Madina, katakabar.com - Bupati Kabupaten Mandailing Natal (Madina), HM. Jafar Sukhairi Nasution menjelaskan, peluang pembangunan pabrik minyak makan merah harus diraih.

"Dengan terbangunnya pabrik minyak makan merah diyakini harga terjangkau dan beban pengeluaran masyarakat semakin hemat," ujarnya saat Focus Group Discussion (FGD) yang ditaja Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah angkat tema koperasi sawit di Aula Hotel Rindang Dalan Lidang, Kecamatan Panyabungan, belum lama ini, dilansir dari laman website resmi Pemkab Madina, pada Jumat (22/12).

Kementerian Koperasi UKM, kata Jafar, menjadikan koperasi berkualitas dan modren sebagai sasaran strategis. Dari sekian ada dua program unggulannya, yakni koperasi modren dan pembangunan pabrik minyak makan merah.

“Potensi kelapa sawit yang kita punya baik milik koperasi maupun individu harus dapat dimanfaatkan meraih peluang dan mengikis tantangan sembari berbenah mengurangi kelemahan,” imbaunya.

Dengan pelaksanaan FGD ini, harap Jafar, untuk penguatan kelembagaan koperasi khususnya yang bergerak di bidang perekebunan kelapa sawit, untuk dapat memanfaatkan momentum, memaksimalkan setiap potensi dan peluang koperasi.

"Untuk itu, peluang pembangunan pabrik minyak makan merah harus diraih. Soalnya, dengan terbangunnya pabrik minyak makan merah diyakini harganya terjangkau dan beban pengeluaran masyarakat semakin hemat," terangnya lagi.

Kadis Koperasi UKM Kabupaten Madina, Muktar Afandi menimpali, total 43 koperasi perkebunan kelapa sawit terdiri dari tiga golongan, yakni koperasi kemitraan perkebunan, koperasi plasma perkebunan dan koperasi sawit Mandiri.