Binjai, katakabar.com – Pelaksanaan proyek pengadaan di RSUD Dr. R.M. Djoelham Binjai Tahun Anggaran 2025 memicu kontroversi. 

Aroma monopoli menyeruak setelah muncul dugaan bahwa ratusan paket pekerjaan hanya dikelola oleh dua perusahaan tertentu, yakni CV YP dan CV GM.

Dominasi kedua entitas ini memicu kritik keras karena dianggap menutup ruang kompetisi bagi penyedia jasa lainnya.

Fenomena ini dinilai tidak wajar dalam sistem pengadaan barang dan jasa pemerintah yang seharusnya mengedepankan transparansi.

Upaya konfirmasi telah dilakukan terhadap Plt Direktur RSUD Dr. R.M. Djoelham Binjai, dr. Romy Ananda Lukman. 

Namun, hingga Selasa (3/2/2026), pesan singkat maupun panggilan telepon melalui WhatsApp yang dilayangkan tidak mendapatkan respons. 

Sikap bungkam pihak manajemen memperkuat spekulasi publik terkait adanya ketidakterbukaan dalam proses tender.

Indikasi Persaingan Tidak Sehat
Praktisi Hukum, Ferdinand Sembiring, menilai situasi di RSUD Djoelham sebagai sinyal buruk bagi tata kelola anggaran daerah. 

Ia menyebut penguasaan proyek oleh segelintir pihak merupakan modus klasik yang mengarah pada praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).

"Jika satu atau dua perusahaan menguasai hampir seluruh paket di satu instansi, itu adalah indikasi kuat persaingan usaha tidak sehat. Hal ini jelas menabrak prinsip keadilan dan kompetisi dalam pengadaan barang/jasa pemerintah," ujar Ferdinand.

Lebih lanjut, Ferdinand mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengambil tindakan tanpa menunggu adanya laporan resmi. 

Ia meminta instansi terkait melakukan pemeriksaan mendalam terhadap proses lelang dan spesifikasi teknis yang diajukan.

Tuntutan: Kejaksaan dan KPK diminta segera turun tangan melakukan audit investigatif.

Risiko Hukum: Dugaan pelanggaran UU No. 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli, khususnya Pasal 17 dan 19.

Dampak: Kekhawatiran akan kualitas infrastruktur yang rendah akibat minimnya pengawasan dan persaingan yang sehat.

"Jangan sampai uang rakyat hanya berputar di lingkaran tertentu. Audit ini krusial untuk membongkar kemungkinan adanya pengaturan spesifikasi yang sengaja dirancang demi memenangkan vendor tertentu," pungkasnya.*