Duri, katakabaer.com - PT Pertamina Hulu Rokan atau PHR Wilayah Kerja atau WK Rokan siap tingkatkan produksi minyak dari Blok Rokan, lewat rencana pengembangan atau plan of development atau PoD.Chemical Enhanced Oil Recovery atau CEOR Minas Stage-1.

Itu diperkuat dengan disetujuinya Final Investment Decision atau FID CEOR Minas oleh Direktur Utama PHR, Ruby Mulyawan, di penghujung Juni 2024 lalu.

Dengan disetujuinya FID ini, menunjukkan PHR benar-benar berkomitmen terhadap pengembangan Lapangan minyak dengan teknologi CEOR.

Kini, PHR siap memasuki tahap eksekusi proyek CEOR Minas untuk tingkatkan produksi minyak dari Blok Rokan.

"Persetujuan ini diperlukan bagi proyek Minas CEOR Stage-1 Area-A agar dapat memasuki tahap eksekusi proyek di mana dilaksanakan kegiatan-kegiatan seperti pemboran sumur, workover atau perbaikan sumur, dan konversi sumur eksisting, injeksi bahan kimia, reaktivasi, dan pengoperasian kembali fasilitas yang ada,” ujar Ruby kepada wartawan lewat siaran persnya, senin sore.

EVP Upstream Business PHR WK Rokan, Andre Wijanarko menimpali, proyek Minas CEOR Stage-1 Area-A  implementasi dari teknologi tertiary recovery, yakni dengan cara penginjeksian Alkali Surfactant Polymer (ASP) pada 3 pattern Area-A Lapangan Minas guna meningkatkan produksi Blok Rokan.

"CEOR upaya peningkatan produksi hidrokarbon dari reservoir minyak atau menguras minyak untuk diproduksi dengan cara menginjeksikan material atau fluida khusus berbahan kimia," ucapnya.

Setelah persetujuan FID ini, ulas Andre, kemudian dilakukan pengeboran maupun workover sumur. Rencananya injeksi pertama bakal dilakukan pada Desember 2025 mendatang.

"Potensi produksi puncak dari CEOR Minas ini lebih dari 2.000 barel minyak per hari atau BOPD dengan penambahan perolehan minyak dari Blok Rokan sebesar 2.1 juta barrel,” terang Andre.

Kepala SKK Migas Perwakilan Sumbagut, Rikky Rahmat Firdaus mendukung penuh upaya PHR melaksanakan dan mengembangkan CEOR Minas.

"Sebagai operator yang kegiatan operasinya diawasi pemerintah melalui SKK Migas, kami mendukung langkah PHR untuk pengembangan CEOR Minas ini, terlebih dalam upaya meningkatkan angka produksi dan upaya pencapaian target 1 juta barel minyak di tahun 2030 mendatang," tegas Rikky.

Pekerjaan pengembangan CEOR Minas tersebut, harap Rikky, bisa segera dilaksanakan, dan dikembangkan dengan baik oleh PHR.

"Dengan tetap kedepankan kinerja yang andal, dan selamat untuk peningkatan produksi demi ketahanan energi negeri," tandasnya.

Tentang PHR WK Rokan

PT Pertamina Hulu Rokan atau PHR salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak di bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi atau PHE.

PHR berdiri pada 20 Desember 2018 lalu. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan dari 9 Agustus 2021.

Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan WK Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041.

Daerah operasi WK Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten dam kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul atau gathering stations. WK Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi Pertamina.

Selain produksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.