Makassar, katakabar.com - Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar salah satu dari 26 lembaga litbang yang lolos seleksi Grant Riset Sawit (GRS) tahun 2023 mendapatkan dana dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).
Peneliti dari Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar dua orang yang mengajukan dua proposal riset lolos seleksi. Di mana keduanya mendapatkan total dana hibah penelitian sebesar Rp3,8 miliar.
Ketua LPPM Unhas, Prof Nasrum Massi PhD lewat keterangan resmi Humas Unhas, dilansir dari laman elaeis.co, pada Selasa (3/10) mengatakan, Perjanjian pelaksanaan penelitian sudah ditandatangani dengan BPDPKS di Jakarta.
"Kedua peneliti dari Unhas, yakni Prof Dr Indrabayu dan Dr Eng Andi Amijoyo Mochtar dari Fakultas Teknik. Rincian dananya, Indrabayu meraih dana penelitian dan pengembangan sebesar Rp2,65 miliar, dan Andi sekitar Rp1,15 milar," ujarnya.
Kedua penelitian ini, kata Prof Nasrum, melakukan penelitian untuk kategori pengolahan pasca panen.
"Penelitian inovatif yang dilakukan Bayu dan tim berjudul Desain dan Implementasi Robot Pengumpul Brondolan Buah Sawit Berbasis Mechatronics Dengan Sistem Deteksi dan Klasifikasi Kondisi Buah Berbasis Artificial Intelligence (AI)," tuturnya.
Penelitian ini, ulasnya, dilaksanakan dua tahun lamanya dan fokus untuk merancang, mengembangkan, dan menguji robot pengumpul brondolan buah kelapa sawit, dengan menggunakan teknologi mechatronics, sistem deteksi dan klasifikasi kondisi buah berbasis kecerdasan buatan (AI).
"Penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan manfaat yang signifikan untuk dunia penelitian dan industri perkebunan kelapa sawit di Indonesia," ucap Bayu, guru besar di bidang kecerdasan buatan.
Sedang ceritanya, Andi melakukan penelitian berjudul Aplikasi Drone untuk Memotong Buah dan Pelepah Sawit.
"Penelitian ini juga merupakan inovasi baru dalam rangka memudahkan pemanenan dan pembersihan pelepah-pelepah sawit yang telah menua dengan menggunakan teknologi drone," bebernya.
Masih Bayu, penelitian ini kolaborasi antara Unhas sebagai universitas pendamping bagi Universitas Teknologi Akba Makassar dan Universitas Asyariah Mandar mendukung pengembangan teknologi di industri perkebunan kelapa sawit.
Program Grant Riset Sawit 2023, tambah Bayu sebagai upaya BPDPKS untuk melakukan penguatan dan pengembangan serta peningkatan pemberdayaan perkebunan.
Selain itu, industri kelapa sawit nasional yang saling bersinergi di sektor hulu dan hilir agar terwujud perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan," tandasnya.
Dapat Dana Dari BPDPKS, Dua Peneliti Unhas Siap Kembangkan Robot dan Drone Sawit
Diskusi pembaca untuk berita ini