Duri, katakabar..com - Dinas Pendidikan Bengkalis lucu! Kata Kepala Bidang SD Disdik Bengkalis, Dirhamsyah tidak ada rekomendasi, tapi Korwilcam Mandau Disdik Bengkalis melalui Pengawas, Tarmizi buka kegiatan Bimbingan Teknik (Bimtek) Aplikasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (ARKAS) SD dan SMP se Mandau dan Bathin Solapan, yang digelar penerbit PT PMS di Auala SMEA Korpri di kawasan Simpang Garoga Jalan Jenderal Sudirman Duri Kecamatan Bathin Solapan, Rabu (21/8).

Kegiatan Bimtek tersebut berawal Penerbit PT PMS undang K3S dan MKKS SMP di dua kecamatan, yakni Kecamatan Mandau dan Bathin Solapan mengikuti Bimtek, yang diwakili operator dan bendahara masing-masing sekolah.

Menurut Ikbal, Supervisor PT PMS, soal rekomendasi kegiatan, Disdik Bengkalis sudah ditemui melalui narasumber Bimtek ARKAS. Bahkan SPT untuk melaksanakan kegiatan sudah ada.

"ARKAS setiap tahun berubah, dan  biasanya perubahan ARKAS terjadi pada Juli setiap tahun. Itu sebabnya, PT PMS melakukan kegiatan Bimtek ARKAS SD dan SMP di dua kecamatan. Kita melakukan kegiatan Bimtek ARKAS sudah izin, Pengawas Korwilcam Disdik Bengkalis Kecamatan Mandau, Tarmizi yang buka acara," ujar Ikbal kepada waratawan di Aula lantai dua SMEA Korpri saat berlangsung Bimtek ARKAS.

Menurut Ikbal, kita dari penerbit cuma fasilitasi dan menjawab kebutuhan sekolah mengenai ARKAS. Terkait ada kecurigaan bisnis pengadaan buku, sebut Iqbal, kita enggak ada promosi dan jual buku di kegiatan Bimtek ARKAS yang melibatkan operator dan bendahara SD dan SMP di dua kecamatan.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis, Hadi Prasetyo melalui Kabid Pembinaan SD, Dirhamsyah kepada wartawan, lewat pesan singkat WhatsApp, Selasa (20/8) menyatakan, hingga saat ini Disdik Bengkalis belum ada menerbitkan rekomendasi untuk kegiatan Bimtek," tulisnya.

Undangan yang disampaikan ke pihak sekolah/K3S/MKKS/Korwilcam bukan undangan wajib untuk mengikuti. Artinya, kalau sekolah mau ikut silahkan, tidak ikut Bimtek silahkan, sebab  kami pahami undangan itu hanya menyampaikan informasi saja tidak ada keharusan untuk ikuti Bimtek.

"Disdik Bengkalis sudah pernah melaksanakan Bimtek ARKAS," jelas Kabid SD Disdik Kabupaten Bengkalis, saat ditanya, apakah pernah melakukan Bimtek?

Institusi Disdik Bengkalis, Riau ini lucu. Kata Kabid SD Disdik Bengkalis tidak ada rekomendasi kegiatan Bimtek tapi Korwilcam Disdik Bengkalis Kecamatan Mandau yang buka acara.

Jika hal tersebut di atas terus terjadi ke depan di institusi Disdik Bengkalis bisa menjadi presedent buruk ke depan. Soalnya, antara Kabid SD, dan Korwilcam Disdik Bengkalis Kecamatan Mandau tidak ada komunikasi dan koordinasi, itu baru tentang kegiatan Bimtek yang digelar penerbit.

Lantas, bagaimana dengan kegiatan atau program yang prioritas untuk kemajuan pendidikan yang lebih baik ke depan.

Jika tidak ada komunikasi dan koordinasi secara berjenjang mustahil berbagai program dapat terlaksana dengan baik sesuai harapan dan keinginan masyarakat.

Kontran dan berbanding terbalik, andai para jurnalis yang datang ke sekolah-sekolah, tujuannya untuk melaksanakan tugas-tugas jurnalis, seperti melakukan kroscek informasi mengenai penggunaan dan BOS, para Kepala Satuan Pendidikan Sekolah atau Kepala Sekolah spontan pertanyakan izin atau rekomendasi dari Disdik Bengkalis.

Memang lucu atau lawak Disdik Bengkalis Ini!

Diketahui, undangan rencana kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) perubahan penggunaan Aplikasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah atau ARKAS tersebut ditujukan ke K3S SD dan MKKS SMP.

Dari data yang diperoleh wartawan, berupa foto copy salinan undangan Selasa (20/8), penerbit buku tersebut bernama PT PMS yang mengundang seluruh operator dan bendahara perwakilan dari masing-masih sekolah di wilayah kecamatan Mandau dan Bhatin Solapan untuk hadir di acara Bimtek Perubahan ARKAS.

Tidak hanya operator dan bendahara yang diundang, PT PM turut mengundang Korwilcam Mandau dan Bhatin Solapan Disdik Kabupaten Bengkalis.

Kuat dugaan Kegiatan Bimtek Perubahan ARKAS tersebut oleh penerbit tersebut hanya formalitas ujung-ujungnya hendak berbisnis pengadaan buku di sekolah. Apalagi mengenai perubahan ARKAS SD, dan SMP biasanya terjadi menjelang tahun pembelajaran dilaksanakan.