Siak, katakabar.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Siak menegaskan bahwa kegiatan Baznas di Kampung Buatan Besar bukan agenda politik. 

Sebelumnya, Baznas diduga ikut bermain politik lantaran menaruh sejumlah paket sembako di sebuah warung di Kampung Buantan Besar. 

Paket sembako itu dicurigai oleh sejumlah pihak akan diberikan kepada warga yang berada di lokasi PSU di Kampung Buantan Besar. Para pihak itu pun membuat laporan ke Bawaslu Siak, Selasa (18/3).

"Itu Paket Ramadan Bahagia. Itu murni untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Tak ada kaitan dengan PSU," kata Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Siak, Ahmad Dardiri dalam keterangan resmi.

Dardiri mengatakan, Paket Ramadan Bahagia itu merupakan bagian dari komitmen Baznas Siak setiap tahun untuk memberikan manfaat kepada masyarakat yang membutuhkan.

"Dari keterangan pihak Baznas, mereka membuat 205 paket di Z-MART Buk Ipat warga Kecamatan Bungaraya. Isi paket itu delapan jenis sembako yang nilainya Rp220 ribu per paket," kata Dardiri. 

Dardiri mengaku pihaknya juga langsung turun ke warung tersebut. Ternyata pemilik warung warga Kampung Jayapura, Kecamatan Bungaraya. Namun letak warung ini di Kampung Buantan Besar yang merupakan binaan Baznas Siak. 

"Ini sesuai dengan Surat Keputusan Baznas Siak Nomor : 01.216/SK/BAZNAS-S/X/2024 tertanggal 21 Oktober 2024, tentang Penetapan Penerima Manfaat Usaha Z-Mart Program Siak Sejahtera Baznas Siak," jelasnya. 

"Kita menarik kesimpulan bahwa Baznas Siak hanya mengambil paket santunan sembako di warung itu. Rencananya paket sembako ini akan dibagikan kepada cleaning service Dinas PU Tarukim Siak," jelasnya. 

Namun, mengingat adanya kemungkinan pegawai cleaning service berasal dari wilayah PSU dan lokasi khusus RSUD Tengku Rafian Siak, maka Bawaslu mengimbau Baznas menunda pembagian paket sembako. 

"Guna mencegah potensi terjadinya pelanggaran money politic ataupun penyalah gunaan jabatan, kita mengimbau agar Baznas menunda pembagian paket sembako untuk warga Kecamatan Siak dan Bungaraya. Rencana pembagian paket ini awalnya 19 Maret. Tapi kita mengimbau dibagikan setelah PSU 22 Maret. Ini demi menjaga stabilitas di dua kecamatan tersebut," pungkasnya.