Jakarta, katakabar.com - Harga Ethereum turun tajam setelah Jump Crypto. Cabang perdagangan kripto dari Jump Trading memindahkan jutaan kripto ke bursa utama.
Ethereum turun 20 persen dalam 24 jam terakhir, mencapai level terendah $2,300.
Diketahui, Ethereum (ETH) salah satu aset kripto terbesar sudah lama menjadi pembuat pasar utama, mulai melepas sebagian besar posisinya.
Data blockchain dari Arkham menunjukkan dompet yang diberi tag Jump telah memindahkan jutaan kripto ke dompet panas di bursa kripto seperti Binance, Coinbase, OKX, Bybit, dan Gate.io hingga hari Minggu. Dampaknya, harga Ether turun tajam, yakni turun 20 persen 24 jam terakhir dan diperdagangkan di level terendah $2,300.
Analis data on-chain dengan nama pengguna "@EmberCN" mencatat, Jump telah menebus stETH (wstETH) senilai $410 juta dan mengirimkannya ke bursa.
Pelaku pasar berspekulasi aktivitas Jump dapat menjelaskan pergerakan harga yang lemah di ether setelah peluncuran dana yang diperdagangkan di bursa spot ether (ETF) di AS.
Sedang, Adam Cochran, partner di Cinneamhain Ventures, mengomentari di platform X, "Jump melikuidasi buku kripto mereka ke pasar yang sepi pada Minggu sore di musim panas, dengan sempurna menyimpulkan mengapa operasi kripto mereka begitu berantakan," ujarnya.
Aktivitas Jump ini telah menciptakan sentimen negatif di pasar, yang berkontribusi pada penurunan harga Ethereum.
Tapi, beberapa pengamat industri seperti komentator Ethereum Anthony Sassano, berpendapat bahwa keluar sepenuhnya dari industri kripto oleh Jump mungkin salah satu hal paling bullish yang pernah terjadi.
"Mereka telah menjadi parasit pada kripto selama bertahun-tahun dan industri akan menjadi jauh lebih baik tanpa mereka," kata Sassano.
Selain aktivitas perdagangan yang mencurigakan, Komisi Perdagangan Komoditas dan Berjangka AS (CFTC) dilaporkan sedang menyelidiki aktivitas perdagangan dan investasi Jump di ruang kripto.
Mantan presiden Jump, Kanav Kariya, mengumumkan pengunduran dirinya dari perusahaan tersebut tidak lama setelah laporan penyelidikan CFTC.
Jump dikatakan sebagai “perusahaan perdagangan yang tidak disebutkan namanya” yang melakukan intervensi dan mendukung stablecoin TerraUSD (UST) ketika sempat kehilangan patokannya terhadap dolar AS pada Mei 2021.
Meski aktivitas blockchain menyiratkan Jump secara resmi keluar dari bisnis pembuatan pasar kripto, tidak jelas apakah perusahaan tersebut masih berniat membangun infrastruktur di dalamnya. Bulan lalu, klien validator Solana baru Jump, Firedancer, membangun blok pertama yang diterima di testnet.
Dengan adanya berbagai faktor yang mempengaruhi harga Ethereum, termasuk keluarnya Jump Crypto dari pasar dan investigasi CFTC, investor dan trader harus berhati-hati dalam membuat keputusan investasi.
Sentimen pasar yang saat ini menghangat menunjukkan bahwa harga Ethereum mungkin tetap bergejolak dalam jangka pendek.
Tapi, sejarah menunjukkan setelah penurunan signifikan, harga Ethereum cenderung pulih dan mencapai level yang lebih tinggi. Investor jangka panjang mungkin melihat ini sebagai peluang untuk mengakumulasi lebih banyak ETH dengan harga lebih rendah, sementara mereka yang memiliki pendekatan jangka pendek harus waspada terhadap volatilitas pasar yang tinggi.
Harga Ethereum memiliki dampak langsung terhadap nilai tukar Ethereum ke Rupiah (IDR). Kala harga Ethereum turun drastis seperti yang terjadi baru-baru ini, nilai tukar Ethereum ke Rupiah juga mengalami penurunan. Ini berarti investor Indonesia yang memegang Ethereum melihat nilai investasi mereka dalam Rupiah menurun.
Tapi, fluktuasi harga Ethereum dapat menciptakan peluang investasi. Bagi investor yang cerdas, membeli Ethereum saat harga rendah dan menjualnya saat harga naik dapat menghasilkan keuntungan signifikan. Penting bagi investor untuk terus memantau pergerakan harga dan berita terkini terkait Ethereum agar dapat membuat keputusan investasi yang tepat.
Kontak: Arief
Harga Ethereum Terjun di Bawah 2300, Ini Analisis Penyebab dan Dampak Pada Market Kripto
Diskusi pembaca untuk berita ini