Jakarta, katakabar.com - Sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil atau ISPO penting untuk menghadapi serangan European Union Deforestation Regulation (EUDR). Makanya Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) bersama stakeholder gencar diplomasi dan kamapanye positif kelapa sawit.
Menurut Kepala Divisi Perusahaan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Achmad Maulizal Sutawijaya menjelaskan betapa pentingnya sertifikasi ISPO untuk pembuktian kelapa sawit di Indonesia telah sustainable. Lebih lanjut, Maulizal menjelaskan
"Betapa penting komoditas kelapa sawit bagi Indonesia," tegas Maulizal, dilansir dari laman website resmi BPDPKS, pada Selasa (14/5).
Jika kelapa sawit di Indonesia terhenti, terang Maulizal, tidak hanya industri yang terkena dampaknya, petani pun terkena dampaknya.
Dari catatan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) ada sekitar 2,4 juta petani swadaya yang melibatkan 4,6 juta pekerja. Artinya, kalau sampai komoditas kelapa sawit ini terpukul oleh aturan EUDR, bakal ada jutaan petani dan pekerja yang ikut merasakan dampaknya.
Selain mendorong sertifikasi ISPO, kata Maulizal, kampanye positif harus semakin agresif dilakukan negara-negara yang selama ini diskriminatif di perdagangan minyak sawit, seperti negara-negara Uni Eropa.
“Kami sudah siapkan strategi kampanye positif di Uni Eropa. Ini sekaligus untuk mengimbangi opini terkait sawit yang masih negatif di kalangan masyarakat dan pengambil kebijakan di Eropa,” jelas Maulizal, saat menjadi pembicara Serial Kebijakan Sawit usung tema 'Kupas Tuntas Regulasi Perkelapa Sawitan Indonesia' di Jakarta, di penghujung April 2024 lalu.
Dijabarkan Achmad Maulizal, ada beberapa langkah untuk kampanye positif sawit dalam menghadapi EUDR, yakni aksi legal untuk menyelesaikan permasalahan diskriminasi terkait perdagangan minyak sawit Indonesia, dan membangun hubungan bilateral dengan negara-negara anggota Uni Eropa.
“Hubungan bilateral yang baik menjadi upaya persuasif untuk meredam berbagai diskriminasi dagang terhadap minyak sawit Indonesia,” bebernya.
Terus ketiga, lanjut Maulizal, mendukung sertifikasi berkelanjutan yang diakui dunia internasional untuk menembus pasar Uni Eropa sehingga perlu adanya penguatan standar sertifikasi ISPO sebagai langkah komunikasi positif sawit di Eropa dan wilayah-wilayah lain di dunia.
Terakhir, tuturnya, melakukan komunikasi media dengan bekerja sama melalui media-media terpercaya di Jerman, Prancis, dan Belgia.
Diplomasi dan Kampanye Sawit Gencar, Sertifikasi ISPO Siap Hadapi Serangan EUDR
Diskusi pembaca untuk berita ini