Medan, katakabar.com - Museum Perkebunan Indonesia-1 terletak di kawasan Jalan Brigjen Katamso, Medan, Provinsi Sumatera Utara kini menghadirkan Ruang ImersifINmusperIN.
Ruangan anyar tersebut resmi diluncurkan, pada Kamis (11/7) lalu. Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS, Eddy Abdurrachman yang meluncurkan ruang baru.
Dengan diresmikannya ruang ImersifINmusperIN ini sekaligus sosialisasi dengan Media dan Masyarakat agar keberadaan ruang ImersfINmusperIN dapat dikenal masyarakat luas.
Hadir di acara tersebut Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN IV, Irwan Perangin Angin, Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan Direktorat Jenderal Kebudayaan, Irini Dewi Wanti, serta lainnya.
Ketua Umum Pengurus Yayasan Musperin, Ir Rhohan F Mochtar menyatakan, Ruang ImersiINmusperIN ini memanfaatkan teknologi multimedia 360 derajat dapat menciptakan sensasi pengunjung menjadi bagian atau berada di dalam cerita visual.
Instalasi permanen menggunakan video mapping dengan ukuran ruang 6 meter x 5 meter. Untuk tayangan perdana konten yang ditampilkan mengenai Industri Kelapa Sawit Indonesia Berkelanjutan berjudul, A Story Of The Seed That Changes The Word, yakni sebuah cerita tentang bibit kecil yang mengubah dunia, berdurasi 30 menit.
Direktur Utama BPDPKS, Eddy Abdurrachman sampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Museum Perkebunan Indonesia yang telah menyelesaikan pembangunan ruang imersif untuk edukasi kelapa sawit.
Pembangunan ruang imersif ini, harap Eddy, menjadi program edukasi kelapa sawit khususnya kepada masyarakat umum termasuk Generasi Milenial, dan Gen-Z generasi produktif yang menjadi kunci kemajuan bangsa Indonesia.
Menurut Eddy, penting edukasi Industri Sawit, yang berperan besar mendukung Sustainable Development Goals atau SDGs, yakni dari sisi penciptaan lapangan kerja terutama di daerah pedesaan dapat mendorong pengentasan kemiskinan dan kesenjangan ekonomi.
"Dari sisi penggunaan energi terbarukan yang mendukung ketahanan energi mendorong ketersediaan energi yang ramah lingkungan dan terjangkau bagi masyarakat," tutur Eddy, dilansir dari laman website BPDPKS, pada Ahad (14/7).
Terus, ucap Eddy, dari perpektif climate action, penggunaan sawit sebagai bahan bakar dan proses fotosintesis pada kebun yang sangat luas dapat mereduksi karbon.

Disamping itu, lanjutnya, kebun sawit menyediakan tempat hidup bagi aneka ragam hayati baik flora maupun fauna, dan terakhir target untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Hasil studi kerja sama riset antara beberapa universitas di Indonesia dan Jerman menyimpulkan komoditas sawit memiliki dampak terhadap target pencapaian SDG jauh lebih banyak dan signifikan dibandingkan dengan komoditas minyak nabati lainnya.
"Kondisi ini berimplikasi pada munculnya persaingan antar minyak nabati dimana persaingan tersebut berujung dengan munculnya black campaign yang menyudutkan minyak sawit, salah satunya campaign anti-palm-oil," jelasnya.
Masih Eddy, produk-produk sawit pun telah mewarnai kehidupan sehari-hari masyarakat kita. Di mana familiar bagi kita semua, yakni Minyak Goreng atau Migor dari kelapa sawit.
Tapi, beber Eddy, sesungguhnya konsumsi minyak sawit dan turunannya lebih luas dari itu. Minyak sawit ada dalam produk sabun, shampoo, deterjen, lipstick, produk kosmetik, personal care, roti, coklat, biskuit, krimer, margarin, yang kesemuanya dapat diusahakan dalam skala UMKM.
Pernyataan tersebut dipertegas Ketua Dewan Pembina Yayasan Musperin, DR HC H Soedjai Kartasasmita konten yang ditampilkan dalam ruang ImersifINmusperIN memberikan edukasi tentang #SawitBaik yang bertujuan untuk keberlanjutan Perkebunan Kelapa Sawit sebagai produk unggulan.
"Karya tema tentang kelapa sawit ini mengambil perspektif 3P atau Planet, People, Profit, yakni menjaga keseimbangannya atau sustainable in harmony," ulasnya
Kelapa sawit, sebutnya, anugerah Tuhan yang harus kita manfaatkan bersama untuk kebaikan seluruh penduduk di dunia. Kelapa sawit disamping keunggulan dan manfaatnya tidak lepas dari permasalahan. Tapi, kampanye anti palm oil bukan merupakan solusi, mari bersama kita benahi industri palm oil yang ada agar dapat mencapai kaidah kaidah keberlanjutan dan sekaligus dapat memenuhi kebutuhan global akan minyak nabati yang terus meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk dunia.
Diketahui, Ruang ImerseiFINmusperIN Musperin-1 dibuka setiap hari, pertunjukan dimulai pukul 10.00 WIB hingga 16.00 WIB, sebanyak 10 sesi.
Setiap sesi pertunjukan durasi 30 menit dengan jumlah maksimum pengunjung 10 hingga 12 orang dewasa dan 14 hingga 16 anak-anak. Hingga 14 Juli 2024 diberlakukan tarif promo sebesar Rp20 ribu, dan mulai 15 Juli tiket masuk ruang ImersifINmusperIN termasuk museum dikenai tarif Rp30 ribu untuk orang dewasa, dan Rp25 ribu untuk anak sekolah, yakno TK, SD, SMP, SMA.
Untuk pemesanan tiket masuk museum dan ruang imersif dapat menghubungi contact person Admin 082287233036 atau kunjungi laman sosial media instagram @musperin dan facebook “Museum Perkebunan Indonesia”.
Ruang Imersif di Museum Perkebunan Indonesia 1 Diluncurkan BPDPKS
Diskusi pembaca untuk berita ini