Siak Kecil, katakabar.com - Pemerintah Kabupaten Bengkalis, lewat Dinas Perkebunan (Disbun) Kabupaten Bengkalis gelar Traning For Traner (Pelatihan Untuk Pelatih) Oiln Palm Good Agriculture Practise (GAP) atau Minyak Sawit, Panduan Cara Budidaya yang Baik, Benar, Ramah Lingkungan dan Aman Dikonsumsi untuk UPT BPP dan UPT Pembenihan dan Pengembangan Perkebunan, dari 30 Oktober hingga 5 November 2023 nanti.

Bupati Bengkalis, Kasmarni diwakili Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Kabupatem Bengkalis, Mohammad Azmir yang buka Pelatihan Untuk Pelatih bagi masyarakat 4 Desa di Kecamatan Siak Kecil, yakni Desa Sumber Jaya, Sungai Linau, Bandar Jaya dan Tanjung Damai, pada Rabu (1/11) kemerin.

"Kegiatan ini hendaknya dapat meningkatkan pemahaman bagi peserta selalu dan setiap saat mendampingi masyarakat, khusus para petani atau pekebun yang mengelola kebun kelapa sawit," ujar Mohammada Azmir kepada katakabar.com tadi malam.

Kadisbun Bengkalis ucapkan terima kasih kepada PT Musimas, yang dihadiri General Manajer, Rob Nicols dan Pro Forest yang telah menggagas acara ini.

"Kegitan ini mudah-mudahan dapat diikuti perusahaan lainnnya ke depan. Pelatihan Untuk Pelatih ini penting. Dengam pelatihan ini mudah-mudahan peserta dapat menularkan ilmunya kepada masyarakat, sehingga dapat memperbaiki kondisi kebun masyarakat dan akhirnya dapat mewujudkan visi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis, yakni Bermarwah, Maju dan Sejahtera," harapnya.


Kepada Pro Forest, tambah Kadisbun Bengkalis, untuk terus mendampingi masyarakat yang terlanjur menanam kelapA sawit dalam kawasan hutan, nantinya bisa diselesaikan apakah melalui perubahan status kawasan hutan maupun perhutanan sosial.

Diketahui, Traning For Traner (Pelatihan Untuk Pelatih) Oiln Palm Good Agriculture Practise (GAP) digagas Pro Forest.

Kegiatan sudah berlangsung dari penghujung Oktober hingga memasuki pekan ke dua November 2023 nanti.

Pelatihan untuk Pelatih adalah pelatihan yang diperuntukkan bagi orang yang diharapkan setelah selesai pelatihan mampu menjadi pelatih dan mampu mengajarkan materi pelatihan tersebut kepada orang lain.

Sedang, Oil Palm Good Agricultural Practices (GAP) adalah panduan cara budidaya yang baik, benar, ramah lingkungan dan aman dikonsumsi. Akhirnya penerapan GAP dapat meningkatkan produktivitas, pendapatan maupun kesejahteraan masyarakat khususnya petani atau pekebun kelapa sawit.