Sangatta, katakabar.com - Dinas Perkebunan (Disbun) Kutai Timur (Kutim) taja Bimbingan Teknis (Bimtek) dan peningkatan kapasitas aparatur khususnya Bidang Perlindungan.
Kabid Perlindungan Disbun Kutim, Didik Prayitno menjelaskan, kegiatan ini sebagai upaya mendukung penurunan emisi gas rumah kaca atau program Forest Carbon Partnership Fasility Carbon Fund (FCPF-CF).
"Lantaran baru tahun ini, kami dapat alokasi dari Pemprov Kalimantam Timur melalui KLHK untin mendukung penurunan emisi karbon. Jadi, kita fokus kepada peningkatan kapasitas," ujar Didik, dilansir dari laman korankaltim.com, pada Selasa (5/12).
Prinsipnya, kata Didik, mendukung perkebunan kelapa sawit rakyat berkelanjutan di Kabupaten Kutai Timur. Di mana, pengelolaan perkebunan kelapa sawit berkelanjutan menitik beratkan aspek legalitas lahan, tata kelola izin usaha perkebunan, penguatan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), hingga strategi menghadapi isu negatif kelapa sawit yang semakin masif.
ISPO regulasi wajib diterapkan perusahaan kelapa sawit sebagai upaya memelihara lingkungan, meningkatkan kegiatan ekonomi, sosial, dan penegakan paraturan perundangan Indonesia di bidang kelapa sawit. Penyusunan sistem sertifikasi ISPO berpedoman atau didasarkan pada139 peraturan.
"Mulai dari undang-undang hingga peraturan Dirjen berbagai instansi pemerintah mengamanatkan ISPO," tegasnya.
Disbun Kutim Taja Bimtek Kapasitas Aparatur BP Dukung Sawit Berkelanjutan
Diskusi pembaca untuk berita ini