Pelalawan, katakabar.com - Insial AN Direktur salah satu kontraktor pelaksana proyek dalam perkara tindak pidana korupsi bantuan sampan, di Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Pelalawan Tahun Anggaran 2019, ditahan pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pelalawan.
Jaksa penyidik Tindak Pidana Khusus di Kejari Pelalawan yang melakukan penahanan, pada Rabu (5/6). Sebelumnya pada Maret 2024 lalu, pihak Kejari Pelalawan menahan TA pegawai Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Pelalawan.
Menurut Kasi Intelijen Kejari Pelalawan, Misael Asarya Tambunan, SH, MH tersangka AN terjerat pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke – 1 Kitab Undang-undang Hukum Pidana, subsidair : pasal 3 jo pasal 18 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang- Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke – 1 Kitab Undang-undang Hukum Pidana.
Dijelaskan Misael, pihak Kejaksaan Negeri Pelalawan telah melakukan pemanggilan sebanyak 3 kali secara resmi terhadap tersangka AN, yakni pertama pada 7 Maret 2024, kedua pada 14 april 2024, dan ketiga pada 24 April 2024, tapi yang bersangkutan tidak menggubris panggilan dari penyidik Kejaksaan Negeri Pelalawan, terus tim penyidik Kejaksaan Negeri Pelalawan berinisiatif untuk melakukan penjemputan paksa atas tersangka tersebut di kediamannya di cilacap dan melakukan penangkapan, serta penahanan terhadap diri tersangka untuk mencegah tersangka melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti dan atau
mengulangi tindak pidana.
Jaksa Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Pelalawan yang melakukan penangkapan terhadap tersangka AN di Kota Cilacap Jawa Tengah, yakni Daniel Sitorus S.H., dan Agung Wicaksono, S.H. yang dibantu dengan pihak Kejaksaan Negeri Kota Cilacap, dan pihak Kepolisian Kota Cilacap untuk keselamatan dan keamanan dalam proses penangkapan tersangka AN di Kota Cilacap Jawa Tengah.
"Tersangka AN bersama dengan pihak Kejaksaan Negeri Pelalawan tiba di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Riau sekira pukul 13.30 WIB dan dilanjutkan dengan melakukan penahanan terhadap tersangka AN di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Pekanbaru, Riau.
"Tersangka AN akan ditahan selama 20 hari terhitung dari 5 Juni hingga 24 Juni 2024," tutur Misael.
Penahanan tersangka berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Negeri Pelalawan Nomor
53/L.4.19/Fd.1/03/2024 pada 7 Maret 2024 dan Surat Penetapan Tersangka dari Kepala Kejaksaan Negeri Pelalawan atas nama Tersangka 'AN' Nomor: 54/L.4.19/Fd.1/03/2024 pada 7 Maret 2024 dan berdasarkan Surat Perintah Penahanan Nomor PRINT – 215 /L.4.19/Fd.1/06/2024 tanggal 03 Juni 2024.
Kepala Kejaksaan Negeri Pelalawan Azrijal, S.H., M.H. tekankan komitmennya melakukan penyelesaian penanganan perkara secara tuntas, profesional, dan melaksanakannya sesuai SOP dan peraturan yang berlaku.
Beliau ucapkan terima kasih kepada pihak Kejaksaan Negeri Cilacap dan pihak Kepolisian Cilacap dan pihak lainnya yang telah membantu kelancaran kegiatan tersebut sehingga dapat berjalan dengan lancar dan aman.
Kejari Pelalawan Tahan Direktur Kasus Pengadaan Sampan di Dinas Perikanan dan Kelautan
Diskusi pembaca untuk berita ini