Barantum Hadirkan Automasi dengan WhatsApp Gateway Official Tekno
Tekno
Kamis, 23 April 2026 | 12:10 WIB

Barantum Hadirkan Automasi dengan WhatsApp Gateway Official

Jakarta, katakabar.com - Barantum satukan CRM, AI Agent, Omnichannel, dan WhatsApp Business API satu dashboard. Ini memudahkan bisnis kelola semua percakapan pelanggan, meningkatkan efisiensi, serta percepat respon,.sehingga hasilnya kepuasan pelanggan meningkat, dan penjualan bisnis lebih optimal. Di awal, kirim pesan satu per satu masih terasa aman. Tapi saat bisnis mulai berkembang, volume chat meningkat, dan semuanya jadi lambat. Tim mulai kewalahan, pelanggan menunggu, dan peluang mulai hilang. Masalahnya bukan di tim, tapi di cara kerja. Selama komunikasi masih manual, bisnis akan selalu tertinggal dari kecepatan pelanggan. Banyak bisnis masih mengandalkan proses manual untuk berkomunikasi dengan pelanggan. Terlihat sederhana, tapi dampaknya besar ketika volume meningkat. Tanpa sistem yang terintegrasi, komunikasi jadi lambat, tidak konsisten, dan sulit berkembang. 1. Pengiriman Pesan Dilakukan Satu Per Satu Tim harus mengirim pesan satu per satu ke pelanggan. Proses ini bisa memakan waktu hingga 2-3 jam per hari dan menghambat efisiensi kerja secara keseluruhan. 2. Tidak Ada Sistem Integrasi Komunikasi Chat dan data pelanggan berjalan terpisah di berbagai platform. Hal ini meningkatkan risiko kesalahan hingga 30% karena informasi tidak terhubung secara langsung. 3. Respons Pelanggan Tidak Konsisten Setiap tim memiliki cara balas yang berbeda. Akibatnya, kualitas komunikasi tidak stabil dan bisa menurunkan kepercayaan pelanggan hingga 20-25%. 4. Sulit Scale Komunikasi Bisnis Saat jumlah pelanggan meningkat 2-3x, tim tidak mampu mengimbanginya. Tanpa sistem, bisnis akan kesulitan berkembang dan kehilangan banyak peluang. Automasi Komunikasi Jadi Kunci Efisiensi Untuk bisa berkembang, bisnis tidak bisa terus mengandalkan cara manual. Dibutuhkan sistem yang mampu menjalankan komunikasi secara otomatis dan terstruktur. Dengan automasi, bisnis bisa tetap responsif tanpa menambah beban kerja tim secara signifikan. 1. Integrasi Sistem Dengan WhatsApp Gateway Official Integrasi melalui WhatsApp Gateway Official memungkinkan semua komunikasi terhubung dalam satu sistem. Proses kerja bisa dipercepat hingga 40-50% dibanding cara manual. 2. Kirim Pesan Otomatis Ke Pelanggan Pesan dapat dikirim otomatis berdasarkan trigger tertentu. Hal ini mampu menghemat waktu tim hingga 50% dan memastikan pelanggan selalu mendapat respons tepat waktu. 3. Standarisasi Komunikasi Bisnis Template pesan membantu menjaga konsistensi komunikasi. Dengan standar yang jelas, kualitas layanan bisa meningkat hingga 25% dan lebih profesional di mata pelanggan. 4. Dukungan Respons Otomatis Dengan AI Agent AI Agent memungkinkan bisnis merespons pelanggan secara otomatis. Hingga 70% pertanyaan umum dapat ditangani tanpa campur tangan tim secara langsung. WhatsApp Gateway Official Barantum untuk Bisnis Terintegrasi Setelah memahami pentingnya automasi, bisnis butuh sistem yang benar-benar siap digunakan. Bukan hanya cepat, tapi juga stabil dan aman untuk jangka panjang. Barantum menghadirkan WhatsApp Business API resmi yang membantu bisnis menjalankan komunikasi secara otomatis dan terintegrasi dalam satu sistem. 1. API Resmi Dan Stabil Barantum menggunakan API resmi seperti WhatsApp Business API, memastikan pengiriman pesan lebih stabil dan mengurangi risiko gangguan hingga 90% dibanding sistem tidak resmi. 2. Mudah Integrasi Ke Berbagai Sistem Sistem dapat terhubung dengan CRM, website, hingga tools lainnya. Proses integrasi bisa mempercepat alur kerja hingga 30-50% tanpa perlu pengembangan yang kompleks. 3. Pengiriman Pesan Lebih Aman Dengan sistem resmi, risiko nomor terblokir dapat ditekan hingga 90%. Hal ini membuat komunikasi bisnis lebih aman dan terpercaya di mata pelanggan. 4. Siap Untuk Kebutuhan Skala Besar Sistem mampu menangani ribuan hingga jutaan pesan per hari. Cocok untuk bisnis yang ingin scale tanpa khawatir komunikasi menjadi bottleneck operasional. Jika komunikasi masih manual, bisnis akan terus tertahan di titik yang sama. Bukan karena kurang peluang, tapi karena sistem yang tidak mendukung. Dengan WhatsApp Gateway Official dari Barantum, komunikasi bisa berjalan lebih cepat, aman, dan siap untuk berkembang lebih besar. Sekarang saatnya beralih dari cara lama ke sistem yang benar-benar bisa mendorong pertumbuhan bisnis.

Shelter Indonesia Perkenalkan Ekosistem Digital Operasional Terintegrasi Tekno
Tekno
Senin, 20 April 2026 | 19:30 WIB

Shelter Indonesia Perkenalkan Ekosistem Digital Operasional Terintegrasi

Surabaya, katakabar.com - Shelter Indonesia perkenalkan arah baru perusahaan melalui agenda Corporate Branding, yakni Brand Positioning Launch Shelter Indonesia sebagai langkah strategis untuk menegaskan transformasi bisnis perusahaan. Shelter Indonesia kini perkuat posisinya sebagai penyedia solusi alih daya yang tidak hanya bertumpu pada tenaga kerja, tetapi juga didukung sistem dan teknologi terintegrasi. Transformasi ini didorong perubahan kebutuhan operasional dunia usaha. Saat ini, perusahaan tidak lagi hanya membutuhkan layanan yang berjalan, tetapi juga visibilitas yang lebih jelas, kendali yang lebih kuat, serta pengambilan keputusan yang lebih akurat. Pada konteks ini, Shelter Indonesia melihat bahwa pola operasional yang masih terpisah dan manual tidak lagi cukup untuk menjawab kebutuhan bisnis yang semakin dinamis. Sebagai bagian dari transformasi tersebut, Shelter Indonesia menghadirkan Shelter+, sebuah platform yang dirancang sebagai ekosistem digital untuk mendukung operasional secara menyeluruh. Melalui platform ini, berbagai aktivitas dapat dipantau dan dikelola dalam satu alur yang terintegrasi, mulai dari pemantauan keamanan melalui Shelter Guard, pengelolaan cleaning service melalui Shelter Cleaning, pelacakan aktivitas penjualan melalui Sellgo, hingga pengelolaan tenaga kerja fleksibel melalui Casual Work. Pendekatan ini memungkinkan proses operasional yang sebelumnya tersebar menjadi lebih terhubung, lebih terukur, dan lebih berbasis data. Chief Executive Officer (CEO) Shelter Indonesia, Hari Wahyudin, mengatakan, arah baru ini berangkat dari kebutuhan untuk membangun operasional yang lebih utuh dan terkendali. Menurutnya, tantangan operasional saat ini bukan lagi sekadar memastikan pekerjaan berjalan, tetapi juga memastikan setiap proses dapat dipantau, diukur, dan dikelola dengan lebih baik. “Arah Shelter Indonesia ke depan adalah menjadi mitra strategis operasional yang mengintegrasikan sumber daya manusia dan teknologi, agar operasional klien dapat berjalan lebih terukur, transparan, dan terkendali,” ujar Hari. Kata Hari, transformasi ini membawa Shelter Indonesia ke posisi baru. Perusahaan tidak lagi hanya hadir sebagai penyedia tenaga kerja operasional, tetapi berkembang menjadi ekosistem tenaga kerja terintegrasi yang memadukan sumber daya manusia dan teknologi untuk menjawab kebutuhan klien secara lebih menyeluruh. Dari sisi pengembangan pasar dan solusi, Chief Marketing Officer (CMO) Shelter Indonesia, Nino Mayvi, menegaskan kebutuhan klien kini terus berkembang. Menurutnya, pasar tidak lagi hanya mencari dukungan tenaga kerja, tetapi juga menuntut visibilitas, kontrol, dan transparansi yang lebih kuat dalam operasional. “Pasar hari ini tidak hanya membutuhkan tenaga kerja, tetapi juga membutuhkan visibilitas, kontrol, dan transparansi. Karena itu, kami membangun solusi yang relevan dengan kebutuhan klien modern,” ucap Nino. Ia menjelaskan, teknologi dalam konteks Shelter Indonesia bukan sekadar pelengkap, melainkan alat untuk menciptakan proses kerja yang lebih terlihat, dapat ditindaklanjuti, dan berbasis data. Dengan sistem yang terintegrasi, klien tidak hanya menerima hasil akhir, tetapi juga memperoleh gambaran proses operasional secara lebih terbuka dan terstruktur. Perspektif tersebut diperkuat oleh Business Consultant Shelter Indonesia, Gordon John Stevenson, yang hadir memberikan pandangan dari sisi pengembangan bisnis dan pertumbuhan strategis. Menurutnya, langkah yang dijalankan Shelter Indonesia bukan sekadar digitalisasi, melainkan respons strategis terhadap kebutuhan pasar yang terus berubah. “Apa yang sedang dibangun Shelter bukan sekadar digitalisasi. Ini adalah respons strategis terhadap kebutuhan pasar sekaligus penegasan yang jelas mengenai arah perusahaan ke depan,” ulas Gordon. Upaya Shelter Indonesia, kupas Gordon, menghubungkan berbagai elemen operasional ke dalam satu sistem terintegrasi menghadirkan tiga hal penting bagi dunia usaha saat ini, yaitu visibilitas, keterukuran, dan kendali. Jadi, imbuhnya, ketiga aspek tersebut menjadi fondasi penting bagi efisiensi operasional sekaligus keunggulan bersaing. Melalui positioning baru bertajuk “A New Shape of Shelter Indonesia,” perusahaan ingin menegaskan bahwa masa depan layanan alih daya tidak lagi cukup bertumpu pada tenaga kerja semata. Ke depan, keberhasilan operasional akan semakin ditentukan oleh kemampuan mengelola aktivitas secara terintegrasi, memantau proses secara real-time, serta membangun sistem kerja yang lebih transparan, terukur, dan berbasis data. Shelter Indonesia juga menegaskan bahwa teknologi tidak hadir untuk menggantikan peran manusia, melainkan untuk memperkuatnya. Sumber daya manusia tetap menjadi inti layanan, sementara teknologi berfungsi untuk mendukung akurasi, mempercepat koordinasi, memperkuat akuntabilitas, dan membantu klien memperoleh kendali yang lebih baik terhadap proses bisnis mereka. Melalui langkah ini, Shelter Indonesia berharap dapat mengambil peran lebih besar dalam mendorong perkembangan industri alih daya menuju model layanan yang lebih modern, lebih terintegrasi, dan lebih relevan dengan kebutuhan dunia usaha saat ini. Tentang Shelter Indonesia Shelter Indonesia merupakan perusahaan penyedia solusi alih daya yang terus berkembang dengan mengintegrasikan sumber daya manusia dan teknologi dalam satu ekosistem operasional. Melalui arah baru sebagai ekosistem tenaga kerja terintegrasi, Shelter Indonesia menghadirkan layanan yang lebih terukur, transparan, dan terkendali guna menjawab kebutuhan operasional bisnis yang semakin dinamis.

Barantum Percepat Respons Pelanggan dengan AI Agent Tekno
Tekno
Minggu, 19 April 2026 | 21:06 WIB

Barantum Percepat Respons Pelanggan dengan AI Agent

Jakarta, katakabr.com - Satukan CRM, AI Agent, Omnichannel, dan WhatsApp Business API dalam satu dashboard, Barantum memudahkan bisnis mengelola semua percakapan pelanggan, meningkatkan efisiensi, serta mempercepat respon. Di mana endingnya, kepuasan pelanggan meningkat dan penjualan bisnis lebih optimal. Pernah ada momen saat calon pelanggan sudah chat, tapi tidak langsung dibalas. Beberapa menit kemudian, mereka hilang. Pindah ke kompetitor yang lebih cepat. Di bisnis hari ini, kecepatan respon bukan lagi keunggulan, tapi standar. Semakin banyak chat masuk, semakin besar peluang. Tapi tanpa sistem yang siap, justru jadi beban untuk tim. Masalahnya bukan di jumlah leads, tapi di kemampuan merespon dengan cepat dan konsisten. 1. Chat Masuk Tinggi Tapi Tidak Ter-Handle Semua Dalam sehari bisa masuk 50-200 chat, tapi 20-30% tidak terjawab karena keterbatasan tim. 2. Pelanggan Menunggu Lama Tanpa Jawaban Respon lebih dari 5-10 menit sering membuat pelanggan tidak lanjut, bahkan langsung cari alternatif lain. 3. Tim Kewalahan Handle Pertanyaan Berulang 70% pertanyaan sama: harga, produk, cara order. Waktu habis untuk hal yang bisa diotomatisasi. 4. Banyak Lead Tidak Ter-Follow Up Leads yang tidak langsung closing sering “hilang” karena tidak ada sistem follow up lanjutan. Automasi Respons Jadi Kunci Kecepatan Layanan Untuk menang, bisnis harus bisa respon cepat tanpa menambah beban tim. Di sinilah automasi jadi pembeda. Melalui integrasi WhatsApp Gateway resmi dengan AI CRM, respon bisa berjalan instan, konsisten, dan tetap terasa personal. 1. Balas Instan Dengan AI Agent 24 Jam Semua chat langsung dibalas dalam hitungan detik, tanpa tergantung jam kerja atau ketersediaan tim. 2. Jawaban Konsisten Untuk Pertanyaan Berulang Informasi yang diberikan selalu sama, rapi, dan tidak tergantung siapa yang membalas. 3. Otomatis Follow Up Tanpa Intervensi Manual Leads yang belum closing tetap dihubungi secara berkala tanpa perlu diingatkan manual. 4. Integrasi Chat Lewat Whatsapp Gateway Official Dengan dukungan WhatsApp Gateway resmi semua chat masuk ke satu sistem, mudah dipantau, tanpa pindah-pindah aplikasi. AI Agent Barantum untuk Respons Cepat dan Closing Maksimal Di titik ini, yang dibutuhkan bukan sekadar auto-reply, tapi sistem yang bisa bantu closing, bukan cuma jawab chat. Barantum menghadirkan AI Agent Barantum yang bukan hanya cepat, tapi juga terarah untuk hasil. 1. Respon Real-Time Tanpa Jeda Setiap chat langsung ditangani, tidak ada delay, menjaga momentum minat pelanggan. 2. Kualifikasi Lead Otomatis AI langsung memilah leads potensial, sehingga tim fokus ke yang siap closing. 3. Routing ke Tim Sales Saat Siap Closing Leads yang sudah matang otomatis dialihkan ke tim sales tanpa proses manual. 4. Meningkatkan Conversion Rate Secara Signifikan Respon cepat dan follow up konsisten terbukti meningkatkan peluang closing lebih tinggi.

Partner Day Doctor Web di Jakarta: Buka Peluang Baru Kerja Sama Keamanan Siber Tekno
Tekno
Sabtu, 18 April 2026 | 19:08 WIB

Partner Day Doctor Web di Jakarta: Buka Peluang Baru Kerja Sama Keamanan Siber

Jakarta, katakabar.com - Doctor Web, perusahaan keamanan siber yang telah beroperasi di Indonesia sejak tahun 2024, sukses gelar acara Partner Day di Jakarta. Acara ini mempertemukan mitra yang sudah ada maupun calon mitra untuk membahas pengembangan kerja sama dan prospek pasar keamanan siber. Sejak hadir di Indonesia, Doctor Web terus perkuat posisinya sebagai penyedia solusi keamanan siber yang andal. Partner Day kali ini menjadi langkah lanjutan dalam memperluas jaringan mitra sekaligus menunjukkan meningkatnya minat komunitas IT lokal terhadap teknologi keamanan siber. Svetlana Teodorovich, Head of Partner Sales Development Doctor Web, menyampaikan pasar keamanan siber di Indonesia berkembang sangat cepat, dan kami melihat minat yang besar dari perusahaan terhadap solusi Dr.Web. "Penyelenggaraan Partner Day di Jakarta merupakan langkah penting dalam membangun hubungan jangka panjang. Kami tidak hanya fokus memperluas jaringan mitra, tetapi juga menciptakan kerja sama yang saling menguntungkan, di mana setiap mitra mendapatkan dukungan penuh untuk berkembang bersama," jelasnya. Di acara tersebut, perwakilan Doctor Web bersama distributor resmi PT Pacific Tech Distribution Indonesia mempresentasikan program kemitraan terbaru, berbagai alat dukungan pemasaran dan teknis, serta peluang baru untuk pertumbuhan bisnis bersama. Sesi khusus juga membahas perkembangan lanskap ancaman siber serta evolusi teknologi perlindungan Dr.Web. Peserta mendapatkan wawasan terkini mengenai jenis serangan dan cara efektif melindungi infrastruktur perusahaan. Selain itu, acara ini mencakup sesi pelatihan penjualan yang bersifat praktis, termasuk pembahasan studi kasus nyata, teknik menangani keberatan pelanggan, serta identifikasi peluang pertumbuhan baru. Peserta memberikan apresiasi tinggi terhadap sesi interaktif seperti role play dan diskusi langsung. Dalam suasana yang lebih santai, para mitra juga dapat berdiskusi langsung dengan tim Doctor Web mengenai proyek yang sedang berjalan serta rencana kerja sama ke depan. Banyak peserta menilai acara ini sangat bermanfaat dan menyatakan kesiapan untuk memperluas kerja sama. Doctor Web akan terus mengembangkan ekosistem kemitraannya di Indonesia melalui pelatihan rutin, dukungan teknis, serta aktivitas pemasaran bersama untuk memperkuat industri keamanan siber di kawasan ini. Tertarik untuk menjadi partner Dr.Web? 🤝 Isi formulir di website doctorweb.id, dan tim kami akan segera menghubungi Anda untuk menjawab pertanyaan serta membahas peluang kerja sama yang paling sesuai untuk bisnis Anda.

Total 60 Persen Pengguna Internet Akui Jawaban AI Lebih Jelas, Brand Harus Apa? Tekno
Tekno
Sabtu, 18 April 2026 | 16:05 WIB

Total 60 Persen Pengguna Internet Akui Jawaban AI Lebih Jelas, Brand Harus Apa?

Jakarta, katakabar.com - Perilaku konsumen dalam mencari informasi digital mulai berubah cukup signifikan. Jika sebelumnya orang langsung pergi ke mesin telusur, seperti Google, sekarang sebagian pengguna justru memulai pencarian dari kecerdasan buatan (AI). Studi yang dikutip oleh Search Engine Land menunjukkan bahwa sekitar 37 persen konsumen kini mengawali pencarian mereka melalui AI. Artinya, titik awal perjalanan konsumen mulai bergeser. Temuan ini juga diperkuat oleh laporan dari Priority Pixels yang menyebutkan bahwa 60 persen pengguna merasa jawaban dari AI lebih jelas dibandingkan hasil pencarian tradisional. Ini menunjukkan bukan hanya penggunaannya yang meningkat, tetapi juga kepercayaan terhadap AI sebagai sumber informasi. Perubahan ini membuat peran AI tak lagi sekadar alat bantu. AI mulai menjadi tempat utama orang mencari dan memahami informasi. Tetapi, di balik kemudahan tersebut, ada risiko baru yang sering luput dari perhatian brand. Dalam sistem AI, pengguna tidak lagi melihat banyak pilihan seperti di halaman hasil pencarian. AI akan menyaring dan merangkum hanya beberapa brand yang dianggap paling relevan dan kredibel. Akibatnya, jumlah brand yang masuk ke tahap pertimbangan jadi jauh lebih sedikit. “Ketika konsumen mulai dari AI, mereka tidak lagi melihat banyak opsi seperti di mesin pencari. Mereka langsung mendapatkan ringkasan. Artinya, brand yang tidak masuk dalam ringkasan tersebut bisa kehilangan peluang bahkan sebelum dipertimbangkan,” kata Alexandro Wibowo, Co-Founder Avonetiq, sebuah Digital Authority Firm yang berfokus pada penguatan otoritas digital brand di era AI. Situasi ini menciptakan risiko yang sifatnya tidak terlihat langsung, tetapi berdampak besar. Brand bisa saja masih aktif, memiliki produk yang bagus, bahkan mendapatkan peringkat tinggi di mesin pencari, tetapi tetap tidak muncul dalam jawaban AI. Apabila ini terjadi, brand bisa kehilangan peluang sejak awal tanpa ada tanda yang jelas dari sisi performa. “Ini yang sering tidak disadari. Brand merasa performanya masih stabil, padahal pelan-pelan mereka mulai tidak masuk dalam percakapan. Dampaknya baru terasa belakangan, saat peluang sudah lewat,” jelas Alexandro. Melihat perubahan ini, muncul pendekatan baru yang dikenal sebagai AI Visibility Optimization (AVO). Pendekatan ini berfokus pada bagaimana brand membangun struktur informasi yang jelas, konsistensi narasi, serta sinyal kredibilitas agar lebih mudah dipahami dan dipercaya oleh sistem AI. “AI tidak hanya mencari informasi, tapi juga menyusun jawaban dan memilih. Kalau brand tidak cukup jelas, tidak konsisten, atau tidak punya validasi yang kuat, AI tidak punya alasan untuk menyebutnya,” jelas Alexandro. Seiring makin banyaknya konsumen yang memulai pencarian dari AI, perusahaan perlu mulai mengevaluasi kembali strategi visibilitas digital mereka. Persaingan sekarang bukan hanya soal siapa yang muncul, tetapi siapa yang masuk dalam jawaban. Di era ini, kehilangan visibilitas tidak selalu terlihat dari angka, melainkan sering terjadi saat brand tidak lagi muncul di momen yang paling menentukan.

Barantum Tingkatkan Efisiensi Bisnis dengan AI CRM Tekno
Tekno
Rabu, 15 April 2026 | 19:05 WIB

Barantum Tingkatkan Efisiensi Bisnis dengan AI CRM

Jakarta, katakabar.com - Barantum menyatukan CRM, AI Agent, Omnichannel dan WhatsApp Business API dalam satu dashboard, memudahkan bisnis mengelola semua percakapan pelanggan, meningkatkan efisiensi, serta mempercepat respon. Hasilnya, kepuasan pelanggan meningkat dan penjualan bisnis lebih optimal. Seorang owner pernah bilang, “Saya sudah punya tim, sudah ada banyak leads, tapi tetap saja berasa berantakan.” Masalahnya bukan di jumlah, tapi di cara mengelola. Semakin bisnis berkembang, semakin banyak data masuk, semakin banyak proses berjalan bersamaan. Tanpa sistem yang rapi, semuanya jadi terasa lambat, bahkan sering kacau tanpa disadari. Yang awalnya masih bisa di-handle manual, lama-lama jadi bottleneck yang bikin tim tidak produktif dan peluang hilang. 1. Data Pelanggan Tersebar dan Sulit Dilacak Leads masuk dari WhatsApp, Instagram, form. Tersimpan di 3-5 tempat berbeda, tim butuh 5-10 menit hanya untuk cari 1 data. 2. Follow Up Sering Terlambat Atau Terlewat Dari 100 leads, 30-40% tidak di-follow up tepat waktu karena tidak ada pengingat dan tracking yang jelas. 3. Tim Sales Tidak Punya Visibilitas Pipeline Owner tidak tahu: sudah sampai mana proses deal? closing berapa? stuck di mana? semua bergantung laporan manual. 4. Reporting Manual Memakan Waktu Tim habiskan 2-4 jam per minggu hanya untuk rekap data, dan sering tetap tidak akurat. Perlu Sistem Terpusat Kontrol dan Efisiensi Masalah ini bukan soal tim kurang kerja keras, tapi karena tidak ada sistem yang bantu kerja mereka jadi lebih rapi dan cepat. Solusinya sederhana: semua proses harus terpusat, otomatis, dan bisa dipantau kapan saja. 1. Sentralisasi Data dengan AI CRM Dengan AI CRM semua data masuk ke satu tempat, tidak ada lagi pindah-pindah tools, akses cepat dalam hitungan detik. 2. Monitoring Pipeline Secara Real-Time Setiap deal terlihat jelas: posisi, progress, dan potensi closing tanpa harus tanya tim satu per satu. 3. Reporting Otomatis dan Akurat Data langsung jadi laporan tanpa input manual, update real-time, minim human error. 4. Automasi Follow Up Dengan Dukungan AI Agent Dengan AI Agent follow up berjalan otomatis sesuai skenario, tidak ada lagi leads yang “dingin” karena lupa dihubungi. AI CRM Barantum untuk Scale Up Bisnis Lebih Cepat Di titik ini, yang dibutuhkan bukan sekadar tools, tapi sistem yang benar-benar menyatu dari awal sampai closing. Barantum CRM hadir untuk merapikan operasional sekaligus mempercepat pertumbuhan bisnis tanpa menambah beban kerja tim. 1. Integrasi End-To-End Dari Lead Hingga Closing Semua proses dalam satu sistem, dari masuknya leads sampai deal selesai, tanpa pindah platform. 2. Automasi Workflow Tanpa Ribet Setting sekali, proses berjalan otomatis, tim fokus closing, bukan kerja manual berulang. 3. Insight Data Untuk Keputusan Bisnis Owner bisa langsung lihat performa bisnis dan ambil keputusan berbasis data, bukan asumsi. 4. Siap Terhubung dengan Berbagai Channel Terintegrasi dengan WhatsApp, form, dan channel lain, semua leads langsung masuk tanpa hambatan. Di tengah persaingan yang makin cepat, bisnis yang menang bukan yang paling besar, tapi yang paling rapi dan responsif. Jika operasional masih manual, growth akan selalu tertahan. Saatnya beralih ke Barantum yang bisa bantu bisnis Anda jalan lebih cepat dan terkontrol.

MiiTel Meetings Kini Dilengkapi Fitur Real Time Talk Assistant Tekno
Tekno
Rabu, 15 April 2026 | 17:05 WIB

MiiTel Meetings Kini Dilengkapi Fitur Real Time Talk Assistant

Jakarta, katakabar.com - Solusi AI meeting analytics MiiTel Meetings yang dikembangkan RevComm kini dilengkapi dengan fitur Real-Time Talk Assistant. Fitur ini berfungsi sebagai asisten AI yang membantu pengguna secara langsung selama online meeting, sehingga percakapan menjadi lebih efektif dan terarah. Tingginya pergantian karyawan dan perbedaan performa, terutama di tim sales dan customer service, membuat banyak perusahaan kesulitan menjaga kualitas layanan tetap konsisten. Selain itu, karyawan baru juga sering membutuhkan waktu lebih lama untuk beradaptasi. Menjawab kebutuhan tersebut, Real-Time Talk Assistant hadir untuk memberikan panduan secara real-time saat percakapan berlangsung. Dengan begitu, kualitas komunikasi dapat lebih terjaga dan karyawan baru dapat lebih cepat belajar. Fitur Real-Time Assistant menjadi inovasi untuk melengkapi MiiTel Meetings yang sebelumnya berfokus pada analisis percakapan setelah meeting selesai. Apa Saja Kemampuan Fitur Real-Time Talk Assistant? Fitur Real-Time Talk Assistant memungkinkan AI menganalisis interaksi dalam online meeting secara real-time dan memberikan dukungan kepada pengguna melalui tiga aspek utama berikut: 1. Transkripsi Real-Time Selama percakapan berlangsung, AI secara otomatis menghasilkan transkripsi secara real-time. Fitur ini membantu pengguna tetap fokus pada jalannya diskusi tanpa khawatir melewatkan informasi penting. 2. Chat dengan Copilot secara Real-Time Selain menampilkan transkripsi, pengguna juga dapat berinteraksi langsung dengan AI melalui fitur chat untuk mendapatkan insight secara instan selama meeting berlangsung, seperti: - Mengetahui keputusan atau tugas yang sedang dibahas atau disepakati - Mendapatkan rangkuman diskusi hingga durasi tertentu - Mengidentifikasi poin penting yang belum dibahas Serta berbagai pertanyaan lainnya sesuai kebutuhan pengguna. 3. Lebih Cepat Bagikan Data Hasil Meeting Pengguna dapat lebih cepat dan mudah membagikan hasil diskusi dengan memanfaatkan output dari Copilot, seperti rangkuman meeting, daftar tugas, analisis percakapan, hingga draf email. Informasi tersebut dapat langsung digunakan dan dikirim melalui email, aplikasi chat, maupun diinput ke sistem CRM. Dengan hadirnya fitur Real-Time Talk Assistant, MiiTel Meetings semakin memperkuat perannya sebagai solusi AI meeting analytics yang tidak hanya membantu evaluasi pasca-pertemuan, tetapi juga memberikan dukungan secara langsung saat interaksi berlangsung. Ke depan, RevComm akan terus berinovasi untuk menghadirkan teknologi yang dapat membantu perusahaan meningkatkan produktivitas dan kualitas komunikasi bisnis secara berkelanjutan. Ingin mengeksplorasi solusi MiiTel untuk bisnis Anda? Klik di sini untuk mendapatkan demo gratis. Contact: Nadira Public Relations nadira@revcomm.com

Perluas Kerja Sama Global, TechnoGIS Perkenalkan Platform iT Sensing di SCE Taiwan 2026 Tekno
Tekno
Senin, 13 April 2026 | 15:11 WIB

Perluas Kerja Sama Global, TechnoGIS Perkenalkan Platform iT Sensing di SCE Taiwan 2026

Taiwan, katakabar.com - TechnoGIS mengikuti Smart City Expo Taiwan 2026 di Taipei guna perkenalkan iT Sensing sebagai solusi geospasial. Kegiatan ini dimanfaatkan untuk menjalin kerja sama internasional dan memperkuat ekspansi global berbasis teknologi. TechnoGIS turut berpartisipasi dalam ajang Smart City Expo Taiwan 2026 yang berlangsung pada 17 hingga 20 Maret 2026 lalu di Nangang Exhibition Center, Taipei, Taiwan. Di kegiatan tersebut, TechnoGIS memperkenalkan platform geospasial unggulannya, iT Sensing, yang dikembangkan untuk mengintegrasikan dan mengolah data satelit menjadi informasi yang aplikatif bagi kebutuhan industri. Platform ini juga ditampilkan sebagai solusi dalam mendukung perencanaan infrastruktur jaringan 5G, melalui pemanfaatan data geospasial, analitik, dan pemrosesan berbasis cloud guna meningkatkan efisiensi dan akurasi pengambilan keputusan. Di acara ini TechnoGIS di dukung oleh Indonesia Prima sebagai Accelerator dan juga KDII sebagai perwakilan pemerintah Indonesia di Taiwan. Guna memperkuat ekspansi internasional, TechnoGIS menjalin kerja sama melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan sejumlah mitra strategis dari berbagai negara, yaitu Hayani Maison (Afrika), Collexe (Malaysia), Statio (Thailand), dan Stellar Vision (Korea). Kerja sama ini difokuskan pada pengembangan dan implementasi solusi geospasial di berbagai sektor, dengan mengedepankan kolaborasi teknologi dan pemanfaatan sumber daya lokal di masing-masing wilayah. Selain itu, TechnoGIS juga mengembangkan sejumlah inisiatif strategis di berbagai negara, antara lain pengembangan proyek percontohan di sektor pertanian dan kehutanan di Malaysia bersama Rymba dan Hittera, pengembangan solusi geospasial di Yunani bersama Neuralio, pengembangan platform pemodelan temperatur kota di Republik Ceko bersama Ecoten Urban Comfort, monitoring infrastruktur di kawasan Afrika, serta pengembangan sistem monitoring parkir cerdas di Thailand bersama Statio dan Riffai. TechnoGIS juga menjalin kolaborasi dengan SolarSDGs (Taiwan) dalam pengembangan solusi monitoring panel surya berbasis drone dan sistem pemeliharaan prediktif (predictive maintenance). Berbagai inisiatif tersebut merupakan bagian dari upaya TechnoGIS memperkuat ekosistem geospasial global serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data di berbagai sektor pembangunan. CEO TechnoGIS, Sarono, menyampaikan partisipasi dalam ajang ini menjadi momentum strategis bagi perusahaan dalam memperkuat ekspansi global. “Smart City Expo Taiwan merupakan platform yang sangat relevan bagi pengembangan iT Sensing sebagai cloud geospatial dan monitoring platform. Di kegiatan ini, kata Surono, TechnoGIS berhasil membuka kolaborasi di lebih dari 7 negara lintas 3 kawasan, yaitu Asia, Afrika, dan Eropa, yang akan menjadi hub strategis dalam ekspansi global kami. Kami melihat peran penting teknologi ini dalam mendukung perencanaan kota yang lebih cerdas, efisien, dan berkelanjutan. Ke depan, TechnoGIS berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam pembangunan tata kota berbasis data dan teknologi,” jelasnya.

Hisense Dorong Dampak Nyata ESG l Lewat Hisense Cup 2026 di Indonesia Tekno
Tekno
Senin, 13 April 2026 | 12:10 WIB

Hisense Dorong Dampak Nyata ESG l Lewat Hisense Cup 2026 di Indonesia

Garut, katakabar.com - Hisense sebagai merek elektronik dan peralatan rumah tangga konsumen kembali menegaskan komitmennya terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui penyelenggaraan Hisense Cup 2026. Turnamen ini diikuti oleh 16 tim sepak bola terbaik tingkat SMP/MTs/sederajat se Jawa Barat yang berlangsung pada 8 hingga 12 April 2026, di Garut, Jawa Barat. Hisense Cup 2026 tidak hanya jadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga bagian dari strategi ESG Hisense di kawasan ASEAN, khususnya di Indonesia. Hisense memperkuat komitmennya dalam mendorong praktik tanggung jawab sosial di bidang olahraga, sekaligus membangun ekosistem dengan berbagai pemangku kepentingan terkait peran perusahaan dalam menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan. "Hisense percaya bahwa olahraga memiliki kekuatan untuk menyatukan, menginspirasi, dan membuka peluang bagi generasi muda. Melalui Hisense Cup 2026, kami ingin menghadirkan platform yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga berkontribusi nyata dalam pengembangan talenta muda serta ekosistem olahraga di Indonesia,” ujar Jaton Li, President Director Hisense Indonesia. Dalam pelaksanaannya, Hisense Cup 2026 bekerjasama dengan Proton FC, tim Futsal asal Kuningan, Jawa Barat. Turnamen ini diproyeksikan melibatkan lebih dari 320 pemain dan 80 ofisial, serta menarik ribuan penonton sepanjang rangkaian pertandingan. Menurut Jaton, Hisense Cup 2026 mengusung konsep sport tourism, yang mengintegrasikan olahraga dengan potensi pariwisata lokal Kabupaten Garut, Jawa Barat. Inisiatif ini diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi positif bagi daerah, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi sport tourism yang berkembang. “Melalui pendekatan ESG, kami ingin memastikan bahwa setiap inisiatif yang kami jalankan tidak hanya memberikan nilai bisnis, tetapi juga membawa dampak sosial yang nyata. Hisense Cup 2026 menjadi salah satu langkah strategis kami dalam menghubungkan prestasi lokal dengan panggung global, sejalan dengan momentum FIFA World Cup 2026™,” tambahnya. Dengan semangat “Innovating a Brighter Life”, Hisense akan terus menghadirkan berbagai inisiatif yang menggabungkan inovasi teknologi berbasis skenario yang relevan dengan konsumen, tanggung jawab sosial, dan kolaborasi untuk menciptakan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat.

Rampungkan ULO di Palangkaraya, MyRepublic Tandai Kesiapan Ekspansi Nasional Layanan FWA Tekno
Tekno
Minggu, 12 April 2026 | 21:40 WIB

Rampungkan ULO di Palangkaraya, MyRepublic Tandai Kesiapan Ekspansi Nasional Layanan FWA

Palangkaraya, katakabar.com - MyRepublic Indonesia secara resmi rampungkan pelaksanaan Uji Laik Operasi (ULO) layanan MyRepublic Air di Palangka Raya. Pelaksanaan ULO ini menjadi tahapan akhir dalam rangkaian pengujian operasional layanan Fixed Wireless Access (FWA) MyRepublic Air, sekaligus menandai kesiapan layanan untuk diperluas secara nasional sebagai solusi internet unlimited berbasis teknologi True 5G-Fiber Quality dan Truly Unlimited. Pelaksanaan ULO di Palangka Raya dihadiri oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Ekosistem Digital dan Plt. Direktur Layanan Ekosistem Digital, Aryo Pamoragung, Ketua Uji Laik Operasi, Falatehan, serta Chief Technology Officer ZTE Indonesia, Dennis Yu. Hadir pula Chief Executive Officer MyRepublic Indonesia, Timotius Max Sulaiman, serta Chief Sales & Marketing Officer MyRepublic Indonesia, Iman Syahrizal. Uji Laik Operasi ini dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang ditetapkan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital sebagai prasyarat wajib sebelum layanan FWA dapat dioperasikan secara komersial. Pengujian mencakup kesiapan jaringan, kualitas layanan, stabilitas koneksi, serta kepatuhan terhadap standar teknis dan regulasi yang berlaku. Berdasarkan hasil pengujian, MyRepublic Air dinyatakan berhasil melaksanakan Uji Laik Operasi dan memenuhi seluruh standar kualitas layanan yang ditetapkan regulator. Dengan selesainya ULO di Palangka Raya, MyRepublic Air kini telah menyelesaikan rangkaian pengujian di berbagai wilayah Indonesia sebagai bagian dari strategi ekspansi nasional layanan FWA. Selaku Sekretaris Direktorat Jenderal Ekosistem Digital dan Plt. Direktur Layanan Ekosistem Digital, Aryo Pamoragung, menyampaikan ini sejalan dengan Visi Presiden RI, H Prabowo Subianto untuk dapat memberikan akses internet rakyat yang cepat dengan harga terjangkau, serta semangat T3 dari Komdigi 'Terhubung, Tumbuh dan Terjaga', harapannya MyRepublic bisa terus berkomitmen untuk terus turut andil dalam pemerataan konektivitas digital di Indonesia. Sedang, Chief Executive Officer MyRepublic Indonesia, Timotius Max Sulaiman, menuturkan selesainya ULO ini menjadi momentum penting bagi MyRepublic Air untuk menjangkau lebih banyak masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. “Dengan diadakannya ULO di Palangka Raya ini, MyRepublic Indonesia telah berhasil menyelesaikan ULO untuk 9 zona di Region 2 dan Region 3. Dengan ini, kami juga menginformasikan bahwa MyRepublic Indonesia sudah siap untuk mulai go commercial di bulan April untuk 90 kota dari 180 kota yang sudah direncanakan,” kata Timotius. MyRepublic Air hadir sebagai solusi konektivitas berbasis FWA dengan kecepatan hingga 100 Mbps dan harga yang terjangkau, mulai dari Rp100 ribuan per bulan. Layanan ini diharapkan dapat menjadi alternatif akses internet berkualitas, khususnya di area yang belum sepenuhnya terlayani jaringan fiber optik. Pelaksanaan ULO di Palangka Raya menjadi penegas komitmen MyRepublic Indonesia dalam memperluas pemerataan akses internet di Tanah Air. Sebagai titik akhir dari rangkaian Uji Laik Operasi MyRepublic Air, tahap ini menandai kesiapan layanan untuk melangkah ke fase ekspansi yang lebih luas di berbagai wilayah Indonesia, dengan menghadirkan konektivitas yang andal dan terjangkau. ULO ini juga menjadi kelanjutan dari pembukaan pra-registrasi MyRepublic Air kepada masyarakat. Dengan seluruh proses pengujian yang telah diselesaikan, layanan FWA ini kini semakin siap untuk diimplementasikan secara bertahap di berbagai daerah. MyRepublic Air dirancang sebagai solusi internet berbasis FWA dengan kecepatan hingga 100 Mbps dan harga yang kompetitif, mulai dari Rp100 ribuan per bulan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak wilayah serta menjadi alternatif akses internet berkualitas, terutama di area yang belum sepenuhnya terlayani jaringan fiber optik. Cara Pra-Registrasi MyRepublic Air Masyarakat yang ingin menjadi bagian dari layanan ini dapat melakukan pra-registrasi MyRepublic Air dengan mudah: 1. Akses situs resmi myrepublic.co.id/air 2. Lengkapi data diri yang dibutuhkan 3. Lakukan verifikasi melalui OTP 4. Cek email konfirmasi sebagai tanda pendaftaran berhasil Dengan ini, MyRepublic Indonesia menegaskan komitmennya untuk mendukung percepatan pemerataan akses internet di Indonesia melalui kehadiran MyRepublic Air berbasis Fixed Wireless Access (FWA). Dengan kesiapan jaringan, MyRepublic Air siap tersedia secara bertahap di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Bali, dan Nusa Tenggara, guna menghadirkan konektivitas internet yang andal dan terjangkau bagi masyarakat di lebih banyak daerah.