Adyatama Tour Gandeng Amazing Thailand, Tawarkan Gratis Thai Wellness Buat Wisatawan Indonesia Wisata
Wisata
Senin, 20 April 2026 | 11:20 WIB

Adyatama Tour Gandeng Amazing Thailand, Tawarkan Gratis Thai Wellness Buat Wisatawan Indonesia

Jakarta, katakabar.com - Adyatama Tour menjalin kolaborasi dengan Tourism Authority of Thailand lewat kampanye Amazing Thailand untuk menghadirkan pengalaman liburan berbasis wellness bagi wisatawan Indonesia. Melalui program ini, setiap pembelian paket tour Thailand akan mendapatkan bonus Thai massage gratis sebagai bagian dari pengalaman Thai Wellness, yang menggabungkan relaksasi dan eksplorasi budaya khas Thailand. Kolaborasi ini bertujuan menjawab tren wellness tourism yang semakin diminati, sekaligus perkuat daya tarik Thailand sebagai destinasi yang tidak hanya menawarkan keindahan alam dan kota seperti Bangkok, Pattaya, dan Phuket, tetapi juga pengalaman healing yang autentik. Didukung layanan lengkap seperti tiket pesawat, hotel, itinerary terstruktur, tour leader berbahasa Indonesia, hingga pilihan open trip dan private group, Adyatama Tour menempatkan diri sebagai partner perjalanan yang menawarkan pengalaman liburan praktis, nyaman, dan lebih bermakna. Tren wellness tourism kini semakin berkembang dan menjadi bagian penting dalam gaya hidup traveler modern. Tidak lagi sekadar berlibur, wisatawan kini mencari pengalaman yang mampu menghadirkan relaksasi sekaligus keseimbangan tubuh dan pikiran. Menjawab tren tersebut, Adyatama Tour resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Amazing Thailand, branding resmi dari Tourism Authority of Thailand (TAT). Kolaborasi ini menjadi langkah nyata dalam menghadirkan pengalaman liburan yang lebih bermakna bagi wisatawan Indonesia. Melalui kerja sama ini, Adyatama Tour tidak hanya menawarkan perjalanan ke destinasi populer di Thailand, tetapi juga menghadirkan sentuhan wellness yang menjadi identitas kuat pariwisata Negeri Gajah Putih. Thailand sendiri telah lama dikenal sebagai salah satu destinasi wellness terbaik di dunia, dengan berbagai pengalaman seperti spa tradisional, terapi herbal, hingga teknik pijat khas yang telah diwariskan secara turun-temurun. Program ini memungkinkan wisatawan Indonesia untuk merasakan langsung sisi autentik Thailand, tidak hanya dari destinasi, tetapi juga dari pengalaman budayanya. Kampanye Amazing Thailand juga semakin kuat dengan kehadiran figur global seperti Lisa, yang turut mempromosikan pesona Thailand ke dunia internasional. Hal ini semakin memperkuat daya tarik Thailand sebagai destinasi yang tidak hanya indah, tetapi juga relevan secara budaya dan lifestyle bagi generasi traveler masa kini. Perwakilan Adyatama Tour menyampaikan kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih dari sekadar wisata. “Melalui kolaborasi dengan Amazing Thailand, kami ingin menghadirkan perjalanan yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi pelanggan. Wellness menjadi bagian penting dari pengalaman liburan masa kini, dan Thailand adalah destinasi yang tepat untuk itu,” ujarnya. Dengan menggabungkan eksplorasi destinasi ikonik seperti Bangkok, Pattaya, hingga Phuket dengan pengalaman relaksasi khas Thailand, traveler kini dapat menikmati liburan yang lebih seimbang, antara petualangan dan healing. Lebih Nyaman Bersama Adyatama Tour Melalui kolaborasi dengan Tourism Authority of Thailand dalam kampanye Amazing Thailand, Adyatama Tour menghadirkan pengalaman liburan yang tidak hanya berfokus pada destinasi, tetapi juga pada sisi wellness yang menjadi bagian dari budaya Thailand. Dalam setiap paket perjalanan, pelanggan sudah termasuk tiket pesawat pulang–pergi, hotel di lokasi strategis, serta itinerary yang disusun rapi tetapi tetap memberi ruang fleksibilitas selama perjalanan. Selama trip berlangsung, wisatawan juga didampingi tour leader berbahasa Indonesia, lengkap dengan transportasi lokal dan pendampingan, sehingga perjalanan terasa lebih nyaman tanpa perlu mengatur banyak hal sendiri. Sebagai nilai tambah, setiap paket tour Thailand juga dilengkapi dengan pengalaman Thai massage, memberikan momen relaksasi khas Thailand di sela perjalanan. Adyatama Tour menyediakan pilihan open trip maupun private group yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan, baik untuk liburan pribadi, keluarga, maupun perjalanan perusahaan. Untuk informasi lebih lanjut, inspirasi perjalanan, atau konsultasi liburan gratis, kunjungi Instagram resmi @adyatamatour atau hubungi tim Adyatama Tour secara langsung.

Maharasa Gastronomy Experience Angkat Spiritualitas Pangan dan Tradisi Luhur Bali Wisata
Wisata
Kamis, 16 April 2026 | 08:16 WIB

Maharasa Gastronomy Experience Angkat Spiritualitas Pangan dan Tradisi Luhur Bali

Karangasem, katakabar.com - Program Maharasa Gastronomy Experience digelar di Desa Adat Geriana Kauh di pekan ke dua April 2026. Kegiatan ini kelanjutan dari rangkaian Maharasa sebelumnya yang digelar di Candi Ijo pada Desember 2025 lalu. Pergelaran kali ini, Maharasa angkat konsep eco-teologi Bali yang berakar pada praktik ritual Pantun Masa Padi Taun, yang menekankan hubungan harmonis antara manusia, alam, dan dimensi spiritual. Filosofi ini tercermin dalam kehidupan agraris masyarakat Bali, di mana petani memuliakan sawah sebagai ruang hidup, serta menghormati Dewi Sri sebagai simbol kesuburan dan kesejahteraan. Beras, pada konteks ini, dipandang bukan sekadar hasil pertanian, melainkan bagian dari proses sakral yang sarat nilai spiritual. Rangkaian kegiatan diawali dengan ritual Papag Segehan sebagai bentuk penyucian awal bagi peserta. Lepas itu, peserta menyaksikan atraksi Ngoncang yang dibawakan perempuan desa setempat. Atraksi ini merepresentasikan ungkapan syukur dan kebahagiaan petani perempuan pascapanen melalui gerak ritmis dan ekspresi komunal yang mencerminkan keterhubungan erat dengan alam. Peserta kemudian mengikuti prosesi Melukat, yakni ritual pembersihan diri secara spiritual menggunakan air suci. Ritual ini dimaknai sebagai upaya penyelarasan antara tubuh, pikiran, dan energi spiritual sebelum memasuki rangkaian pengalaman berikutnya. Kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke Museum Sang Hyang Dedari untuk memahami sejarah serta praktik ritual yang berkembang di desa tersebut. Peserta juga diajak menyusuri area persawahan sambil mengamati padi lokal jenis taun. Pada sesi ini, Nyoman Subrata selaku Jero Bandesa Adat Geriana Kauh memaparkan sembilan tahapan ritual pertanian yang masih dijalankan masyarakat, mulai dari sebelum masa tanam hingga pascapanen. Memasuki malam hari, sebanyak 26 peserta mengikuti Maharasa Dining Experience. Sesi ini mengedepankan praktik mindfulness dalam pengolahan dan penyajian makanan, termasuk tata cara makan dan minum secara berkesadaran sebagai bentuk penghormatan terhadap Tuhan, alam, dan sumber pangan. Di rangkaian ini, turut hadir perwakilan Bupati Karangasem, I Made Agus Budiyasa (Asisten II Pemkab. Karangasem) dan Ida Bagus Made Gunawan (Samsara Living Museum) yang memberikan pemaparan mengenai konsep Kanda Pat. Konsep ini merujuk pada empat saudara spiritual yang dipercaya menyertai manusia sejak dalam kandungan hingga akhir kehidupan. Dalam pemaparannya, dijelaskan Kanda Pat tidak hanya dimaknai secara simbolik, tetapi juga diimplementasikan dalam praktik keseharian, termasuk dalam etika makan. Aktivitas makan dipandang sebagai tindakan sakral yang melibatkan kesadaran penuh, di mana manusia tidak hanya memenuhi kebutuhan fisik, tetapi juga menghormati dimensi spiritual yang menyertainya melalui sikap hening, rasa syukur, dan persembahan. Setelah rangkaian santap malam, peserta menyaksikan ritual sakral Sang Hyang Jaran Gading. Ritual ini menampilkan kondisi trans sebagai media spiritual yang dipercaya memiliki fungsi perlindungan serta menjaga keseimbangan energi dalam kehidupan masyarakat. Maharasa dihadirkan sebagai upaya mereaktualisasi nilai-nilai leluhur Nusantara melalui pendekatan gastronomi. Program ini mendorong refleksi atas peran budaya dalam membangun hubungan yang lebih selaras antara manusia, Tuhan, dan alam. “Banyak sekali hal baru yang dipelajari. Di Maharasa dan desa ini, kita melihat Bali dari sisi yang berbeda. Ini sangat menyentuh. Alamnya, orang-orangnya, dan budayanya, inilah Bali yang sesungguhnya,” kata Winnie, peserta Maharasa asal Singapura. Ke depan, kegiatan serupa Maharasa direncanakan akan terus diselenggarakan di Desa Adat Geriana Kauh untuk memastikan budaya terus dilestarikan dan masyarakat luas dapat belajar dari kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun, mulai dari nilai spiritual, praktik hidup berkesadaran, hingga harmoni antara manusia, alam, dan tradisi sebagai inspirasi dalam membangun kehidupan yang lebih berkelanjutan, dan bermakna di masa kini.

byFood dan KOKUBU Luncurkan Tur Eksklusif Pabrik Sake Wisatawan Internasional Wisata
Wisata
Rabu, 15 April 2026 | 13:07 WIB

byFood dan KOKUBU Luncurkan Tur Eksklusif Pabrik Sake Wisatawan Internasional

Tokyo, katakabar.com - Pengalaman budaya langka yang menggabungkan pabrik sake berusia 200 tahun, kuliner hasil karya koki, dan penceritaan yang mendalam. Seiring meningkatnya kunjungan wisata internasional ke Jepang hingga mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya, sebuah pengalaman premium baru mengajak para pelancong global untuk menjelajahi Jepang melalui salah satu tradisi budayanya yang paling ikonik: sake. Tablecross Inc., perusahaan di balik platform wisata kuliner global byFood, telah bermitra dengan KOKUBU Group Corp., salah satu distributor makanan dan minuman paling bersejarah di Jepang, untuk meluncurkan perjalanan eksklusif ke pabrik sake yang dirancang untuk pengunjung internasional yang mencari pengalaman budaya yang lebih mendalam. Kini tersedia melalui byFood, pengalaman istimewa ini memungkinkan para tamu untuk memasuki pabrik bir berusia 200 tahun, bertemu dengan para perajin di balik minuman paling terkenal di Jepang, dan menikmati paduan kuliner mewah yang dibuat oleh koki sushi ternama. Pengalaman ini kali pertama diujicobakan pada November 2025 di Tamura Sake Brewery, sebuah pabrik sake bersejarah yang didirikan pada tahun 1822 di Fussa, Tokyo, di mana para peserta menggambarkan tur tersebut sebagai "salah satu pengalaman budaya paling otentik di Jepang." Mengapa pengalaman ini menarik perhatian global? Pariwisata mancanegara di Jepang telah memasuki era pertumbuhan baru. Pada 2025 lalu, negara ini menyambut 42,7 juta pengunjung internasional, melampaui angka 40 juta wisatawan untuk pertama kalinya dalam sejarah. Pengeluaran wisatawan juga mencapai rekor 9,5 triliun yen, mencerminkan permintaan yang kuat untuk wisata pengalaman dan wisata budaya yang mendalam. Di saat yang sama, minat terhadap sake Jepang berkembang pesat di seluruh dunia. Menurut Badan Pajak Nasional Jepang, ekspor minuman beralkohol Jepang melonjak pada tahun 2024, dengan ekspor sake tumbuh sebesar 106 persen baik dalam nilai maupun volume. Akibatnya, wisatawan internasional semakin mencari pengalaman yang melampaui sekadar melihat-lihat mencari kesempatan untuk memahami keahlian, filosofi, dan warisan di balik budaya kuliner Jepang. Program baru ini dirancang khusus untuk memenuhi permintaan tersebut. Perjalanan menyelami budaya sake Pengalaman ini dikembangkan bekerja sama dengan IRIS Inc., sebuah perusahaan yang dikenal karena merancang tur sake yang berfokus pada penceritaan dan interpretasi budaya. Alih-alih sekadar menjelaskan teknik pembuatan sake, program ini mengeksplorasi peran budaya sake yang lebih dalam hubungannya dengan spiritualitas Jepang, tradisi musiman, dan kehidupan komunitas. Para tamu mengunjungi Pabrik Sake Tamura, yang bangunan bersejarahnya terdaftar sebagai warisan budaya nasional, mewakili lebih dari dua abad keahlian. Selama tur, pengunjung berjalan-jalan di sekitar area pabrik bir, mempelajari proses pembuatan bir yang rumit, dan menemukan filosofi yang telah membimbing pabrik bir ini selama beberapa generasi. Pengalaman ini diakhiri dengan sesi mencicipi sake yang dipandu, disesuaikan dengan preferensi dan tingkat pengetahuan setiap tamu tentang sake. Paduan kuliner koki sushi ternama Salah satu elemen paling khas dari program ini adalah kolaborasi kulinernya dengan Sushi Udatsu, sebuah restoran sushi terkenal yang terletak di distrik Nakameguro, Tokyo. Chef Hisashi Udatsu menyiapkan makan siang yang dirancang khusus di tempat pembuatan sake, memadukan sake khas Tamura Brewery dengan hidangan yang terinspirasi dari sushi tradisional Edomae. Hasilnya adalah kesempatan langka untuk mengeksplorasi hubungan antara masakan Jepang, kerajinan tangan, dan budaya sake dalam satu lingkungan yang imersif. Sorotan pengalaman Pengalaman di Pabrik Sake Berkualitas Tinggi meliputi: • Upacara penyambutan yang diselenggarakan oleh pabrik bir. • Tur berpemandu pribadi ke pabrik bir bersejarah • Bercerita tentang tradisi sake • Sesi mencicipi sake yang dipersonalisasi • Makan siang premium dipadukan dengan sake pilihan • Botol sake dengan label khusus sebagai suvenir Halaman pengalaman https://www.byfood.com/experiences/tokyo-signature-sake-journey-46701 Memperluas pariwisata sake di seluruh Jepang Tablecross Inc. dan KOKUBU Group Corp. berencana untuk memperluas program ini dengan berkolaborasi dengan pabrik sake di seluruh Jepang. Dengan menghubungkan para wisatawan dengan orang-orang, cerita, dan tradisi di balik produksi sake regional, inisiatif ini bertujuan untuk mendukung pabrik sake lokal sekaligus mendorong pariwisata di luar kota-kota besar Jepang. Tentang byFood byFood adalah platform global yang didedikasikan untuk berbagi budaya kuliner Jepang dengan dunia. Melalui byFood, wisatawan internasional dapat memesan pengalaman kuliner, memesan restoran, dan menemukan produk makanan Jepang langsung dari produsen lokal. Situs web https://www.byfood.com/ YouTube https://www.youtube.com/@JapanbyFood

Tren Pariwisata Seririt Bali: Destinasi Tenang di Bali Utara Mulai Menarik Perhatian Wisatawan Wisata
Wisata
Minggu, 12 April 2026 | 20:00 WIB

Tren Pariwisata Seririt Bali: Destinasi Tenang di Bali Utara Mulai Menarik Perhatian Wisatawan

Bali, katakabar.com - Di tengah tingginya aktivitas pariwisata di kawasan Bali Selatan, sejumlah wilayah di Bali Utara mulai menunjukkan perkembangan yang semakin terlihat. Salah satu kawasan yang mulai menarik perhatian wisatawan adalah Seririt, sebuah kecamatan pesisir di Kabupaten Buleleng yang dikenal dengan suasana lebih tenang serta akses menuju berbagai destinasi alam di wilayah utara Pulau Bali. Perkembangan ini sejalan dengan tren peningkatan kunjungan wisatawan di Kabupaten Buleleng. Berdasarkan laporan analisis pasar pariwisata daerah, jumlah kunjungan wisatawan ke Buleleng pada 2023 mencapai sekitar 800.949 kunjungan, meningkat sekitar 12,15 persen dibandingkan dengan 2022 yang tercatat 703.642 kunjungan. Sementara, data kunjungan destinasi wisata yang dirilis pemerintah daerah menunjukkan bahwa pada Januari 2025 jumlah kunjungan wisatawan mencapai 99.966 orang, meningkat sekitar 35 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencatat 73.699 kunjungan. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Buleleng juga mencatat bahwa sektor pariwisata di wilayah ini terus berkembang seiring meningkatnya aktivitas ekonomi terkait akomodasi, transportasi, dan jasa pariwisata. Pergeseran Minat Wisatawan ke Bali Utara Sejumlah pelaku industri pariwisata menilai bahwa peningkatan minat terhadap Bali Utara dipengaruhi oleh perubahan preferensi wisatawan yang kini mencari destinasi dengan suasana lebih santai dan autentik. “Wisatawan sekarang banyak yang mencari pengalaman yang lebih tenang dan tidak terlalu padat. Bali Utara menawarkan karakter tersebut,” ujar Ketut selaku Hotel Manager Liberta Home Seririt di kawasan Buleleng. Jika kawasan selatan Bali dikenal dengan kehidupan wisata yang lebih ramai, Bali Utara menawarkan lanskap berbeda berupa pantai yang relatif lebih sepi, desa tradisional, serta lingkungan alam yang masih cukup terjaga. Seririt Bagian dari Jalur Wisata Bali Utara Secara geografis, Seririt berada di jalur pesisir barat Kabupaten Buleleng dan menjadi salah satu titik penghubung menuju sejumlah destinasi wisata di Bali Utara, termasuk kawasan Lovina yang dikenal sebagai wisata lumba-lumba. Wilayah ini juga memiliki karakter desa pesisir yang masih mempertahankan kehidupan lokal masyarakat, mulai dari aktivitas nelayan hingga pertanian di wilayah perbukitan di sekitarnya. Kabupaten Buleleng sendiri merupakan wilayah terluas di Bali dengan luas sekitar 1.322 kilometer persegi, yang menjadikan kawasan ini memiliki potensi besar dalam pengembangan wisata berbasis alam dan budaya. Perkembangan Akomodasi di Kawasan Seririt Seiring meningkatnya kunjungan wisatawan ke Bali Utara, perkembangan akomodasi di sekitar Seririt juga mulai terlihat, meskipun sebagian besar masih berskala kecil. Berbeda dengan kawasan wisata utama di Bali Selatan yang didominasi oleh hotel besar dan resor, akomodasi di wilayah ini umumnya berupa homestay, vila kecil, maupun penginapan skala menengah yang menyesuaikan dengan karakter lingkungan setempat. Salah satu contoh akomodasi yang hadir di kawasan ini adalah Liberta Home Seririt, yang menawarkan konsep penginapan sederhana dengan jumlah kamar terbatas. Kehadiran penginapan seperti ini menjadi bagian dari perkembangan pariwisata lokal yang cenderung tumbuh secara bertahap dan mengikuti kebutuhan wisatawan yang mencari suasana lebih tenang. Potensi dan Tantangan Pengembangan Meski menunjukkan tren pertumbuhan, pengembangan pariwisata Bali Utara masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait aksesibilitas dan jarak tempuh dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Denpasar. Namun, bagi sebagian wisatawan, jarak tersebut justru memberikan pengalaman berbeda dari Bali yang lebih dikenal secara global. Kawasan seperti Seririt menawarkan perjalanan dengan ritme yang lebih santai, dengan lanskap pesisir dan desa yang masih relatif alami. Dengan tren kunjungan wisatawan yang terus meningkat serta potensi alam yang dimiliki wilayah Buleleng, Seririt diperkirakan akan semakin dikenal sebagai salah satu bagian dari perkembangan destinasi wisata Bali Utara dalam beberapa tahun mendatang.

LRT Jabodebek Perkuat Integrasi Antarmoda dan Akses ke Destinasi Wisata Wisata
Wisata
Selasa, 24 Maret 2026 | 20:13 WIB

LRT Jabodebek Perkuat Integrasi Antarmoda dan Akses ke Destinasi Wisata

Jakarta, katakabar.com - LRT Jabodebek jadi pilihan transportasi masyarakat selama Lebaran 2026 dengan konektivitas antarmoda yang luas dan akses langsung ke destinasi wisata serta pusat aktivitas di Jabodebek. Stasiun Dukuh Atas menjadi yang paling ramai dengan 30.086 pengguna naik dan 32.599 pengguna turun. LRT Jabodebek memperkuat perannya sebagai penghubung mobilitas masyarakat selama libur Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, dengan menghadirkan konektivitas antarmoda yang luas serta akses langsung ke berbagai destinasi wisata dan pusat aktivitas di wilayah Jabodebek. Di tengah meningkatnya pergerakan masyarakat untuk bersilaturahmi dan berwisata, LRT Jabodebek menjadi pilihan transportasi yang menghubungkan berbagai kawasan strategis secara efisien tanpa ketergantungan pada kendaraan pribadi. Melalui integrasi langsung dengan berbagai moda transportasi utama seperti KRL Commuter Line, KA Bandara, Kereta Cepat Whoosh, MRT Jakarta, TransJakarta, hingga Terminal Kampung Rambutan. Selain itu, LRT Jabodebek juga memberikan kemudahan akses menuju beragam destinasi selama libur Lebaran, seperti Taman Mini Indonesia Indah (TMII), serta kawasan bisnis dan gaya hidup di Kuningan, Rasuna Said, dan Setiabudi. Berbagai pusat perbelanjaan, area kuliner, dan ruang publik di sepanjang lintasan turut menjadi bagian dari ekosistem mobilitas yang dilayani LRT Jabodebek. Manager of Public Relations LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, menuturkan LRT Jabodebek tidak hanya melayani perjalanan harian, tetapi juga menjadi solusi mobilitas masyarakat untuk menikmati libur Lebaran. “Integrasi antarmoda dan kemudahan akses ke berbagai destinasi memungkinkan masyarakat bepergian dengan lebih efisien, nyaman, dan terhindar dari kemacetan,” ujarnya. Selama periode 21 hingga 23 Maret 2026, sejumlah stasiun mencatat volume pengguna yang signifikan, khususnya pada stasiun-stasiun yang memiliki konektivitas tinggi dan akses ke pusat aktivitas, dengan rincian: - Stasiun Dukuh Atas: 30.086 pengguna naik dan 32.599 pengguna turun - Stasiun Harjamukti: 19.237 pengguna naik dan 19.330 pengguna turun - Stasiun Cikoko: 14.693 pengguna naik dan 13.891 pengguna turun - Stasiun Bekasi Barat: 14.552 pengguna naik dan 15.366 pengguna turun - Stasiun Jatimulya: 11.132 pengguna naik dan 11.156 pengguna turun - Stasiun TMII: 8.679 pengguna naik dan 8.346 pengguna turun - Stasiun Cawang: 8.586 pengguna naik dan 7.256 pengguna turun - Stasiun Jatibening Baru: 6.395 pengguna naik dan 6.156 pengguna turun - Stasiun Rasuna Said: 4.306 pengguna naik dan 4.825 pengguna turun - Stasiun Kampung Rambutan: 3.402 pengguna naik dan 2.973 pengguna turun Data tersebut menunjukkan tingginya pemanfaatan LRT Jabodebek sebagai moda transportasi yang terintegrasi dan mampu menjangkau berbagai titik tujuan masyarakat selama periode libur Lebaran. Dengan dukungan konektivitas yang luas serta kemudahan akses menuju berbagai pusat aktivitas dan destinasi wisata, LRT Jabodebek terus memperkuat perannya sebagai bagian dari ekosistem transportasi publik modern di wilayah Jabodebek. Komitmen ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk beralih ke transportasi publik yang lebih efisien, nyaman, dan berkelanjutan.

Antisipasi Lalin Wisata Idul Fitri 1447H, JTT Pastikan Kesiapan Layanan di Ruas Tol Surabaya–Gempol Wisata
Wisata
Sabtu, 21 Maret 2026 | 18:10 WIB

Antisipasi Lalin Wisata Idul Fitri 1447H, JTT Pastikan Kesiapan Layanan di Ruas Tol Surabaya–Gempol

Surabaya, katakabar.com - PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) memastikan kesiapan layanan operasional di Ruas Jalan Tol Surabaya–Gempol (Surgem) dalam mengantisipasi peningkatan volume lalu lintas pada periode libur dan wisata Idul Fitri 1447 Hijriah Tahun 2026 Masehi. Ruas tol ini jalur strategis yang menghubungkan Kota Surabaya dengan sejumlah destinasi wisata di wilayah Jawa Timur seperti Pasuruan, Malang, serta kawasan wisata Gunung Bromo yang diperkirakan akan mengalami peningkatan mobilitas masyarakat selama periode libur Idul Fitri 1447 Hijriah Tahun 2026 Masehi. Berdasarkan pantauan data lalu lintas, JTT memprediksi puncak arus mudik Idul Fitri tahun ini di Gerbang Tol (GT) Kejapanan akan terjadi pada H+1 atau Minggu (22/03) dengan volume kendaraan mencapai 44.431 kendaraan. Sementara itu, pada Kamis (19/03) volume kendaraan sudah mencapai sebanyak 26.605 kendaraan telah melintas di Ruas Jalan Tol Surabaya–Gempol melalui GT Kejapanan. Angka tersebut meningkat 24,81% dibandingkan lalu lintas normal sebanyak 21.316 kendaraan, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang periode libur Idulfitri 1447H/2026. Vice President Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paallo, menjelaskan JTT telah menyiapkan berbagai langkah strategis guna memastikan pelayanan jalan tol tetap optimal bagi para pengguna jalan. “JTT memastikan seluruh aspek operasional di Ruas Jalan Tol Surabaya–Gempol dalam kondisi siap melayani pengguna jalan selama periode libur Idulfitri. Berbagai kesiapan telah kami lakukan mulai dari kesiapan petugas operasional, armada layanan lalu lintas, hingga optimalisasi sarana dan prasarana jalan tol guna mendukung kelancaran perjalanan masyarakat,” ulas Ria. Untuk mendukung kelancaran lalu lintas, ujarnya, JTT siagakan berbagai armada layanan jalan tol di ruas Surabaya–Gempol yang terdiri dari kendaraan layanan jalan tol, ambulans, kendaraan rescue, derek, unit Patroli Jalan Raya (PJR), serta kendaraan pengamanan yang bersiaga selama 24 jam guna memberikan respons cepat apabila terjadi gangguan di jalan tol. "Pemantauan kondisi lalu lintas juga dilakukan secara intensif melalui sistem pengawasan yang terintegrasi dengan 84 titik CCTV dan 14 titik Dynamic Message Sign (DMS) yang dikendalikan melalui Jasamarga Traffic Information Center (JMTIC) Wilayah Timur," ucapnya. Selain itu, terangnya, JTT juga memastikan kesiapan fasilitas Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) yang berada di KM 754A dan KM 753B. Rest area tersebut dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung bagi pengguna jalan seperti area parkir kendaraan, SPBU, SPKLU, Toilet, tempat ibadah, fasilitas ATM, minimarket, serta area komersial dan UMKM yang dapat dimanfaatkan pengguna jalan untuk beristirahat selama perjalanan. Sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas infrastruktur, JTT juga melakukan berbagai kegiatan preservasi jalan tol guna memastikan kondisi jalan tetap prima. Upaya tersebut dilakukan melalui monitoring kondisi cuaca dan potensi genangan, inspeksi rutin saluran drainase, serta penanganan lubang jalan secara cepat oleh tim patching apabila ditemukan kerusakan pada permukaan jalan. Tidak cuma itu, dilakukan pula pemeliharaan sarana perlengkapan jalan tol seperti rambu, marka jalan, guardrail, serta pembersihan dan pemangkasan vegetasi di sekitar jalan tol guna menjaga keselamatan pengguna jalan. Guna mendukung pelayanan selama periode Idul Fitri 1447 Hijriah Tahun 2026 Masehi, JTT juga siapkan posko pengamanan terpadu yang berada di beberapa titik strategis seperti Rest Area KM 754A, Rest Area KM 753B, Gerbang Tol Sidoarjo 2, serta Gerbang Tol Kejapanan. Posko ini berfungsi sebagai pusat koordinasi layanan serta informasi bagi pengguna jalan selama periode arus mudik dan arus wisata Idulfitri. JTT mengimbau kepada seluruh pengguna jalan yang akan melakukan perjalanan selama periode libur Idulfitri agar dapat merencanakan perjalanan dengan baik, memastikan kondisi pengemudi dan kendaraan dalam keadaan prima, menjaga jarak aman, mematuhi rambu lalu lintas, serta memastikan kecukupan saldo uang elektronik sebelum memasuki jalan tol. Untuk memperoleh informasi lalu lintas terkini, pengguna jalan dapat mengakses aplikasi Travoy, menghubungi One Call Center Jasa Marga di nomor 133, serta memantau media sosial resmi PT Jasamarga Transjawa Tol.

Tren Wisata, Kuliner Laut dan Perkembangan Akomodasi di Selatan Pulau Dewata Wisata
Wisata
Selasa, 17 Maret 2026 | 18:11 WIB

Tren Wisata, Kuliner Laut dan Perkembangan Akomodasi di Selatan Pulau Dewata

Bali, katakabar.com - Pariwisata Jimbaran di Bali terus menunjukkan perkembangan seiring meningkatnya kembali kunjungan wisatawan ke Pulau Dewata. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kedatangan wisatawan mancanegara ke Bali mencapai ratusan ribu setiap bulan sepanjang akhir 2025 hingga awal 2026, yang turut mendorong aktivitas wisata di kawasan selatan Bali, termasuk Jimbaran. Destinasi yang awalnya dikenal sebagai desa nelayan ini kini berkembang menjadi kawasan wisata dengan daya tarik pantai yang relatif tenang, wisata kuliner seafood di Teluk Jimbaran, serta berbagai pilihan akomodasi dari resort hingga hotel butik. Perubahan tren wisatawan yang semakin mencari pengalaman lokal juga turut mendorong aktivitas seperti kunjungan ke pasar ikan tradisional dan eksplorasi kuliner setempat. Tetapi, perkembangan pariwisata juga diiringi tantangan seperti pengelolaan lingkungan pesisir dan sampah laut, sehingga keseimbangan antara pertumbuhan industri wisata, dan keberlanjutan lingkungan menjadi faktor penting bagi masa depan pariwisata Jimbaran. Jadi, kawasan Jimbaran di Kabupaten Badung semakin menunjukkan peran penting perkembangan pariwisata Bali. Destinasi pesisir yang terletak sekitar 20 menit dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai ini dikenal dengan suasana pantai yang relatif lebih tenang dibandingkan dengan kawasan wisata populer seperti Kuta atau Seminyak. Dalam beberapa tahun terakhir, pariwisata Jimbaran Bali berkembang tidak hanya sebagai destinasi pantai, tetapi juga sebagai kawasan wisata kuliner laut dan akomodasi dengan berbagai pilihan konsep, mulai dari resort hingga hotel butik. Perkembangan destinasi seperti Jimbaran tidak terlepas dari meningkatnya kunjungan wisatawan ke Bali secara keseluruhan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali mencatat jumlah wisatawan mancanegara yang datang langsung ke Bali pada Desember 2025 mencapai 572.668 kunjungan, meningkat sekitar 18,48 persen dibandingkan November 2025 yang tercatat 483.364 kunjungan. Di awal tahun berikutnya terjadi fluktuasi. BPS mencatat kedatangan wisatawan mancanegara pada Januari 2026 sebesar 502.205 kunjungan, mengalami penurunan secara bulanan dibandingkan dengan Desember 2025. Menurut Kepala BPS Bali, Agus Gede Hendrayana Hermawan, perubahan jumlah kunjungan tersebut merupakan dinamika musiman yang umum terjadi dalam industri pariwisata. “Kedatangan wisman Januari 2026 tercatat 502.205 kunjungan, turun dari bulan sebelumnya dan juga dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,” ujar Agus dalam keterangan resmi BPS. Meski mengalami fluktuasi, Bali tetap menjadi destinasi utama wisatawan internasional ke Indonesia. Secara historis, Jimbaran merupakan desa nelayan tradisional yang berkembang menjadi kawasan wisata seiring pertumbuhan pariwisata Bali dan pembangunan Bandara Ngurah Rai. Saat ini, Jimbaran dikenal luas sebagai pusat wisata kuliner seafood di Bali, terutama di kawasan Teluk Jimbaran dan Kedonganan yang dipenuhi restoran tepi pantai. Pantai Jimbaran sendiri memiliki garis pantai berpasir putih dengan ombak yang relatif tenang, menjadikannya destinasi populer bagi wisata keluarga maupun pasangan yang mencari suasana lebih santai. Selain restoran seafood, aktivitas wisata yang banyak dilakukan di kawasan ini, antara lain menikmati matahari terbenam di Pantai Jimbaran, mengunjungi Pasar Ikan Kedonganan, wisata budaya di pura sekitar Bukit Peninsula, perjalanan ke destinasi populer seperti Uluwatu dan Nusa Dua Kombinasi antara wisata kuliner, pantai, dan akses yang dekat ke bandara menjadikan Jimbaran salah satu kawasan yang terus berkembang dalam peta pariwisata Bali. Kurun beberapa tahun terakhir, tren perjalanan wisata ke Bali juga mengalami perubahan. Wisatawan semakin mencari pengalaman yang lebih autentik, termasuk eksplorasi kuliner lokal dan aktivitas yang dekat dengan kehidupan masyarakat setempat. Riset industri perjalanan menunjukkan lebih dari 80 persen wisatawan Australia mempertimbangkan pengalaman kuliner saat memilih destinasi wisata, sehingga mendorong meningkatnya minat terhadap pasar ikan tradisional dan restoran lokal di kawasan seperti Jimbaran. Tren ini mendorong berkembangnya berbagai bentuk akomodasi yang menawarkan pengalaman lebih lokal, termasuk vila, hotel butik, dan penginapan yang berada dekat dengan pusat aktivitas masyarakat. Di sisi lain, pertumbuhan pariwisata Bali juga dihadapkan pada sejumlah tantangan, terutama terkait pengelolaan lingkungan pesisir. Beberapa pantai di Bali, termasuk kawasan Jimbaran, kerap menghadapi fenomena sampah kiriman dari laut, terutama pada musim hujan antara Oktober sampai Maret. Pemerintah daerah dan berbagai organisasi lingkungan saat ini terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan pengelolaan sampah serta menjaga kualitas destinasi wisata. Akomodasi Wisata di Jimbaran Seiring meningkatnya aktivitas wisata, kawasan Jimbaran juga memiliki beragam pilihan akomodasi yang melayani berbagai segmen wisatawan. Mulai dari resor internasional yang menghadap langsung ke Teluk Jimbaran hingga hotel skala menengah dan penginapan butik yang lebih sederhana. Beberapa properti juga menawarkan konsep penginapan yang dekat dengan aktivitas wisata lokal, salah satunya adalah Liberta Hotel Jimbaran, yang menjadi salah satu opsi akomodasi di kawasan tersebut dengan akses yang relatif dekat ke bandara maupun sejumlah destinasi di selatan Bali. Dengan kombinasi antara pantai yang tenang, wisata kuliner seafood, serta akses strategis dari bandara, Jimbaran tetap menjadi salah satu kawasan yang berkembang dalam industri pariwisata Bali. Ke depan, keseimbangan antara pertumbuhan pariwisata, pelestarian lingkungan, serta keterlibatan masyarakat lokal diperkirakan akan menjadi faktor penting dalam menjaga daya tarik Jimbaran sebagai destinasi wisata pesisir di Pulau Dewata.

Pariwisata Malioboro Saat Ramadhan dan Lebaran: Tren Wisata Kota dan Alternatif Berbasis Komunitas Wisata
Wisata
Jumat, 13 Maret 2026 | 23:08 WIB

Pariwisata Malioboro Saat Ramadhan dan Lebaran: Tren Wisata Kota dan Alternatif Berbasis Komunitas

Yogyakarta, katakabar.com - Kawasan Malioboro kembali menjadi salah satu pusat aktivitas wisata di Yogyakarta selama periode Ramadhan 1447 Hijriah Tahun 2025 Masehi hingga libur Lebaran. Selain dikenal sebagai ikon wisata kota, kawasan ini juga menjadi titik pertemuan berbagai aktivitas budaya, kuliner, dan ekonomi kreatif yang meningkat signifikan menjelang hari raya. Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta mencatat periode libur Lebaran secara konsisten menjadi salah satu puncak kunjungan wisatawan ke wilayah ini. Data dari Dinas Pariwisata DIY menunjukkan bahwa pada masa libur Lebaran beberapa tahun terakhir, jumlah wisatawan yang datang ke Yogyakarta dapat mencapai ratusan ribu hingga lebih dari satu juta orang dalam satu periode liburan, dengan Malioboro menjadi salah satu destinasi yang paling ramai dikunjungi. Menurut Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo, kawasan Malioboro memiliki daya tarik yang relatif stabil bagi wisatawan domestik sebab lokasinya yang strategis? serta keberadaan berbagai fasilitas wisata di sekitarnya. “Malioboro tetap menjadi magnet wisatawan ketika datang ke Yogyakarta, terutama saat musim libur panjang seperti Lebaran, karena kawasan ini mudah diakses dan memiliki banyak aktivitas wisata dalam satu area,” ujarnya lewat keterangan kepada media. Kurun beberapa tahun terakhir, kawasan Malioboro mengalami penataan yang cukup signifikan. Relokasi pedagang kaki lima ke Teras Malioboro serta pengaturan jalur pedestrian membuat kawasan ini lebih ramah bagi pejalan kaki. Wisatawan yang datang ke Malioboro umumnya melakukan aktivitas sederhana seperti berjalan kaki di sepanjang Jalan Malioboro, mengunjungi pasar tradisional seperti Pasar Beringharjo, menikmati kuliner malam, hingga berfoto di titik-titik ikonik seperti Titik Nol Kilometer dan Tugu Yogyakarta. Selama bulan Ramadhan, kawasan ini juga memiliki suasana yang berbeda. Menjelang waktu berbuka puasa, sejumlah pedagang kuliner musiman muncul di sekitar Malioboro dan kawasan sekitarnya, menawarkan berbagai makanan tradisional yang menjadi bagian dari tradisi berbuka puasa masyarakat Yogyakarta. Di malam hari, aktivitas wisata biasanya berlanjut dengan wisata kuliner dan pertunjukan seni jalanan yang kerap muncul di sekitar kawasan tersebut. Tren Wisata Lebaran di Yogyakarta Selain Malioboro, wisatawan yang datang ke Yogyakarta pada periode Lebaran biasanya juga mengunjungi berbagai destinasi populer seperti kawasan Keraton Yogyakarta, Taman Sari, hingga desa wisata di wilayah Sleman dan Bantul. Terapi beberapa tahun terakhir, tren wisata di Yogyakarta juga mulai bergerak ke arah pengalaman yang lebih personal dan berbasis komunitas. Wisatawan tidak hanya mencari tempat wisata populer, tetapi juga kegiatan yang memberi pengalaman langsung dengan kehidupan masyarakat setempat. Salah satu bentuk wisata alternatif yang berkembang di Yogyakarta adalah wisata susur gang, yang memperkenalkan sisi kota melalui lorong-lorong kecil, kampung tua, dan cerita sejarah lokal. Beberapa komunitas yang aktif mengembangkan kegiatan ini antara lain: Gang-Gangan, yang mengajak peserta menjelajahi gang-gang kecil di pusat kota sambil mendengar cerita sejarah kawasan kampung. Mlampah Ziarah, yang memadukan perjalanan kaki dengan narasi sejarah tokoh dan situs budaya di Yogyakarta. Walk The Past, komunitas tur sejarah yang fokus pada kisah masa lalu kota melalui rute-rute bersejarah. Alon Mlampah, yang menawarkan tur jalan kaki santai untuk mengenal kehidupan masyarakat dan dinamika ruang kota. Kegiatan ini biasanya dilakukan dalam kelompok kecil sehingga peserta dapat lebih memahami cerita lokal yang jarang ditemukan dalam tur wisata konvensional. Selain tur sejarah, wisata berbasis komunitas juga berkembang melalui kegiatan eksplorasi kuliner lokal. Salah satu komunitas yang cukup aktif adalah Krida Kuliner, yang kerap mengadakan tur kuliner tradisional di berbagai sudut kota Yogyakarta. Kegiatan ini biasanya mengajak peserta mencicipi makanan khas lokal sekaligus mengenal cerita di balik warung atau pedagang legendaris. Bagi wisatawan yang datang saat libur Lebaran, kegiatan semacam ini dapat menjadi alternatif untuk menikmati kuliner Yogyakarta dengan pendekatan yang lebih kontekstual, sekaligus mendukung pelaku usaha kecil di tingkat lokal. Sebagai pusat wisata kota, kawasan Malioboro memiliki berbagai pilihan akomodasi, mulai dari hotel skala besar hingga penginapan kecil yang berada di sekitar pusat kota. Kedekatan kawasan ini dengan berbagai objek wisata utama membuat banyak wisatawan memilih menginap di area sekitar Malioboro agar lebih mudah menjangkau berbagai destinasi. Salah satu hotel yang berada di kawasan tersebut adalah Liberta Malioboro, yang menjadi salah satu opsi akomodasi di sekitar pusat wisata kota dengan akses yang relatif dekat ke Malioboro, Stasiun Tugu, serta sejumlah destinasi budaya di Yogyakarta. Meski kunjungan wisatawan meningkat setiap tahun, sejumlah pihak menilai pentingnya pengelolaan pariwisata kota yang tetap memperhatikan kenyamanan ruang publik dan keberlanjutan budaya lokal. Pengembangan wisata berbasis komunitas, seperti tur susur gang dan eksplorasi kuliner tradisional, dinilai dapat menjadi salah satu cara untuk memperluas pengalaman wisata sekaligus menyebarkan manfaat ekonomi ke berbagai kampung di Yogyakarta.

Dollar Melambung, Wisatawan Domestik Kompak Incar Liburan di Dalam Negeri Wisata
Wisata
Jumat, 13 Maret 2026 | 19:16 WIB

Dollar Melambung, Wisatawan Domestik Kompak Incar Liburan di Dalam Negeri

Jakarta, katakabar.com - Menjelang musim libur panjang lebaran tahun ini, terjadi pergeseran tren yang signifikan di kalangan wisatawan nusantara. Faktor utama yang mengubah peta perjalanan masyarakat Indonesia adalah ketidakstabilan ekonomi global yang menyebabkan nilai tukar dolar AS terhadap rupiah tembus angka Rp17.000. Para pelancong lokal kini kompak mengalihkan incaran liburan mereka ke berbagai destinasi domestik sebagai alternatif untuk bepergian ke destinasi internasional. Fenomena ini tidak hanya dipicu oleh mahalnya biaya liburan ke luar negeri akibat pelemahan Rupiah, tetapi juga diperparah oleh situasi geopolitik yang memanas di kawasan Timur Tengah. Konflik yang masih berlanjut di sana turut menyumbang kekhawatiran dan menurunkan minat masyarakat untuk berpergian ke luar negeri. Situasi ini diperburuk dengan adanya laporan sejumlah maskapai penerbangan internasional yang gagal terbang atau mengalami penundaan, sehingga banyak wisatawan mancanegara (termasuk WNI) terjebak dan tidak bisa kembali ke negara asal sesuai jadwal. Kekacauan perjalanan internasional ini semakin menegaskan pilihan masyarakat untuk memilih liburan yang lebih aman, dekat, dan tentunya ramah di kantong di tengah tekanan ekonomi. Tapi di tengah situasi tersebut, sektor pariwisata domestik justru melihat peluang. Berkurangnya minat masyarakat untuk bepergian ke luar negeri mendorong banyak wisatawan untuk kembali melirik destinasi di dalam negeri. Sejumlah destinasi unggulan Indonesia diperkirakan akan kembali ramai dikunjungi oleh wisatawan nusantara. Berikut beberapa destinasi yang menjadi pilihan favorit: Bali Pulau Dewata tetap menjadi destinasi favorit wisatawan lokal. Selain pantai dan budayanya yang mendunia, Bali dianggap sebagai “rumah kedua” bagi wisatawan yang ingin menikmati fasilitas berkelas internasional tanpa menghabiskan banyak waktu untuk mengurus paspor dan visa. Bali menawarkan berbagai jenis penginapan, mulai dari vila mewah hingga penginapan murah, dan penerbangan langsung dari berbagai kota di Indonesia. Ini membuat Bali pilihan yang paling masuk akal di tengah harganya. Yogyakarta Kota pelajar ini tidak pernah kehilangan pesonanya. Kenaikan jumlah wisatawan lokal sudah terlihat sejak libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) beberapa waktu lalu, dan tren ini diprediksi akan berlanjut hingga lebaran. Yogyakarta menawarkan paket liburan lengkap mulai dari wisata candi bersejarah seperti Borobudur dan Prambanan, petualangan alam di Gunung Merapi dan pantai-pantai selatan, hingga kuliner khas yang legendaris dengan harga yang tetap bersahabat. Bandung Bagi masyarakat Jabodetabek dan sekitarnya, Bandung adalah destinasi liburan akhir pekan yang selalu menarik untuk dikunjungi. Udara sejuk, ragam kuliner kreatif, serta factory outlet yang mendagangkan busana bermerek dengan harga diskon menjadi magnet utama. Selain itu, banyaknya villa dan hotel dengan pemandangan indah di kawasan Lembang dan Dago Pakar menjadikan Bandung sebagai destinasi favorit untuk melepas penat dengan biaya yang terjangkau. Danau Toba Menawarkan keindahan alam yang spektakuler, Danau Toba di Sumatera Utara telah lama dikenal sebagai salah satu destinasi alam paling memikat di Indonesia. Dikenal sebagai salah satu danau vulkanik terbesar di dunia, Danau Toba menawarkan panorama alam yang menenangkan, dengan Pulau Samosir yang terletak di tengahnya memiliki kaya akan budaya dan tradisi masyarakat Batak, menambah keunikan dalam pengalaman bagi setiap pengunjung. Destinasi ini menjadi pilihan tepat bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam Indonesia kelas dunia dengan biaya yang lebih ekonomis dibandingkan berwisata ke luar negeri. Bagi wisatawan yang ingin menikmati persona alam ini dengan lebih dekat, menginap di Marianna Resort & Convention Tuktuk Samosir dapat menjadi pilihan yang tepat. Terletak di kawasan Tuktuk di Pulau Samosir, resort ini menawarkan suasana yang tenang dengan pemandangan langsung ke Danau Toba. Lingkungannya yang dikelilingi alam membuat setiap momen terasa lebih santai. Fenomena ini menjadi dorongan bagi industri pariwisata domestik untuk terus meningkatkan kualitas layanan sekaligus memperkuat upaya promosi. Di tengah berbagai ketidakpastian global, konsep “berlibur di negara sendiri” tidak lagi dianggap sekedar alternatif, melainkan telah berkembang menjadi pilihan utama yang praktis, cerdas, dan menyenangkan.

Rekomendasi Itinerary Musim Panas di Hokkaido Wisata
Wisata
Sabtu, 28 Februari 2026 | 11:00 WIB

Rekomendasi Itinerary Musim Panas di Hokkaido

Hokkaido, katakabar.com - Kami perkenalkan event lari maraton unik yang bisa dinikmati di Hokkaido saat musim semi. Mulai dari Festival Pelabuhan Hakodate hingga keindahan alam Danau Tōya, sampai budaya urban Sapporo, ini adalah rencana perjalanan efisien untuk menjelajahi destinasi terbaik musim panas di Hokkaido. Sepanjang perjalanan, berbagai fasilitas dengan ruang salat serta wagyu pilihan bersertifikat halal telah dipersiapkan agar wisatawan Muslim dapat berwisata dengan tenang dan nyaman. Nikmati juga fasilitas terbaru di Shiroi Koibito Park serta pengalaman bon odori yang memadukan tradisi Jepang dengan hiburan modern. Anda dapat mencicipi kuliner alami khas Hokkaido yang memperhatikan komposisi bahan sekaligus menciptakan kenangan terbaik bersama keluarga dan sahabat tanpa kekhawatiran terkait kebutuhan keagamaan. Itinerary Musim Panas di Hokkaido (Day 1) Bandara ini gerbang udara dengan akses unggulan ke destinasi wisata Hokkaido bagian selatan, lengkap dengan toko oleh-oleh khas dan restoran yang menyajikan kuliner lokal. Detail: https://www.hokkaido-airports.com/en/hakodate/ Kanemori Red Brick Warehouse Bangunan bata retro di tepi Pelabuhan Hakodate ini populer untuk berfoto dan berbelanja sambil menikmati angin laut. Detail: https://hakodate-kanemori.com/en ② Mt. Hakodate Ropeway Dengan perjalanan sekitar 3 menit menuju puncak, Anda dapat menyaksikan panorama malam yang termasuk “Tiga Pemandangan Malam Terindah di Jepang,” dengan gemerlap kota diapit laut bak kotak perhiasan. Detail: https://334.co.jp/en/ ③ Hakodate Port Festival Sejak 1935, festival musim panas ini menjadi perayaan besar yang memeriahkan seluruh kota Hakodate. Pada hari pertama, kembang api spektakuler di Pelabuhan Hakodate menerangi langit malam, sementara parade “Wasshoi Hakodate” dengan tarian Ika Odori dan deretan kios kuliner menghadirkan pengalaman festival lokal yang meriah dan tak terlupakan. Tanggal: 1 Agustus 2026 (Sabtu) – 5 Agustus 2026 (Rabu) ※Jadwal tentatif Festival Kembang Api: 1 Agustus 2026 (Sabtu) – Pelabuhan Hakodate, Midori no Shima ※Jadwal tentatif Detail: https://www.hakodate.travel/en/events/doushim-fireworks/ (Akomodasi) Hakodate Kokusai Hotel Hotel populer ini menawarkan onsen dengan pemandangan Pelabuhan Hakodate serta sarapan buffet mewah yang menyajikan hidangan khas Hokkaido, termasuk seafood segar. Detail: https://iconia.co.jp/en-us/hotel-hakodate-kokusai-hotel-hokkaido Itinerary Musim Panas di Hokkaido (Day 2) Pasar Pagi Hakodate Berlokasi dekat Stasiun Hakodate, pasar dengan sekitar 250 toko ini menawarkan hasil laut segar khas Hokkaido dalam suasana yang ramai. Anda dapat mencoba pengalaman memancing cumi hidup, menikmati seafood bowl dengan uni, ikura, dan kepiting di Donburi Yokocho, lalu menutupnya dengan manisnya melon musim panas. Spot ini sempurna untuk sarapan sekaligus wisata kuliner pagi. Jam operasional: Mei – Desember, 5:00 – lewat 14:00 Hari libur: Buka setiap hari sepanjang tahun (namun bisa berbeda-beda tergantung toko) Detail: https://www.hakodate-asaichi.com/taxinfo/en/index.html ② The Danshaku Lounge Di tempat yang sejuk dan nyaman, Anda bisa menikmati kentang alami berkualitas tanpa khawatir soal bahan tambahan, serta dessert dingin yang menyegarkan. Spot singgah yang sempurna di musim panas. Detail: https://danshaku-lounge.com/ ③ Usuzan Ropeway Naik Usuzan Ropeway untuk menikmati perjalanan udara dengan panorama spektakuler. Dari atas, Anda bisa melihat Showa Shinzan dan Danau Tōya sekaligus, lengkap dengan pemandangan gunung berapi yang masih mengepulkan asap. Detail: https://usuzan.hokkaido.jp/id/ ④ Hamada-en Fruit Farm Di Hamada-en Fruit Farm, sebuah kebun buah terkenal di tepi Danau Tōya, Anda bisa menikmati pengalaman memetik dan makan sepuasnya buah-buahan musim panas seperti ceri, plum, dan persik yang segar. Buah musiman: Ceri (akhir Juli–awal Agustus), Plum (awal–pertengahan Agustus) Detail: http://hamada-en.com/ ⑤ Fireworks Cruise on Lake Tōya Di Danau Tōya saat musim panas, Anda bisa menikmati pengalaman megah dan romantis menyaksikan kembang api Long Run setiap malam dari kapal wisata di atas danau. Periode Event: TBA Detail: https://www.toyakokisen.com/en/ (Akomodasi) Nonokaze Resort Hotel onsen favorit dengan pemandangan Danau Tōya dari setiap kamar. Nikmati infinity rotenburo yang menyatu dengan danau, serta hidangan lezat berbahan lokal. Desain: https://en.nonokaze-resort.com/ Itinerary Musim Panas di Hokkaido (Day 3) Sapporo Masjid Terletak di area “Soseigawa East” di pusat Sapporo, hotel ini menawarkan lokasi strategis sebagai basis wisata. Suasananya sederhana namun nyaman, dengan desain modern dan fungsional. Detail: https://www.instagram.com/sapporomasjid.official/ ② Shiroi Koibito Park (akan dibuka kembali Juli 2026!) Nikmati tur pabrik kue khas Hokkaido Shiroi Koibito dan pengalaman membuat kue. Di dalam taman tersedia ruang ibadah, sehingga cocok bagi wisatawan Muslim. Mulai 30 Juli 2026, area tur akan diperbarui menjadi Shiroi Koibito Factory, sebuah tempat baru di mana pengunjung dapat merasakan “sentuhan” dan “suara” kue melalui pengalaman interaktif yang seru. Detail: https://www.shiroikoibitopark.jp/en/ ③ GYUMON Susukino Sapporo Nikmati lezatnya wagyu bersertifikat halal di restoran ini, mulai dari ramen wagyu hangat, gyukatsu renyah, hingga set sukiyaki yang menggoda. Detail: https://www.instagram.com/gyumon_sapporo_halalramen/ ④ Sapporo Summer Festival Di Odori Park, Sapporo Summer Festival menyajikan musim panas yang segar bersama warga setempat. Ikuti Hokkai Bon Odori dan nikmati pengalaman budaya Jepang yang unik, sambil mencicipi makanan halal musim panas seperti jagung manis dari toukibi wagon. Taman bunga warna-warni dan iluminasi malam membuat musim panas di Sapporo semakin berkesan. Periode Event: 23 Juli – 18 Agustus 2026 Detail: https://www.sapporo.travel/summerfes/ (Akomodasi) New Otani Inn Sapporo Hotel yang ramah Muslim, menyediakan sajadah, qibla, dan Al-Qur'an untuk kenyamanan dan ketenangan para tamu. Detail: https://newotanisapporo.com/ Itinerary Musim Panas di Hokkaido (Day 4) Mitsui Outlet Park Sapporo Kita-Hiroshima Salah satu mal terbesar di Hokkaido dengan ruang ibadah, tempat dimana Anda bisa berbelanja dengan tenang. Nikmati berbagai kuliner yang mudah dicek bahannya serta beragam produk merek lokal dan internasional. Detail: https://mitsui-shopping-park.com/en/mop/sapporo/index.html ② Bandara New Chitose Gerbang utama Hokkaido yang dilengkapi fasilitas dan restoran ramah Muslim, sehingga pengunjung bisa nyaman dan tenang saat berkunjung. Kelezatan kuliner Hokkaido memang tak ada habisnya! Detail: https://www.hokkaido-airports.com/ja/new-chitose/ Kami telah menyusun video yang menampilkan tempat-tempat kuliner rekomendasi untuk teman-teman Indonesia. Silakan disimak pada link di bawah ini: https://drive.google.com/file/d/1cYN6J1clM1V7SVNC9ZdF4YZpQu76Npfq/view?usp=sharing Informasi Restoran Halal / Ramah Muslim di Hokkaido Di Sapporo dan Hakodate, tersedia peta khusus untuk membantu wisatawan Muslim menikmati perjalanan dengan tenang. Dengan memindai QR code, Anda bisa melihat informasi resmi restoran halal dari pemerintah setempat. Saat bingung mencari tempat makan, manfaatkan peta praktis ini dan nikmati lezatnya kuliner Hokkaido. Sapporo: https://www.visit-hokkaido.jp/en/spot/detail_10006.html Hskodate: https://www.visit-hokkaido.jp/en/spot/detail_10006.html Situs Resmi & SNS Silakan cek di sini untuk informasi wisata Hokkaido lainnya! Facebook:https://www.facebook.com/visithokkaidoid Instagram:https://www.instagram.com/hokkaidolove.id