Gandeng Pemateri Global, Telkom AI Center Padang Kupas AI Tools Remote Income
Padang, katakabar.com - Telkom AI Center of Excellence Padang kembali menggelar AI Connect Offline Series bertajuk “Build Faster, Work Global: AI Tools for Remote Income” di Telkom AI Center Padang. Kegiatan ini angkat peran kecerdasan buatan (AI) sebagai alat untuk mempercepat proses kerja sekaligus membuka peluang kerja global melalui skema remote work yang semakin relevan di era digital. Menghadirkan Will Oak Wild, AI/ML Engineer dan instruktur dari Amerika Serikat, kegiatan ini memberikan wawasan praktis terkait pemanfaatan berbagai tools AI seperti ChatGPT, Claude, serta ekosistem GitHub dalam mendukung produktivitas dan kolaborasi kerja jarak jauh. Materi yang disampaikan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga dilengkapi dengan demonstrasi langsung, sehingga peserta dapat memahami penerapannya secara nyata. Kegiatan ini dihadiri sekitar 50 peserta yang terdiri dari pekerja, mahasiswa, dan masyarakat umum. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan dalam sesi diskusi, termasuk berbagai pertanyaan seputar peluang karier di bidang AI serta kesiapan menghadapi perkembangan teknologi digital yang semakin cepat. Dalam pemaparannya, Will menekankan tantangan dalam memulai karier di bidang AI merupakan hal yang wajar, namun bukan menjadi penghalang untuk berkembang. “Masuk ke bidang ini memang tidak mudah. Tapi yang jadi pembeda bukan bakat, melainkan konsistensi. Terus mencoba sampai berhasil, dan jangan berhenti belajar,” ujarnya. Ia menyoroti pentingnya kesiapan menghadapi perkembangan teknologi yang semakin pesat. “AI bukan sesuatu yang perlu ditakuti. Justru ini adalah alat yang akan membantu kita bekerja lebih cepat dan lebih luas. Ke depan, kemampuan menggunakan AI akan menjadi kebutuhan. Tanpa itu, akan semakin sulit untuk bersaing di dunia kerja digital,” jelasnya. Selain sesi seminar, kegiatan ini dilengkapi dengan praktik langsung yang memberikan pengalaman belajar lebih komprehensif bagi peserta. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu masyarakat memahami tidak hanya konsep, tetapi juga penerapan AI dalam konteks pekerjaan nyata, termasuk dalam skema kerja remote yang membuka akses ke pasar global. Mizan Lazuardi, Program Lead Telkom AI Connect, menyampaikan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya untuk memperluas akses literasi digital yang inklusif dan aplikatif. “Kami melihat potensi besar dari talenta lokal, termasuk di Padang, untuk bisa bersaing di tingkat global. Melalui AI Connect, kami ingin membuka akses pengetahuan dan praktik langsung agar masyarakat tidak hanya memahami teknologi, tetapi juga mampu menggunakannya untuk menciptakan peluang, termasuk dalam skema kerja remote,” ucapnya. Melalui kegiatan ini, Telkom AI Center Padang menegaskan komitmennya dalam mendorong transformasi digital yang inklusif. Dengan menghadirkan narasumber internasional serta materi yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini, AI Connect diharapkan dapat menjadi jembatan bagi masyarakat untuk meningkatkan keterampilan, memperluas peluang kerja, dan beradaptasi dengan ekosistem kerja global yang terus berkembang.
Ketum PWI Pusat: Zulmansyah Organisatoris dan Berdedikasi
Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, mengenang Sekjen PWI Pusat, almarhum Zulmansyah Sekedang sebagai sosok yang tidak hanya berdedikasi tinggi, tetapi juga mendapatkan penghormatan luas dari berbagai kalangan hingga akhir hayatnya.
PWI Pusat Dorong Perlindungan Karya Jurnalistik Masuk Revisi UU Hak Cipta
PWI menilai, penguatan regulasi hak cipta terhadap karya jurnalistik menjadi kebutuhan mendesak di tengah perkembangan ekosistem media digital yang semakin kompleks.
Kenang Zulmansyah di Gedung PWI Riau
Almarhum meninggal dunia pada Sabtu (18/4) pukul 00.05 WIB di RS Budi Kemuliaan, Jakarta, akibat serangan jantung.
Tembaga Punya Peran Krusial, Ini Tiga Sektor Paling Membutuhkan
Jakarta, katakabar.com - Tembaga menjadi salah satu bahan baku krusial bagi industri global saat ini. Dengan kekayaan alam, Indonesia pun berpotensi mendapat durian runtuh dari pemanfaatan komoditas ini. Menurut data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Indonesia tempati peringkat tujuh besar cadangan tembaga dunia dengan porsi sekitar 3 perse dari total global. Tetapi, dari sisi produksi tambang Indonesia berada di posisi ke 11. Sementara di industri hilir, Indonesia berada di peringkat ke 18, dan mencoba untuk terus memperkuat posisi dari kompetitornya yakni Jepang, India, Korea, dan Bulgaria yang bahkan tidak memiliki sumber daya tembaga. Founder & Advisor ReforMiner Institute, Pri Agung Rakhmanto, mengungkapkan terdapat tiga sektor utama yang akan mendorong permintaan tembaga ke depan. Sektor tersebut meliputi infrastruktur dan listrik seperti kabel serta trafo, industri energi baru terbarukan seperti PLTS dan PLT angin, serta industri otomotif khususnya kendaraan listrik (EV). Ia menekankan ekosistem industri ini membutuhkan dukungan dan fasilitasi dari pemerintah agar dapat berkembang optimal. Dia berharap ada kemudahan investasi di sektor-sektor turunan penyerap tembaga sehingga mampu mengoptimalkan produksi tembaga dalam negeri, guna mendukung pertumbuhan ekonomi Nasional. “Itu yang nantinya akan menyerap produksi tembaga dan tembaga olahan (katoda) dari smelter tembaga yang beroperasi di Indonesia,” ujar Pri Agung. Ia lantas mengapresiasi langkah hiliirsasi tembaga yang telah berjalan di Indonesia. Soalnya, peningkatan nilai tambah dari ekspor mineral mentah menjadi katoda tembaga sudah cukup kuat untuk meningkatkan neraca perdagangan global Indonesia ke depan. "Jika ekosistem industri itu belum berkembang, maka produksi yang ada akan lebih banyak terserap untuk ekspor," sebutnya. Saat ini, industri tembaga Indonesia didominasi oleh sejumlah perusahaan tambang besar dengan proyek strategis. Di antaranya adalah PT Freeport Indonesia Anggota Grup MIND ID, PT Amman Mineral Internasional Tbk, dan PT Merdeka Copper Gold Tbk. Masing-masing perusahaan tersebut pun memiliki besaran cadangan yang berbeda-beda. Freeport Indonesia misalnya, melaporkan bahwa hasil eksplorasi terbaru menunjukkan cadangan tembaga yang dapat diekstraksi hingga 2041 meningkat menjadi 8 miliar pon, angka ini naik dari sebelumnya yang diperkirakan sebesar 7 miliar pon. Lalu, PT Amman Mineral Nusa Tenggara mencatat total cadangan mineral mencapai sekitar 460 juta ton hingga 2030. Peningkatan ini terjadi seiring dimulainya fase baru penambangan Fase 8 di Tambang Batu Hijau. Di sisi lain, PT Merdeka Copper Gold Tbk melaporkan pertumbuhan cadangan tembaga sepanjang 2025 menjadi 9,1 juta ton atau naik 6%. Dari sisi bijih, cadangan bijih tembaga bahkan melonjak 60% menjadi 3,0 juta ton. Besarnya cadangan tersebut juga didukung oleh kehadiran smelter yang meningkatkan nilai tambah komoditas tembaga. Berdasarkan penelitian Kementerian ESDM, nilai tambah dari smelter tembaga dapat mencapai sekitar 1,74 kali lipat dibandingkan bahan baku konsentrat. Dalam sektor peleburan, Indonesia telah memiliki sejumlah smelter aktif yang menjadi tulang punggung hilirisasi. Fasilitas utama tersebut antara lain berada di Gresik, Jawa Timur, serta proyek smelter baru di Nusa Tenggara Barat yang memperkuat kapasitas pengolahan domestik. Dengan kombinasi cadangan melimpah, proyek hilirisasi yang terus berkembang, serta potensi permintaan dari berbagai sektor strategis, Indonesia memiliki peluang besar untuk mengoptimalkan peran tembaga dalam perekonomian nasional. Jika ekosistem industri berhasil dibangun secara terintegrasi, komoditas ini berpotensi menjadi motor pertumbuhan baru sekaligus meningkatkan nilai tambah ekonomi dalam negeri.
Kemen PU dan PTPP Bereskan Proyek Pembangunan 69 Titik SPPG di 15 Provinsi Waktu 37 Hari
Jakarta, katakabar.com - PT PP (Persero) Tbk (PTPP), perusahaan konstruksi dan investasi nasional di bawah naungan Danantara Indonesia, tunjukkan komitmen dukung program strategis nasional melalui penyelesaian Proyek Pembangunan Gedung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 3 Tahun Anggaran 2025, sebagai bagian dari dukungan infrastruktur Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Proyek dengan nilai kontrak sebesar Rp507,80 miliar ini berhasil diselesaikan dalam waktu 37 hari kalender, terhitung sejak 25 November 2025 dengan capaian progres 100 persen. Proyek ini mencakup pembangunan 69 titik lokasi yang tersebar di 15 provinsi di Indonesia, yakni Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, dan Papua. Pembangunan fasilitas SPPG ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang bertujuan menyediakan fasilitas produksi makanan yang higienis, terstandar, dan efisien. Fasilitas ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan, sehingga dapat berkontribusi dalam menurunkan angka malnutrisi dan stunting, meningkatkan konsentrasi serta prestasi belajar, sekaligus meringankan beban ekonomi keluarga. Dalam pelaksanaannya, PTPP mengedepankan berbagai inovasi guna memastikan proyek dapat diselesaikan secara cepat dan berkualitas. Salah satu inovasi utama yang diterapkan adalah penggunaan sistem konstruksi modular, yang memungkinkan percepatan pembangunan di berbagai lokasi secara simultan. Selain itu, PTPP juga mengimplementasikan dashboard monitoring progress berbasis digital yang terintegrasi. Sistem ini mampu meng-generate berbagai informasi penting secara real-time, mulai dari progres di setiap titik lokasi, monitoring pengiriman material, data personel lapangan, jumlah tenaga kerja, laporan harian, hingga dokumentasi perkembangan proyek di lapangan. Keunikan proyek ini terletak pada cakupan wilayahnya yang luas dan tersebar, sehingga membutuhkan strategi manajemen proyek yang adaptif, koordinasi lintas wilayah yang kuat, serta pengendalian mutu yang konsisten di setiap titik pembangunan. Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Diana Kusumastuti, turut memberikan apresiasi atas penyelesaian proyek ini. “Alhamdulillah sudah selesai rapi, selanjutnya serah terima & dimanfaatkan. Terima kasih,” ujarnya. Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo, menyampaikan keberhasilan ini menjadi bukti kapabilitas perusahaan dalam mengerjakan proyek berskala besar dengan waktu yang sangat terbatas. “PTPP bangga dapat berkontribusi dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Proyek ini juga sejalan dengan agenda prioritas nasional dalam Asta Cita, khususnya dalam mendorong peningkatan kualitas SDM dan pembangunan yang inklusif serta merata di berbagai wilayah," jelasnya. Pembangunan SPPG ini, harap Joko, dapat memberikan multiplier effect bagi perekonomian lokal, mulai dari penyerapan tenaga kerja, pemberdayaan UMKM, hingga peningkatan permintaan terhadap bahan pangan dari petani dan pelaku usaha setempat. "Keberhasilan penyelesaian proyek ini dalam waktu singkat tidak terlepas dari sinergi seluruh pihak serta penerapan inovasi konstruksi dan digitalisasi yang kami lakukan,” imbuhnya. Ke depan, PTPP akan terus berkomitmen untuk menghadirkan pembangunan infrastruktur yang tidak hanya berorientasi pada aspek fisik, tetapi juga memberikan dampak sosial yang nyata bagi masyarakat luas.
Lampung Resmi Jadi Tuan Rumah Hari Pers Nasional dan Porwanas 2027
Lampung resmi menjadi tuan rumah Hari Pers Nasional (HPN) dan Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) Tahun 2027.
Kisah Haji Tahun Ini: Sempat Khawatir Pelunasan, Untung Biaya Tak Jadi Halangan
Boyolali, katakabar.com - Banyak kisah, dan cerita warnai penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Salah satu paling menjadi sorotan adalah persoalan biaya, terutama terkait pelunasan yang kerap menimbulkan kekhawatiran bagi calon jemaah haji dari berbagai latar belakang. Pengelolaan dana haji yang optimal kini memberikan dampak nyata. Para pelaku usaha mikro, seperti pedagang jamu, kerupuk, hingga penjual es juga merasakan manfaat berkurangnya biaya perjalanan ibadah haji berkat nilai manfaat dari pengelolaan dan pengembangan dana haji oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Secara nasional, Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) mencapai sekitar Rp87,4 juta. Tetapi, calon jemaah rata-rata hanya perlu membayar sekitar Rp54 juta. Angka tersebut masih dikurangi setoran awal pendaftaran sebesar Rp25 juta. Jadi, terdapat sekitar Rp33 juta yang ditopang dari nilai manfaat hasil pengelolaan dana haji oleh BPKH. Nilai manfaat ini berasal dari pengembangan dana melalui penempatan dan investasi yang dilakukan BPKH secara aman dan terukur. Pengelolaan itu membuat dana setoran awal jemaah haji bukan hanya tersimpan aman, tetap berkembang, dan memberikan manfaat langsung saat pelunasan. Beberapa kisah menarik calon jemaah di Soloraya yang merasakan betapa nilai manfaat dan dana pengembangan setoran haji telah meringankan langkah mereka ke Tanah Suci. Pasangan suami-istri (Pasutri) asal Dukuh Plosokerep, Desa Winong, Kecamatan Boyolali, Kabupaten Boyolali yang bekerja sebagai penjual jamu tradisional di Pasar Sunggingan akan berangkat haji pada 2026 ini. Mereka adalah Hadi Wiyono 63 tahun, dan Sutiyah 55 tahun. Keduanya telah mendaftar haji sejak November 2012 kemudian dipanggil untuk berangkat ke Tanah Suci pada 2026 ini. Mereka direncanakan berangkat pada 10 Mei 2026 nanti. Selepas dipanggil untuk berhaji, ia mengatakan lega karena hanya harus melakukan pelunasan biaya perjalanan ibadah haji sekitar Rp50 juta untuk dua orang. Uang tersebut didapat dari tabungan emasnya dan tabungan ternak Hadi Wiyono. Harusnya, calon jemaah haji tahun ini harus membayar sekitar Rp87,4 juta untuk biaya penyelenggaraan ibadah haji. Tetapi jemaah hanya perlu membayar biaya perjalanan ibadah haji sekitar Rp54,1 juta. Kisah serupa datang dari Khotib Heru Ukhrodin 50 tahun, pedagang kerupuk asal Boyolali, warga Dukuh Gledegan, Desa Kopen, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolalu. Ia bersama istrinya, Nur Witri, juga sempat memperhitungkan kemampuan finansial saat menghadapi pelunasan biaya haji. “Mestinya lebih besar, tapi ada yang dibayarkan dari nilai manfaat, jadi sangat membantu,” kata Khotib. Ia bersyukur bisa berangkat ke Tanah Suci tanpa memusingkan soal biaya pelunasan karena terasa diringankan melalui pengelolaan BPKH. "Alhamdulillah, dua orang saya dan istri itu membayar total sekitar Rp53 juta. Harusnya lebih karena per orang hampir Rp87 juta. Kemarin kami membayar Rp25 juta dan pelunasan sekitar Rp26 juta. Lalu, dijelaskan oleh pihak BSI itu ada yang dibayarkan dari nilai manfaat,” ulasnya. Khotib menyampaikan rasa senangnya karena merasa diringankan dengan nilai manfaat yang ia dapatkan berkat pengelolaan dana haji yang transparan dan berkembang yang dilakukan BPKH. Lega Kekhawatiran para calon jemaah tersebut akhirnya berubah menjadi kelegaan setelah mengetahui adanya nilai manfaat dari pengelolaan dana haji oleh BPKH. Plt Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Brebes, Akhmad Nizam Baequni, menegaskan sistem pengelolaan dana haji saat ini memang dirancang untuk memberikan manfaat maksimal bagi jemaah. “Dulu total biaya bisa mencapai sekitar Rp87 juta. Tapi sekarang jemaah cukup melunasi sekitar Rp30–33 juta setelah setoran awal, karena sudah terbantu dari hasil pengelolaan dana,” jelasnya. Ia menambahkan, setiap setoran awal dari pendaftar akan dikelola oleh BPKH secara transparan dan akuntabel, sehingga memberikan manfaat luas bagi jemaah. Transparansi BPKH Berdasarkan data transparansi dari BPKH, biaya penyelenggaraan ibadah haji senilai sekitar Rp87,4 juta. Namun, calon jemaah rata-rata hanya diwajibkan membayar sekitar Rp54 juta untuk biaya perjalanan ibadah haji, yang masih dipotong dari setoran awal pendaftaran nomor porsi sebesar Rp25 juta. Sisanya, sekitar Rp33 juta, berasal dari nilai manfaat pengelolaan dana haji yang dilakukan BPKH. Jadi, dana setoran awal Rp25 juta saat pendaftaran tidak hanya aman dan utuh, tetapi juga berkembang melalui penempatan dan investasi. Jika sudah memiliki nomor porsi, calon jemaah haji hanya perlu melunasi sekitar Rp29 juta. Hal ini menunjukkan bahwa pengelolaan dana haji oleh BPKH tidak hanya aman dan amanah, tetapi juga memberikan nilai manfaat nyata. Sementara, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Boyolali, Sauman, menambahkan, berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 34 Tahun 2025, BPIH untuk Embarkasi Solo mencapai Rp86.448.981. Sementara itu, Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) sebesar Rp53.233.422. Setelah setoran awal Rp25 juta, jemaah hanya perlu melunasi sekitar Rp25.559.215, dan sisanya ditopang dari nilai manfaat dana haji yang dikelola BPKH. Dengan pengelolaan dan pengembangan dana BPKH, biaya haji kini menjadi lebih terjangkau dan ringan. Para calon jemaah pun dapat menjalankan ibadah dengan lebih tenang, tanpa dibayangi kekhawatiran berlebih terkait pelunasan biaya
MIND ID Tegaskan Komitmen Keberlanjutan di Setiap Daerah Operasional
Jakarta, katakabar.com - Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID konsisten terapkan prinsip keberlanjutan di setiap daerah operasional. Komitmen ini tidak semata untuk memenuhi ketentuan regulasi, tetapi sebagai cara perusahaan mengoptimalkan sumber daya alam secara bertanggung jawab sekaligus menjaga keberlangsungan, keseimbangan lingkungan serta sosial di sekitar wilayah operasional. Direktur Strategi Hilirisasi dan Ekosistem Mineral MIND ID, Tedy Badrujaman, mengatakan praktik pertambangan yang baik merupakan fondasi utama dalam menjaga kinerja lingkungan sekaligus sosial di seluruh operasional Grup MIND ID. Menurutnya, keberlanjutan harus hadir sejak tahap perencanaan, operasional, hingga pemulihan. “Kalau berusaha harus memperhatikan kondisi alam sekitar. Ini adalah komitmen sesuai dengan aturan yang ada, dan bahkan kita mencoba lebih dari aturan yang ada. Apa pun yang kita jalankan adalah untuk lingkungan tempat hidup kita,” ujar Tedy. Kata Tedy, Anggota Grup MIND ID tidak hanya menjalankan program agar patuh terhadap aturan, tetapi juga berupaya menjaga dan meningkatkan kualitas lingkungan di sekitar area penambangan maupun pengolahan. Upaya ini dilakukan melalui inovasi yang melibatkan masyarakat yang dampaknya terukur dan dapat dibuktikan kinerjanya. Salah satu inovasi dijalankan PT Timah (Persero) Tbk (TIMAH) Pengolahan dan Pemurnian Muntok, melalui penerapan program Menjaga Nusantara: Muntok Berjaya dan Bahagia Melalui Inklusifitas Berkelanjutan dan Sejahtera. Program ini memanfaatkan Lahan Bekas Eks Tambang Ilegal untuk dijadikan tempat pembinaan usaha masyarakat yang mendukung ketahanan pangan daerah. TIMAH juga menjalankan program Bank Sampah sekaligus pembinaan usaha Pemanfaatan Limbah Kulit Udang menjadi Simbiotik. Untuk memperkuat sisi ekonominya, program Menjaga Nusantara juga diintegrasikan dengan pemberdayaan Kelompok Usaha Batik Ciprat, Batik Ecoprint dan UMKM Snack, serta budidaya sayuran dengan metode hidroponik, serta pembinaan kelompok usaha pempek udang yang anggotanya berasal dari mantan penambang ilegal. Di sisi lain, PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) memiliki program inovasi sosial di Desa Kuta Tanjung. Program menggunakan pendekatan holistik yang mengintegrasikan penguatan ekonomi, sosial, dan lingkungan melalui pemanfaatan potensi lokal serta pemberdayaan masyarakat rentan, termasuk masyarakat miskin, kelompok perempuan, penyandang disabilitas, dan pemuda. Dampak dari program terintegrasi ini, INALUM mampu mendukung peningkatan pendapatan masyarakat, terciptanya lapangan kerja lokal, pengelolaan puluhan ton sampah secara berkelanjutan, serta kontribusi nyata terhadap penurunan emisi gas rumah kaca. Program INALUM ini telah menghasilkan pendapatan ekonomi sebesar Rp2,9 miliar, mengelola 28.625,8 kilogram sampah melalui sistem bank sampah. Selanjutnya, kontribusi pada penurunan Global Warming Potential (GWP) mencapai 11.494 ton CO₂ ekuivalen. Adapun kedua program inovasi sosial dari TIMAH dan INALUM tersebut memperoleh apresiasi PROPER Emas 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup. Tedy menambahkan aktivitas pertambangan pada dasarnya akan mengubah bentang alam, namun dampaknya dapat dikendalikan dan dipulihkan apabila perusahaan menjalankan program keberlanjutan secara komprehensif dan terintegrasi. “Kami berupaya memastikan bagaimana kegiatan tambang diikuti dengan berbagai upaya pengendalian dan pemulihan yang sesuai kaidah, dan bahkan lebih jauh lagi untuk dapat menjaga kelestarian alam dengan inovasi sosial yang tepat,” jelasnya.
PWI Pusat Serahkan Uang Duka kepada Keluarga Almarhum Zulmansyah Sekedang
Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menyerahkan uang duka cita kepada keluarga almarhum Sekretaris Jenderal (Sekjen) PWI Pusat, Zulmansyah Sekedang, sebagai bentuk kepedulian dan penghormatan atas jasa-jasanya selama mengabdi di organisasi.