Pangkalan Bun, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP gelar “Workshop Pengenalan Industri Sawit” bagi para peserta Lomba Riset Tingkat Mahasiswa Tahun 2025.

Kegiatan ini diberikan sebagai pembekalan, serta pengenalan komprehensif mengenai perkebunan, dan industri kelapa sawit kepada 114 peserta dari 32 universitas yang tersebar di seluruh Indonesia.

Total 114 mahasiswa tersebut merupakan 40 kelompok penerima pendanaan riset yang telah melewati proses seleksi proposal lomba riset di BPDP. 

Mereka terpilih dari 814 proposal yang lolos seleksi administrasi. Untuk ke 40 kolompok peneliti ini diberikan dukungan dana penelitian maksimal sebesar Rp20 juta. Berbeda dengan Grant Riset Sawit atau GRS yang memiliki rentang waktu penelitian hingga tiga tahun, Lomba Riset Sawit dilaksanakan dalam kurun waktu relatif singkat, yakni sekitar 6 hingga 8 bulan. Pada periode akhir penelitian ke 40 penelitian ini akan dinilai Kembali untuk menentukan  menentukan tiga pemenang lomba riset.

Meski waktu penelitian lebih singkat, baik lomba riset maupun Grant Riset Sawit atau GRS sama-sama difokuskan pada penggalian tantangan dan kebutuhan industri kelapa sawit, sekaligus menawarkan solusi melalui inovasi teknologi, produk unggulan, maupun kajian akademis.

Terdapat tujuh fokus bidang penelitian pada lomba tahun ini, meliputi: Bioenergi, Biomaterial, Budidaya, Pasca-Panen, Lingkungan, Pangan-Kesehatan, serta Sosial Ekonomi/ICT.

Direktur Penyaluran Dana Sektor Hilir, Mohammad Alfansyah, yang buka kegiatan, menekankan pentingnya riset sebagai pendorong keberlanjutan industri kelapa sawit nasional.

Menurutnya, penelitian dan pengembangan harus mampu menjawab isu-isu utama industri, antara lain peningkatan produktivitas, dan efisiensi, penguatan aspek keberlanjutan dan kepedulian lingkungan, serta dorongan terhadap inovasi produk dan pasar baru. Riset mahasiswa diharapkan dapat berkontribusi sekaligus melengkapi program Grant Riset Sawit atau GRS yang dijalankan para dosen.

Alfansyah menegaskan, seleksi lomba riset ini sangat ketat di mana hanya 3 persen (40 Riset) yang dipilih untuk memperoleh pendanaan.

“Adik-adik mahasiswa generasi penerus bangsa yang sejak dini perlu mengenal, dan meneliti berbagai manfaat kelapa sawit,” kata Alfansyah, dilansir dari laman resmi website BPDP, Rabu (3/9) siang.

Di workshop ini BPDP menghadirkan tiga narasumber, yakni perwakilan Tim Penilai Lomba Riset, meliputi Dr. Bandung Sahari, Dr. Donald Siahaan, dan Edy Suprianto, Ph.D.

Materi yang dipaparkan mencakup keberlanjutan dan biodiversitas sawit, pengenalan industri kelapa sawit dari sektor upstream, midstream, dan downstream, serta tata cara penulisan ilmiah yang baik. Dr. Bandung Sahari yang menjabat sebagai Direktur Agronomy Services and Sustainability PT Astra Agro Lestari Tbk memberikan gambaran mengenai posisi strategis minyak sawit Indonesia di pasar global dengan pendekatan lingkungan.

Ia menekankan kelapa sawit merupakan minyak nabati paling efisien dan ramah lingkungan, serta menegaskan komitmen industri terhadap praktik produksi bersih dan zero waste.

Sementara, Dr. Donald Siahaan yang merupakan peneliti senior di Pusat Penelitian kelapa Sawit memaparkan tentang industri hilir kelapa sawit, khususnya tiga sektor utama yang dikenal dengan istilah The Magic of Three, yaitu minyak goreng, oleokimia, dan biodiesel.

Ia menyoroti potensi pemanfaatan bagian lain kelapa sawit, seperti cangkang untuk biomassa pembangkit listrik maupun produk samping refinery atau PFAD yang kaya fitonutrien untuk kesehatan dan farmasi.

Lalu, Edy Suprianto, Ph.D., dari PT Riset Perkebunan Nusantara, memberikan pembekalan terkait tata penulisan laporan ilmiah, prinsip dasar penelitian, penerapan metode ilmiah, serta kaidah sitasi akademis agar hasil riset dapat disusun dan dipublikasikan secara baik.

Selain pembekalan tentang industri kelapa sawit, workshop ini memberikan pengarahan tentang pengadministrasian, dan pelaporan keuangan kegiatan riset yang disampaikan Fitriyah yang merupakan analis riset di BPDP.

Terus, Fitriyah menekankan pentingnya tata kelola administrasi yang baik dalam mendukung riset berkualitas.

“Penelitian yang baik adalah penelitian yang didukung oleh administrasi yang tertib, perencanaan yang rapi akan menghasilkan riset yang dapat baik dan dapat dipertanggungjawabkan,” kupasnya.

Sebagai lembaga pemerintah di bawah Kementerian Keuangan, BPDP menegaskan komitmennya terhadap pengelolaan dana riset yang transparan dan akuntabel.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, ke 114 mahasiswa peneliti riset ini akan melakukan kunjungan lapangan ke perkebunan dan industri kelapa sawit PT Gunung Sejahtera Ibu Pertiwi atau GSIP di Pangkalan Bun yang merupakan perusahaan millik PT Astra Agro Lestari.

Di kunjungan ini mahasiswa tersebut akan diperkenalkan dengan Perkebunan kelapa sawit, pabrik pengolahan kelapa sawit, serta ke tempat Research and Develelopment di PT GSIP.