Bali, katakabar.com - Ihsan sapaan akrab Miftahudin Nur Ihsan 31 tahun tak sangka bakal didatangi, dan bahkan diajak ngobrol Thomas Djiwandono, Wakil Menteri Keuangan Republik Indonesia (Wamenkeu RI).
Membikin CEO Smart Batik Indonesia asal Yogyakarta ini makin sumringah, sebelum ngobrol, Thomas sempat-sempatnya pula membatik dulu.
Dicelupnya canting yang ada di sana ke malam berbahan sawit, lalu dilukisnya motif pohon kelapa sawit yang telah terlukis di selembar kain putih. Wamenkeu RI COO Smart Batik Indonesia istri Ihsan, Dinar Indah Lufita Sari.
Ihsan sempat bengong lantaran usai membatik, Thomas tidak langsung pergi. Tapi, membeli dua potong batik sawit bermotif Gurda Sawit dan Ceplok Sawit.
"Batiknya bagus-bagus. Saya beli dua ya, yang ada sawitnya ini dan yang klasik ini," kata Thomas sambil menunjuk pilihannya, dilansir dari laman resmi website BPDPKS, Jumat (4/10).
"Kembangkan terus ya, sukses," Thomas memandangi Ihsan. Lantas Ihsan menjelaskan seperti apa batik yang diproduksinya.
"Izin Pak Wamen, batik yang kami hasilkan tidak sekadar batik, Pak. Tapi batik yang punya nilai pemberdayaan dan ramah lingkungan," ulasnya.
Di sampingnya ada Kepala Divisi Lembaga Kemasyarakatan dan Civil Society (LKCS) Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Aida Fitria, sekaligus penanggungjawab booth BPDPKS yang didatangi Thomas.
"Produk-produk ini dikerjakan Ibu-Ibu pembatik. Setelah bermitra dengan Divisi UKMK BPDPKS, jumlah pembatik kami meningkat dari 10 menjadi 60 orang. Batik ini menggunakan malam sawit dan pewarna alami yang lebih ramah lingkungan," ucap alumni penerima beasiswa LPDP ini.
Kata Aida, komitmen BPDPKS terus mendorong lahirnya produk-produk berbasis sawit.
"Kami saling bersinergi dan berkolaborasi untuk mendorong promosi produk-produk berbasis sawit," tuturnya.
Setelah kegiatan ini, terang Aida, kami ada kegiatan di Trade Expo Indonesia. Semoga nantinya produk-produk dari Asosiasi maupun UKMK dapat semakin luas pasarnya dan go internasional.
Peristiwa pertemuan antara Ihsan dan Thomas itu terjadi jelang siang di Badung, Bali. Thomas datang membuka acara ASEAN Treasury Forum (ATF) 2024.
ATF adalah forum yang bertujuan agar negara-negara ASEAN bisa saling berbagi informasi terkait perbendaharaan negara, seperti pengelolaan fiskal, baik dari sisi manajemen, pelaksanaan, dan pertanggungjawaban anggaran.
Pembentukan ATF sudah diinisiasi dalam ASEAN Finance Ministers and Central Bank Governors (AFMGM) ke 10 di Jakarta pada Agustus 2023 lalu.
Inisiasi ATF lantas disetujui para menteri-menteri negara ASEAN pada AFMGM ke 11 di Laos April 2024. Saat itu, disetujui pula peresmian ATF di Bali, di mana Indonesia sebagai Ketua ATF 2024-2025.
Kegiatan ATF 2024 yang dihadiri pejabat-pejabat Kementerian Keuangan negara-negara ASEAN ini digalar 3 hingga 4 Oktober 2024.
Nah, lepas pembukaan acara Thomas bersama tamu delegasi mengunjungi booth-booth yang ada di lokasi acara.
Tapi, booth pertama yang dikunjungi booth BPDPKS. Di booth itu ada UKMK unggulan yang dihadirkan, yakni Smart Batik Indonesia dan Cambiacraft.
Wamenkeu RI Tak Hanya Membatik Tapi Membeli Batik Sawit di Bali
Diskusi pembaca untuk berita ini