Bantan, katakabar.com - Jalan poros utama Kecamatan Bantan rusak, tapi penyebab rusaknya ruas Jalan poros di tigas desa, yakni Desa Bantan Air, Bantan Sari, dan Bantan Timur belum diketahui secara pasti apa penyebabnya. Apakah lantaran intensitas hujam tinggi atau hal lain?

Jalan Poros Kecamatan Bantan rusak paling parah di kawasan Desa Bantan air pas di Depan Masjid Jami, tak jauh dari tempat pemakaman umum atau TPU.

Tampak pengguna jalan sedang berusaha melewatkan mobil L 300 yang sedang terperosok masuk lobang picu pengendara roda dua terpaksa antre.

Sopir fick up L 300 berharap kepada pemerintah agar secepatnya ruas Jalan Poros ini bisa perbaiki. Jika tidak segera diperbaiki, Ia khawatir ruas Jalan Poros tidak bisa dilewati baik roda dua apalagi roda empat.

"Jalan Poros ini rusak tidak hanya sebagian, tapi bisa dilihat rusaknya dari kiri hingga ke kanan. Bahkan bahu jalan pun tak jelas lagi," ujarnya tak mau ditulis namanya.

Kita tidak bisa salahkan pengguna jalan baik dari roda 4 dan roda 6, kata pemilik fick up L 300, tapi penimbunan atau pengerasan beberapa waktu lalu ada lubang ditimbun pakai kayu. Lantaran sudah lama lama kayu yang tertanam busuk, jadi base ambles ditambah saat hujan berlumpur hingga berlobang.

Dari pengamatan katakabar.com Selasa (28/8), Jalan Poros rusak di Kecamatan Bantan bukan hanya satu atau dua titik, tapi hampir dari penyambungan jalan rigid yang baru dibangun tahun 2023 lalu mulai Desa Bantan Air hingga jalan rigit baru di Desa Muntai Barat persisnya di Dusun Baru dikerjakan pada tahun 2024 ini.

Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Bengkalis sigap saat saat dikonfirmasi wartawan bye ponsel Selasa (28/8).

"Kita segera turunkan tim guna melakukan pengecekan ke lokasi. Insya Allah, dalam pekan ini kita lakukan perbaikan," tegas Kadis PUPR Bengkalis, Ardiansyah melalui Sekertaris PUPR Bengkalis, Erdila.