Jakarta – Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) melalui Subholding PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo tengah persiapkan program instalasi panel surya di berbagai rumah ibadah yang tersebar di enam provinsi.

Program ini sasar masjid dan gereja sebagai pusat aktivitas sosial, dan keagamaan masyarakat, dengan target penyelesaian instalasi seluruh titik sebelum kuartal keempat tahun 2025.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Santosa, menyebut program ini menjadi aksi nyata dari komitmen perusahaan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan yang tidak hanya menyentuh aspek operasional, tapi juga di bidang rohani masyarakat yang dikombinasikan dengan aspek kelestarian alam.

“Rumah ibadah adalah pusat spritual masyarakat. Saat kami bisa menghadirkan energi surya di sana, kami ingin membuktikan bahwa keberlanjutan bisa dimulai dari mana saja, termasuk titik-titik kerohanian masyarakat,” kata Jatmiko dalam keterangan tertulisnya, Kamis (23/8).

Menurutnya, nilai bantuan dari progres energi bersih di rumah ibadah itu saat ini telah menyentuh lebih dari Rp400 juta dan terus berpotensi meningkat.

“Kita juga sengaja melibatkan vendor lokal atau setempat dalam pembangunannya sehingga semakin banyak pihak yang terlibat, maka manfaat yang dihasilkan Insya Allah juga akan semakin luas,” ucapnya.

Salah satu lokasi penerima bantuan adalah Masjid Al Falah di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. Masjid ini dijadwalkan akan dilakukan instalasi PLTS berkapasitas 4 kW.

Pengurus masjid, Edi Suwegno menyampaikan rasa syukurnya atas perhatian yang diberikan PalmCo melalui program ini.

“Kami sangat antusias, ini akan menjadi solusi dalam menekan beban biaya listrik masjid yang cukup tinggi setiap bulannya,” tuturnya. Ia berharap, dengan energi mandiri dari panel surya, kegiatan seperti pengajian bisa dilakukan lebih rutin dan nyaman.

Seorang jemaah masjid, Mahyudin yang hadir saat proses survei sampaikan harapannya. "Program ini sebagai salah satu bentuk kepedulian terhadap masa depan lingkungan. Semoga cepat terealisasi sehingga masjid kita ikut mendukung energi yang lebih bersih dan menjadi masjid pertama di wilayah kami yang menggunakan panel surya,” terangya.

Bergeser ke Jambi, Masjid Darul Aufa yang juga bagian dari sebuah pondok pesantren di Kabupaten Batanghari menjadi salah satu lokasi yang akan menerima bantuan serupa. Pimpinan Pengurus Masjid Darul Aufa Kiyai Syaifuddin, S.Ag, M.Ag mengutarakan, instalasi PLTS ini sangat dibutuhkan untuk mendukung kegiatan belajar para santri.

“Santri kami sering mengaji dan belajar dimulai dari pagi bahkan shubuh hari, bantuan ini jika terealsasi pastinya akan sangat membantu dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman dan efisien secara energi,” imbuhnya.

Ia juga menyebut pihaknya telah mendapatkan informasi mengenai estimasi waktu pemasangan yang dijadwalkan pada Agustus mendatang.

Selain itu, Masjid Nurul Iman yang terletak di Kabupaten Lampung Tengah juga masuk dalam salah satu daftar rumah ibadah yang akan dibantu. Pengurus masjid, Predi Dana, mengungkapkan, pihaknya telah menjalani survei awal dan tengah menyiapkan dokumen perizinan yang dibutuhkan.

“Masjid kami juga jadi tempat belajar anak-anak setiap sore. Kalau listriknya stabil dan hemat, kegiatan bisa lebih maksimal, dan masyarakat sekitar sangat mendukung rencana tersebut," ulasnya.

Menariknya, program ini juga menyasar satu gereja di Kalimantan Barat, yakni Gereja Katolik Stasi Santo Kristoforus di Kabupaten Landak. Menurut Sukiman yang merupakan salah satu jemaat gereja, mengatakan bahwa kabar ini menjadi angin segar sekaligus bukti bahwa program dari PTPN IV tidak membedakan latar belakang umat. Ia juga berharap keberadaan panel surya nantinya bisa mendorong lebih banyak kegiatan komunitas di lingkungan gereja.

Masih Sukiman mengatakan, pengeluaran biaya untuk listrik selama ini cukup menjadi tantangan tersendiri, terutama jika ada kegiatan ibadah dan sosial.

“Kalau nanti ada panel surya, pastinya akan sangat membantu dan meringankan beban gereja membayar biaya listrik. Semoga rencana ini cepat terwujud,” katanya.

Secara keseluruhan, program ini akan mencakup tujuh titik instalasi di berbagai wilayah, mulai dari Aceh, Sumatera Utara, Riau, Jambi, Lampung hingga Kalimantan Barat.

Meski sebagian kecil lokasi masih dalam tahap survei, koordinasi teknis, dan proses perizinan. PalmCo menargetkan seluruh pengerjaan dapat rampung pada kuartal ketiga tahun 2025.