Indragiri Hulu, katakabar.com - Kalau perempuan 26 tahun ini kelak lolos menjadi Bupati Indragiri Hulu (Inhu), Riau, maka tiga sebutan akan langsung melekat padanya.
Pertama, bahwa Rezita Meylani bakal disebut Bupati termuda di Riau, bahkan di Indonesia. Kedua, Rezita akan menjadi bupati perempuan pertama di Inhu. Terakhir, Rezita menjadi kepala daerah perempuan pertama di Riau.
Soal termuda tadi, perempuan cantik ini juga bakal serta merta mengalahkan predikat suaminya, Yopi Arianto (saat ini masih Bupati Inhu), yang pernah dinobatkan Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai Bupati termuda 2010. Waktu itu, Yopi berumur 30 tahun.
Biar semua itu kesampaian, dari sekarang masih ada 39 hari lagi bagi sarjana ekonomi jebolan Universitas Riau ini berjibaku, menggaet simpati masyarakat Inhu untuk bekalnya lolos pada kontestasi 9 Desember mendatang.
Memang, cerita yang berseliweran di 'Negeri Para Raja' itu, Rezita maju berpasangan dengan Junaidi Rahmat, bukan sekadar mendompleng pamor suaminya yang sudah dua periode memimpin Inhu.
Tapi bagi kaum millenial khususnya, sedari awal perempuan ini sudah punya magnet tersendiri. "Kami menengok Bu Rezita sosok yang cerdas, berani dan sederhana. Beliau enggak milih-milih orang dalam bergaul," cerita Rizki kepada katakabar.com.
Warga Seberida ini mengaku simpati menengok Rezita yang memperlakukan anak-anak muda kayak teman sendiri. "Supel dan enak diajak ngobrol," ujar lelaki 25 tahun ini.
Di kalangan tua, Rezita juga disebut pandai membawa diri. Inilah barang kali yang membikin sosok perempuan ini menjadi harapan banyak orang, orang di Inhu tentunya.
Dan harapan itu sesungguhnya tak berlebihan dan justru boleh dibilang pas. Sebab, modal karakter dan pengalamannya selama menjadi Ketua Tim Penggerak PKK Inhu, dia pasti sudah tahu banyak tentang apa yang sedang dan belum sempat dituntaskan oleh suaminya.
Yang belum tuntas, tentu akan dilanjutkan. Lalu rangkuman atas 10 tahun program Yopi, sudah bisa jadi program baru bagi Rezita untuk membawa Inhu menjadi kabupaten yang lebih cemerlang.
Tinggal lagi sekarang, seberapa besar kepercayaan orang Inhu akan semua itu dan seberapa kuat mereka untuk tidak tergiur dengan pemberian sesaat.
Tentang Rezita Jelang 9 Desember
Diskusi pembaca untuk berita ini