Indragiri Hulu, katakabar.com - Gubernur Riau, Abdul Wahid menunjukkan kredibilitas yang kongkrit mengatasi sejumlah ruas jalan rusak di Kabupaten Indragiri Hulu disebabkan muatan Over Dimension Over Loading (Odol) mobil batubara.
Di mana, persoalan badan jalan mulai dari kecamatan Sungai Lalak hingga kecamatan Peranap kondisinya sangat parah dan solusi telah terpecahkan yakni pengerjaan perawatan jalan dibagi dua.
"Saya perintahkan Dinas PU Provinsi untuk perbaiki jalan yang rusak mulai dari Desa Bongkal Malang, Kecamatan Kelayang sampai Air Molek, Kecamatan Pasir Penyu," jelasnya.
"Pihak perusahan batubara sendiri tanggung jawab memperbaiki badan jalan rusak, yakni mulai dari Kantor Camat Kelayang hingga Kecamatan Peranap," tegasnya.
Dituturkannya, pelaksanaan pekerjaan tersebut segera dilaksanakan mulai hari ini sehingga pada saat lebaran nanti mobilitas arus mudik tidak menggangu masyarakat setempat.
Arahan orang nomor satu di Riau ini mencuat deras ke publik saat beliau sengaja datang ke Kelayang, Senin (17/3). Ia sangat prihatin melihat masyarakat yang kena imbasnya atas jalan rusak tersebut.
Menurutnya, korporasi yang bergerak dalam bisnis pertambangan memang memberikan dampak yang positif terhadap perkembangan ekonomi namun apabila tata kelolanya baik.
Tapi, ulasnya, kalau pertambangan tidak baik maka akan mengganggu aktivitas masyarakat, seperti Over Dimension Over Loading (Odol) yang selama ini merusak jalan.
"Jalan ini rusak karena mobil Odol, yang tadinya kontruksi jalan bisa bertahan 15 hingga 20 tahun tapi lima bulan umurnya usai pekerjaan hancur lagi. Kami tidak melarang tapi berikan tata aturannya supaya umur jalan yang dibangun pemerintah bertahan lama dan bisa dinikmati oleh semua masyarakat," imbuhnya.
"Saya ingin kedepan tidak terjadi lagi, dan perusahaan penambang harus memberikan kontribusi," tambahnya.
Sementara itu, Bupati Inhu Ade Agus Hartanto menyampaikan apresiasi atas perhatian Gubri terhadap kondisi jalan rusak khususnya Inhu sangat luar biasa. Dia mengakui gebrakan ini belum pernah dilaksanakan pasalnya dalam pertemuan Musrenbang tingkat kecamatan turut hadir perusahan pertambangan dan perusahaan kelapa sawit.
"Korporasi batubara harus lebih berkontribusi atas kerusakan jalan yang dilintasi armadanya karena tidak memiliki akses jalan sendri," tegasnya.
Ade Agus Hartanto kemudian mengingatkan para penambang supaya memperhatikan muatannya. Dan ketika parkir jangan sembarangan serta berjalan tidak konvoi.
"Warga banyak ngeluh ketika angkutan berjalan selalu beriringan macam kereta api. Jika ini diteruskan maka pihak perusahan penambang tidak mengikuti aturan yang ada soalnya badan jalan kecil," tuturnya.
Gubri Beri Dua Opsi Tuntaskan Badan Jalan Rusak di Inhu, Lebaran Beres
Diskusi pembaca untuk berita ini