Pinggir, katakabar.com - Para Kepala Sekolah atau Kepsek di 'Negeri Junjungan' nama lain dari Kabupaten Bengkalis, termasuk di daerah Duri saat ini meliputi empat kecamatan, yakni Kecamatan Mandau, Bathin Solapan, Pinggir, dan Talang Muandau ditempatkan berdasarkan rekomendasi Dinas Pendidikan dinilai kurang bersosial.
Soroton terhadap para Kepala Sekolah atau Kepsek di antaranya datang dari Karang Taruna Titian Antui, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis. Menurut Ketua Karang Taruna Titian Antui, Iwan Gunawan kepada wartawan, Minggu (27/7), tidak sedikit dari para Kepsek dinilai kurang mampu menjalin hubungan sosial yang baik dengan lingkungan sekitar sekolah.
Lantaran itu, tegas Iwan, pihaknya secara terbuka meminta Bupati Bengkalis, Kasmarni untuk segera evaluasi dan jika perlu ganti Kepala Sekolah atau Kepsek yang dianggap tidak mampu berbaur, dan hadir di tengah masyarakat.
"Kami menilai ada beberapa kepala sekolah yang terkesan tertutup, enggan bersosialisasi, bahkan cenderung menciptakan jarak dengan masyarakat sekitar. Padahal sekolah berdiri di tengah lingkungan warga, bukan di ruang hampa," terang Iwan.
Sekolah bukan hanya pusat pendidikan formal, kata Iwan, tapi juga menjadi bagian integral dari kehidupan sosial masyarakat. Seorang kepala sekolah idealnya tidak hanya menguasai aspek manajerial dan akademik, tapi mampu menjadi tokoh yang diterima, dan dirasakan kehadirannya oleh warga.
"Kami mendesak Bupati Bengkalis segera melakukan pergantian Kepala Sekolah atau Kepsek yang tidak memiliki kepekaan sosial. Jangan sampai sekolah kehilangan fungsi sosialnya hanya karena pemimpinnya enggan turun menyapa warga," bebernya.
Iwan menyebut, banyak program lingkungan dan sosial di masyarakat yang sebenarnya bisa disinergikan dengan sekolah. Tapi, karena Kepsek yang ditempatkan tidak memiliki niat bersinergi, maka potensi kolaborasi tersebut menjadi hilang.
Hal ini, sebut Iwan, menunjukkan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap proses penempatan kepala sekolah oleh Dinas Pendidikan. Jangan sampai penempatan hanya didasari kedekatan personal, tanpa mempertimbangkan kemampuan sosial dan karakter kepemimpinan yang sesuai dengan kondisi lingkungan.
Karang Taruna kelambali menegaskan, jika tuntutan ini tidak segera ditindaklanjuti, pihaknya akan membawa persoalan ini ke forum yang lebih luas, dan menyuarakan aspirasi warga melalui berbagai jalur, termasuk media.
"Kami bukan mencari-cari kesalahan, tapi kami peduli. Kami ingin sekolah menjadi bagian dari pembangunan sosial, bukan sekadar institusi formal yang menutup diri dari masyarakat," tandas Iwan.
Karang Taruna Titian Antui Desak Bupati Bengkalis Lakukan Pergantian Kepala Sekolah
Diskusi pembaca untuk berita ini