Sanggau, katakabar.com - Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat taja pelatihan penggunaan drone dan GPS untuk pemetaan lahan, di ruang rapat dinas setempat.

Peserta pelatihan tersebut, yakni petugas lapangan, dan staf dari Disbunak Kabupaten Sanggau, guna meningkatkan efisiensi pendataan lahan perkebunan.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Sanggau, H Syafriansyah MM hadir, sekaligus membuka acara pelatihan. Ia menekankan pentingnya pelatihan ini untuk meningkatkan kapasitas tim pendataan lahan.

Pendataan lahan ke depan, harap Syafriansyah, khususnya mengenai penerbitan Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB) dapat lebih cepat dan efisien. Soalnya hingga saat ini masih jauh dari target 7.800 STDB, makanya pelatihan ini hendaknya bisa jadi solusi untuk mempercepat proses," terangnya melalui keterangan resmi dilansir dari laman EMG, Ahad (10/11).

Pelatihan ini dimulai dengan pemaparan materi teori tentang penggunaan drone dan GPS yang disampaikan instruktur berpengalaman di bidang pemetaan lahan. Para peserta mendapatkan pengetahuan mendalam mengenai cara memanfaatkan teknologi tersebut untuk pemetaan lahan yang lebih akurat dan efisien.

Lepas pemaparan, para peserta langsung melakukan praktik lapangan di kawasan Sabang Merah, Sanggau. Di sesi ini, mereka diajarkan teknik pengoperasian drone dan GPS secara langsung, mulai dari persiapan, penerbangan drone, hingga pengambilan data yang akan digunakan dalam pemetaan lahan.

Para peserta tampak antusias mengikuti pelatihan ini, mengingat pentingnya teknologi drone dan GPS guna mempermudah pekerjaan di lapangan. Selain meningkatkan akurasi data lahan, teknologi ini diharapkan mampu mengurangi waktu yang dibutuhkan dalam proses pendataan.

"Pelatihan ini bagian dari upaya Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten (Disbunak) Sanggau untuk terus memperbaiki tata kelola perkebunan, khususnya mengenai pendataan dan pengelolaan lahan perkebunan yang lebih modern dan terintegrasi dengan teknologi," ujar Syafriansyah.

Melalui pelatihan ini, kata Syafriansyah lagi, diharapkan para petugas lapangan mampu menerapkan teknologi baru tersebut secara efektif di lapangan, demi mencapai target yang telah ditetapkan, sekaligus mendukung kemajuan sektor perkebunan di Kabupaten Sanggau.