Pelalawan, katakabar.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan, terus gesa berbagai program unggulan pasangan Bupati, H Zukri SM, MM., dan Wakilnya H Husni Tamrin, SH, MH., dengan perluas akses listrik di daerah perairan.
Di antara program unggulan tersebut Pemkab Pelalawan bersama PT PLN (Persero) terus dorong percepat 100 persen rasio elektrifikasi. Hal ini demi mengalirkan listrik 24 jam ke desa terpencil, termasuk daerah perairan di Pulau Mendol, Kecamatan Kuala Kampar.
Di mana proyek strategis yang sedang berjalan pemasangan Saluran Kabel Bawah Laut Tegangan Menengah (SKLTM) 20 kV dari Sokoi ke Pulau Mendol, Kecamatan Kuala Kampar, yang ditargetkan melayani 2.200 pelanggan energi listrik 24 jam.
Sejak puluhan tahun silam, kondisi listrik di Kecamatan Kuala Kampar sangat memprihatinkan. Lantaran nasyarakat hanya nikmati listrik selama 12 jam per hari.
Ketika mesin PLTD PLN mengalami kerusakan, pemadaman bergilir kerap terjadi. Jika kerusakan parah, listrik hanya menyala paling lama 4 jam. Pemadaman juga sering terjadi pada beban puncak dan sangat mengganggu aktivitas warga.
Upaya strategis kabel bawah laut Sokoi Pulau Mendol mengatasi keterbatasan pasokan, proposal pembangunan jaringan bawah laut dilayangkan ke pusat dan mendapat lampu hijau.
Pembangunan jaringan kabel bawah laut Sokoi Pulau Mendol, telah dilelang pada November 2023, dan pengerjaan dimulai awal Januari 2024. Impian membangun daerah perairan dengan listrik 24 jam bakal terwujud tahun 2026.
Setelah proyek SKLTM 20 kV sepanjang kurang lebih 3 km ini berlokasi di Desa Teluk Dalam, Kecamatan Pulau Mendol, Kabupaten Pelalawan telah berjalan.
"Setelah beroperasi, semoga proyek ini mengakhiri ketergantungan pada PLTD swadaya dan memastikan seluruh rumah tangga teraliri listrik PLN yang stabil selama 24 jam tahun ini," ujar Bupati Pelalawan, H Zukri, saat mengikuti Rapat Koordinasi Pemeriksaan Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) rencana kegiatan SKLTM 20 kV, di pekan ketiga Oktober 2025.
Rapat yang digelar Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI melalui Direktorat Pencegahan Dampak Lingkungan Usaha dan Kegiatan pada Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH).
Rapat diikuti Dinas LHK Provinsi Riau, Dinas Perhubungan Provinsi Riau, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Riau, Bappeda Pelalawan, Dinas PUPR Pelalawan, DPMPTSP Pelalawan, Pushidrosal TNI AL, KKP, Kementerian Investasi/BKPM, serta Tim Pemrakarsa dan Tim Penyusun PT PLN (Persero) UID Riau dan Kepri.
Di kegiatan tersebut, Bupati Pelalawan, H Zukri, sampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap rencana pembangunan.
“Kami berharap pembangunan kabel bawah laut ini bisa dituntaskan dengan cepat, sebab memberikan dampak sosial dan ekonomi yang besar bagi masyarakat. Pulau Mendol memiliki potensi luar biasa, baik dari sektor pangan, padi, maupun kelapa. Dengan listrik yang stabil, potensi ini bisa dioptimalkan,” terangnya.

Ia menilai dari hasil kajian awal, dampak ekologis proyek ini relatif kecil dan tidak signifikan terhadap lingkungan laut setempat.
Bupati Pelalawan meminta seluruh pemangku kepentingan memberi dukungan penuh agar proses perizinan dan pelaksanaan berjalan lancar.
“Alhamdulillah, proses persiapan izin lingkungan untuk pembangunan kabel bawah laut menuju Pulau Mendol sudah hampir selesai. Setelah ini, kita akan masuk ke tahap pembangunan. Saya mohon doa dari masyarakat agar semua berjalan lancar. Kita ingin masyarakat Pulau Mendol tidak lagi menikmati listrik hanya 12 jam atau 4 jam per hari,” ucapnya.
Progres Capai 50 Persen
Bupati Pelalawan, H Zukri melakukan audiensi bersama PLN guna mempercepat pembangunan kabel bawah laut menuju Pulau Mendol, di pekan pertama April 2026.
Manager UP3 PLN Pekanbaru, Wilsriza Wilman, menerangkan progres pemasangan kabel bawah laut saat ini telah mencapai sekitar 50 persen. Ia optimistis pengerjaan dapat diselesaikan sesuai target pada Mei 2026.
“Untuk progres pemasangan kabel bawah laut menuju Pulau Mendol saat ini sudah mencapai 50 persen. Kita targetkan selesai pada bulan Mei 2026,” kupasnya.
Wilsriza menambahkan, proses pengerjaan bergantung pada ketersediaan arus listrik sebagai sumber utama penyaluran energi. PLN terus melakukan penyesuaian teknis agar pemasangan berjalan lancar dan sesuai standar.
Sedang, Eykel Boy Ginting, Manager PLN ULP Pangkalan Kerinci aminkan Wilsriza. Menurutnya, penggelaran SKLTM 20 kV Sokoi-Pulau Mendol saat ini sudah 50 persen dan ditargetkan akhir Mei 2026 sebanyak 2.200 pelanggan akan menikmati listrik 24 jam.
“Adapun tiang untuk di darat sudah ready semua. Setelah pemasangan jaringan kabel bawah laut akan dilanjutkan dengan pengurusan Sertifikat Laik Operasi (SLO) terkait dokumen instalasi listrik aman, andal dan sesuai standar untuk dioperasikan, arus bawah laut yang cukup deras menjadi kendala di lapangan. Namun tim terus bekerja maksimal," bebernya.
Program Pelalawan Terang
Bupati Pelalawan, H Zukri, menyampaikan apresiasi kepada PLN atas komitmen merealisasikan proyek tersebut. Menurutnya, kehadiran listrik 24 jam sangat dinantikan masyarakat dan akan berdampak besar terhadap peningkatan kualitas hidup.
“Alhamdulillah, berkat keseriusan PLN untuk mewujudkan listrik menyala di Pulau Mendol selama 24 jam, mudah-mudahan di tahun 2026 ini sudah bisa terealisasi,” tegas H Zukri.
Pemkab Pelalawan, imbuhnya, terus mendukung penuh percepatan pembangunan infrastruktur kelistrikan, termasuk melalui koordinasi lintas sektor agar tidak ada kendala berarti di lapangan.
Dengan progres SKLTM Sokoi-Pulau Mendol yang telah mencapai setengah jalan dan target penyelesaian Mei 2026, masyarakat Pulau Mendol memiliki harapan besar untuk segera menikmati layanan listrik tanpa henti.
"Listrik 24 jam diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan di wilayah kepulauan tersebut," tandasnya. (Advertorial)
Bupati Pelalawan H Zukri Dorong Pemasangan Jaringan Kabel Bawah Laut di Pulau Mendol
Diskusi pembaca untuk berita ini