Surabaya, katakabar.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur, teken Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) Layanan Keprotokolan sebagai bentuk sinergi terhadap lembaga negara, Jumat (2/5).

Executive Vice President KAI Daop 8 Surabaya, Wisnu Pramudyo mengutarakan, Nota Kesepahaman ini sebagai bentuk kolaborasi, mempermudah komunikasi, dan bertujuan untuk menyediakan layanan keprotokolan di stasiun kereta api wilayah Daop 8 Surabaya yang terstandar, nyaman, aman, serta sesuai dengan protokol kedinasan guna mendukung mobilitas para wakil rakyat sekaligus mendorong penggunaan transportasi massal ramah lingkungan.

Penandatanganan MoU ini dilakukan oleh Executive Vice President KAI Daop 8 Surabaya, Wisnu Pramudyo dan Sekretaris DPRD Provinsi Jawa Timur, Moh. Ali Kuncoro di ruang pertemuan Airlangga Kantor Daop 8 Surabaya.

Sedang, Moh. Ali Kuncoro berharap kedepan dapat menjadi bagian sinergitas bagaimana bisa sama - sama memberikan pelayanan.

"Ini sebuah peningkatan kolaborasi yang bisa kita jalankan. Saya harapkan jalinan sinergi ini kedepan bisa kita jaga dan kita tingkatkan pada masa - masa yang akan datang," jelasnya.

PT KAI Daop 8 Surabaya bekomitmen dalam memberikan pelayanan prima kepada instansi negara, termasuk DPRD Provinsi Jawa Timur, dengan tetap menjunjung prinsip profesionalitas dan pelayanan publik.

Kerja sama ini juga merupakan bagian dari transformasi birokrasi yang lebih modern, di mana pelayanan terhadap lembaga negara dilakukan secara sinergis dengan BUMN penyedia jasa, tanpa mengurangi prinsip akuntabilitas dan transparansi.
"PT KAI Daop 8 Surabaya menyatakan kesiapan penuh dalam mendukung pelaksanaan MoU ini, sekaligus terus meningkatkan kualitas layanan kereta api untuk seluruh masyarakat Indonesia," timpal.Wisnu Pramudyo.

Kontak: Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya Luqman Arif 082139012006

Perkuat Pangsa Pasar Eksternal dan Diversifikasi Produk, WSBP Catatkan NKB Rp295,35 Miliar Kuartal I 2025

Jakarta, katakabar.com - PT Waskita Beton Precast Tbk (kode saham: WSBP) mencatatkan nilai perolehan Nilai Kontrak Baru (NKB) sebesar Rp295,35 miliar hingga kuartal I tahun 2025.

Dari total perolehan tersebut, sebesar 60,31 persen atau Rp178,13 miliar berasal dari proyek eksternal, sementara 39,69 persen atau Rp117,22 miliar berasal dari proyek internal.

Secara keseluruhan, perolehan ini menunjukkan arah yang positif terhadap upaya WSBP dalam memperluas pangsa pasar di luar lingkup internal Waskita Group.

Berdasarkan lini bisnis, kontribusi terbesar berasal dari segmen Beton Precast senilai Rp160,97 miliar, disusul Beton Readymix sebesar Rp75,08 miliar, Jasa Konstruksi sebesar Rp59,12 miliar, dan sisanya disumbangkan oleh segmen Sewa Alat. Beberapa proyek strategis yang berhasil diperoleh antara lain Gedung Kuliah Jurusan Kesehatan Politeknik Negeri Madura, Jalan Tol Palembang–Betung Seksi 1 dan 2 (ADD I dan ADD II), Proyek Perluasan Tzu Chi School di PIK 2, serta Proyek Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Ruas Betung (Simpang Sekayu)–Tempino.

Kepala Divisi Corporate Secretary WSBP, Fandy Dewanto menyampaikan, pencapaian ini hasil dari strategi pemasaran yang terstruktur dan agresif.

“WSBP mengimplementasikan strategi pemasaran eksternal secara menyeluruh dengan memperkuat portofolio produk unggulan serta mendorong inovasi berbasis teknologi untuk menjawab kebutuhan pasar yang semakin dinamis,” ujarnya.

WSBP melakukan inovasi produk seperti penggunaan Fly Ash dan Mortar Foam menjadi bagian dari upaya WSBP dalam menghadirkan solusi material Beton Readymix yang tidak hanya efisien dari sisi teknis dan biaya, tapi lebih ramah lingkungan dan mendukung prinsip pembangunan berkelanjutan.

Fandy menegaskan, perusahaan terus mengupayakan peningkatan rasio kemenangan tender melalui pendekatan yang lebih selektif dan responsif terhadap kebutuhan pasar.

“Kami meningkatkan efektivitas proses tender dengan menganalisis peluang secara cermat, mempercepat respons terhadap kebutuhan teknis proyek, dan memperkuat relasi strategis dengan mitra kerja, guna memastikan proposal kami tetap kompetitif dan unggul,” jelasnya.

Diketahui, pada periode ini WSBP mencatatkan Nilai Kontrak Dikelola sebesar Rp1,58 triliun yang menjadi potensi untuk kenaikan Pendapatan Usaha pada tahun 2025 sehingga mampu mencapai target yang dibidik Perusahaan.

WSBP meyakini pertumbuhan perusahaan ke depan harus berjalan seiring dengan keberlanjutan. Dengan mengedepankan tata kelola perusahaan yang baik, pengelolaan risiko yang cermat, serta penerapan sistem pembayaran yang sehat, WSBP optimis dapat terus memperbesar perolehan proyek infrastruktur, khususnya dari pasar eksternal. Komitmen ini didukung dengan layanan terintegrasi One Stop Solution serta pengembangan produk dan layanan berbasis kebutuhan pelanggan dan tren industri konstruksi masa kini.