Yogyakarta, katakabar.com - Produk turunan kelapa sawit buatan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Amin Kota Dumai Provinsi Riau, seperti sabun mandi, kerajinan lidi sawit, pupuk organik cair dan padat program sinergi sawit dan ternak diminati dan pengunjung berdecak kagum di Gebyar Usaha Kecil Menengah Koperasi (UKMK) Berbasis Sawit pada Jumat (28/7) hingga Ahad (30/7) lalu.

Gebyar UKMK berbasis sawit yang dihelar Badan Pengelola Dan Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS)  diramaikan berbagai UKMK dari Sumatera hingga Kalimantan.

Ketua UKMK Santripeneur Ponpes Al Amin Kota Dumai, KH. W. Zainal Abidin sekaligus Ketua Hebitren Riau dan Wakil Ketua Forum Ekonomi Pondok Pesantren Indonesia (FEPI) ucapkan
terima kasih kepada semua pihak yang mendukung program UKMK di Pondok Pesantren dari tingkat pusat hingga daerah, khususnya pihak BPDPKS.  

"Kegiatan Gebyar UKMK Sawit sangat mendorong percepatan kemajuan UKMK berbahan sawit terutama yang dikembangkan pihak Santripeneur Ponpes Al Amin Dumai,” ujarnya dilansir dari laman bpdp.or.id pada Kamis (3/8).

Kata KH. W. Zainal, Ponpes Al Amin Kota Dumai sebagai koordinator UKMK Santripeneur di wadah Hebitren Indonesia memiliki kemitraan dengan pesantren lainnya terutama di Riau. Di mana totalnya 450 lebih Ponpes rata rata punya hamparan perkebunan sawit.

“Kita mulai dari Pondok Pesantren mitra yang memiliki komitmen menjalin ekosistem dan siap mendukung melalui kebijakan pesantren untuk pengembangan santripeneur di sektor sawit,” ulasnya.

Kegiatan Gebyar UKMK Just Sawit di Yogyakarta yang digelae BPDPKS ini mencerminkan sawit baik dan produk produk turunannya sangat dibutuhkan di kehidupan manusia 24 jam. Di mana keberadaannya bermanfaat, tidak hanya membantu kemandirian ekonomi kepesantrenan tapi kemandirian ekonomi kerakyatan.

Kenapa demikian? Lantaran Pondok Pesantren itu memiliki alumni wali santri dan warga sekitar mayoritas memiliki kebun sawit atau bekerja di sektor sawit

“Bagi kami, di santripeneur ada nilai yang lebih dari itu. Ini menjadi sarana atau media membekali generasi muda yang ada di Ponpes memiliki jiwa kewirausahaan dan akhirnya menjadi langkah nyata kontribusi untuk siapkan generasi yang siap membuka lapangan pekerjaan dan menguasai sektor sawit dengan pengelolaan profesional di masyarakat,” bebernya.

Apresiasi yang tinggi kepada BPDPKS atas terlaksananya kegiatan ini. Ini kami sampaikan atas nama para santri Indonesia dan pesantren yang berbasis kelapa sawit. 

Produk Santripreneur yang ada saat ini 4 jenis olahan makanan Ponpes Al Amin Kota Dumai. Pesantren pun telah menggunakan 3 bahasa, yakni Inggris, Indonesia, dan Arab sehingga siap go Internasional. Ada pula pengembangan 4 jenis sabun batangan mitra dengan PP Yazid Kabupaten Rokan Hulu, seperti kerajinan lidi sawit, pupuk organik cair dan padat program sinergi sawit dan ternak.

“Kami Santripreneur Ponpes Al Amin Kota Dumai selama ini sebagai pusat pelatihan telah memberikan pembekalan kepada 1500 santri untuk Riau dan sekitarnya," jelasnya.

Harapannya, kegiatan ini terus bisa dikembangkan dengan dukungan penguatan khusus kepada UKMK Ponpes, berupa pelatihan dan oendampingan maupun kegiatan serupa seperti ini tapi khusus untuk kalangan santri, tambahnya.

Kadiv Kemitraan UKMK BPDPKS, Helmi Muhansyah mengapresiasi program santripeneur yang telah dijalankan Ponpes Al Amin Kota Dumai melalaui santripreneur. Ke depan sawit menjadi salah satu pilar ekonomi dan kewirausahaan di pondok pesantren.

”Akhirnya diharapkan industri kelapa sawit Indonesia khususnya kelapa sawit rakyat menjadi kuat adanya generasi baru yang terampil, berwawasan lingkungan,” sebutnya.