Jakarta, elaeis.co - Badan Standardisasi Instrumen Pertanian (BSIP) Kementerian Pertanian terus genjot revisi Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk komoditas Kelapa Sawit 01-0002-1987.
Terkait dengan ini, Tim Balai Pengujian Standar Instrumen (BPSI) Tanaman Palma secara maraton melakukan pengumpulan data di lapangan untuk bisa menyusun rekomendasi revisi SNI.
Tim BPSI Tanaman Palma belum lama ini melakukan pengumpulan data lewat kunjungan pabrik dan perkebunan kelapa sawit di Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara (sulut), dan beberapa lokasi di Provinsi Gorontalo.
Ketua Tim Kerja Program Evaluasi dan Penyebarluasan Hasil, Linda Trivana MSi, Ketua Tim Kerja Layanan Pengujian dan Penilaian Kesesuaian Standar Tanaman Palma, Dr Patrik Pasang, serta Ahli Muda PMHP Yulianus Matana MSi, Nugroho Utomo, Marthen Daleda, dan Okta Aulia Noor Maajida AMd, tim BSIP Tanaman Palma yang turun ke lapangan melakukan pengumpulkan data.
"Diskusi dengan pihak terkait ini bertujuan untuk mendapatkan dan menyusun rekomendasi terhadap SNI yang dikaji ulang untuk direvisi," kata Linda Trivana, lewat keterangan resmi BSIP Tanaman Palma dilansir dari laman EMG, Selasa (12/11).
Hal ini, ujar Linda, untuk menjaga kesesuaian dan memenuhi kebutuhan pasar, mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, inovasi dan teknologi, serta kelayakan dan kekinian SNI.
"Revisi SNI ini memperhatikan kemampuan petani dan pabrik dalam memenuhi syarat mutu dari inti sawit sehingga stakeholder selaku pengguna SNI dapat menerapkannya," sebutnya.
Ke Sulut dan Gorontalo Tim BPIS Tanaman Palma Demi Rekom Revisi SNI Sawit
Diskusi pembaca untuk berita ini