembangnya pemimpin teknologi baru dari Asia Tenggara. Dalam era di mana perusahaan teknologi besar sering muncul dari Silicon Valley, Korea Selatan, Tiongkok, atau India, keberhasilan Orbis Elite menjadi entitas global bermula dari Indonesia menawarkan perspektif baru bahwa: - inovasi bisa lahir dari mana saja, - ambisi tidak dibatasi geografi, dan - talenta digital Indonesia memiliki potensi global. Di bawah arahannya, Orbis Elite membangun infrastruktur digital yang diproyeksikan untuk: - ekspansi lintas negara, - kompatibilitas regulasi internasional, - kemampuan penskalaan global, dan - integrasi teknologi masa depan. Kepemimpinan dan Peran Yudhi dalam Ekosistem Orbis Elite Sebagai Founder, Chairman & CEO, Yudhi menjalankan beberapa peran strategis: - arsitek utama produk, - perancang ekosistem digital, - pengambil keputusan teknis utama, - pengembang visi jangka panjang, - serta pembentuk budaya perusahaan. Perannya bukan hanya sebagai pemimpin bisnis, tetapi juga sebagai teknologi yang memahami detail sistem hingga level kode. Melihat ke Masa Depan Dengan ambisi untuk memperluas jangkauan internasional, membangun infrastruktur digital baru, dan memperkenalkan generasi platform yang lebih inovatif, perjalanan Yudhi sebagai pemimpin teknologi Indonesia menjadi salah satu narasi penting dalam dunia digital saat ini. Dari Pekanbaru hingga panggung global, perjalanannya menjadi bukti bahwa visi besar dapat lahir dari tempat yang kecil—dan dengan tekad, dedikasi, serta kerja keras, dapat berkembang menjadi sesuatu yang memengaruhi dunia.
Pop Mie CGG 2026 Perluas Peta Esports Kampus, Catat Partisipasi Tertinggi di UG
Depok, katakabar.com - Pop Mie bersama EVOS Esports kembali menghadirkan program Pop Mie Campus Gaming Ground (CGG) 2026 di Universitas Gunadarma (UG), Depok. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperluas jangkauan esports di lingkungan kampus, sekaligus merespons tingginya antusiasme mahasiswa dari berbagai daerah. Dari kali pertama digelar pada 2024, Pop Mie Campus Gaming Ground telah menjangkau 8 kampus dengan total partisipasi lebih dari 2.500 mahasiswa. Capaian ini menunjukkan meningkatnya minat mahasiswa terhadap esports. Tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai ruang pengembangan keterampilan dan eksplorasi karier. Pada pegelaran di Universitas Gunadarma, program ini mencatatkan jumlah partisipasi turnamen tertinggi dibandingkan kampus sebelumnya. Tercatat 30 tim mahasiswa yang mendaftar dalam kompetisi Mobile Legends Bang Bang. Tingginya partisipasi ini mencerminkan semakin luasnya adopsi esports di kalangan mahasiswa. Hubungkan Mahasiswa dengan Industri Esports Pop Mie Campus Gaming Ground tidak hanya menghadirkan kompetisi, tetapi juga dirancang sebagai ruang edukasi. Ruang yang memperkenalkan mahasiswa pada ekosistem esports secara menyeluruh. Melalui sesi interaktif bersama talenta EVOS seperti Mira, Charmaine, Kezi, Van dan Swaylow, mahasiswa mendapatkan gambaran langsung mengenai berbagai peran di industri ini. Aufa Bassam, Head of Esports EVOS, menjelaskan kegiatan ini menjadi salah satu cara untuk mendekatkan dunia esports dengan mahasiswa. “Esports hari ini tidak hanya tentang bermain game, tetapi juga tentang bagaimana membangun ekosistem yang bisa membuka peluang. Melalui program ini, kami ingin mahasiswa melihat bahwa ada banyak jalur yang bisa mereka eksplorasi di industri ini, baik sebagai pemain maupun di balik layar,” ujarnya. Diskusi yang berlangsung mencakup peluang karier sebagai pro player, kreator konten, hingga peran di balik layar seperti manajemen tim dan produksi konten. Pendekatan ini memperlihatkan bahwa esports memiliki keterkaitan dengan berbagai kompetensi yang relevan dengan dunia akademik, termasuk kerja tim, komunikasi, strategi, dan kreativitas digital. Hadirkan Pengalaman Interaktif Dekat dengan Mahasiswa Selain turnamen dan sesi diskusi, kegiatan ini juga dilengkapi dengan berbagai aktivitas interaktif. Salah satunya adalah 360 Corner Experience, sebuah photobooth dengan kamera berputar 360 derajat yang memungkinkan peserta membuat konten visual yang dinamis dan siap dibagikan di media sosial. Antonius Pandu, Senior Brand Manager Pop Mie, mengatakan pendekatan ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan kebiasaan dan minat mahasiswa saat ini. “Kami melihat mahasiswa tidak hanya ingin menjadi penonton, tetapi juga ingin terlibat dan mengekspresikan diri. Karena itu, Pop Mie Campus Gaming Ground kami rancang bukan hanya sebagai kompetisi, tetapi juga sebagai pengalaman yang relevan dengan keseharian mereka, termasuk dalam hal membuat dan berbagi konten,” jelasnya. Ekspansi ke Luar Jabodetabek di 2026 Tahun 2026 menjadi fase pengembangan baru bagi Pop Mie Campus Gaming Ground. Program ini mulai memperluas jangkauan ke kampus-kampus di luar Jabodetabek sebagai respons atas permintaan mahasiswa di berbagai daerah yang ingin menghadirkan kegiatan serupa. Aufa Bassam menambahkan perluasan ini menjadi langkah lanjutan dalam membangun ekosistem esports di tingkat kampus. “Antusiasme yang kami lihat di berbagai kota menunjukkan potensi talenta esports tidak hanya terpusat di kota besar. "Ke depan, kami ingin membuka lebih banyak ruang bagi mahasiswa di berbagai daerah untuk bisa terlibat dan berkembang,”ucapnya. Dengan menggabungkan kompetisi, edukasi, dan pengalaman interaktif, Pop Mie dan EVOS berupaya mendorong terbentuknya ekosistem esports kampus yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Ke depan, Pop Mie Campus Gaming Ground diharapkan dapat terus menjadi jembatan antara dunia pendidikan dan industri kreatif, sekaligus membuka lebih banyak peluang bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi di era digital.
The MINDJourney Upaya Ubah Stigma Industri Tambang
Jakarta, katakabar.com - Stigma negatif terhadap industri pertambangan masih kerap muncul di ruang publik. Banyak orang menilai sektor ini semata identik dengan kerusakan lingkungan atau konflik sosial, sementara praktik-praktik perbaikan, standar keberlanjutan, serta dampak ekonomi yang dirasakan sebagian komunitas tidak selalu terlihat utuh. Film dokumenter The MINDJourney karya Alenia Picture hadir untuk membuka ruang pemahaman yang lebih transparan dengan menghadirkan cerita yang jujur langsung dari masyarakat di sekitar wilayah operasional tambang. Pendekatan film ini sengaja ditempatkan sebagai antitesis dari komunikasi yang sering dianggap satu arah. Alih-alih menyodorkan klaim sepihak, The MINDJourney berupaya memperlihatkan realitas di lapangan secara terbuka, termasuk hal-hal yang masih menjadi catatan dan perlu terus ditingkatkan. Dengan cara ini, film diharapkan menjadi jembatan informasi antara publik dengan dunia pertambangan yang selama ini terasa jauh. Sebagai produser film, Nia Sihasale Zulkarnaen, menjelaskan proses produksi dilakukan dengan metode yang membiarkan cerita tumbuh dari observasi lapangan. Tim hadir untuk melihat, mendengar, dan menangkap dinamika yang terjadi bukan mengarahkan narasi sesuai kebutuhan tertentu. “Bukan untuk menggurui, tapi supaya masyarakat bisa melihat langsung. Kami datang, melihat, dan membiarkan cerita itu muncul sendiri,” ujar Nia. Dalam prosesnya, tim produksi film The MINDJourney mengunjungi berbagai wilayah operasional pertambangan yang berada di bawah naungan MIND ID. Tetapi, perusahaan tidak ditempatkan sebagai “narator” yang menjelaskan semuanya. Kamera justru mengikuti interaksi yang muncul dari aktivitas di lapangan, percakapan dengan warga, pekerja, dan pihak-pihak yang bersinggungan langsung dengan kegiatan pertambangan. Para talent yang terlibat didorong untuk berinteraksi secara spontan. Mereka bertanya langsung kepada masyarakat dan pekerja, tanpa daftar pertanyaan baku dan tanpa respons yang diarahkan, sehingga percakapan yang terekam terasa lebih alami. Dari perjalanan itulah cerita-cerita hadir secara natural. Sejumlah warga menyampaikan pengalaman tentang perubahan yang mereka rasakan, mulai dari peluang ekonomi, munculnya usaha kecil, sampai bentuk pendampingan sosial yang mereka temui di sekitar operasi. “Ada yang bilang mereka bisa mulai usaha, ada yang merasa dibimbing. Bahkan ada yang berharap program-program ini terus berlanjut,” jelas Nia. Di sisi lain, film ini juga tidak menutup ruang untuk menunjukkan bahwa pekerjaan rumah bagi sektor pertambangan Indonesia. Dalam beberapa bagian, penonton diajak melihat bahwa realitas lapangan selalu kompleks, yakni ada hal yang sudah berjalan baik, dan ada juga hal lain yang masih dapat diperbaiki. “Tidak ada yang ditutup-tutupi. Justru dari situ kita bisa melihat secara utuh mana yang sudah baik, mana yang masih perlu ditingkatkan,” ucapnya. Selain aktivitas industri, The MINDJourney juga menyoroti kehidupan sosial masyarakat di sekitar wilayah tambang. Interaksi yang ditampilkan memperlihatkan relasi yang dinamis antara perusahaan dan komunitas: bukan hanya soal kerja dan ekonomi, tetapi juga soal harapan, kebutuhan, dan proses membangun kepercayaan dari waktu ke waktu. Sutradara program, Arie, menimpali proses di lapangan dibiarkan mengalir apa adanya. “Kami tidak pernah mengarahkan harus bicara apa. Semua mengalir dari apa yang dilihat dan dirasakan,” ulasnya. Dengan format tersebut, The MINDJourney diharapkan tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga sarana edukasi publik mengenai praktik pertambangan yang bertanggung jawab, sekaligus membuka ruang dialog yang lebih sehat tentang industri tambang di Indonesia. Diketahui, The MINDJourney ditayangkan di Metro TV dan hadir secara berkala setiap akhir pekan, memberikan kesempatan bagi publik untuk mengikuti langsung perjalanan dan cerita dari berbagai wilayah pertambangan di Indonesia.
Cerita Manusia di Balik Tambang, The MIND Journey Susuri Indonesia Tanpa Pulang 53 Hari
Jakarta, katakabar.com - Ari Sihasale dan Nia Sihasale Zulkarnaen 53 hari lamanya meninggalkan rumah, dan menempuh perjalanan sejauh 19.000 kilometer, susuri Indonesia dari Sumatera hingga Papua. Perjalanan tersebut bukan sekadar proses produksi film dokumenter, melainkan eksplorasi panjang yang mempertemukan mereka dengan wajah Indonesia yang jarang terlihat cerita masyarakat, harapan, serta kehidupan di sekitar wilayah pertambangan. Melalui dokumenter The MIND Journey: For Indonesia and the World, keduanya menjelajahi berbagai wilayah dengan kondisi ekstrem, dari dataran rendah hingga ketinggian 4.285 meter di atas permukaan laut. Dalam perjalanan tersebut, Ari dan Nia melihat langsung operasional tambang seluruh anggota Grup MIND ID, mulai dari ANTAM, Bukit Asam, Freeport Indonesia, INALUM, Timah, Vale Indonesia. Aktor sekaligus produser dokumenter, Ari Sihasale, mengungkapkan perjalanan ini menjadi pengalaman yang membuka perspektif baru tentang Indonesia dan industri pertambangan. “Jadi perjalanan kami selama 53 hari, 19.000 km yang kita tempuh. Lalu bagaimana? 1.272 jam nggak pulang-pulang dari Sumatera sampai tanah Papua. Dari 0 sampai 4.285 MDPL. Jadi di sini kita bisa melihat bagaimana Indonesia sebenarnya, bagaimana perusahaan-perusahaan tambang tidak hanya mengambil, tetapi juga memberikan manfaat kepada masyarakatnya,” ujar Ari dalam penayangan film The MIND Journey di Jakarta, Rabu (1/4) lalu. Perjalanan dimulai dari wilayah barat Indonesia hingga timur, menyusuri daerah-daerah yang selama ini hanya mereka dengar namanya. Mulai dari Tanah Jawa, Sumatera, Bangka Belitung, Kalimantan, Sulawesi, Halmahera, hingga Papua. Tetapi bukan hanya medan yang berat yang menjadi tantangan. Jadwal yang padat dan minim waktu istirahat membuat kebersamaan tim menjadi kunci selama perjalanan berlangsung. “Pertama kalau dari kami adalah kebersamaan itu penting. Apapun itu kebersamaan itu penting. Jadi kita bisa saling mengingatkan, kita saling peduli. Syutingnya setiap hari soalnya, perpindahannya setiap hari dan tidak ada istirahat, istirahat adalah ketika perpindahan,” cerita Ari. Perubahan suhu ekstrem juga menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Dari panas menyengat di Timika, tim harus langsung menuju wilayah dengan ketinggian lebih dari 4.000 meter menyusuri kawasan tambang Grasberg pada hari berikutnya. “Memang berat ketika kita semua panas, tapi ketika sampai di Timika itu panas sekali kemudian besoknya kita harus naik ke 4000-an. Nah di situlah aklimatisasinya tidak terlalu lama tapi itu kita selalu memperhatikan "vitamin" itu dengan cara kita saling support,” jelasnya. Bagi Nia Sihasale, perjalanan tersebut bukan hanya proses produksi dokumenter, tetapi juga perjalanan batin yang membuka banyak perspektif baru tentang Indonesia, khususnya terkait kehidupan masyarakat di sekitar wilayah pertambangan. Ia mengaku, selama perjalanan dari Sumatera hingga Papua, tim menemukan banyak hal terkait pertambangan yang tidak pernah mereka ketahui sebelumnya, bahkan untuk wilayah yang relatif dekat dengan tempat tinggalnya. “Kayak apa ya, tapi yang lain kan kami belum tahu, artinya mungkin satu hal kecil saja bahwa kami tinggal di Jakarta, ya kan di Jakarta Selatan kami. Tiba-tiba ada tambang Pongkor di Bogor kita baru tahu sampai seumur hidup ini,” ulasnya. Yang paling membekas bagi Nia adalah pertemuan dengan masyarakat di sekitar wilayah tambang. Ia melihat langsung bagaimana aktivitas pertambangan membuka peluang ekonomi baru, menciptakan usaha masyarakat, hingga memperkuat hubungan sosial di sekitar wilayah operasional. Lewat film dokumenter ini, ucap Nia, tim berupaya menghadirkan gambaran yang lebih utuh mengenai industri pertambangan yang dijalankan oleh Grup MIND ID, sekaligus menjawab berbagai stigma yang berkembang di masyarakat. Seluruh cerita ditampilkan secara natural tanpa skenario. “Kita ingin membuka mata dan hati yang menonton, bukan bermaksud menggurui tapi supaya ini loh yang benar kalau pertambangan yang dikelola dengan baik bertanggung jawab, kalian bisa bertanya sendiri manfaatnya untuk masyarakat. Dan itu bukan kami yang menjawab, tidak ada skripnya, jadi murni jawaban dari hati masyarakat,” terang Nia. Pengalaman tersebut juga menghadirkan momen emosional bagi tim selama perjalanan. Nia mengaku beberapa kali terharu ketika melihat langsung dampak yang dirasakan masyarakat. “Kadang kita ikut nangis dan saya juga kadang ikut berkaca-kaca karena ternyata buat masyarakat sekitar dampaknya sangat besar sekali buat keluarga mereka,” tuturnya. Pengalaman tersebut juga menumbuhkan rasa bangga terhadap Indonesia yang begitu luas dan kaya. "Kita jadi lebih bersyukur dan kita jadi lebih bangga jadi orang Indonesia. Gila ya Indonesia luar biasa banget gitu kita baru, iya kita baru lihat Halmahera, baru lihat Ternate gitu," imbuh Nia. Dokumenter The MIND Journey: For Indonesia and the World yang dibintangi Ari Sihasale dan Nia Sihasale Zulkarnaen ini akan menampilkan perjalanan lintas Indonesia serta kisah masyarakat di sekitar wilayah pertambangan. Program ini akan tayang mulai 4 April 2026, setiap Sabtu pukul 15.00 WIB di Metro TV, dalam 13 episode yang menyuguhkan perjalanan dari Sumatera hingga Papua membawa penonton melihat Indonesia dari sudut pandang yang lebih dekat, lebih manusiawi, dan penuh cerita.
Evolusi Cuatrodia Creative Circle: Transformasi Ekosistem Kreatif Jakarta Standar Kriya Kelas Dunia
Jakarta, katakabar.com - Transisi ini bukan tanpa landasan yang kuat. Lantaran kurun 13 tahun belakangan ini, Cuatrodia telah membangun reputasi melalui dedikasi pada craftsmanship yang diakui secara luas. Reputasi ini diperkuat dengan konsistensi mereka di panggung penghargaan nasional, di mana Cuatrodia kerap dinobatkan sebagai salah satu Craft House of the Year terbaik. Keahlian teknis tim menghidupkan narasi visual telah membuahkan berbagai pengakuan bergengsi, mulai dari pencapaian Silver di kategori Best Animation hingga Bronze untuk Best Film Craft Directing. Keunggulan dalam aspek audio-visual pun tidak luput dari sorotan, dengan raihan penghargaan pada kategori Use of Audio di ajang tahunan seperti Citra Pariwara. Tidak hanya di bidang gerak, kekuatan desain fisik Cuatrodia juga telah teruji lewat raihan Gold untuk Design Packaging di ajang MarCom Awards. Empat Pilar "The Houses": Sinkronisasi Strategi dan Eksekusi Menyikapi tantangan industri yang kian kompleks, Cuatrodia menyadari bahwa kriya lokal yang kuat memerlukan dukungan sistem yang lebih dinamis. Melalui model "Creative Circle", Cuatrodia mengintegrasikan strategi kreatif dan eksekusi teknis melalui empat unit bisnis spesialis: • Notion Nation (Creative House): Pusat strategis pengembangan konsep. • Design Dorm (Design House): Penjaga standar visual dan estetika merek. • Motion Machine (Motion House): Spesialis animasi yang telah teruji lewat berbagai nominasi Best Film Craft. • Story on Craft (Artisan House): Pengembang aset fisik dan merchandise berkualitas tinggi. Visi Strategis: Menghubungkan Kreativitas dan Dampak Bisnis CEO & Founder Cuatrodia, Nuansa Agi, menekankan transformasi ini adalah buah dari pengalaman panjang menavigasi dinamika industri kreatif sejak 2016. "Kami tidak lagi hanya memberikan solusi terpisah. Kami menghadirkan ekosistem yang menghubungkan craftsmanship karya anak bangsa yang telah diakui di festival film maupun ajang periklanan dengan pemikiran strategis yang terukur," ujar Nuansa Agi. Rahadian Ardi Nugroho, Business Director & Co-founder, menimpali kemampuan untuk tetap agile adalah kunci. Dengan portofolio yang mencakup prestasi di Citra Pariwara hingga Festival Film Indonesia, Cuatrodia siap memperkuat layanan bagi mitra bisnis di level yang lebih tinggi. Testimoni Mitra Strategis Kualitas kriya Cuatrodia turut mendapat pengakuan dari para mitra. TB Putera dari Netflix memuji tim sebagai talenta tajam yang siap membawa karya lokal ke panggung dunia. Senada dengan itu, Reynatta Ludy dari TAF menegaskan kolaborasi selama delapan tahun telah membuktikan posisi Cuatrodia sebagai partner strategis yang terintegrasi.
Bittime Exclusive VIP Experience, Layanan Premium Biaya Lebih Rendah
Jakarta, katakabar.com - Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global, konflik regional, serta dinamika ekonomi yang semakin tidak menentu, biaya transaksi rendah jadi harapan para investor. Bertepatan dengan ini, Bittime hadirkan Bittime Exclusive VIP Experience, layanan eksklusif bagi investor yang dirancang bagi investor dengan nilai investasi lebih tinggi. Kondisi geopolitik dan ekonomi global yang dinamis mendorong semakin banyak investor mempertimbangkan diversifikasi portofolio ke berbagai kelas aset, termasuk aset digital seperti Bitcoin ($BTC) dan Tether ($USDT). Tetapi, selain akses terhadap diversifikasi aset, biaya transaksi yang lebih rendah juga turut menjadi faktor yang diperhatikan oleh investor di tengah kondisi volatilitas ekonomi global saat ini. Lebih lanjut, berdasarkan survei yang diadakan Bittime melalui platformnya, 71 persen investor memprioritaskan biaya transaksi lebih rendah dari sebuah program eksklusif. Hal ini, menjadi sangat penting bagi investor dengan nilai investasi dan aktivitas trading lebih tinggi. Menjawab kebutuhan tersebut, Bittime VIP program ini hadir dengan biaya transaksi lebih rendah, bahkan investor dapat menghemat 30 persen-80 persen dari biaya transaksi. Serta, didukung minimum transaksi mulai dari Rp1 miliar, guna memperluas kesempatan bagi investor untuk menikmati layanan eksklusif tanpa minimum transaksi tinggi. Menurut Presiden Direktur Bittime, Ronny Prasetya, kondisi pasar global yang penuh dinamika seperti saat ini dapat menjadi momentum bagi investor untuk mengelola portofolio dengan pendekatan yang lebih adaptif. “Program Bittime Exclusive VIP Experience ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan utama investor Indonesia yaitu biaya trading yang lebih murah, pendampingan dari Dedicated Relationship Manager, serta akses eksklusif ke berbagai kampanye khusus,” kata Ronny. Melalui Bittime Exclusive VIP Experience, Bittime berupaya menghadirkan layanan yang mendukung investor dalam memperluas diversifikasi aset secara lebih efisien, baik pada aset digital utama maupun aset seperti emas dan perak, dengan biaya transaksi yang relatif murah. Sehingga investor dapat dengan nyaman membangun portofolio yang lebih terdiversifikasi di tengah kondisi pasar yang menantang. Diharapkan ke depannya, program ini dapat menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Bittime dalam mendorong penggunaan platform yang bertanggung jawab serta mendukung perkembangan industri aset kripto nasional. Diketahui, investasi aset kripto mengandung risiko tinggi. Hal tersebut termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Karena itu sangat penting untuk terus melakukan riset, dan diskusi dengan komunitas-komunitas terpercaya.
Cerita Kader Posyandu Penggerak Dapur Sehat Lawan Stunting di Kelurahan Berpenduduk 50 Ribu Jiwa
Duri, katakabar.com - Seorang kader Posyandu di Kelurahan Air Jamban, Kecamatan Mandau, Duri, Kabupaten Bengkalis, Riau, Yulianti telah mengabdikan diri selama lebih dari tiga dekade sebagai kader Posyandu. Ia menjadi saksi sekaligus pejuang Kesehatan bagi ibu dan anak di lingkungannya. Kisah kisah inspiratif dari Yulianti, tengah upaya penurunan angka stunting di Provinsi Riau, kini lewat kolaborasi dengan program PHR Peduli Stunting (PENTING), Yulianti menginisiasi Dapur Sehat Ruko Permata, sebuah gerakan swadaya untuk mengolah makanan bergizi bagi balita dan ibu hamil. Tidak semudah yang dibayangkan sebelum program ini berjalan, Yulianti menghadapi tantangan berat berupa rendahnya pemahaman masyarakat tentang gizi seimbang. Tidak jarang ia menghadapi penolakan halus dari warga yang belum percaya pada intervensi gizi. Keterbatasan ekonomi juga membuat pangan bergizi bukan menjadi prioritas utama bagi banyak keluarga. “Dulu kami sering bingung harus mulai dari mana, bahkan sempat menghadapi penolakan saat datang ke rumah warga,” cerita Yulianti mengenang masa sulitnya. Kehadiran PHR melalui Program PENTING memberikan angin segar bagi Yulianti. Ia kini tidak lagi bergerak sendiri. Ia bersama kader lainnya mendapatkan pelatihan pengolahan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis komunitas dan pendampingan intensif. Dukungan ini mengubah pola kerja kader di Air Jamban. Dari yang sebelumnya hanya menjalankan rutinitas Posyandu, kini mereka mampu mengolah PMT secara mandiri melalui Dapur Sehat. Pendekatan personal yang dilakukan secara sabar mulai menumbuhkan kepercayaan masyarakat. Hasil dari konsistensi ini mulai terlihat nyata, kader Posyandu kini lebih solid, aktif, dan memiliki kapasitas dalam mengedukasi serta mengolah nutrisi lokal. Masyarakat juga lebih terbuka terhadap edukasi gizi dan aktif memantau tumbuh kembang anak di Posyandu. Di wilayah Air Jamban, upaya ini telah menjangkau 22 penerima manfaat langsung: terdiri 15 balita dan 7 ibu hamil. Secara luas, program PENTING telah memberi manfaat kepada 908 orang di 22 desa wilayah Riau melalui edukasi pencegahan stunting, baik masyarakat umum, ibu hamil dan remaja tingkat sekolah. Sedangkan distribusi PMT dan PKMK telah menjangkau 395 penerima manfaat langsung, yang terdiri atas 301 balita stunting atau berisiko stunting dan 94 ibu hamil dengan kondisi KEK atau berisiko tinggi. Bagi Yulianti, melihat anak-anak tumbuh sehat adalah upah yang tidak ternilai. "Saat melihat anak-anak mulai tumbuh lebih sehat dan para ibu semakin peduli dengan gizi keluarganya, rasanya semua proses, lelah, dan tantangan yang kami lalui benar-benar terbayar," imbuhnya. Di Hari Kesehatan Internasional pada 7 April 2026, cerita Yulianti dan kader Posyandu di Air Jamban merefleksikan kembali bagaimana akses kesehatan dan kesadaran gizi bukan sekadar teori, melainkan aksi nyata yang lahir dari kemandirian masyarakat di tingkat akar rumput. “Menyaksikan perjuangan Yulianti dan rekan-rekan kader di Air Jamban adalah pelajaran nyata tentang ketangguhan. Mereka membuktikan bahwa dari sebuah dapur swadaya, kita bukan hanya sedang menyiapkan menu tambahan, melainkan sedang membangun benteng pertahanan untuk masa depan generasi yang lebih baik,” ucap Manager Community Involvement dan Development (CID) PHR, Iwan Ridwan Faizal. Tentang PHR Zona Rokan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan Zona Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041. Daerah operasi Zona Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). Zona Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.