Bathin Solapan, katakabar.com - Pray For Sumatera, Posko Bencana Banjir dan Longsor open donasi di Simpang Garoga, Kecamatan Bathin Solapan, Duri, Kabupaten Bengkalis, Riau, untuk tiga wilayah kabupaten yang dilanda bencana banjir terparah, yakni Aceh Tamiang, Aceh Timur, dan Aceh Utara.

"Posko Bencana Banjir dan Longsor open donasi mulai Sabtu (6/12) hingga Kamsi (11/12) nanti. Alhamdulillah, dua hari open donasi sudah terkumpul Rp45 juta, nanti bakal dibelikan barang untuk kebutuhan bagi warga korban bencana berupa Sembako, yakni  Beras, Migor, Indomie, Pakaian Layak Jadi, dan lainnya," ujar Ketua Posko Bencana Banjir, Ustadz Zulfikar Indra kepada sejumlah wartawan, Ahad (7/12) siang.

Ia berharap open donasi untuk warga korban bencana tiga daerah yang menjadi sasaran pendistribusian bantuan terus bertambah hingga Kamis (11/12) nanti. Sehingga warga korban bencana, Aceh Tamiang, Aceh Timur, dan Aceh Utara terbantu, dan dapat bertahan di tengah musibah bencana ini.

"Bantuan bakal kita berangkatkan pada Jumat (12/12) malam dari Duri ke Posko Bantuan di Aceh. Di mana sasaran untuk warga korban bencana yang masih bertahan di Aceh Tamiang, Aceh Timur, dan Aceh Utara," ucapnya.

Dijelaskan Ustadz Zulfikar Indra, donasi yang dikumpulkan di Posko Bantuan Bencana Banjir dan Longsor berasal dari masyarakat tempatan, luar daerah, masyarakat perantau Aceh. Penggalangan terus kita lakukan secara transparan hingga Kamis nanti.

"Untuk itu, diimbau kepada seluruh masyarakat yang peduli dan ingin memberikan bantuan silahkan langsung datang ke Posko Bantuan Bencana dan Longsor Simpang Garoga Mie dan Kopi Aceh Hananan," seru Ustadz Zulfikar.

Diketahui, dari berbagai sumber yang layak di percaya situasi dan kondisi bencana terparah terjadi di tiga daerah, yakni Aceh Tamiang, Aceh Timur, dan Aceh Utara.

"Warga korban bencana di tiga daerah masih terisolir disebabkan akses putus akibatnya pendistribusian bantuan terpaksa disalurkan lewat udara. Itupun tidak mampu menjangkau para korban yang bertahan di tiga daerah saat ini sangat memprihatinkan dan mengkhawatirkan."