Jakarta, katakabar.com - Ketua Umum Ikatan Wartawan Online atau IWO, Teuku Yudhistira kecam dan kutuk keras aksi teror berupa pengiriman kepala babi ke kantor Tempo, Rabu (19/3) lalu.
Kata Yudhistira, teror seperti itu semakin membuktikan masih terkekangnya jurnalis berekspresi di tanah airndengan kata lain, kebebasan pers masih semu di Nusantara.
"Saya atas nama IWO sangat mengecam dan mengutuk keras. Hal-hal seperti ini sangat mengganggu baik bagi seorang wartawan maupun redaksi dalam menyuarakan kebenaran. Apalagi makna dari pengiriman kepala babi ini wujud destruktif terhadap mental jurnalis. Ini ancaman nyata terhadap kebebasan pers," kecamnya lewat rilis resmi PP IWO diterima katakabar.com, Jumat (21/3).
Untuk itu, Presiden RI selalu menggaungkan menjunjung tinggi kebebasan pers, Yudhistira mendesak H. Prabowo Subianto ikut turun tangan untuk fokus memikirkan masalah ini.
"Mana yang katanya negara demokrasi kalau pers masih dikekang dan masih diancam jika mencoba menyuarakan kebenaran dan kebenaran. Mana yang katanya pers adalah pilar keempat demokrasi? Melihat kejadian ini jelas semuanya hanya kebohongan besar. Untuk itu, kami minta Presiden RI, H Prabowo Subianto turun tangan mengerahkan instrumennya khususnya aparat kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini," tegasnya.
Atas peristiwa ini, lanjut Yudhis, IWO akan mengirim surat secara resmi ke Presiden RI, dan Dewan Pers agar serius menangani permasalahan tersebut, mengingat permasalahan ini jelas telah melukai seluruh insan pers di seluruh Indonesia.
Dikutip dari Tempo co, kantor Tempo mendapat kiriman kepala babi pada Rabu, 19 Maret 2025. Kepala babi tersebut dibungkus kotak kardus yang dilapisi styrofoam. Pimpinan Redaksi Tempo, Setri Yasra menduga upaya ini sebagai teror terhadap karya jurnalistik Tempo.
"Kami mencurigai ini sebagai upaya teror dan melakukan langkah-langkah yang menghambat kerja jurnalistik," kata dia. Setri menegaskan kinerja wartawan diatur di dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers mengatur perlindungan pers dan wartawan di Indonesia.
Kotak berisi kepala babi tersebut ditujukan kepada “Cica”. Di Tempo, Cica adalah nama panggilan Francisca Christy Rosana, wartawan desk politik dan host siniar
Bocor Alus Politik
Paket tersebut diterima satuan pengamanan Tempo Rabu sekitar pukul 16.15 WIB. Cica baru menerima Kamis, 20 Maret 2025 pukul 15.00 WIB. Ketika itu Cica baru pulang dari liputan bersama Hussein Abri Yusuf Muda Dongoran, sesama wartawan desk Politik dan host Bocor Alus. Karena mendapat informasi ada paket kiriman untuknya, ia membawa kotak kardus tersebut ke kantor.
Tak Ada Nama Pengirim
Hussein yang membuka kotak dari orang tak dikenal itu. “Sudah tercium bau busuk ketika kardus dibuka,” kata dia. Ia sudah curiga, itu paket teror karena tak ada sama sekali nama pengirim.
Saat styrofoam terbuka, Hussein melihat isinya kepala babi. “Baunya makin menyengat dan terlihat masih ada darahnya,” cerita dia.
Hussein serta beberapa wartawan membawa kotak kardus keluar gedung. Setelah kotak kardus sudah dibuka seluruhnya, terpampang kepala babi.
“Kedua telinganya terpotong,” sebut Hussein.
IWO Kecam Teror Kepala Babi ke Kantor Tempo, Ancaman Nyata Kebebasan Pers
Diskusi pembaca untuk berita ini