Pendidikan
Sorotan terbaru dari Kategori Pendidikan
Bukan Batik Biasa: Ini kisah Liza Didik Anak Berkebutuhan Khusus Membatik
Duri, katakabar.com - Setiap jam praktik dimulai, Liza sering mendapati pemandangan yang sama di ruang kelas Sekolah Luar Biasa (SLB) Aisyiyah kawasan Mandau dan Pinggir. Beberapa siswa duduk diam dengan pandangan menunduk, sebagian lagi pegang alat tanpa benar-benar tahu harus berbuat apa. Bukan karena mereka tak mau belajar, tetapi karena metode pembelajaran yang ada belum sepenuhnya memberi ruang bagi mereka untuk mengeksplorasi kemampuan diri. Sebagai pendidik yang sehari-hari mendampingi anak berkebutuhan khusus, Liza kerap diliputi kegelisahan. Proses belajar yang masih didominasi metode konvensional, minim praktik, membuat siswa cenderung pasif dan kesulitan mengekspresikan diri. Di saat yang sama, peran guru sering kali berhenti pada penyampaian materi, dengan ruang inovasi yang belum berkembang optimal. “Kadang saya bertanya pada diri sendiri, apakah cara mengajar yang selama ini kami lakukan benar-benar sudah sesuai dengan kebutuhan mereka,” ujarLiza. Kekhawatiran itu terus mengiringinya, terutama saat melihat potensi besar dalam diri para siswa yang belum tergali. Dorongan untuk mencari pendekatan pembelajaran yang lebih bermakna membawa Liza bergabung dengan Program Peningkatan Kualitas Pendidikan Inklusif Berbasis Vokasional yang diinisiasi oleh PT Pertamina Hulu Rokan. Bagi Liza, program ini bukan sekadar pelatihan, melainkan harapan baru untuk menghadirkan proses belajar yang lebih hidup dan relevan bagi anak didiknya. Melalui pendampingan yang diberikan, Liza dikenalkan pada pembelajaran vokasional membatik sebagai media pengembangan keterampilan siswa. “Saya mendapatkan ilmu baru yang tidak hanya menambah wawasan, tapi juga membuka cara pandang saya dalam mengajar,” ucapnya. Berbekal pelatihan tersebut, Liza mulai menerapkan pembelajaran membatik secara bertahap dan adaptif. Mulai dari pengenalan motif sederhana, cara memegang canting, hingga proses pewarnaan, semua dilakukan dengan pendekatan yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing siswa. Prosesnya tidak selalu mudah. Pada tahap awal, Liza harus mendampingi secara intens, mengulang instruksi lebih dari sekali, dan bersabar menghadapi ketakutan siswa untuk mencoba. Perlahan, perubahan mulai terlihat. Siswa yang sebelumnya hanya mengamati dari kejauhan mulai berani ikut terlibat. Ada yang awalnya sekadar memegang canting, lalu perlahan mencoba membuat garis sederhana di atas kain. “Dari sekadar memegang canting hingga mampu menyelesaikan karya sederhana, setiap proses menjadi pencapaian yang berarti,” tuturnya senyum bangga. Transformasi tak hanya terjadi pada siswa, tetapi juga pada Liza sendiri. Dari peran sebagai pengajar, Ia bertransformasi menjadi fasilitator yang lebih adaptif dan kreatif. Ia belajar memahami karakter tiap siswa, menyesuaikan ritme pembelajaran, serta membangun pendekatan yang lebih personal dan empatik. Kegiatan membatik menghadirkan suasana belajar yang lebih interaktif dan kolaboratif. Di ruang kelas, siswa memiliki kesempatan untuk mencoba, bereksplorasi, dan mengekspresikan diri dengan cara mereka sendiri. Dengan penuh ketulusan, Liza mendampingi setiap proses, bukan hanya mengajarkan teknik, tetapi menumbuhkan rasa percaya diri. “Paling mengharukan bagi saya bukan hasil batiknya,” ucap Liza lirih. “Tapi saat mereka mulai percaya bahwa mereka juga bisa. Perubahan itu memang pelan, tapi sangat berarti," jelas Liza. Program ini menghadirkan pembelajaran vokasional membatik melalui penyediaan alat dan bahan, pelatihan bagi guru, serta pendampingan dalam penerapan metode berbasis praktik. Lebih dari sekadar peningkatan keterampilan, program ini membuka ruang harapan bagi anak-anak berkebutuhan khusus untuk mengenali dan mengembangkan potensi diri mereka. Melalui program ini, PT Pertamina Hulu Rokan hadir sebagai mitra yang memperkuat peran perempuan dalam pendidikan sahabat istimewa. Sejalan dengan semangat Hari Kartini yang diperingati setiap 21 April, kisah Liza menjadi potret nyata keberanian seorang perempuan membuka jalan, sekecil apa pun, demi masa depan yang lebih setara, mandiri, dan bermakna bagi generasi yang kerap terpinggirkan. Tentang PHR Zona Rokan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan WK Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041. Daerah operasi WK Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten dan kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). WK Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.
Dari Rollerblade hingga Kairo: Bagaimana 13 Anak di RS Inspirasi Gersos Baru Smart Salary
Jakarta, katakabar.com - Smart Salary, platform HRIS dan Payroll Indonesia, bersama Decathlon Indonesia memulai sebuah inisiatif sosial berkelanjutan melalui kunjungan ke rumah singgah Mizan Amanah Cilandak Barat, Jakarta Selatan, yang dihuni tiga belas remaja putri. Kegiatan berlangsung Jumat (17/4) tersebut menjadi langkah awal membangun hubungan yang lebih bermakna dengan para penghuni rumah singgah. Bagi Smart Salary, kegiatan sosial tidak seharusnya berhenti sebagai kunjungan seremonial yang hanya menghadirkan kebahagiaan sesaat. Lebih dari itu, perusahaan percaya bahwa kontribusi sosial yang nyata hadir melalui hubungan yang terus terjaga, perhatian yang konsisten, serta ruang bagi setiap individu untuk merasa didengar dan didukung. Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang teknologi sumber daya manusia, Smart Salary meyakini nilai people-first tidak hanya relevan di lingkungan kerja, tetapi juga di tengah masyarakat. Hubungan antarmanusia, empati, dan kepedulian merupakan fondasi penting yang sejalan dengan semangat perusahaan dalam membangun solusi HR modern. Di kunjungan tersebut, para remaja putri diajak mengikuti berbagai aktivitas interaktif, termasuk sesi berbagi cerita dan menuliskan mimpi-mimpi mereka. Dari kegiatan sederhana itu, lahir banyak harapan yang menyentuh hati. Sebagian anak menuliskan cita-cita seperti ingin menjadi dokter, guru, maupun polisi. Tetapi beberapa lainnya menyampaikan mimpi yang sangat sederhana: ingin memiliki rollerblade, memelihara kucing, hingga ingin menikmati buah durian. Di sisi lain, terdapat pula mimpi besar, seperti keinginan melanjutkan pendidikan ke Kairo, Mesir, serta cita-cita menghafal juz Al Quran. Bagi Smart Salary, momen tersebut menjadi pengingat bahwa setiap anak memiliki harapan yang layak diperjuangkan. Keterbatasan keadaan hari ini tidak pernah membatasi luasnya masa depan yang dapat mereka bayangkan. “Pertemuan ini memberikan perspektif bahwa di balik sistem, software, dan teknologi yang kami bangun, pada akhirnya selalu ada manusia yang menjadi pusatnya. Di Smart Salary, kami percaya teknologi seharusnya membantu menciptakan koneksi yang lebih baik, bukan menggantikannya. Melalui pertemuan ini, kami diingatkan bahwa perhatian yang tulus dan hubungan yang terus dijaga justru dapat memberi dampak paling berarti,” ujar Ricky Halim, Brand & Communication Smart Salary. Berangkat dari pengalaman tersebut, Smart Salary tengah menyiapkan inisiatif lanjutan bertajuk Surat Sahabat, sebuah program korespondensi yang akan menghubungkan para penghuni rumah singgah dengan komunitas HR di Indonesia. Melalui kolaborasi bersama sejumlah komunitas HR, anak-anak akan memiliki kesempatan untuk bertukar cerita, menerima semangat, serta membangun koneksi dengan para profesional dari berbagai latar belakang industri. Program ini diharapkan menjadi ruang sederhana namun bermakna, di mana setiap surat yang datang dapat menghadirkan perhatian baru, sudut pandang baru, dan keyakinan bahwa mimpi mereka layak diperjuangkan. Selain melalui Program Surat Sahabat, Smart Salary juga berkomitmen untuk melanjutkan kunjungan berkala sebagai bagian dari hubungan jangka panjang dengan para penghuni rumah singgah. Kolaborasi bersama Decathlon Indonesia ini menjadi bagian dari keyakinan bahwa kontribusi sosial terbaik bukan hanya tentang memberi, tetapi tentang hadir, mendengar, dan bertumbuh bersama. “Jika bisnis dibangun melalui hubungan antarmanusia, maka kontribusi sosial pun seharusnya dimulai dari nilai yang sama. Kami percaya hubungan yang tulus, perhatian yang konsisten, dan kehadiran nyata dapat menjadi awal dari dampak yang lebih besar,” sambung Ricky Halim, Brand & Communication Smart Salary. Ke depan, Smart Salary berkomitmen untuk terus menghadirkan inisiatif sosial yang berkelanjutan dan bermakna, sejalan dengan visi perusahaan untuk menempatkan manusia sebagai pusat dari setiap pertumbuhan.
Pengalaman IIM BHM Binus @Bekasi Pengembangan Kompetensi Global
Jakarta, katakabar.com - Valencia Angela, mahasiswa Program Business Hotel Management di Binus @Bekasi, telah menunjukkan minat yang kuat bidang pastry dan bakery sejak awal perkuliahan. Minat ini ia wujudkan tidak hanya dalam pembelajaran di kelas, tetapi juga melalui partisipasi aktif dalam berbagai kompetisi kuliner, yang membantunya mengasah keterampilan teknis dan memperkuat kesiapan mental dalam menghadapi dunia profesional. Keinginan untuk memahami standar kerja di industri hospitality internasional mendorong Valencia untuk mencari pengalaman internship di luar negeri. Ia ingin melihat secara langsung bagaimana sebuah luxury hotel dijalankan dengan sistem yang terstruktur dan standar kualitas yang tinggi. Dengan persiapan matang, mulai dari peningkatan kemampuan teknis hingga menjaga performa akademik, Valencia akhirnya mendapatkan kesempatan untuk menjalani internship di sebuah hotel mewah di Hong Kong. Selama menjalani internship, tantangan terbesar yang dihadapi adalah adaptasi terhadap perbedaan bahasa, budaya kerja, serta ekspektasi profesional yang tinggi. Lingkungan kerja di luxury hotel menuntut ketelitian pada setiap detail, mulai dari rasa, tekstur, hingga tampilan produk. Ritme kerja yang cepat dan standar kualitas yang ketat mengajarkan Valencia tentang disiplin, konsistensi, dan pentingnya bekerja dalam tim besar yang terstruktur. Tetapi, pengalaman yang paling berkesan baginya tidak hanya terbatas pada pekerjaan. Di sela-sela aktivitas kerja, Valencia memanfaatkan waktu untuk mengeksplorasi kota, mempelajari budaya lokal, dan berinteraksi dengan masyarakat setempat. Pengalaman ini memperluas perspektifnya tentang keberagaman budaya dan cara pandang di berbagai negara. Valencia menyampaikan refleksinya, There is no easy job, and every profession requires sacrifice. Tetapi saat kita mendapatkan kesempatan untuk berkembang secara profesional sekaligus memperoleh international exposure dan pengalaman hidup yang berharga, itu adalah peluang yang patut dimanfaatkan. Ini bukan hanya tentang internship, tetapi tentang proses bertumbuh dan membuktikan kemampuan diri. Pengalaman ini bukan hanya membentuk kompetensinya sebagai calon profesional di bidang pastry, tetapi juga mengembangkan karakter yang lebih mandiri, tangguh, dan terbuka terhadap perbedaan. Perjalanan Valencia tidak terlepas dari dukungan Binus @Bekasi melalui berbagai program pengembangan, termasuk kompetisi, workshop, dan program internship internasional dalam skema Enrichment program. Lingkungan pembelajaran yang aplikatif dan suportif di Binus @Bekasi mempersiapkannya untuk menghadapi standar industri global dengan percaya diri. Kisah Valencia menjadi cerminan dari pentingnya pengalaman internasional dalam mengembangkan kompetensi profesional dan memperluas wawasan global.
Right System, Right Expert: Peran Strategis Sistem Informasi Bangun Proses Bisnis Berkelanjutan
Jakarta, katakabar.com - Di tengah percepatan transformasi digital, kebutuhan akan sistem yang terintegrasi dan talenta yang kompeten semakin menjadi prioritas bagi organisasi. Proses bisnis modern kini tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kehadiran ahli Sistem Informasi yang mampu mengelola dan mengoptimalkan teknologi tersebut secara strategis. Sistem informasi memainkan peran penting memastikan proses bisnis berjalan secara efisien, akurat, dan adaptif. Dengan sistem yang tepat, organisasi dapat mengelola data secara real-time, meningkatkan kualitas pengambilan keputusan, serta mengintegrasikan berbagai fungsi bisnis dalam satu ekosistem yang terhubung. Tetapi, implementasi teknologi yang optimal membutuhkan dukungan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi yang relevan. Ahli Sistem Informasi hadir sebagai penghubung antara kebutuhan bisnis dan solusi teknologi, mulai dari analisis proses bisnis hingga perancangan sistem yang sesuai dengan kebutuhan industri. Seiring dengan meningkatnya kompleksitas kebutuhan bisnis, sertifikasi profesional menjadi salah satu indikator penting dalam menjamin kualitas kompetensi. Sertifikasi seperti Business Analysis, IT Service Management, IT Governance, Enterprise Resource Planning (ERP), hingga Project Management menjadi nilai tambah yang menunjukkan kesiapan profesional dalam menghadapi tantangan dunia kerja. Menjawab kebutuhan tersebut, Binu University melalui School of Information Systems menghadirkan program pendidikan yang dirancang untuk membekali mahasiswa dengan kombinasi pengetahuan bisnis dan teknologi. Sebagai bagian dari School of Information Systems Binus University, mahasiswa mendapatkan pembelajaran yang berfokus pada pengembangan kompetensi digital yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini. Kurikulum yang diterapkan mengintegrasikan berbagai bidang strategis, seperti: Business Intelligence Enterprise Resource Planning (ERP) Digital Automation Technology User Experience (UX) Cloud Computing IT Governance Selain itu, School of Information Systems juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman nyata melalui Enrichment Program, yang mencakup magang, proyek industri, serta pembelajaran berbasis praktik. Pendekatan ini memastikan lulusan dari School of Information Systems BINUS University tidak hanya memiliki pemahaman teoritis, tetapi juga kesiapan praktis yang dibutuhkan di dunia kerja. “Dalam era digital, keberhasilan bisnis ditentukan oleh kemampuan dalam mengintegrasikan sistem yang tepat dengan talenta yang kompeten. Oleh karena itu, peran institusi pendidikan seperti School of Information Systems menjadi sangat penting dalam mencetak profesional yang siap menghadapi tantangan industri,” ujar perwakilan Binus University. Dengan komitmen untuk terus menghadirkan pendidikan yang inovatif dan adaptif, Binus University melalui School of Information Systems berperan dalam mempersiapkan generasi profesional yang mampu mendukung transformasi digital di berbagai sektor industri.
Jawab Kebutuhan Industri, Kolaborasi Kampus dan Industri Kunci Siapkan Talenta Masa Depan
Jakarta, katakabar.com - Mahasiswa didorong pahami tantangan bisnis nyata untuk menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang Di tengah percepatan transformasi industri global dari elektrivikasi hingga rantai pasok, Indonesia menghadapi satu tantangan krusial yakni memastikan talenta yang dihasilkan tidak hanya siap kerja, juga siap menghadapi kompleksitas dunia bisnis secara nyata. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dari lulusan universitas masih menjadi perhatian dengan nilai 5,39% pada tahun 2025. Sementara, laporan World Economic Forum memproyeksikan 39 persen keterampilan inti tenaga kerja akan berubah dalam lima tahun ke depan, menegaskan kesenjangan antara dunia akademik dan kebutuhan industri kian nyata. Menjawab tantangan tersebut, kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri bukan lagi pilihan tetapi kebutuhan strategis. Dari Teori ke Realitas Industri Melalui kemitraan Binus Internasional program International Business dan perusahaan Bosch di Indonesia, mahasiswa tidak hanya belajar konsep, tetapi diajak langsung membedah tantangan bisnis yang riil, mulai dari strategi adaptasi pasar lokal hingga dinamika rantai pasok industri global, antara lain: Masa Depan Mobilitas: Peralihan menuju kendaraan listrik dan hidrogen sebagai masa depan industri otomotif global termasuk di Indonesia. Strategi Adaptasi Lokal: Pentingnya pendekatan “local-for-local”, di mana produk dan strategi disesuaikan untuk menjawab permintaan unik pasar domestik. Resiliensi Rantai Pasok: Studi kasus mengenai keputusan investasi strategis, diantaranya pada industri semikonduktor, sebagai respon terhadap dinamika geopolitik dan ekonomi global. Pendekatan ini membawa mahasiswa keluar dari zona teoritis ke dalam kompleksitas pengambilan keputusan bisnis yang sesungguhnya. Bentuk Cara Berpikir Bukan Sekedar Keterampilan “Melalui inisiatif integrated project pada mata kuliah Multinational Corporation Management, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk terlibat langsung dalam memahami kompleksitas operasional perusahaan multinasional,” ujar Dr Ami Fitri Utama, Head of Program International Business BINUS International. “Pengalaman ini tidak hanya memperkaya wawasan praktis mahasiswa, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam membentuk kompetensi global mereka agar siap menghadapi tantangan dan peluang di dunia bisnis internasional,” timpal Dr Ami. Dari sisi industri, berbagi pengalaman praktis dipandang sebagai kontribusi penting untuk membangun ekosistem talenta yang kuat. Hal ini tidak hanya tentang transfer pengetahuan, tetapi juga tentang membentuk pola pikir yang tangkas dan adaptif. “Di pasar seperti Indonesia, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh inovasi, tetapi juga oleh kemampuan mengelola biaya, menjaga kualitas, dan memastikan kepatuhan terhadap standar global. Melalui kolaborasi ini, kami ingin berbagi perspektif tersebut secara langsung kepada generasi muda.” ungkap Bernard Simanjuntak, Country Sales Director Bosch Mobility Indonesia. Ia menegaskan sebagai salah satu ekonomi terbesar di Asia Tenggara, Indonesia menjadi laboratorium nyata bagi mahasiswa untuk memahami dinamika bisnis di pasar berkembang, mulai dari skala pasar, kompleksitas regulasi, hingga kebutuhan lokalisasi. Menurutnya, dalam konteks ini, kolaborasi antara Bosch dan Binus tidak hanya berkontribusi pada pendidikan, tetapi juga pada penguatan ekosistem talenta nasional yang selaras dengan kebutuhan industri masa depan. Bosch Dorong Model Kolaborasi Lebih Luas Program ini akan berlangsung hingga Juni 2026 dan akan ditutup dengan presentasi solusi inovatif dari mahasiswa terhadap tantangan industri yang diberikan. Lebih dari sekadar program akademik, inisiatif ini diharapkan menjadi model kolaborasi berkelanjutan antara dunia pendidikan dan industry, yang mampu mempercepat kesiapan talenta Indonesia sekaligus mendukung daya saing ekonomi nasional.
Mahasiswa Binus @Bekasi Perluas Wawasan Global Lewat Program Study Abroad di Turki
Bekasi, katakabar.com - Di era globalisasi, pengalaman belajar lintas negara menjadi salah satu nilai tambah penting bagi mahasiswa guna persiapkan diri hadapi dunia kerja yang semakin kompetitif. Tidak hanya memperkaya wawasan akademik, pengalaman internasional juga membentuk kemampuan adaptasi, kemandirian, serta pola pikir global yang dibutuhkan di masa depan. Sebagai bagian dari komitmen menghadirkan global experience bagi mahasiswa, Binus University melalui program Study Abroad memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk merasakan langsung sistem pembelajaran di luar negeri. Hal ini diwujudkan melalui pengalaman Sekarnindhita Dyaningsari Budoyo, mahasiswa Psikologi Binus @Bekasi, yang menjalani semester 7 di Kadir Has University, Istanbul, Turki. Kesempatan ini menjadi langkah berani bagi Sekar untuk keluar dari zona nyaman dan merasakan pengalaman belajar dalam lingkungan internasional yang berbeda, baik secara budaya maupun akademik. Selama menjalani program tersebut, Sekar menghadapi berbagai tantangan, mulai dari beradaptasi dengan lingkungan baru, perbedaan bahasa, hingga kondisi cuaca yang berbeda dari Indonesia. Tinggal jauh dari keluarga juga menjadi pengalaman yang membentuk kemandirian serta ketahanan diri dalam menghadapi situasi baru. Tetapi di balik tantangan tersebut, Sekar memperoleh pengalaman berharga yang memperluas cara pandangnya. Proses pembelajaran yang interaktif serta interaksi dengan mahasiswa dari berbagai negara memberikan perspektif baru, baik pada konteks akademik maupun kehidupan sehari-hari. “Kesempatan tidak selalu datang dua kali. Ketika peluang itu ada, kita harus siap untuk melangkah,” ujar Sekar. Pengalaman ini tidak terlepas dari dukungan Binus @Bekasi yang secara aktif mendampingi mahasiswa, mulai dari penyediaan informasi, proses administrasi, hingga pendampingan selama program berlangsung. Dukungan tersebut memastikan mahasiswa dapat menjalani pengalaman study abroad dengan optimal dan terarah. Melalui positioning sebagai kampus Business, Service, and Technology atau yang dikenal sebagai kampus BEKEN, Binus @Bekasi terus mendorong mahasiswa untuk berani mengambil peluang global, sekaligus mempersiapkan mereka menjadi individu yang adaptif, kompetitif, dan siap menghadapi tantangan dunia internasional. Dengan ekosistem pembelajaran yang terintegrasi dan jaringan global yang luas, Binus @Bekasi membuka jalan bagi mahasiswa untuk tidak hanya belajar di dalam negeri, tetapi juga merasakan pengalaman internasional yang membentuk masa depan mereka.
Pengajian Dhuha dan Tepung Tawar 45 Calon Jemaah Haji Binjai Digelar
Asisten I Setdako Binjai, Putri Syawal Br. Sembiring, mewakili Wali Kota, menghadiri pengajian dhuha yang dirangkai dengan prosesi tepung tawar bagi 45 calon jemaah haji di Masjid Al Fatih
Hublife Hadirkan Ruang Belajar Anak Lengkap Kebutuhan
Jakarta, katakabar.com - Hublife kini semakin dikenal sebagai ruang bagi orang tua dan anak untuk belajar, bermain, sekaligus memenuhi berbagai kebutuhan si kecil. Di tengah kebutuhan keluarga modern akan ruang yang nyaman, edukatif, dan praktis, Hublife hadir sebagai destinasi keluarga yang menawarkan pengalaman lengkap dalam satu tempat. Tidak hanya menjadi lifestyle hub, Hublife kini semakin dikenal sebagai ruang bagi orang tua dan anak untuk belajar, bermain, sekaligus memenuhi berbagai kebutuhan si kecil. Usung konsep family-friendly lifestyle destination, Hublife menghadirkan tenant yang mendukung aktivitas anak dari sisi edukasi, kreativitas, literasi, hingga kebutuhan harian keluarga. Salah satu daya tarik utamanya adalah Go Grow, pusat belajar dan kreativitas anak yang menghadirkan berbagai program interaktif dengan konsep play-based learning. Di sini, anak-anak dapat mengeksplorasi kemampuan motorik, kreativitas, serta keterampilan sosial melalui aktivitas yang memadukan unsur belajar dan bermain secara seimbang. Bagi orang tua yang ingin memenuhi kebutuhan fashion dan perlengkapan anak, Nice Kids menjadi pilihan yang praktis dengan ragam produk yang lengkap dan stylish. Sementara untuk kebutuhan nursery, Byoji menawarkan berbagai pilihan ranjang bayi dan perlengkapan tidur anak yang dirancang untuk menunjang kenyamanan sekaligus kebutuhan tumbuh kembang si kecil. Selain itu, pengalaman keluarga di Hublife juga semakin lengkap dengan hadirnya Wonder Bookstore, yang menyediakan beragam koleksi buku mulai dari buku anak, buku edukasi, hingga pengetahuan umum. Kehadirannya memperkuat posisi Hublife sebagai ruang yang mendukung budaya membaca sekaligus menjadi tempat quality time keluarga. “Melalui tenant yang kami hadirkan, Hublife ingin menjadi lebih dari sekadar destinasi lifestyle. Kami ingin menjadi ruang yang dekat dengan kebutuhan keluarga masa kini, di mana anak bisa belajar dan bermain dengan menyenangkan, sementara orang tua dapat menemukan berbagai kebutuhan keluarga secara praktis,” ujar Christina, Deputy GM Operations. Dengan pengalaman yang menggabungkan edukasi, eksplorasi, dan kemudahan berbelanja, Hublife menghadirkan cara baru bagi keluarga untuk menikmati waktu bersama. Satu destinasi untuk belajar, bermain, membaca, hingga melengkapi kebutuhan anak semuanya dirancang untuk membuat quality time keluarga jadi lebih bermakna.
Binus Kian Diakui Global, Sejumlah Program Studi Masuk di QS World Rankings by Subject 2026
Jakarta, katakabar.com - Binus University kembali torehkan pencapaian membanggakan di tingkat internasional melalui QS World University Rankings by Subject 2026. Capaian ini menjadi semakin istimewa karena hadir di momentum perjalanan menuju 45 tahun Binus dalam berkontribusi bagi pendidikan Indonesia, sekaligus menegaskan posisi Binus sebagai institusi yang semakin diakui secara global. Dalam pemeringkatan terbaru ini, sejumlah bidang studi Binus berhasil masuk jajaran universitas terbaik dunia, mencerminkan konsistensi Binus menghadirkan pendidikan berkualitas global yang relevan dengan perkembangan industri dan kebutuhan masa depan. Pencapaian ini menunjukkan penguatan kualitas akademik Binus di berbagai disiplin ilmu, termasuk beberapa program studi yang untuk pertama kalinya berhasil masuk dalam pemeringkatan dunia. Beberapa bidang studi Binus University yang berhasil meraih posisi dalam pemeringkatan global antara lain: · Business & Management Studies: peringkat 201–250 dunia, peringkat =1 nasional · Computer Science & Information Systems: peringkat 301–350 dunia, peringkat 2 nasional · Art & Design: peringkat 201–300 dunia (newly ranked) · Law: peringkat 251–300 dunia (newly ranked) · Accounting & Finance: peringkat 301–375 dunia (newly ranked) · Economics & Econometrics: peringkat 551–700 dunia Selain itu, dalam kategori broad subject, BINUS University juga meraih: · Social Sciences & Management: peringkat 341 dunia · Arts & Humanities: peringkat 451–500 dunia (newly ranked) Rektor BINUS University, Dr. Nelly, S.Kom., M.M., menyampaikan capaian ini menjadi momen yang sangat bermakna bagi Binus, terlebih di tahun ke 45 perjalanan kami. Kami bersyukur atas pengakuan yang diberikan melalui QS World University Rankings by Subject 2026 kepada sejumlah bidang studi di Binus. "Kehadiran beberapa program studi yang untuk pertama kalinya masuk dalam pemeringkatan dunia juga menunjukkan bahwa kualitas pendidikan dan riset BINUS semakin diakui secara internasional," ujarnya. Ia menambahkan pencapaian ini merupakan hasil dari komitmen berkelanjutan Binus menghadirkan pendidikan yang relevan dengan perkembangan global serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat. “Ke depan, kami akan terus mendorong inovasi, memperluas kolaborasi global, serta memastikan bahwa setiap lulusan BINUS memiliki kesiapan untuk berkontribusi dan bersaing di tingkat internasional. Kami juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh Binusian serta para stakeholder atas dukungan, kolaborasi, dan kepercayaan yang terus diberikan dalam perjalanan ini,” ucapnya. Pencapaian ini juga sejalan dengan visi Binus, A World-class university fostering and empowering the society in building and serving the nation. Melalui inovasi, kolaborasi global, serta penguatan pendidikan berbasis teknologi, Binus terus berupaya menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif terhadap perubahan zaman. Lebih dari sekadar pengakuan, capaian ini menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan menuju 45 tahun Binus yang terus bertransformasi menjadi institusi pendidikan berkelas dunia. Ke depan, Binus optimis untuk terus memperluas kontribusinya dalam dunia pendidikan global, serta mencetak generasi pemimpin masa depan yang siap beradaptasi dan memberikan dampak positif di berbagai sektor, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Cetak Pemimpin Masa Depan, Bank Sumut Luluskan 30 Peserta ODP
PT Bank Sumut resmi meluluskan 30 peserta Officer Development Program (ODP) hasil kolaborasi dengan Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI)