Bengkulu, katakabar.com - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Mukomuko bakal sediakan petugas ahli untuk petani kelapa sawit.

Petugas ahli ini bukan untuk melihat perkembangan kondisi tanaman. Tapi, untuk melindungi petani kelapa sawit dari hewan berbahaya saat beraktivitas di kebun.

Hewan berbahaya yang dimaksud Damkar ini seperti ular, tawon, kera, dan lainnya. Jika petani kelapa sawit di Mukomuko terganggu atau takut akan kemunculan hewan-hewan itu, bisa melapor ke Damkar.

"Petani bisa menghubungi kita, kalau hewan-hewan itu muncul di kebun. Tapi, program ini terlaksana tahun depan, bukan tahun ini. Soalnya, petugas ahli hewannya belum ada," cerita Kepala Damkar Mukomuko, Ramdani, dilansir dari laman elaeis.co, pada Sabtu (28/10).

Ramdani memastikan semua petugas yang ahli di bidangnya bakal disediakan tahun depan. Bahkan, petugas ahli untuk menaklukkan hewan seperti kera dan anjing gila pun disediakan tahun depan.

"Kalau petugas Damkar, kita sudah punya. Tapi, untuk petugas seperti menaklukkan hewan, kita belum ada. Karena itu kita anggarkan untuk itu tahun ini, dan realisasinya tahun depan," jelasnya.

Dari anggaran yang diusulkan, honor petugas ahli ini sebesar Rp1 juta per bulan. Damkar pun membuka perekrutan dengan syarat yang telah ditentukan.

"Kita tetap seleksi. Calon petugas harus melewati serangkaian tes untuk memastikan mereka memiliki kemampuan dalam menangani hewan-hewan berbahaya. Dengan begini, petani kelapa sawit bakal merasa lebih aman dan terlindungi dari ancaman hewan yang berbahaya saat berada di kebun sawit," bebernya.