Medan, katakabar.com- Seiring perkembangan zaman yang semakin modern, media massa saat ini telah menjadi salah satu platform yang sangat penting dalam menyebarkan informasi kepada masyarakat luas.
Namun, ada kalanya media massa juga memuat berita-berita yang jauh dari kebenaran. Itulah yang terjadi pada pemberitaan terkait Guntur Syahputra, yang disebut meresahkan masyarakat dengan aksi anarkis dan premanisme. Kondisi ini dinilai sepihak dan sengaja memojokkan.
Guntur Syahputra, yang kini menjabat sebagai Ketua PAC PP Medan Denai, sebenarnya adalah sosok tokoh yang dianggap sebagai pahlawan oleh masyarakat.
Hal ini dibuktikan dengan kepedulian dan perjuangannya dalam memperjuangkan harkat dan martabat masyarakat di Medan.
Salah satu bentuk kepedulian Guntur Syahputra terhadap masyarakat bisa dilihat dari pembangunan sekolah TK dan SD gratis untuk masyarakat kurang mampu melalui Yayasan Subur Mandiri yang ia dirikan.
Selain itu, ia juga terlibat dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan di lingkungan masyarakat Medan.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh tokoh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Langit Republik Indonesia (RI) Syabrisyam alias Babeh.
Menurutnya, pemberitaan negatif terhadap Guntur Syahputra hanya merupakan rekayasa semata demi kepentingan pihak tertentu.
Dalam pemberitaan yang dimaksud, Guntur Syahputra disebut pernah melakukan aksi anarkis dan premanisme dengan menerobos masuk ke rumah seorang warga bernama Rudi yang memiliki masalah utang piutang.
Namun, Syabrisyam menyebut bahwa pemberitaan tersebut tidak sepenuhnya benar.
Menurut rekaman CCTV yang ada di lokasi kejadian pada Senin, 29 April 2024 pukul 21.25 malam, tampak Guntur Syahputra datang ke rumah Rudi dan mencarinya terkait persoalan utang piutang.
Di dalam rekaman tersebut, Guntur Syahputra juga terlihat bersalaman dengan orangtua Rudi dan meminta maaf atas masalah yang terjadi.
Syabrisyam menegaskan bahwa pemberitaan yang menyebutkan bahwa sekelompok preman menyerang lokasi karena ingin mendobrak pagar yang terkunci adalah tidak benar dan hanyalah sebuah rekayasa.
Mendengar pemberitaan tersebut, Pejabat Sementara (Pjs) Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Jama K Purba membenarkan telah menerima laporan tersebut. Namun, saat ini laporan sedang ditindaklanjuti oleh penyidik.
Dalam kesempatan lain, Guntur Syahputra mengaku sedih dan kecewa atas pemberitaan yang tidak benar tersebut.
Ia merasa bahwa pemberitaan tersebut menghambat perjuangan dan kerja kerasnya dalam memperjuangkan harkat dan martabat masyarakat di Medan.
Guntur Syahputra menegaskan bahwa ia selalu akan berjuang untuk keadilan dan kebaikan masyarakat, tanpa terpengaruh oleh berita-berita negatif yang diarahkan kepadanya.
Ia juga berharap bahwa media massa dapat lebih bertanggung jawab dan melakukan investigasi yang baik dalam melaporkan suatu berita.
Dalam kondisi seperti ini, masyarakat juga diharapkan untuk lebih selektif dalam menerima berita yang tersebar di media.
Sebelum sepenuhnya percaya pada suatu berita, sebaiknya periksa terlebih dahulu kebenarannya dengan mencari sumber yang terpercaya.
Hal ini akan membantu masyarakat untuk menerima informasi yang lebih akurat dan tidak terjebak pada berita-berita yang sengaja dimanipulasi demi kepentingan tertentu.
Sosok Ketua PAC Medan Denai, Guntur Syahputra Kerap Memperjuangkan Harkat dan Martabat Masyarakat
Diskusi pembaca untuk berita ini