Mandau, katakabar.com - Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bengkalis, Horas Sitorus SH reses di Jalan Rokan Ujung, persisnya di kawasan RT 03 RW 09, Kelurahan Air Jamban, Kecamatan Mandau, Duri, Kabupaten Bengkalis, Jumat (25/4) siang.

Masyarakat Jalan Rokan Ujung RW 09 sangat antusias mengikuti reses politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDI-P besutan Megawati ini. Buktinya, ratusan warga hadir didominasi kaum perempuan menyampaikan berbagai keluhan dan aspirasi seputar struktur dan infrastruktur untuk diperjuangkan dengan harapan bisa direalisasikan untuk kemaslahatan masyarakat.

"Kami mohon aspirasi dari masyarakat dapat ditampung," ujar Ketua RT setempat singkat awali jalannya reses.

Anggota DPRD Kabupaten Bengkalis Daerah Pemilihan atau Dapil 4 Kecamatan mandau ini mengingatkan masyarakat, Ia menampung aspirasi masyarakat secara umum bukan secara pribadi.

"Jadi, mohon sampaikan unek-unek atau keluhan nanti saya bawa dan perjuangkan di gedung DPRD Bengkalis, seperti keluhan pembangunan jalan, dan lainnya yang bersifat umum," jelas Horas.

Saya selaku wakil rakyat merupakan kewajiban melaksanakan reses, tegas Horas, turun ke tengah masyarakat untuk menampung aspirasi dan keluhan warga.

Itu tadi, ucapnya, aspirasi dari masyarakat ditampung dan dibawa untuk diperjuangkan di Bengkalis, mudah-mudahan bisa terealisasikan ke depan," tuturnya.

Di sesi diskusi dan tanya jawab bersama Horas Sitorus, warga Jalan Rokan Ujung RT 02, Mustafa Rohimin menytakan, setiap hujan intensitas tinggi lingkungan kami selalu kebanjiran. Bahkan ada rumah seorang masih terbuat dari kayu air masuk kedalam  rumah, jalan ke SD Negeri tempat belajar anak-anak kami perlu diperhatikan dan dibangun, dan upah guru MDA masih di bawah Rp1 juta, yakni Rp800 ribu itupun kena potongan.

Menurut Horas Sitorus, terkait infrastruktur warga koordinasi dengan RT setempat lengkap dengan volume jalan dan drainase berapa panjang dan lebarnya di mana budjetnya tidak melebih Rp200 juta.

"Terkait pembangunan jalan dan drainse kalau masih ada sengketa tanah pemerintah tidak bisa membangun. Jadi, selesaiakan dulu persoalan baru diajukan pembangunan ke pemerintah," terangnya.

Warga lainnya Hutagalung aminkan Mustafa. Benar, jalan ke SD Negeri bisa dibangun agar akses ke sekolah tidak terganggu. Surat hibah tanah sudah diserahkan ke Camat Mandau. Begitu drainse pembangunan, kalau hujan meluap jadi perlu pelebaran.

"Kalau soal surat tanah hibah jalan ke SD Negeri kita catat dan segera kita cari solusi. Soal infrastruktur kita bakal realisasikan lewat Pokok Pikiran atau Pokir saya," timpalnya.

Sedang Afnidah, warga RT 06 menyampaikan aspirasi mengenai beasiswa belum cair sudah beberapa kali dijanjikan. Apa kendala biar dapat dijelaskan ke anak-anak? Menanggapi beasiswa belum cair, Horas Sitorus menjelaskan, mengenai beasiswa sudah dirundingkan tapi Pemkab bengkalis belum menerima Dana Bagi Hasil atau DBH dari pemerintah pusat. Bila pemerintah pusat sudah transfer semua bakal beres termasuk pencairan beasiswa.

"Beasiswa sudah terakreditasi bakal saya tampung dan disampaikan ke pemerintah daerah. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa cair," harapnya.

Warga RT 04, Muriati mengeluh tentang air PDAM pembayaran terlalu tinggi. Kenapa tarif tarif air PDAM begitu tinggi. Tidak hanya itu, mau jadi masuk jadi pelanggan atau daftar baru biayanya mahal mulai Rp5 juta hingga Rp7 juta.

"Kita bawa dan perjuangkan keluhan soal tingginya tarif dan daftar pelanggan baru PDAM," tegasnya.

Dari pengamatan katakabar.com selama kegiatan reses berdurasi hampir tiga jam lamanya. Anggota DPRD Kabupaten Bengkalis, Horas Sitorus tidak hanya menampung aspirasi dari masyarakat Jalan Rokan Ujung untuk dibawa dan diperjuangkan.

Pemuda dan group perwiritan kaum ibu yang mengeluh agar dibantu langsung ditunaikannya tanpa proposal. Pemuda dan group perwiritan tampak senang keluahan dan usulan mereka ditunaikan oleh Anggota Komis I DPRD Kabupaten Bengkalis ini.