Kepulauan Meranti, katakabar.com - Puncak perayaan Perang Air Night Carnival 2026 berlangsung semarak di Taman Cik Puan, Sabtu (22/2) malam tadi. Ribuan masyarakat dan wisatawan padati kawasan tersebut saksikan rangkaian festival tahunan yang jadi ikon budaya di 'Tanah Jantan' nama lain dari Kabupaten Kepulauan Meranti.
Acara tersebut dihadiri Bupati Kepulauan Meranti, H Asmar, jajaran pejabat pusat dan daerah, serta tokoh lintas agama, dan organisasi kemasyarakatan. Tampak hadir Sekretaris Utama Badan Nasional Pengelola Perbatasan Republik Indonesia (BNPP RI), Komjen Pol. Makhruzi Rahman, Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Event BNPP RI, Drs. Vinsensius Jemadu, Pejabat Utama Polda Riau, Kelompok Ahli BNPP RI, Irjen Pol. (Purn) Drs. H Hamidin dan Nur Kholis, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Kepulauan Meranti.
Selain itu, hadir pula pimpinan instansi vertikal, kepala OPD, tokoh adat, tokoh agama, organisasi kepemudaan, serta perwakilan berbagai yayasan, dan lembaga keagamaan di Kepulauan Meranti.
Bupati Kepulauan Meranti, H Asmar, menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Kepulauan Meranti atas terselenggaranya Night Carnival 2026 dinilai sukses, dan berdampak luas.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti, kami ucapkan terima kasih atas terlaksananya Night Carnival tahun 2026 ini. Kegiatan positif seperti ini memberikan motivasi baru bagi sektor pariwisata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan UMKM,” ujar Asmar.
Lonjakan Kunjungan Imlek 2026
Orang Nomor Satu di 'Tanah Jantan', H Asmar, mengungkapkan perayaan Imlek 2026 di Kepulauan Meranti menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Total pergerakan penumpang pada momentum Tahun Baru Imlek 2026 tercatat mencapai 20.475 orang atau meningkat sekitar 1,79 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. Sedang, pada periode H 7 hingga hari H, jumlah kunjungan kapal mencapai 352 kunjungan.
Lonjakan tertinggi terjadi pada H 2 atau 15 Februari 2026, dengan total penumpang mencapai 4.076 orang. Angka tersebut meningkat 30,52 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Peningkatan mobilitas masyarakat ini sejalan dengan rangkaian perayaan Imlek dan Festival Perang Air yang menjadi agenda tahunan di Kepulauan Meranti. Tradisi budaya yang dikemas dalam konsep karnaval malam dinilai berhasil menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara.
Dampak Positif bagi Ekonomi Lokal
Tingginya kunjungan wisatawan selama perayaan Imlek dan Festival Perang Air memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat. Sektor penginapan, transportasi, kuliner, hingga pelaku UMKM mengalami peningkatan aktivitas yang signifikan.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti berharap momentum ini dapat terus dipertahankan dan dikembangkan sebagai bagian dari strategi penguatan pariwisata daerah berbasis budaya dan kearifan lokal.
Festival Perang Air sendiri telah menjadi ikon wisata tahunan yang tidak hanya memperkuat identitas budaya masyarakat pesisir, tetapi juga mempererat persaudaraan lintas etnis, dan agama di wilayah perbatasan tersebut.
Night Carnival Perang Air 2026 Meriah, Kunjungan Imlek Tembus 20 Ribu Penumpang di Tanah Jantan
Diskusi pembaca untuk berita ini