Koperasi MMR Bangga, EMG Inisiasi Wadah Pengrajin Batik Menimba Ilmu Sawit
Sawit
13 jam yang lalu

Koperasi MMR Bangga, EMG Inisiasi Wadah Pengrajin Batik Menimba Ilmu

Pekanbaru, katakabar.com - Ketua Koperasi Mahligai Mayang Riau (MMR), Sri Mekka, mengaku seangan, dan bangga, serta apresiasi atas hadirnya gelaran pelatihan bagi pengrajin batik di Riau Batik berbahan kelapa sawit di Provinsi Riau rencananya akan dilaunching di awal bulan Mei 2026 mendatang. Salah satu koleksi yang akan dipamerkan hasil dari gelaran Workshop Praktek dan Produksi Batik Sawit yang diprakarsai oleh Elaeis Media Group (EMG) bersama BPDP. Menurut Sri, gelaran itu menjadi wadah para pengrajin rumahan untuk menambah wawasan dalam menghasilkan produk batik yang berkualitas. "Kita sangat berterima kasih, hadirnya kegiatan ini tentu memotivasi para pengrajin batik untuk kembali semangat menghasilkan produk- produk batik," terangnya. Bukan hanya menambah wawasan mengenai seluk beluk membuat batik, ucap Sri, peserta dalam kegiatan itu juga disuguhkan inovasi baru yakni 'malam' berbahan dasar dari kelapa sawit. Ini katanya juga dapat menambah terobosan baru di pasar batik. "Batik sawit adalah inovasi baru di dunia Batik. Ini bisa jadi daya tarik tersendiri," imbuhnya. Batik sawit sendiri, produk yang juga belum banyak diketahui masyarakat. Ini justru menjadi peluang usaha, peluang pasar bagi para pelaku UMKM batik sawit. "Kita sangat mendukung pelatihan yang ditaja EMG ini. Harapan kita tentu kegiatan serupa dapat dilaksanakan di kabupaten-kabupaten yang ada di Riau. Apalagi, 'Bumi Lancang Kuning' nama lain dari Riau memiliki berbagai motif batik yang unik di setiap kabupaten yang ada. "Riau ini memiliki berbagai suku. Bahkan setiap kabupatennya memiliki corak motif tersendiri. Ini menjadi daya tarik yang unik dan tentu dapat bersaing hingga pasar dunia," tegasnya.

Pengrajin Bisa Naik Kelas Lewat Batik Sawit Lantaran Pasar Terbuka Luas Sawit
Sawit
14 jam yang lalu

Pengrajin Bisa Naik Kelas Lewat Batik Sawit Lantaran Pasar Terbuka Luas

Pekanbaru, katakabar.com - Pengrajin bisa naik kelas lewat batik sawit lantaran pasar terbuka luas, apalagi batik saat ini sudah digandrungi generasi Milenial, Gen Z, dan Alpha. Itu sebabnya, Workshop Praktek dan Produksi Batik Sawit dinilai menjadi langkah awal para pengrajin batik untuk menghadirkan produk baru. Bahkan batik berbahan 'malam' kelapa sawit ini dapat mendorong para pelaku UMKM untuk naik kelas. Hal itu ditekankan Andiny Yuliani salah satu desainer di Provinsi Riau dalam gelaran yang ditaja Elaeis Media Group (EMG) bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) di Pekanbaru, Selasa (21/4) lalu. "Menurut saya workshop ini sangat bermanfaat untuk para pelaku UMKM fashion khusus pengrajin batik Riau. Kita bisa lihat antusias dari 52 peserta yang mengikuti kegiatan hari ini sangat tinggi," ujarnya disela gelaran berlangsung. Pada gelaran sebelumnya telah sukses ditaja di Kota Dumai, November 2025 lalu itu, pelatihan, serta praktek pembuatan batik menggunakan 'malam' kelapa sawit adalah sesuatu hal yang baru, dan menjadi inovasi para Pengrajin untuk meningkatkan kreativitas produk kain batiknya. "Kegiatan ini sinergi kolaborasi yang membuat mereka semangat, merasa didukung untuk naik kelas," sambung Andiny. Dipaparkan Andiny, bisnis fashion adalah bisnis up to date yang menuntut pelaku bisnis fashion untuk terus belajar upgrade skill. Sehingga bisnis yang dijalankan semakin berkembang. Tidak terkecuali para pengrajin rumahan atau UMKM. "Market batik sendiri sangat berpeluang. Karena saat ini pakaian batik sangat diminati, tidak hanya untuk pakaian kerja tapi juga untuk daily outfit. Artinya punya market yang luas," jelasnya. Diketahui, selain bekerja sama dengan Badan Pengelolaan Dana Perkebunan (BPDP) kegiatan ini disponsori Dekranasda Kota Pekanbaru, PTPN IV, API, APR, Grand Suka Hotel, Astutik, Nusantara Mandiri Printing dan Koperasi Mahligai Mayang Riau. Di mana kegiatan ini diikuti para pelaku usaha UMKM dari berbagai daerah di wilayah Riau. Sepanjang kegiatan, peserta dapat berdiskusi interaktif bersama tiga narasumber yang berpengalaman di bidang batik. Mereka adalah Miftahudin Nur Ihsan, Ketua Umum Paguyuban Batik sawit, Rizky Junianto dari Smart Batik Yogyakarta dan Andiny Yuliani salah satu desainer di Kota Bertuah.

Keunggulan Banyak, Paguyuban Batik Sawit Ajak Pengrajin Batik Gunakan ke 'Malam' Sawit Sawit
Sawit
15 jam yang lalu

Keunggulan Banyak, Paguyuban Batik Sawit Ajak Pengrajin Batik Gunakan ke 'Malam' Sawit

Pekanbaru, katakabar.com - Paguyuban batik sawit mengajak pengrajin batik beralih dan gunakan 'Malam' Sawit, lantaran dengan beralih dan gunakan bahan tersebut keunggulan labih banyak. Batik berbahan 'malam' kelapa sawit terus digaungkan Elaeis Media Group (EMG) lewat beberapa gelaran pelatihan yang ditaja di Provinsi Riau. Kegiatan kerja sama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) gelaran pelatihan ini dilaksanakan di Dumai tahun lalu dan terbaru di Pekanbaru pada 21 hingga 23 April 2026. Ketua Umum Paguyuban Batik Sawit, Miftahudin Nur Ihsan, menyampaikan apresiasi dengan langkah yang diambil EMG, yang bertujuan untuk terus membumikan batik berbahan kelapa sawit. Menurutnya gelaran ini adalah langkah yang sangat tepat untuk meningkatkan wawasan dan memberikan terobosan baru bagi para pengrajin batik, khususnya di wilayah Riau. "Kegiatan adalah wadah untuk para pengrajin atau pelaku UMKM dalam menambah wawasannya mengenai batik yang menggunakan malam sawit," terangnya saat menjadi pemateri dalam gelaran yang digelar di gedung Dekranasda Pekanbaru tersebut. Dari pengamatan Ihsan, antusias peserta sangat tinggi untuk mendalami bahan malam kelapa sawit tersebut. Hal ini sejalan dengan visi dan misi paguyuban yang dipimpinnya yakni mendorong pengrajin kelapa sawit beralih menggunakan malam kelapa sawit. Kata Ihsan, malam atau lilin kelapa sawit memiliki berbagai keunggulan dibanding dengan malam atau lilin yang biasa digunakan. "Malam sawit ini lebih ramah lingkungan. Selain itu mudah digunakan, baunya tidak menyengat sehingga tidak mengganggu pernapasan," jelasnya. Disamping itu lanjut Ihsan, bahan baku malam kelapa sawit ini sangat mudah ditemukan terutama di Riau yang menjadi sentra perkebunan kelapa sawit terbesar di Indonesia. Apalagi, stearin yang menjadi bahan utamanya adalah turunan minyak kelapa sawit yang biasanya dihasilkan dalam pengolahan kelapa sawit di PKS. "Harapannya melalui pelatihan ini terbentuk ekosistem pembatik yang kuat, yang menghasilkan produk batik berkualitas dan mampu bersaing hingga ke mancanegara. Batik sawit peluangnya masih sangat terbuka lebar. Terlebih lagi Riau memiliki motif ciri khas setiap daerah, ini bisa jadi ladang cuan bagi pengrajin," sebutnya.

BPDP BLU Kemenkeu dan Samade Gandeng Tangan Dorong Sertifikasi Halal UMKM Sawit Sawit
Sawit
Kemarin

BPDP BLU Kemenkeu dan Samade Gandeng Tangan Dorong Sertifikasi Halal UMKM Sawit

Palembang, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) sebagai Badan Layanan Umum Kementerian Keuangan berkolaborasi dengan  Sawitku Masa Depanku (Samade) pacu penguatan kapasitas pelaku usaha melalui Workshop UMKM Naik Kelas di Sumatera Selatan. Kegiatan yang dilaksanakan di pertengahan April 2026 lalu, usung tema 'Strategi Sertifikasi Halal UMKM Berbasis Bahan Turunan Sawit sebagai Bahan Pangan Potensial'. Tujuanya, fokus pada akselerasi sertifikasi halal dan inovasi produk berbasis bahan turunan sawit sebagai langkah strategis hilirisasi. Langkah tersebut sebagai upaya sistematis mendorong pelaku UMKM, koperasi, hingga petani agar mampu meningkatkan nilai tambah produk sehingga memiliki daya saing yang kuat di pasar domestik maupun global. Ketua DPW Samade Sumatera Selatan sekaligus Ketua Panitia Workshop, Jonli Sirait, menjelaskan kegiatan ini respons konkret untuk menjawab tantangan standarisasi produk yang dihadapi pelaku usaha di daerah. Menurutnya, pemahaman mengenai legalitas dan teknologi digital sangat krusial bagi keberlanjutan usaha. "Workshop ini kami desain untuk membekali pelaku UMKM dengan kompetensi teknis, terutama dalam aspek sertifikasi halal dan inovasi produk. Sebagai salah satu wilayah dengan potensi sawit terbesar, UMKM di Sumatera Selatan harus naik kelas dan mampu mengoptimalkan bahan baku turunan sawit menjadi produk pangan berkualitas tinggi yang siap bersaing di pasar modern," ucap Jonli. Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, menekankan posisi strategis kelapa sawit sebagai pilar devisa negara. Ia menegaskan bahwa keterlibatan UMKM dalam ekosistem hilirisasi adalah kunci untuk memastikan perputaran ekonomi dirasakan langsung oleh masyarakat. "Sawit adalah miracle crop yang berkontribusi masif terhadap devisa negara. Kami ingin memastikan kegiatan ini tidak hanya menjadi seremoni, tetapi menghasilkan output nyata berupa peningkatan jumlah produk UMKM sawit yang tersertifikasi halal. Sertifikasi ini bukan sekadar administratif, melainkan instrumen peningkat daya saing global agar produk turunan sawit kita semakin dipercaya oleh konsumen," tegas Helmi. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan melalui Kepala Divisi Pusat Pelayanan Hasil dan Diseminasi (PPHD) Dinas Perkebunan, Mupakanisin, menyambut positif inisiatif tersebut. Ia menyatakan kolaborasi antara asosiasi dan lembaga pendukung seperti BPDP sangat membantu program percepatan pembangunan perkebunan di daerah. "Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus mendorong penguatan UMKM agar mampu naik kelas, salah satunya melalui percepatan sertifikasi halal dan pemanfaatan potensi bahan turunan sawit sebagai komoditas unggulan daerah. Kami berharap melalui workshop ini, hambatan teknis yang dihadapi pelaku usaha di lapangan dapat teratasi secara efektif," terang Mupakanisin. Melalui sinergi yang didukung oleh BPDP ini, para pelaku UMKM di Sumatera Selatan diharapkan dapat mengoptimalkan potensi bahan turunan sawit serta beradaptasi dengan ekosistem digital guna memperluas pangsa pasar di tengah kompetisi yang semakin ketat.

Perkuat UMKM Berbasis Sawit, BPDP BLU Kemenkeu Gandeng LPM RI Sawit
Sawit
Kemarin

Perkuat UMKM Berbasis Sawit, BPDP BLU Kemenkeu Gandeng LPM RI

Jakarta, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), BLU Kementerian Keuangan kolaborasi dengan Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia (DPP LPM RI), gelar Penguatan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Berbasis Sawit. Angkat tema “Penguatan Strategi Percepatan Hilirisasi Industri sebagai Kunci Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan melalui Pemberdayaan dan Pembinaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Berbasis Kelapa Sawit” , kegiatan ini dilaksanakan di Jakarta, di pekan ketiga April 2026 lalu. Berbagai pemangku kepentingan dari unsur pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat hadir di kegiatan. Ketua Umum DPP LPM RI sekaligus anggota DPR, Ahmad Doli Kurnia Tandjung, menyampaikan dinamika global yang mengarah pada potensi krisis perlu diantisipasi melalui penguatan ekonomi berbasis masyarakat, khususnya di tingkat desa. “LPM memiliki peran strategis untuk membantu pemerintah dalam mengatasi berbagai permasalahan masyarakat. Kami telah mulai memetakan berbagai tantangan dari level desa, termasuk dalam penguatan ekonomi berbasis komunitas,” ujar Ahmad Doli, dilansir dari laman resmi BPDP, Jumat (24/4) siang. Ia menambahkan penguatan ekonomi desa, termasuk melalui pengembangan koperasi, menjadi langkah penting yang perlu didukung melalui sinergi multipihak. Menurutnya, kolaborasi dengan BPDP membuka peluang besar integrasikan program-program pemberdayaan yang berdampak langsung bagi masyarakat. Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) BPDP, Helmi Muhansyah, menegaskan komitmen BPDP dukung peningkatan kapasitas dan kesejahteraan petani sawit melalui berbagai program strategis. “BPDP sebagai BLU Kementerian Keuangan terus mendorong penguatan sektor hulu hingga hilir, termasuk melalui program peremajaan perkebunan kelapa sawit, pengembangan sumber daya manusia, serta dukungan terhadap UMKM dan Koperasi. Hal ini bagian dari upaya berkelanjutan perkuat ekosistem Pemberdayaan UMKM dan Koperasi Petani Komoditas Perkebunan,” jelas Helmi. BPDP membuka berbagai peluang bagi generasi muda, terang Helmi, termasuk program beasiswa di bidang kelapa sawit serta pelatihan untuk meningkatkan kompetensi dan daya saing pelaku usaha berbasis perkebunan. “BPDP punya progran beasiswa bagi kalangan anak muda yang ingin belajar mengenai sawit. Selain itu, kami juga menyediakan berbagai pelatihan untuk mendukung peningkatan kompetensi para pekebun,” ucapnya. Di sesi diskusi publik, turut hadir sejumlah narasumber, yakni Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM, Bagus Rahman, serta pelaku UMKM, Rara Sarini. Bagus Rahman menekankan pentingnya transformasi UMKM melalui inovasi, riset, dan penguatan kolaborasi lintas sektor. Partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci menciptakan UMKM yang adaptif dan berdaya saing tinggi. Sementara, Rara Sarini mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif dalam pemberdayaan ekonomi kerakyatan melalui pengembangan UMKM berbasis potensi lokal, termasuk komoditas perkebunan. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat menjadi salah satu sarana dalam meningkatkan Pemberdayaan UMKM dan Koperasi Petani Komoditas Perkebunan secara berkelanjutan, serta memperkuat sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat membangun ekosistem ekonomi yang inklusif dan berdaya saing.

IFBC 2026, BPDP BLU Kemkeu Promo Kebaikan Sawit dan Produk Turunan ke UMKM di Bumi Sriwijaya Sawit
Sawit
Kemarin

IFBC 2026, BPDP BLU Kemkeu Promo Kebaikan Sawit dan Produk Turunan ke UMKM di Bumi Sriwijaya

Palembang, katakabar.com - Di Bumi Sriwijaya pameran Info Franchise dan Business Concept Expo (IFBC) 2026 digelar di pekan kedua April 2026 lalu, persisnya di PSCC Icon Palembang. Kegiatan berlangsung hingga 19 April 2026 lalu ini jadi momentum strategis bagi pelaku usaha, investor, dan masyarakat untuk menjajaki berbagai peluang bisnis dari berbagai sektor. Angkat tema “Grow Beyond Boundaries”, IFBC 2026 Palembang mencerminkan semangat dunia usaha untuk terus berkembang, berinovasi, dan melampaui batas di tengah dinamika ekonomi nasional maupun global. Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, resmi membuka kegiatan IFBC 2026 Palembang. Ia menyampaikan bahwa pameran ini menjadi wadah strategis untuk membangun komunikasi bisnis, serta membuka peluang kemitraan yang luas bagi masyarakat. Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Dyah Roro Esti Widya Putri, menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan IFBC 2026. Ia berharap kegiatan ini dapat berkontribusi dalam menopang pertumbuhan ekonomi, baik di tingkat daerah maupun nasional. “Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus mendorong pertumbuhan ekonomi. UMKM dan usaha yang hadir hari ini memiliki kontribusi besar terhadap PDB nasional,” ucapnya. Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) sebagai Badan Layanan Umum Kementerian Keuangan turut berpartisipasi di pameran ini melalui booth interaktif yang menghadirkan edukasi dan promosi mengenai kebaikan sawit. Kepala Divisi Kerjasama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, mengajak masyarakat untuk melihat lebih dekat kelapa sawit bukan hanya sebatas minyak goreng, tetapi memiliki beragam produk turunan bernilai tambah tinggi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, mulai dari produk skincare, bodycare, hingga kuliner berbasis sawit. “Pengunjung dapat menemukan berbagai produk turunan sawit seperti sabun, lilin ramah lingkungan, juga ditampilkan pula beragam inovasi dan kreativitas UMKM berbasis sawit, seperti tas dari lidi sawit, wadah sabun dari cangkang sawit, sandal dari lidi sawit, hingga helm berbahan limbah sawit. Dengan melihat secara langsung beragam produk UMKM dari turunan sawit pengunjung diharapkan terinspirasi  mengembangakan wirausaha berbasis turunan sawit," terang Helmi, dilansir dari laman resmi BPDP, Kamis sore. Partisipasi BPDP ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam mengedukasi publik mengenai potensi besar industri sawit yang tidak hanya berkontribusi terhadap perekonomian nasional, tetapi juga membuka peluang usaha baru berbasis inovasi dan keberlanjutan untuk UMKM. Dengan semangat “Grow Beyond Boundaries”, IFBC 2026 diharapkan tidak hanya membuka peluang bisnis baru, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap potensi besar sawit sebagai komoditas unggulan Indonesia yang inovatif dan berkelanjutan.

Lewat SWOT BPDP Beri Pemahaman Sawit Lebih Dekat ke Masysrakat Bekasi Sawit
Sawit
Kamis, 23 April 2026 | 19:04 WIB

Lewat SWOT BPDP Beri Pemahaman Sawit Lebih Dekat ke Masysrakat Bekasi

Bekasi, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan mendekatkan informasi seputar kelapa sawit kepada masyarakat,  dengan pendekatan lebih ringan dan relevan dengan keseharian. Lewat Sawit on Town (SWOT), bersama Olenka hadirkan ruang edukasi interaktif dan mudah dipahami berbagai kalangan, di Taman Plaza, Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Jawa Barat,  Minggu (19/4) akhir pekan lalu. Di kegiatan tersebut masyarakat diajak melihat kelapa sawit bukan sekadar komoditas industri, tetapi bagian dari aktivitas harian sering kali tidak disadari. "Produk turunan kelapa sawit telah hadir di berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari produk rumah tangga hingga personal care. Sabun, sampo, deterjen, hingga produk pangan seperti margarin, roti, dan krimer contoh nyata kontribusi sawit dalam kehidupan sehari-hari," ujar Founder Olenka Kreasi Festival, Edy Nurmansyah, dilansir dari laman resmi BPDP, Kamis (23/4). "Pemanfaatan sawit bahkan mencakup sektor energi. Penggunaan biodiesel berbasis sawit pada transportasi umum menjadi salah satu contoh bagaimana komoditas ini mendukung mobilitas masyarakat," timpal Perwakilan Divisi Kerja Sama Kelembagaan BPDP, Muhammad Farouq Rosyadi. Melalui kegiatan ini, kata Muhammad, BPDP menjalankan perannya dalam mempromosikan dan menyebarluaskan informasi terkait manfaat kelapa sawit kepada publik. Harapannya, masyarakat dapat melihat sawit sebagai bagian dari sistem penunjang kehidupan modern. Dari sisi kesehatan dan kecantikan, dokter spesialis estetika medis, Irdawati Novita, menjelaskan kandungan dalam kelapa sawit memiliki potensi sebagai bahan perawatan kulit. Kandungan vitamin E dan tocotrienol di dalamnya diketahui memiliki sifat antioksidan yang tinggi serta berperan dalam membantu proses pemulihan kulit. Selain itu, imbuhnya, masyarakat juga diingatkan untuk lebih cermat dalam menerima informasi. Sedang Brand Ambassador Zumba Indonesia, Liza Natalia, mengajak masyarakat untuk mengakses informasi dari sumber yang kredibel agar terhindar dari misinformasi terkait kelapa sawit. Rangkaian kegiatan SWOT dikemas secara variatif, mulai dari sesi olahraga bersama melalui Sawit Healthy Exercise, diskusi edukatif SWOT Talks, hingga aktivitas kreatif seperti Coloring Clay Competition untuk anak-anak. Kegiatan ini juga dimeriahkan dengan penampilan hiburan yang menarik antusiasme pengunjung. Melalui pendekatan yang lebih dekat dan interaktif, BPDP berharap kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman masyarakat akan peran strategis kelapa sawit, baik sebagai penggerak ekonomi maupun sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Cerita Lawas Warga Dua Desa dan Perusahaan Sawit di Sebelah Barat Duri Sawit
Sawit
Selasa, 21 April 2026 | 15:22 WIB

Cerita Lawas Warga Dua Desa dan Perusahaan Sawit di Sebelah Barat Duri

Duri, katakabar.com - Masyarakat dua desa, Petani dan Buluh Manis, Kecamatan Bathin Solapan, Duri, Kabupaten Bengkalis, Riau, gelar aksi demo tuntut plasma 20 persen, dan stop diskriminasi terhadap pekerja lokal ke salah satu perusahaan yang beroperasi di sebelah barat Duri kota, yakni PT Tumpuan. Total dua ratusan orang masyarakat dua desa tersebut yang gelar aksi demo, Senin (20/4) kemarin. Tetapi, pertanyaan yang menggelitik, Lo Kok! Masyarakat tuntut lagi plasma 20 persen ke perusahaan sawit ini. Kalau tuntutan mengenai diskriminasi terhadap pekerja lokal masih relevan, sebab perusahaan sawit yang sudah beroperasi puluhan tahun lamanya di wilayah dua desa sering diterpa isu-isu terhadap pekerja dan buruh kelapa sawit. Dari berbagai sumber katakabar.com yang layak dipercaya, salah satunya dari laman media online lokal, Selasa sore, menyebutkan massa aksi demo selain tuntut dua tadi ada lima tuntutan lagi segera direalisasikan pihak perusahaan, di antaranya akses melintas di area perkebunan, transparansi dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), penghormatan terhadap hak adat setempat, serta kebebasan masyarakat melakukan aktivitas seperti memancing di wilayah konsesi. Perwakilan masyarakat, Sukardi, bersama tokoh adat Nias, S. Hondro, menegaskan kehadiran perusahaan perkebunan seharusnya membawa kesejahteraan, bukan justru menciptakan kesenjangan sosial di tengah masyarakat lokal. "Kami tidak menolak investasi. Tetapi kami menolak diperlakukan sebagai orang asing di tanah sendiri. Yang kami hadapi hari ini adalah penghinaan terhadap martabat masyarakat adat,” terangnya. Kapolsek Mandau, Kompol Primadona C, mewakili Kapolres Bengkalis, AKBP Fharian Saleh Siregar, bersama jajaran intelijen dan Dalmas, Sekretaris Jenderal LAMR Bathin Solapan, serta organisasi masyarakat GRIB Jaya, hadir kawal masyarakat yang menyampaikan aspirasi di kawasan perkebunan PT Tumpuan. Pihak manajemen PT Tumpuan melalui Manager, Jensen Saragih, menyampaikan permohonan maaf, dan membuka ruang mediasi, massa tetap bertahan hingga sore disebabkan belum ada kesepakatan dan kejelasan tuntutan mereka. Kebuntuan baru mulai mencair setelah dilakukan mediasi lanjutan di Hotel Grand Zuri. Di pertemuan tersebut, Direktur PT Tumpuan, H Karim, berdialog langsung dengan perwakilan massa, dan perangkat desa guna membahas seluruh tuntutan yang diajukan. Massa menegaskan tidak akan menghentikan aksi demo sebelum ada komitmen tertulis dari perusahaan yang menjamin perubahan nyata sesuai tuntutan masyarakat. Cerita lawas warga dua desa dan perusahaan sawit yang beroperasi di sebelah barat Duri kota cepat selesai dengan prinsip kebenaran dan keadilan sesuai peraturan dan perundang-undangan yang berlaku saat ini. Semoga!