PTPN I Dorong Mitra Binaan Tembus Kompetisi Kopi Dunia Nusantara
Nusantara
Kemarin

PTPN I Dorong Mitra Binaan Tembus Kompetisi Kopi Dunia

Jakarta, katakabar.com - PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I), Subholding Perkebunan Nusantara, terus mendorong penguatan hilirisasi komoditas melalui pembinaan mitra. Salah satu hasilnya ditunjukkan Dedi Ramdani, peracik kopi spesial mitra binaan PTPN I Regional 2, yang meraih silver winner di ajang Dry Arabica Champions Session 5 di Jakarta, akhir Januari 2026 lalu. Dari kompetisi tingkat nasional tersebut, Dedi berhak melaju ke kejuaraan tingkat dunia yang akan berlangsung di Manila, Filipina pada Maret 2026. Pria yang telah menjadi mitra PTPN I sejak 2002 itu fokus pada pengolahan pascapanen kopi. Untuk menghasilkan kualitas terbaik, ia memilih bahan baku dari kebun di sekitar tempat tinggalnya di Pangalengan, Kabupaten Bandung. “Alhamdulillah, atas dukungan penuh dari PTPN (PTPN I Regional 2), saya bisa sampai di sini. Saya sudah menjadi mitra binaan PTPN sejak 20 tahun yang lalu, tepatnya tahun 2002. Saya dibina, dipinjami modal usaha, dan mendapat banyak kesempatan untuk pameran dan ikut berbagai even. Salah satunya even ini. Alhamdulillah saya lolos untuk maju ke level internasional Maret nanti,” kata Dedi Ramdani di Bandung. Keberhasilan ini tidak hanya menghadirkan prestasi nasional, tetapi juga menjadi tiket bagi kopi Indonesia untuk melaju ke babak final dunia. Dengan teknik natural anaerob yang digunakan, Dedi akan bersaing dengan para peracik kopi kelas dunia. Prestasi tersebut diraih melalui proses seleksi ketat sejak November 2025, dengan persaingan dari 70 pengolah kopi terbaik dari seluruh Indonesia. Kopi olahan Dedi mencatatkan skor 83,64, yang termasuk kategori specialty coffee dengan standar tinggi. Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Danas, mengatakan capaian ini bagian dari implementasi strategi hilirisasi yang dijalankan perusahaan sebagai bagian dari Holding Perkebunan Nusantara. "Pencapaian Pak Dedi adalah bukti konkret implementasi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto terkait penguatan ekonomi kerakyatan dan hilirisasi produk pertanian. Kami di PTPN I tidak hanya fokus pada produksi hulu, tetapi juga memastikan petani/ mitra binaan kami memiliki keahlian pasca-panen tingkat tinggi agar produk mereka memiliki nilai tambah yang luar biasa di pasar global," ucap Teddy Yunirman Danas di Jakarta, di pekan kedua Februari 2026 lalu. Region Head PTPN I Regional 2, Desmanto, menimpali pendampingan terhadap mitra binaan akan terus diperkuat guna menjaga keberlanjutan prestasi tersebut. "Kami di Regional 2 sangat bangga melihat mitra binaan kami melaju ke Filipina. Kami telah mendampingi perjalanan Dedi sejak lama, dan pencapaian skor 83,64 dalam kategori specialty coffee adalah bukti kualitas kopi Pangalengan yang luar biasa. Kami siap mendukung penuh kebutuhan teknis maupun promosi untuk laga dunia nanti," ulas Desmanto. Secara ekonomi, kualitas kopi yang dihasilkan juga telah teruji di pasar. Produk kopi Dedi diminati berbagai kafe di Indonesia dengan harga mencapai Rp300.000 per kilogram, menunjukkan daya saing tinggi di segmen specialty coffee. Bagi Dedi, perjalanan panjang sebagai mitra binaan PTPN I menjadi faktor penting dalam pencapaian saat ini. "Saya sangat berterima kasih atas dukungan PTPN I selama ini. Selain permodalan, kami dibekali pelatihan teknis dan dilibatkan dalam berbagai event strategis. "Dukungan inilah yang membuat brand kami dikenal dan membuka jalan bagi kami untuk masuk ke pasar internasional. Kemenangan ini adalah kemenangan bersama untuk seluruh petani binaan PTPN," tutur Dedi. Ke depan, keberhasilan ini diharapkan semakin meningkatkan kepercayaan pasar terhadap kualitas kopi Indonesia, sekaligus memperkuat peran PTPN I dalam mendorong hilirisasi dan pengembangan komoditas perkebunan berbasis nilai tambah.

Dorong Sinergi Riset dan Industri, PT RPN dan Pascal Biotech Jalin Kemitraan Strategis Nusantara
Nusantara
Kamis, 23 April 2026 | 16:12 WIB

Dorong Sinergi Riset dan Industri, PT RPN dan Pascal Biotech Jalin Kemitraan Strategis

Bogor, katakabar.com - PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN), salah satu entitas dari Holding Perkebunan Nusantara, resmi jalin mitra kerja sama strategis dengan PT Pascal Biotech Indonesia melalui penandatanganan Nota Kesepahaman bidang inovasi dan pengembangan. Penandatanganan yang dihadiri oleh jajaran manajemen kedua belah pihak, ini berlangsung di Kantor Direksi PT RPN, Kota Bogor. Kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat sinergi kolaborasi antara dunia riset dan industri, khususnya dalam pengembangan inovasi berbasis bioteknologi di sektor perkebunan. Fokus kolaborasi mencakup penguatan penelitian, pengembangan teknologi aplikatif, serta hilirisasi hasil riset untuk meningkatkan nilai tambah komoditas perkebunan nasional. SEVP Riset, Inovasi dan Sustainability, Tjahjono Herawan, menyampaikan kolaborasi ini merupakan langkah strategis dalam menjawab tantangan industri perkebunan yang semakin kompleks. “Penandatanganan MoU ini mencerminkan komitmen kami untuk memperkuat sinergi antara riset dan industri. Di tengah dinamika sektor perkebunan yang disrupsi, kolaborasi berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi menjadi kunci untuk menghadirkan solusi yang berkelanjutan dan bernilai tambah tinggi,” ujarnya. Ia menegaskan PT RPN memiliki peran penting dalam mendorong pengembangan riset dan inovasi di bidang perkebunan nasional, khususnya dalam meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan meningkatkan daya saing komoditas global. Sedang, Direktur Utama PT Pascal Biotech Indonesia, Miftachul Anwar, menilai kerja sama ini membuka peluang besar dalam pengembangan bioteknologi yang aplikatif dan berdampak luas. “Kami melihat kolaborasi ini sebagai momentum penting untuk mengintegrasikan keunggulan riset dengan solusi bioteknologi yang kami kembangkan. Harapannya, kerja sama ini tidak hanya menghasilkan inovasi, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi industri perkebunan dan masyarakat secara luas,” ucap Miftachul Anwar. Kedua belah pihak sepakat kerja sama ini akan ditindaklanjuti melalui program-program konkret, terukur, dan berkelanjutan. Melalui kemitraan ini, diharapkan lahir berbagai terobosan inovatif yang mampu mendorong kemajuan industri perkebunan dan bioteknologi di Indonesia.

IndCham dan Kedubes India Dorong Kepemimpinan Perempuan di Indonesia Nusantara
Nusantara
Kamis, 23 April 2026 | 08:38 WIB

IndCham dan Kedubes India Dorong Kepemimpinan Perempuan di Indonesia

Jakarta, katakabar.com - IndCham bekerja sama dengan Kedutaan Besar India di Jakarta gelar forum diskusi Hari Kartini 2026 di Wayang Auditorium, Kedutaan Besar India, Jakarta, Senin (20/4) lalu. Angkat tema “Celebrating Women Thought Leaders”, acara ini menghadirkan sejumlah tokoh perempuan lintas sektor untuk membahas kepemimpinan, kesetaraan, dan masa depan perempuan di tengah perubahan global. Forum ini tidak hanya menjadi ruang refleksi atas warisan R.A. Kartini, tetapi menegaskan peran perempuan sebagai penggerak utama dalam pembangunan ekonomi, kesehatan, hingga teknologi di Indonesia. Acara dibuka oleh Joint Secretary IndCham, Bipin Mishra, yang menekankan perempuan saat ini tidak lagi sekedar menjadi bagian dari kemajuan, tetapi telah berada di garis depan sebagai pemimpin perubahan. “Hari ini adalah tentang perempuan yang bukan hanya menjadi bagian dari kemajuan, tetapi juga memimpin kemajuan itu sendiri,” ujarnya. Sambutan resmi kemudian disampaikan Malvika Priyadarshani dari Kedutaan Besar India di Jakarta yang mengangkat kembali nilai-nilai perjuangan Kartini, terutama dalam hal pendidikan dan kesetaraan. Ia menegaskan pemikiran Kartini tetap relevan hingga saat ini. “Di jantung perjuangan Kartini adalah keyakinan sederhana namun kuat bahwa perempuan berhak memiliki kesempatan yang sama dengan laki-laki untuk belajar, berkembang, dan berkontribusi,” jelasnya. Malvika juga mengingatkan perjuangan tersebut belum sepenuhnya selesai dan membutuhkan keberanian untuk terus mempertanyakan norma serta bertindak nyata dalam kehidupan sehari-hari. Panel pertama menghadirkan Gita Sabharwal sebagai United Nations Resident Coordinator Indonesia dan Leona A. Karnali sebagai CEO Primaya Hospital, yang dimoderatori oleh Aasthaa Maheshwari. Pada diskusi tersebut, Gita menekankan kehadiran perempuan dalam ruang pengambilan keputusan membawa perspektif yang berbeda dan berdampak nyata terhadap keberlanjutan kebijakan. “Ketika perempuan dilibatkan dalam proses penyelesaian konflik, hasilnya cenderung lebih bertahan dan tidak mudah runtuh,” ucapnya. Ia menyoroti Indonesia telah mengalami kemajuan signifikan dalam pemberdayaan perempuan, namun masih menghadapi tantangan struktural, terutama dalam hal keterwakilan di posisi strategis. “Ini bukan soal kurangnya talenta, karena talenta perempuan di Indonesia sangat banyak. Tantangannya ada pada faktor sistemik yang masih menjadi hambatan,” kupasnya. Sementara, Leona menekankan pentingnya kolaborasi lintas gender dalam membangun sistem kesehatan yang lebih baik dan inklusif. “Kita semua bekerja untuk satu tujuan yang sama, yaitu meningkatkan kualitas layanan kesehatan,” tuturnya. Ia juga membagikan prinsip kepemimpinan yang ia pegang dalam membangun tim. “Cintai diri sendiri, cintai tim, dan cintai pekerjaan,” imbuhnya. Peran Laki-laki Dorong Kesetaraan Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, menyoroti aspek yang sering luput dalam diskusi kesetaraan gender, yakni peran laki-laki sebagai bagian dari solusi. Ia menegaskan perubahan tidak bisa hanya dibebankan kepada perempuan. “Kalau kondisi perempuan ingin menjadi lebih baik, maka laki-laki juga harus berubah dan menciptakan ruang serta peluang,” ulasnya. Ia juga berbagi refleksi personal sebagai seorang ayah dari dua anak perempuan yang menghadapi tantangan di dunia kerja. Menurutnya, pengalaman tersebut membuka pemahamannya terhadap realitas yang dihadapi perempuan di lingkungan profesional. Ia lantas mengangkat contoh sejarah dari India, yakni sosok reformis sosial Maharshi Karve, yang berani menentang norma sosial pada masanya untuk memperjuangkan pendidikan dan hak perempuan. “Perubahan nyata terjadi ketika ada keberanian untuk bertindak, bahkan ketika harus menghadapi tekanan sosial,” sebutnya, merujuk pada perjuangan tokoh tersebut. Lalu Sandeep menegaskan kesetaraan gender membutuhkan perubahan pola pikir yang lebih luas di masyarakat. “Kesetaraan tidak akan tercapai jika hanya perempuan yang bergerak. Ini harus menjadi tanggung jawab bersama, termasuk laki-laki dalam posisi kepemimpinan,” terangnya. Perempuan dalam Media, Teknologi dan Ekonomi Kreatif Panel kedua menghadirkan Svida Alisjahbana, CEO GCM Group sekaligus Chair Jakarta Fashion Week, serta Catherine Hindra Sutjahyo sebagai Commissioner GoTo Group, dengan moderator Aparna Saxena. Diskusi ini menyoroti perjalanan karier, kepemimpinan, serta tantangan perempuan dalam sektor yang terus berkembang, khususnya media dan teknologi. Catherine menekankan pentingnya keberanian untuk terus berkembang di tengah perubahan yang cepat, terutama dengan hadirnya teknologi baru. “Ketika kita mulai merasa nyaman, mungkin justru itu saatnya untuk menaikkan standar dan keluar dari zona nyaman,” katanya. Ia menekankan kesetaraan tidak berarti menyeragamkan peran antara laki-laki dan perempuan. “Setara tidak berarti harus sama, justru perbedaan itu yang menjadi kekuatan dalam kepemimpinan,” ujarnya lagi. Sementara, Svita menyoroti pentingnya kesiapan menangkap peluang sebagai kunci kesuksesan. “Keberuntungan itu terjadi ketika kesempatan bertemu dengan kesiapan,” imbuhnya. Ia juga menekankan perempuan perlu terus membangun ekosistem yang saling mendukung agar dapat berkembang secara berkelanjutan di berbagai sektor. Diskusi sepanjang acara menegaskan semangat Kartini tetap relevan dalam konteks modern, terutama dalam mendorong perempuan untuk mengambil peran kepemimpinan di berbagai bidang. Meskipun berbagai kemajuan telah dicapai, forum ini menyoroti bahwa perjalanan menuju kesetaraan masih panjang dan membutuhkan kolaborasi lintas sektor.

Kartini 2026: Perempuan Bekerja Makin Stres dan Tren ‘Self-Care’ Bentuk Emansipasi Baru Nusantara
Nusantara
Rabu, 22 April 2026 | 16:10 WIB

Kartini 2026: Perempuan Bekerja Makin Stres dan Tren ‘Self-Care’ Bentuk Emansipasi Baru

Jakarta, katakabar.com - Sempeba peringatan Hari Kartini tahun 2026 inu soroti perubahan makna emansipasi perempuan di era modern. Kalau dulu perjuangan perempuan berfokus pada akses pendidikan dan kesetaraan hak, kini tantangan baru muncul bentuk menjaga kesehatan mental saat menghadapi tekanan hidup yang semakin kompleks terutama bagi perempuan urban yang menjalankan berbagai peran sekaligus. Data global dari Deloitte Women @ Work Report 2025 menunjukkan sekitar 36% perempuan pekerja mengalami level stress lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya, sementara 29% merasa tidak bisa istirahat total selepas dari jam kerja. Tren serupa juga mulai terlihat di Indonesia, khususnya di kota-kota besar seperti Jakarta, di mana perempuan kerap menjalankan multi-peran sebagai profesional, ibu, sekaligus pengelola rumah tangga. Perempuan tidak hanya dituntut berkarier, tetapi tetap pegang tanggung jawab domestik dan sosial. Kombinasi ini menciptakan tekanan berlapis yang berdampak langsung pada kesehatan mental dan fisik. Fenomena ini mendorong munculnya pola perilaku baru: meningkatnya kebutuhan terhadap self-care sebagai bagian dari strategi menjaga keseimbangan hidup. Aktivitas seperti spa dan relaksasi kini tidak lagi dipandang sebagai kemewahan, melainkan sebagai kebutuhan. Bali Wangi Spa, penyedia layanan home spa di Jakarta, mencatat bahwa lebih dari 72% pelanggannya merupakan perempuan umur 25 hingga 40 tahun, dengan peningkatan permintaan layanan hingga 35% pada weekday (Senin–Kamis) waktu enam bulan terakhir. “Perempuan sekarang ngga cuma pengen sukses, tapi juga mau tetap waras dan sehat. Kami melihat peningkatan permintaan layanan spa bukan karena tren semata, tapi karena kebutuhan nyata untuk mengelola stres,” ujar Fita, founder Bali Wangi Spa. Fenomena ini sejalan dengan meningkatnya diskursus publik mengenai kesehatan mental. Dalam berbagai platform digital, topik seperti burnout, anxiety, dan emotional exhaustion semakin sering dibicarakan, terutama di kalangan perempuan Milenial dan Gen Z. Pada praktiknya, aktivitas relaksasi seperti pijat dan spa menjadi salah satu metode yang dipilih untuk meredakan tekanan tersebut. Berbeda dengan pendekatan medis, spa menawarkan solusi yang lebih holistik menggabungkan sentuhan fisik, aroma terapi, dan suasana yang menenangkan. Bali Wangi Spa usung konsep “Luxury Balinese Home Spa Experience”, menghadirkan pengalaman spa khas Bali langsung ke rumah pelanggan. Model ini dinilai relevan dengan kebutuhan perempuan urban yang memiliki keterbatasan waktu dan menginginkan kenyamanan tanpa harus keluar rumah. “Waktu adalah aset paling mahal bagi perempuan perkotaan. Dengan konsep home spa, mereka tidak perlu buang waktu macet-macetan di jalan,” ujarnya. Menariknya, peningkatan permintaan tidak hanya terjadi pada akhir pekan, tetapi juga pada hari kerja, khususnya malam hari. Hal ini menunjukkan bahwa relaksasi kini menjadi bagian dari rutinitas, bukan aktivitas sesekali. Momentum Hari Kartini 2026 jadi refleksi bentuk emansipasi perempuan terus berkembang. Jika dahulu perempuan berjuang untuk mendapatkan ruang, kini mereka juga berjuang untuk menjaga keseimbangan dalam ruang tersebut. Bali Wangi Spa menilai kemampuan perempuan untuk merawat diri sendiri adalah bagian dari kekuatan, bukan kelemahan. Dalam konteks modern, emansipasi tidak hanya tentang produktivitas, tetapi juga tentang keberlanjutan—bagaimana perempuan bisa terus berfungsi secara optimal tanpa mengorbankan kesehatan. “Perempuan hebat hari ini bukan hanya yang mampu bekerja keras, tapi juga yang sadar kapan harus berhenti sejenak untuk memulihkan diri. Kalau dulu self-care dianggap egois, sekarang justru menjadi bagian dari tanggung jawab terhadap diri sendiri. Itu adalah bentuk emansipasi modern,” tandasnya.

PTPN III Dorong Ketahanan Pangan dan Energi Lewat Ekspansi dan Hilirisasi Ubi Kayu Nusantara
Nusantara
Rabu, 22 April 2026 | 13:00 WIB

PTPN III Dorong Ketahanan Pangan dan Energi Lewat Ekspansi dan Hilirisasi Ubi Kayu

Jakarta, katakabar.com - PT Perkebunan Nusantara III (Persero) terus perkuat perannya sebagai BUMN strategis dukung agenda pemerintah yaitu program ketahanan pangan dan energi nasional. Salah satu langkah konkret yang tengah dipersiapkan adalah pelaksanaan program pengembangan dan hilirisasi komoditas ubi kayu. Program ini dirancang sebagai model pengembangan terintegrasi dari hulu hingga hilir. Pada sisi on farm, PTPN III (Persero) akan fokus pada optimalisasi lahan, penanaman dan peningkatan produktivitas, serta pengembangan varietas unggul ubi kayu yang adaptif dan memiliki produktivitas tinggi. Sedang di sisi off farm, penguatan hilirisasi dilakukan melalui pengembangan industri pengolahan bioetanol melalui kolaborasi operasional dengan mitra pada fasilitas pabrik bioetanol di Lampung. Direktur Utama PTPN III (Persero), Denaldy Mulino Mauna, di acara kick off program hilirisasi di Kantor Holding Jakarta, mengatakan program ini langkah strategis perusahaan membangun ekosistem agroindustri masa depan yang terintegrasi, produktif, dan berkelanjutan. Menurutnya, ubi kayu bukan hanya komoditas pertanian, tetapi memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi daerah sekaligus penopang kebutuhan nasional di sektor pangan dan energi. “Kami melihat ubi kayu sebagai komoditas strategis dengan potensi besar untuk pendukung ketahanan energi dan pangan nasional. Lantaran itu, pengembangannya tidak cukup hanya berhenti pada budidaya, tetapi harus dibangun secara menyeluruh dari hulu sampai hilir. Kami mau pastikan peningkatan produksi di tingkat kebun berjalan seiring dengan kesiapan industri pengolahan, sehingga tercipta rantai nilai yang kuat, efisien dan berkelanjutan," jelasnya. Sebagai bentuk komitmen perusahaan, pada 14 hingga 15 April 2026 lalu, Direktur Utama PTPN III (Persero) bersama jajaran terkait, melakukan rangkaian pertemuan strategis dengan berbagai pemangku kepentingan di Provinsi Lampung untuk memastikan implementasi. Pertemuan tersebut melibatkan Gubernur Lampung, masyarakat petani yang tergabung dalam Perkumpulan Petani ubi Kayu Indonesia (PPUKI), serta mitra operasional PT Medco Ethanol Lampung hingga kalangan akademisi di Universitas Lampung. Sinergi dengan Pemerintah Provinsi Lampung diarahkan untuk memperkuat dukungan kebijakan daerah, percepatan ekosistem investasi, serta pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah pengembangan. Sementara dialog dengan pelaku usaha dan asosiasi petani diharapkan memperkuat rantai pasok bahan baku serta menciptakan pola kemitraan yang saling menguntungkan antara perusahaan dan petani. Di bidang riset dan inovasi, kerja sama dengan Universitas Lampung yang akan didampingi oleh PT Riset Perkebunan Nusantara menjadi bagian penting pengembangan varietas unggul serta penerapan teknologi budidaya modern, termasuk uji coba teknik peningkatan produktivitas dengan metode Mukibat. Pendekatan berbasis ilmu pengetahuan ini diharapkan mampu meningkatkan hasil panen secara berkelanjutan. Pengembangan pabrik bioetanol di Lampung juga diproyeksikan memberikan multiplier effect yang luas, mulai dari penyerapan tenaga kerja, tumbuhnya ekonomi wilayah, meningkatnya nilai tambah hasil pertanian, hingga terbentuknya ekosistem industri hijau berbasis sumber daya lokal. Melalui program ini, PTPN III (Persero) menegaskan komitmennya untuk terus menjadi motor penggerak pembangunan sektor agroindustri nasional, menghadirkan manfaat ekonomi bagi masyarakat, sekaligus mendukung target besar Indonesia mewujudkan ketahanan pangan dan energi yang berkelanjutan sesuai dengan Astacita Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia.

Jenderal LA 'Turun Gunung' Hancurkan Ladang Ganja Di Pedalaman Rimba Nusantara
Nusantara
Sabtu, 18 April 2026 | 21:09 WIB

Jenderal LA 'Turun Gunung' Hancurkan Ladang Ganja Di Pedalaman Rimba

Jakarta, katakabar.com - Presiden Republik Indonesia, H Prabowo Subianto menegaskan narkoba ancaman nyata dan serius bagi masa depan bangsa Indonesia serta kedaulatan negara. Dalam pernyataannya, kepala negara menyerukan perang total terhadap peredaran narkotika yang dinilai dapat merusak generasi penerus bangsa. “Tidak boleh kita izinkan narkoba ini didistribusikan. Begitu ada indikasi, ada yang mau jual, ada yang tahu, lapor segera. Jangan biarkan anak-anak kita rusak, hancur, dan kehilangan masa depan,” tegas Presiden RI dilansir dari kanal resmi setkab.go.id, Selasa (14/4) lalu. Merespons arahan Presiden RI, Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III, Letjen TNI Lucky Avianto, langsung mengambil langkah cepat dan tegas. Dalam operasi yang penuh tantangan di medan berat, prajurit TNI berhasil menembus belantara hutan Papua dan mengungkap dua ladang ganja siap panen di Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua Pegunungan. Pengungkapan ini bermula dari laporan masyarakat Desa Ngutok, Distrik Oksibil, yang mencurigai adanya aktivitas ilegal di kawasan hutan sekitar pemukiman mereka. Laporan tersebut menjadi bukti bahwa kesadaran rakyat adalah benteng pertama dalam menjaga bangsa. “Di lokasi pertama, ditemukan 55 batang ganja setinggi 1,5 meter siap panen dan siap merusak masa depan anak Papua. Namun, pasukan tidak berhenti. Mereka terus bergerak lebih dalam, menembus sunyi rimba Papua,” kata Lucky saat dihubungi wartawan, Selasa siang. Hasilnya, lanjut Lucky, ladang ganja kedua di wilayah Desa Esipding, Distrik Serambakom, berhasil diungkap. Sebanyak 80 batang ganja setinggi 2 meter ditemukan personel TNI, sebagai bukti nyata bahwa ancaman ini terorganisir dan tidak bisa dianggap remeh. Pada operasi tersebut, Kogabwilhan III juga mengamankan seorang terduga pelaku berinisial L-U, yang kemudian dibawa personel TNI bersama seluruh barang bukti ke Polsek terdekat, agar proses hukum segera berjalan. Temuan ini diyakini hanya sebagian kecil dari persoalan yang lebih besar. Lucky mengungkapkan adanya indikasi kuat bahwa ladang-ladang ganja lain masih tersebar di pedalaman Papua. Apalagi, Anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat - Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) dapat 'lampu hijau' membudidayakan tanaman haram tersebut, setelah pimpinan mereka, salah satunya Juru bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom, secara terang-terangan memperbolehkan anggotanya menanam ganja. Kondisi ini menjadi ironi yang menyakitkan. Di saat masyarakat khususnya para orang tua di Papua berjuang melindungi anak-anak mereka dari bahaya narkoba, TPNPB-OPM justru memperluas ancaman tersebut. “Narkoba adalah paradoks dari pembangunan masyarakat Papua. Ini bukan lagi sekadar permasalahan hukum tetapi menjadi persoalan masa depan bangsa dan ketahanan nasional yang harus diperangi sampai tuntas,” tegas Lucky. Di tengah sunyi hutan dan beratnya medan, prajurit TNI berdiri sebagai garda terdepan, bukan hanya menjaga kedaulatan wilayah, tetapi juga menjaga masa depan anak-anak Indonesia. “Dari Papua, pesan perang badar melawan narkoba bergema ke seluruh penjuru negeri, bahwa Indonesia tidak akan tunduk pada narkoba. Bahwa TNI, bersama rakyat, akan terus berjuang demi Indonesia yang bersih dari narkoba, kuat, dan berdaulat,” sebut Jenderal LA.

Dukung Ekosistem MBG Krakatau Steel dan Kemendes PDT Bangun Desa Tematik Nusantara
Nusantara
Sabtu, 18 April 2026 | 18:11 WIB

Dukung Ekosistem MBG Krakatau Steel dan Kemendes PDT Bangun Desa Tematik

Jakarta, katakabar.com - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk atau Krakatau Steel Group (KRAS) perkuat komitmen dukung program prioritas nasional melalui audiensi strategis dengan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Yandri Susanto. Pertemuan ini membahas integrasi industri baja dengan pengembangan desa tematik yang diproyeksikan sebagai pilar pendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Integrasi Desa Tematik Ketahanan Pangan Direktur Utama Krakatau Steel, Dr. Akbar Djohan, menyampaikan bahwa perusahaan siap menyelaraskan langkah dengan rencana Kementerian Desa dalam membangun ekosistem desa di wilayah Serang. Menteri Desa mengarahkan agar desa-desa tersebut memiliki fokus komoditas spesifik atau tematik, seperti pusat produksi telur ayam dan sektor pertanian, guna menjamin ketersediaan pasokan pangan bagi program MBG di masa depan "Sinergi ini langkah nyata dalam memastikan industri nasional dan pembangunan perdesaan berjalan beriringan. Kami berkomitmen mendukung penuh inisiatif Bapak Menteri dalam menjadikan desa di sekitar area operasional sebagai sentra produksi pangan yang mandiri," ujar Dr. Akbar Djohan yang juga menjabat sebagai Chairman IISIA dan ALFI/ILFA. Percepatan Infrastruktur Sosial dan Aksesibilitas Selain fokus pada ketahanan pangan, Krakatau Steel dan Kemendes PDTT juga menyepakati percepatan rehabilitasi Jembatan Cigedung – Cikolelet sebagai prioritas infrastruktur sosial. Proyek ini merupakan manifestasi misi TJSL Krakatau Steel dalam membangun konektivitas di wilayah penyangga, guna mengatasi hambatan geografis serta mempererat keterhubungan antara pusat industri dengan pemukiman warga. Perbaikan jembatan ini menjadi krusial untuk menjamin keamanan mobilitas harian, khususnya bagi anak sekolah dan kendaraan roda dua. Selain meningkatkan keselamatan di jalur vital, penguatan aksesibilitas ini diharapkan memperlancar distribusi hasil bumi dari desa-desa tematik, sehingga keberadaan industri memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat sekitar secara berkelanjutan. Pengembangan Kawasan dan Komitmen Berkelanjutan Dalam aspek pengembangan kawasan, Mendes PDTT Yandri Susanto menyatakan dukungannya terhadap percepatan pembebasan lahan seluas 425 hektar dengan potensi perluasan hingga 2.000 hektar di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) 3. Selain itu, pertemuan ini turut membahas pengembangan Pelabuhan Kramat sebagai pusat pemrosesan kapal bekas (scrap ships), di mana material besi bekasnya akan diserap kembali sebagai bahan baku produksi Krakatau Steel yang lebih efisien. Melalui penguatan kolaborasi ini, Krakatau Steel dan Kementerian Desa berkomitmen untuk terus mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam menciptakan nilai tambah bagi masyarakat melalui integrasi sektor industri, logistik, dan pemberdayaan ekonomi desa yang berkelanjutan bagi kemajuan nasional.

MyRepublic Indonesia di ITB: FTTH dan FWA Layanan Saling Melengkapi Percepat Broadband Indonesia Nusantara
Nusantara
Minggu, 12 April 2026 | 20:52 WIB

MyRepublic Indonesia di ITB: FTTH dan FWA Layanan Saling Melengkapi Percepat Broadband Indonesia

Bandung, katakabar.com - MyRepublic Indonesia menegaskan komitmen dukung percepatan pemerataan akses digital nasional melalui partisipasi aktif dalam seminar yang ditaja Institut Teknologi Bandung usung tema “FTTH, FWA & Mobile Broadband: Strategi Manakah yang Terbaik untuk Mempercepat Pemerataan Akses Digital Indonesia.” Di forum ini, MyRepublic Indonesia hadir sebagai perwakilan industri untuk berbagi perspektif terkait implementasi dan strategi deployment jaringan broadband di Indonesia. Pada sesi diskusi, Hendra Gunawan selaku Chief Technology Officer MyRepublic Indonesia, bersama Dr. Ir. Ian Josef Matheus Edward, M.T., Dosen STEI ITB, Dr. Denny Setiawan, S.T., M.T., Direktur Strategi dan Kebijakan Infrastruktur Digital Komdigi, dan Merza Fachys, Sekretaris Jendral Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI), dan Iman Hirawadi, Telecom Solutions Architect & Business Consultant ZTE Indonesia, memaparkan berbagai tantangan dan strategi dalam mengembangkan jaringan FTTH (Fiber to the Home) serta FWA (Fixed Wireless Access), khususnya dalam menjawab kebutuhan konektivitas di berbagai wilayah. Hendra menjelaskan FTTH dan FWA memiliki karakteristik tantangan yang berbeda, mulai dari kebutuhan investasi dan kompleksitas pembangunan pada FTTH, hingga keterbatasan spektrum dan kualitas layanan pada FWA. Untuk itu, ujar Hendra, MyRepublic menerapkan pendekatan berbasis karakteristik wilayah, dengan FTTH difokuskan pada area padat dengan kebutuhan bandwidth tinggi, sementara FWA menjadi solusi untuk mempercepat penetrasi di wilayah semi-urban. Ia menegaskan perkembangan FTTH dan FWA tidak mengarah pada substitusi, melainkan saling melengkapi. FTTH tetap menjadi backbone utama dalam menghadirkan konektivitas yang stabil dan berkapasitas tinggi, sementara FWA berperan sebagai pelengkap untuk memperluas jangkauan layanan serta membuka peluang pasar baru. Meski dinamika harga FWA di pasar tidak berdampak langsung terhadap layanan FTTH, hal ini tetap menjadi perhatian industri dalam membentuk ekspektasi harga ke depan. MyRepublic Indonesia telah menghadirkan jaringan full fiber optic yang andal, unlimited, dan stabil dengan kapasitas tinggi untuk mendukung berbagai kebutuhan digital masyarakat, mulai dari aktivitas produktivitas hingga hiburan. Dengan cakupan yang terus diperluas di berbagai kota, layanan FTTH MyRepublic menjadi pilihan utama bagi masyarakat yang membutuhkan koneksi internet berkualitas tinggi dan konsisten. Sementara, di wilayah yang belum terjangkau fiber, FWA dapat menjadi alternatif solusi untuk tetap menghadirkan akses broadband yang memadai. “Kami melihat FTTH, FWA, dan selular bukan sebagai kompetitor, melainkan sebagai solusi yang saling melengkapi. Dengan pendekatan yang berbasis kebutuhan pelanggan dan kondisi wilayah, kami optimistis dapat menghadirkan konektivitas yang lebih merata, berkualitas, dan terjangkau,” bebernya. Partisipasi MyRepublic Indonesia dalam seminar ini menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk terus berkontribusi dalam pengembangan ekosistem digital Indonesia melalui kolaborasi lintas sektor. Selain berbagi pengalaman dan insight industri, kehadiran MyRepublic Indonesia juga diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih aplikatif bagi mahasiswa dan publik mengenai dinamika implementasi teknologi broadband di lapangan. Ke depan, MyRepublic Indonesia berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan internet berkualitas tinggi melalui pengembangan jaringan yang adaptif dan berkelanjutan, serta mendukung visi pemerintah dalam percepatan pemerataan akses digital di seluruh Indonesia.

Akselerasi Ketahanan Pangan, PTPN I Bangun Ekosistem Terintegrasi di Bone Nusantara
Nusantara
Minggu, 12 April 2026 | 15:13 WIB

Akselerasi Ketahanan Pangan, PTPN I Bangun Ekosistem Terintegrasi di Bone

Bone, katakabar.com – PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I), subholding dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), terus perkuat perannya dukung ketahanan pangan nasional melalui pengembangan hilirisasi terintegrasi di wilayah Indonesia Timur. Upaya tersebut ditandai dengan kegiatan site visit lahan sekaligus penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang dilaksanakan di Kebun Camming, Kabupaten Bone, di awal April 2026 lalu. Inisiatif ini menjadi langkah strategis dalam membangun ekosistem industri peternakan ayam terintegrasi yang modern dan berkelanjutan. Kerja sama strategis ini melibatkan tiga entitas utama, yakni PTPN I, PT Berdikari, dan PT UGI Agri Harapan Indonesia. Kolaborasi tersebut dirancang untuk mengintegrasikan kekuatan aset lahan perkebunan, teknologi peternakan, serta akses pasar dalam satu rantai pasok yang terstruktur dan efisien. Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Danas, menegaskan inisiatif ini tidak hanya berorientasi pada pengembangan bisnis, tetapi juga merupakan bagian dari kontribusi BUMN dukung kedaulatan pangan nasional. "Kerja sama ini adalah bentuk sinergi murni untuk kemaslahatan bersama. Kami memberikan dukungan penuh agar target pembangunan infrastruktur krusial seperti Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU), fasilitas cold storage, hingga unit feedstock, dapat berdiri kokoh dan mulai beroperasi dalam satu tahun ke depan," ujar Teddy. Dukungan terhadap percepatan program ini juga datang dari Pemerintah Pusat. Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Kementerian Pertanian RI, Dr. drh. Makmun, MSc, menjelaskan proyek di Bone menjadi perhatian langsung Menteri Pertanian, sehingga proses perizinan diharapkan dapat berjalan lebih cepat dan efektif. "Kami sepakat untuk bergerak cepat. Peresmian kerja sama langsung di lokasi ini adalah instrumen hukum penting bagi kami untuk mengakselerasi segala perizinan yang dibutuhkan, sehingga manfaat program ini dapat segera dirasakan oleh masyarakat luas," kata Makmun. Dari sisi mitra, PT Berdikari, menyatakan kesiapan dukung implementasi proyek, khususnya pada aspek teknologi dan distribusi. Direktur Keuangan & SDM PT Berdikari, M. Kaspiyah, menilai sinergi antara pemanfaatan lahan PTPN dan keunggulan teknis Berdikari menjadi faktor kunci dalam keberhasilan program hilirisasi ini. Rangkaian kegiatan ditutup dengan peninjauan lapangan guna memastikan kesiapan lahan sebagai fondasi utama pelaksanaan program. Dengan dukungan berbagai pihak, termasuk PT Tiran Nusantara Grup dan PT UGI Agri Harapan Indonesia, proyek ini diharapkan dapat menjadi model pengembangan industri peternakan terintegrasi yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan. Sejalan dengan arah transformasi Holding Perkebunan Nusantara, penguatan hilirisasi dan integrasi bisnis menjadi salah satu strategi utama dalam menciptakan nilai tambah serta memperluas kontribusi perusahaan terhadap ketahanan pangan nasional.

KAI Logistik Perkuat Keselamatan Operasional Lewat Penerapan Dashcam Basis AI Armada Trucking Nusantara
Nusantara
Minggu, 05 April 2026 | 19:07 WIB

KAI Logistik Perkuat Keselamatan Operasional Lewat Penerapan Dashcam Basis AI Armada Trucking

Jakarta, katakabar.com - Kereta Api Indonesia (KAI) Logistik, anak usaha PT Kereta Api Indonesia (Persero), resmi mengimplementasikan teknologi dashcam berbasis Artificial Intelligence (AI) pada armada trucking untuk operasional petikemas. Langkah strategis ini diambil guna memperkuat komitmen perusahaan terhadap keselamatan operasional serta merespons kebutuhan pasar terhadap standar distribusi yang lebih tinggi. Implementasi teknologi ini menjadi bagian dari transformasi digital perusahaan yang berfokus pada pendekatan preventif dalam operasional. Berbeda dengan kamera pengawas konvensional yang lebih berfungsi sebagai alat rekam, dashcam berbasis AI yang diterapkan KAI Logistik mampu mendeteksi potensi risiko secara otomatis dan real-time, sehingga berbagai kemungkinan insiden dapat diantisipasi dan dimitigasi sejak dini sebelum berkembang menjadi kejadian yang lebih serius. Direktur Operasi KAI Logistik, Broer Rizal, menegaskan keselamatan merupakan pondasi utama sekaligus prioritas strategis dalam seluruh layanan logistik perusahaan. “Penerapan teknologi ini tidak sekadar menjadi pembaruan perangkat, tetapi juga merupakan langkah nyata dalam membangun budaya keselamatan yang lebih disiplin, adaptif, dan transparan. Melalui implementasi ini, KAI Logistik ingin memastikan bahwa setiap perjalanan armada tidak hanya berjalan efisien, tetapi juga memenuhi standar keamanan tinggi bagi pengemudi,” jelas Broer. Dalam implementasinya, KAI Logistik bekerja sama dengan mitra teknologi untuk mengintegrasikan sensor dan sistem analitik ke dalam armada, sehingga mampu mendeteksi berbagai perilaku berisiko seperti pengemudi mengantuk, terdistraksi, atau menggunakan ponsel saat berkendara, sekaligus melakukan pemantauan kecepatan secara real-time dan pelacakan posisi berbasis GPS. Ketika teridentifikasi kondisi berpotensi membahayakan, sistem secara otomatis mengirimkan peringatan dini ke Command Center guna memungkinkan respons cepat. “Seluruh data perjalanan yang terekam kemudian kelola oleh perseroan sebagai dasar evaluasi performa dan pengambilan keputusan berbasis data. Program ini telah dijalankan secara bertahap sejak Maret 2026 di wilayah operasional petikemas utama seperti Sungai Lagoa, Klari, Ronggowarsito, dan Kalimas, serta akan terus diperluas ke lebih banyak armada dan wilayah lainnya seiring optimalisasi pemanfaatan data dan pengembangan sistem monitoring yang semakin terintegrasi,” terang Broer. Melalui implementasi ini, KAI Logistik semakin menegaskan komitmennya dalam menghadirkan layanan logistik yang aman, efisien, dan andal. Integrasi teknologi AI dalam operasional trucking diharapkan tidak hanya mampu menekan potensi kecelakaan, tetapi juga memperkuat kepercayaan pelanggan serta mendukung visi perusahaan untuk menjadi penyedia solusi logistik terpadu yang unggul dan tepercaya.