Siak, katakabar.com - Perkumpulan Pemantau Anggaran Publik Kabupaten Siak (PAPSI) mendukung penuh polisi untuk mengusut tuntas pristiwa yang menewaskan seorang pelajar SMP Sains Tahfizh Islamic Center Siak pada Rabu (8/4). 

Berita Terkait: Eksperimen Senpi Gagal, Pelajar SMP Islamic Center Siak Meninggal karena Tertembak

Menurut Ketua Umum PAPSI, Bistari Zainudin Harahap, pristiwa yang menewaskan pelajar berinisial MAA (15 tahun) akan berdampak negatif pada citra Islamic Center Siak, yang selama ini dikenal sebagai salah satu yayasan Sains Tahfizh modern terbaik di Provinsi Riau. 

"Pihak Kepolisian harus mengusut tuntas kasus ini. Jangan ada yang ditutup-tutupi. Sebab, selama ini pihak yayasan juga terkesan tertutup terkait hal apapun, termasuk soal anggaran," kata Bistari kepada katakabar.com.

Menurut pria yang akrab disapa Ucok ini, pristiwa yang menimpa pelajar yang tinggal di Balai Kayang II, Kelurahan Kampung Dalam, Siak ini kurangnya pengawasan dari pihak yayasan dan guru-guru. 

"Kalau lah benar almarhum meninggal gara-gara uji coba senjata api (senpi) rakitannya, pihak sekolah dan yayasan harus bertanggung jawab. Menurut saya ini murni kelalaian dan kurangnya pengawasan. Kita tunggu keterangan resmi dari pihak kepolisian," ujarnya. 

Ucok juga menilai, jika benar pelajar tersebut meninggal karena eksperimen senpinya gagal dapat membuat citra sekolah negatif hingga orang tua berpikir dua kali untuk memasukkan anaknya sekolah di Yayasan Islamic Center Siak. 

"Tentu kita sebagai orang tua takut jika hal itu benar tanpa ada pengawasan yang ketat dari pihak sekolah dan yayasan. Maka itu kita berharap pihak kepolisian mengusut tuntas kasus ini," pungkasnya. 

Untuk diketahui, seorang pelajar berinisial MAA (15 tahun) meninggal diduga karena tertembak senjata api (senpi) rakitannya sendiri. 

Pristiwa itu terjadi ketika pelajar kelas IX (9) SMP Sains Tahfizh Islamic Center Siak ini tengah melakukan eksperimen praktik menembak menggunakan senpi rakitannya sendri. 

Dari keterangan yang dirangkum di lapangan, pristiwa itu terjadi pada Rabu (8/4) sekitar pukul 10.30 WIB tadi pagi di lapangan gedung sekolah SMP Sains Tahfizh Islamic Center Siak, Kelurahan Kampung Rempak, Kecamatan Siak. 

Ledakan hebat dari lapangan depan gedung sekolah SMP Islamic Center Siak membuat siswa-siswi hingga guru berhamburan ke luar ruang kelas. 

Saat itu korban dan teman-teman sekelasnya tengah melakukan praktik di luar kelas. Korban pun diduga menguji Senpi hasil rakitannya.