Dedi Suhardi
Penulis

Dedi Suhardi

Berita dipublish
195
Terakhir update
Senin, 20 Apr 2026
Zero Ponsel, Rutan Kelas I Medan Gagalkan Enam Penyelundupan Handphone Hukrim
Hukrim
Sabtu, 24 Januari 2026 | 17:46 WIB

Zero Ponsel, Rutan Kelas I Medan Gagalkan Enam Penyelundupan Handphone

Medan, katakabar.com - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Medan buktikan keseriusan menjaga keamanan dan ketertiban. Komitmen ini dibuktikan saat petugas berhasil gagalkan berbagai upaya penyelundupan telepon genggam (Handphone) ke dalam rutan kurun waktu tiga bulan terakhir. Keberhasilan ini tidak terlepas dari ketelitian, dan kewaspadaan petugas melaksanakan pemeriksaan badan dan barang bawaan pengunjung sesuai dengan prosedur pengamanan yang berlaku. Beragam modus dilakukan oknum pengunjung demi memasukkan barang terlarang tersebut ke dalam rutan. Modus tersebut terbilang semakin nekat, mulai dari mengikat handphone di bagian kaki, menyembunyikannya di dalam bungkus nasi, tisu, hingga cara ekstrem dengan menyembunyikan handphone di area sensitif tubuh. Tetapi, semua upaya tersebut berhasil digagalkan berkat profesionalisme, dan kejelian petugas layanan kunjungan. Di antara upaya penyelundupan terungkap Kamis (22/1) sekitar pukul 14.00 WIB, saat seorang pengunjung berinisial SR datang untuk melakukan kunjungan. Awalnya, yang bersangkutan turut mengikuti prosedur yang berlaku, mulai dari pengambilan nomor antrean, pengisian formulir di loket, hingga pemeriksaan barang bawaan dan penggeledahan badan. Pada proses tersebut, petugas menemukan 1 unit handphone merek Vivo warna putih yang disembunyikan di kantung kecil dalam tas milik yang bersangkutan. Barang bukti kemudian diamankan, dan pengunjung dimintai keterangan lebih lanjut oleh petugas. Kepala Rutan Kelas I Medan, Andi Surya, mengapresiasi kinerja seluruh petugas layanan kunjungan yang telah menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan kewaspadaan tinggi. Ia menegaskan komitmen 'Zero Ponsel' akan terus diperkuat sebagai langkah nyata menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan rutan, sekaligus mendukung 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang aman, bersih, dan berintegritas. "Secara keseluruhan, sebanyak enam unit handphone berhasil digagalkan dari upaya penyelundupan dalam kurun waktu tiga bulan terakhir. Keberhasilan ini menjadi bukti kesigapan petugas sekaligus peringatan tegas bagi masyarakat agar tidak mencoba melakukan tindakan melanggar hukum saat melakukan kunjungan," jelasnya kepada wartawan, Sabtu (24/1). Rutan Kelas I Medan juga menegaskan, pihaknya berkomitmen untuk terus menjaga keamanan, dan ketertiban lingkungan pemasyarakatan serta menciptakan rutan yang bersih dari barang-barang terlarang.

Tegas! Kanwil Sumut Pindahkan Napi Kasus Korupsi ke Nusakambangan Sumut
Sumut
Kamis, 22 Januari 2026 | 13:07 WIB

Tegas! Kanwil Sumut Pindahkan Napi Kasus Korupsi ke Nusakambangan

Medan, katakabar.com - Sebagai langkah tegas menjaga keamanan dan ketertiban serta menegakkan disiplin di lingkungan Pemasyarakatan, seorang narapidana kasus tindak pidana korupsi (Tipikor) resmi dipindahkan dari Rumah Tahanan Negara Kelas I Medan ke Lembaga Pemasyarakatan di Pulau Nusakambangan. Proses pemindahan dilaksanakan Kamis (22/1), dengan pengawalan ketat oleh personel Brimob bersama petugas Pemasyarakatan, guna menjamin keamanan, ketertiban, dan kelancaran pelaksanaan tugas negara. Langkah tegas ini diambil sebagai bentuk penegakan tata tertib di Rumah Tahanan Negara Kelas I Medan, sekaligus jawaban nyata atas beredarnya berbagai isu di media massa dan media sosial dalam beberapa waktu terakhir. Tuduhan adanya perlakuan petugas melindungi warga binaan pelanggar aturan dipastikan tidak benar. Rutan Kelas I Medan menegakkan aturan secara konsisten dan profesional, tanpa pengecualian dan tanpa pandang bulu terhadap siapa pun. Ditegaskan keputusan pemindahan tersebut sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan keamanan dan ketertiban guna menjaga stabilitas lingkungan rutan tetap aman dan kondusif. Langkah ini diambil agar seluruh proses pelayanan, perawatan, dan pembinaan terhadap warga binaan dapat dilaksanakan secara optimal, tertib, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Utara, Yudi Suseno, menyampaikan bantahan keras terhadap narasi yang berkembang di ruang publik. Ia menegaskan bahwa tuduhan adanya perlindungan khusus dari petugas kepada warga binaan tertentu merupakan informasi keliru yang tidak memiliki dasar fakta apa pun. Seluruh jajaran Pemasyarakatan, kata dia, bekerja berdasarkan aturan dan tidak memberi ruang bagi praktik perlakuan istimewa. "Tidak ada petugas yang memback-up atau melindungi warga binaan tertentu, dan Karutan tidak henti-hentinya mengingatkan seluruh jajaran untuk melaksanakan tugas dengan baik, menghindari setiap bentuk penyalahgunaan wewenang dan mengambil peranan yang positif," jelasnya lewat pernyataan resmi, Kamis (22/1). Ia menegaskan tidak ada satu pun petugas yang memberikan perlindungan atau dukungan khusus kepada warga binaan tertentu. Pimpinan rutan secara konsisten menanamkan kedisiplinan kepada seluruh jajaran agar menjalankan tugas secara profesional, menjauhi segala bentuk penyalahgunaan kewenangan, serta berperan aktif dan bertanggung jawab dalam menyukseskan 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan sesuai fungsi dan tugas masing-masing. "Pemindahan narapidana kasus tindak pidana korupsi tersebut menjadi bukti konkret bahwa pelaksanaan tugas Pemasyarakatan di Rutan Kelas I Medan, khususnya dalam penegakan keamanan dan ketertiban, dilakukan secara terbuka, objektif, dan konsisten tanpa adanya perlakuan istimewa terhadap siapa pun. “Tidak ada narapidana yang kebal hukum di balik jeruji,” tegas Yudi Suseno Menurutnya, pemindahan narapidana kasus tindak pidana korupsi tersebut merupakan peringatan keras bagi seluruh warga binaan untuk mematuhi tata tertib dan tidak melakukan tindakan apa pun yang dapat merugikan diri sendiri maupun mengganggu keamanan dan ketertiban di dalam rutan. . "Setiap bentuk pelanggaran akan ditindak secara tegas dan terukur sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku," tandasnya.

Total 205.532 Penumpang KA di Sumatera Utara Beralih ke Teknologi Face Recognition Default
Default
Jumat, 16 Januari 2026 | 11:11 WIB

Total 205.532 Penumpang KA di Sumatera Utara Beralih ke Teknologi Face Recognition

Medan, katakabar.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre I Sumatera Utara terus perkuat ekosistem digital guna meningkatkan standar layanan transportasi public. Hal itu terlihat dari penggunaan teknologi pemindaian wajah atau Face Recognition Boarding Gate di Stasiun Medan, dimana sejak pertama kali diperkenalkan pada September 2024 hingga 13 Januari 2026 telah digunakan oleh 205.532 pelanggan. Plt. Manager Humas Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, menjelaskan bahwa teknologi ini merupakan langkah konkret perusahaan dukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Pengalihan sistem dari manual ke digital secara otomatis mengurangi penggunaan kertas dan mempercepat alur keberangkatan penumpang di area stasiun. "Inovasi ini memberikan dampak positif karena proses boarding menjadi jauh lebih cepat dan mempermudah mobilisasi penumpang. Pengguna cukup memindai wajah ke layar tanpa perlu menunjukkan dokumen fisik kepada petugas," ujar Anwar. Efektivitas layanan ini tercermin dari data penggunaan face recognition yang menunjukkan tren pertumbuhan positif sejak pertama kali dioperasikan. Tercatat sejak September 2024 sampai dengan 13 Januari 2026, sebanyak 66.851 pelanggan kereta api di Sumatera Utara telah terdaftar fitur face recognition. Dengan rata-rata mencapai 13.000 pengguna setiap bulan, total kertas yang berhasil dihemat sebanyak 514 rol kertas tiket. Anwar menambahkan, untuk dapat menggunakan fitur ini masyarakat dapat melakukan registrasi melalui aplikasi Access by KAI. Selain lewat aplikasi, pendaftaran data biometrik juga bisa dilakukan secara langsung dengan bantuan petugas di stasiun. "Fitur ini menggantikan boarding manual sehingga pelanggan tidak perlu lagi mencetak tiket fisik dan menunjukkan identitas saat akan masuk ke peron. Efisiensi dan kemudahan yang diberikan memungkinkan penumpang terhindar dari antrean panjang, terutama pada jam-jam padat keberangkatan," lanjutnya. Mengenai keamanan data pelanggan, KAI menjamin keamanan data pribadi pengguna melalui sistem yang telah tersertifikasi standar internasional ISO 27001. Data berupa nama, NIK, dan foto pelanggan hanya digunakan pada saat penumpang menggunakan face recognition, setelah selesai data akan kembali disimpan dalam pangkalan data. Jika dalam kurun waktu satu tahun pelanggan tidak pernah menggunakan face recognition, maka data akan dihapus dari sistem secara otomatis. "Pelanggan memiliki kendali penuh atas data tersebut, mereka dapat mengajukan penghapusan melalui aplikasi atau layanan Customer Service. Hal ini sejalan dengan prinsip transparansi dan perlindungan privasi dalam setiap inovasi digital yang kami kembangkan," pungkas Anwar. Inovasi Face Recognition Boarding Gate ini menjadi bukti nyata transformasi digital KAI dalam mereduksi jejak karbon melalui sistem layanan nirkertas yang efisien. Langkah strategis ini memperkokoh posisi KAI sebagai transportasi publik masa depan yang mengintegrasikan kecanggihan teknologi dengan pelestarian lingkungan secara berkelanjutan.

Dari Pelabuhan Belawan, Bantuan Logistik TNI AD Menuju Wilayah Terdampak Sumut
Sumut
Kamis, 15 Januari 2026 | 17:07 WIB

Dari Pelabuhan Belawan, Bantuan Logistik TNI AD Menuju Wilayah Terdampak

Medan, katakabar.com - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) melalui Subholding PT Pelindo Multi Terminal (SPMT) yang bergerak di bidang operasional terminal nonpetikemas, memastikan kesiapan fasilitas pelabuhan dalam mendukung sandarnya Kapal ADRI LIII, kapal logistik milik TNI AD yang mengangkut sejumlah alat berat strategis yang sandar di Pelabuhan Belawan, Minggu (11/1) lalu. Kedatangan kapal tersebut bertujuan untuk memperkuat dukungan konstruksi, mobilitas wilayah, serta percepatan pemulihan pascabencana di wilayah kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah, Sumatra Utara. Kapal tersebut membawa dua unit buldozer, dua unit dozer, dua unit excavator (tipe standar dan long arm), empat unit sistem water treatment (Reverse Osmosis) serta 100 koli tenda. Branch Manager Pelindo Multi Terminal Belawan, Khoiruddin Lubis menyampaikan bahwa Pelindo Multi Terminal telah menyiapkan seluruh aspek operasional pelabuhan untuk memastikan proses sandar dan bongkar sejumlah alat berat tersebut berjalan aman dan lancar. “Kami memastikan kesiapan dermaga, peralatan bongkar muat berupa mobile harbour crane, personel, serta dukungan operasional lainnya guna mendukung kelancaran misi kedatangan Kapal ADRI LIII. Kami berkomitmen memberikan layanan optimal kepada semua pengguna jasa, termasuk kapal yang membawa bantuan logistik strategis untuk mendukung upaya pemulihan pascabencana,” jelas Khoiruddin. Kata Khoiruddin, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan pelabuhan guna memastikan aspek keselamatan, keamanan, serta kelancaran arus logistik selama proses bongkar kapal. Dalam kesempatan peninjauan tersebut, Pangdam I/Bukit Barisan, Mayjen TNI Hendy Antariksa, menyampaikan bahwa kedatangan sejumlah alat berat ini memiliki peran penting dalam meningkatkan kecepatan dan kualitas pelaksanaan tugas, baik untuk pembangunan infrastruktur pertahanan, dukungan operasi, maupun penanganan kondisi darurat seperti bencana alam. “Kapal ADRI LIII memiliki peran vital sebagai tulang punggung distribusi logistik strategis TNI AD. Kapal ini didesain untuk mengangkut alat utama dan alat berat dalam jumlah besar, sehingga memastikan distribusi logistik berjalan aman, tepat waktu, serta mampu menjangkau wilayah-wilayah yang membutuhkan dukungan segera,” ucap Mayjen Hendy Antariksa.

Sinergi Logistik Nasional: Stasiun Belawan Perkuat Mata Rantai Integrasi KA dan Jalur Laut Sumut
Sumut
Selasa, 13 Januari 2026 | 10:38 WIB

Sinergi Logistik Nasional: Stasiun Belawan Perkuat Mata Rantai Integrasi KA dan Jalur Laut

Medan, katakabar.com - Di tengah upaya pemerintah perkuat sistem logistik nasional, Stasiun Belawan kukuhkan posisinya sebagai titik krusial (interaktor) yang menjembatani angkutan rel dengan gerbang ekspor-impor laut. Integrasi ini bukan sekadar soal pemindahan barang, melainkan upaya menciptakan efisiensi waktu dan biaya yang kompetitif. Stasiun yang berada di bawah pengelolaan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara tersebut memegang peranan krusial sebagai urat nadi distribusi komoditas unggulan Sumatera Utara menuju pasar global. Di stasiun itu lokasi tujuan akhir kereta api yang mengangkut beberapa komoditi seperti CPO (Crude Palm Oil), lateks dan petikemas sebelum dikirim ke luar Sumut dengan angkutan laut. "Setiap harinya Stasiun Belawan melayani rata-rata 22 perjalanan kereta api barang yang datang dan berangkat menuju berbagai wilayah," ungkap Plt. Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo. Sebagai stasiun muara bagi kereta api barang selama tahun 2025, ujarnya, Stasiun Belawan telah melayani sebanyak 83.760 ton CPO, 151.235 ton petikemas, dan 3.051 ton lateks yang dibawa dari berbagai wilayah sentra produksi, mulai dari Rantau Prapat, Asahan, hingga Lubuk Pakam dan sekitarnya, yang nantinya akan menjadi komoditas pemanfaatan eksport dan lokal. “Sedangkan petikemas yang berhasil dimuat dan didistribusikan dari Stasiun Belaawan pada 2025 sejumlah 73.593 ton,” jelasnya. Dalam operasionalnya, stasiun ini terdapat fasilitas mesin bongkar untuk komoditi CPO dan juga lateks. Selain itu juga terdapat layanan pemuatan dan pembongkaran petikemas menggunakan alat berat seperti Reach Stacker (RS). Lokasinya Stasiun Belawan yang berada di kawasan pesisir dengan ketinggian hanya +1,90 meter di atas permukaan laut (mdpl), membuat area stasiun menjadi langganan banjir rob (genangan akibat air laut pasang) yang kerap menggenangi kawasan tersebut sebulan sekali pada saat posisi bulan purnama. "Meski jalur sering tergenang air rob karena lokasinya yang berada di pesisir, KAI Divre I Sumatera Utara memastikan operasional perjalanan kereta api sama sekali tidak terganggu," ucapnya. Ketangguhan infrastruktur di stasiun ini terbukti dengan tetap lancarnya pelayanan angkutan barang meski di tengah genangan air. Petugas yang disiagakan memastikan jalur kereta api tetap aman untuk dilalui agar distribusi komoditas tetap berjalan sesuai jadwal dan program yang telah ditentukan. Keberadaan stasiun ini membuktikan bahwa tantangan alam bukan menjadi penghalang bagi kelancaran perjalanan kereta api dalam membangun perekonomian di Sumatera Utara. Melalui pemeliharaan yang konsisten serta kekuatan dalam kerja sama yang sinergis. "KAI Divre I Sumatera Utara berkomitmen penuh menjaga keandalan Stasiun Belawan agar aliran barang antara kereta dan kapal laut selalu lancar dan tepat waktu. Dengan memastikan Stasiun Belawan beroperasi maksimal, KAI ikut menjaga urat nadi perdagangan tetap berlangsung guna mendorong perekonomian Sumatera Utara yang lebih maju untuk seluruh lapisan masyarakat," sebut Anwar.

Akses Jalan Terdampak Bencana Berangsur Fungsional di Sumut Lingkungan
Lingkungan
Jumat, 09 Januari 2026 | 11:38 WIB

Akses Jalan Terdampak Bencana Berangsur Fungsional di Sumut

Jakarta, katakabar.com - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus melakukan penanganan dampak bencana banjir dan longsor yang melanda 12 kabupaten dan kota di Sumatera Utara. Hingga Selasa (6/1), Kementerian PU memastikan sejumlah ruas jalan nasional dan jembatan strategis yang sempat terputus kini berangsur fungsional kembali untuk mendukung kelancaran logistik dan mobilitas masyarakat. Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan pemulihan konektivitas antarwilayah menjadi fokus utama penanganan pascabencana. “Kementerian PU bergerak cepat agar akses logistik dan mobilitas warga segera pulih. Keselamatan pengguna jalan tetap menjadi prioritas utama, sehingga setiap penanganan dilakukan dengan memperhatikan kondisi lapangan dan stabilitas lereng,” ujar Dody. Menurut data monitoring lapangan hingga 6 Januari 2026 pukul 20.00 WIB, Kementerian PU telah menangani kerusakan infrastruktur di berbagai titik bencana. Penanganan meliputi pembersihan material di 263 titik longsoran tebing, perbaikan pada 65 titik jalan amblas, serta penanganan genangan banjir di 28 titik yang kini telah surut sepenuhnya. Selain itu, dari total titik jalan putus yang teridentifikasi, 14 titik telah fungsional kembali, dan 7 jembatan yang rusak telah dapat dilalui. Progres signifikan terlihat pada koridor vital Tarutung–Sipirok sepanjang 68 km yang kini telah terhubung sepenuhnya. Meski demikian, Kementerian PU masih melakukan penyempurnaan jalur sementara (detour) guna menjamin keselamatan pengguna jalan. Sementara, koridor Batangtoru–Singkuang juga sudah dapat dilalui kendaraan ringan, dengan pengerjaan penimbunan dan pemadatan agregat yang terus dikebut di tengah tantangan cuaca hujan. Untuk konektivitas di jalur Sibolga–Batangtoru, Kementerian PU telah menyelesaikan pemasangan jembatan darurat (bailey). Jembatan bailey bentang 33 meter di Jembatan Aek Garoga 2 dan bentang 44 meter di Sungai Garoga 3 kini sudah beroperasi secara fungsional. Tetapi, Kementerian PU mengimbau pengguna jalan untuk tetap waspada, khususnya pada segmen Simpang Rampa–Sibolga via Batu Lubang. Ruas ini masih terputus akibat longsoran tebing di lima lokasi dengan kondisi tanah yang belum stabil, sehingga penanganan darurat belum memungkinkan. Sebagai solusi jangka panjang, Kementerian PU telah merencanakan penanganan permanen melalui pengalihan trase jalan di lokasi tersebut. Untuk sementara waktu, akses Tarutung–Sibolga dialihkan melalui jalur alternatif Tarutung–Rampa–Poriaha dengan pembatasan khusus bagi kendaraan kecil. Di Sumatera Utara, ruas yang terkena dampak terberat adalah Batas Kota Tarutung–Batas Kabupaten Tapanuli Tengah–Sibolga dengan total 176 titik kerusakan, dan ruas Tarutung–Sipirok dengan 55 titik. Dari total 23 lokasi jalan putus di seluruh wilayah terdampak, 17 titik kini telah berhasil difungsikan kembali, sementara satu titik pada Jembatan Aek Puli B tidak ditangani karena telah tersedia jembatan duplikasi. Guna mempercepat seluruh proses pemulihan ini, Kementerian PU telah memobilisasi 137 unit alat berat ke berbagai lokasi bencana. Armada tersebut terdiri dari loader, excavator, backhoe loader, vibro roller, dozer, motor grader, dump truck, flat bed truck, hingga truk logistik. Kementerian PU akan terus melakukan pemantauan intensif dan penanganan lanjutan hingga seluruh jaringan jalan dan jembatan di Sumatera Utara kembali aman dan andal sepenuhnya bagi masyarakat. Program kerja ini merupakan bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak - Berdampak” menjalankan Asta Cita dari Presiden RI, H Prabowo Subianto.

Kian Diandalkan, Pengguna Kereta Api Melonjak Sepanjang 2025 di Sumut Sumut
Sumut
Kamis, 08 Januari 2026 | 16:39 WIB

Kian Diandalkan, Pengguna Kereta Api Melonjak Sepanjang 2025 di Sumut

Medan, katakabar.com - Minat masyarakat Sumatera Utara untuk beralih ke moda transportasi rel terus meningkat, tecermin dari pertumbuhan pelanggan KAI Divre I Sumut yang melonjak hingga 8 persen sepanjang tahun 2025. Tren positif ini mengukuhkan posisi kereta api sebagai tulang punggung mobilitas yang kian diandalkan, sekaligus menjadi bukti perjalanan yang aman, nyaman, bebas macet dan terjadwal kini telah menjadi kebutuhan warga di wilayah ini. “KAI Divre I Sumatera Utara mencatat performa gemilang sepanjang tahun 2025 dengan total pengguna mencapai 2.638.594 orang, angka tersebut tumbuh sebesar 8 persen dibandingkan tahun 2024 dimana pelanggan yang dilayani sebanyak 2.433.647 orang,” kata Plt. Manager Humas Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo. Kenaikan jumlah penumpang ini dipicu oleh geliat ekonomi yang terus berkembang dan peningkatan mobilitas di wilayah operasional kereta api Sumatera Utara. Sebagai sarana mobilitas, kereta api kini semakin vital perannya sebagai jembatan transportasi logistik dan penggerak roda ekonomi daerah. Stasiun Medan mempertegas posisinya sebagai magnet utama pergerakan masyarakat di Sumatera Utara dengan volume penumpang tertinggi, disusul oleh Stasiun Kisaran dan Stasiun Tanjung Balai sebagai titik keberangkatan favorit. KAI Divre I Sumatera Utara mencatat peningkatan tren perjalanan ini sebagai bukti kepercayaan publik terhadap kereta api yang kini menjadi urat nadi transportasi paling sibuk di wilayah tersebut. “Sebagai poros integrasi antarwilayah sekaligus jangkar ekonomi bagi UMKM lokal, stasiun kereta api di Sumatera Utara kini bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan yang vital bagi masyarakat. KAI menghadirkan kereta api sebagai pionir transportasi dengan keunggulan tepat waktu serta kapasitas angkut yang besar, menjadikannya tulang punggung mobilitas yang menggerakkan konektivitas di Sumatera Utara,” jelas Anwar. KAI Divre I Sumatera Utara mencatatkan pertumbuhan penumpang yang signifikan pada tahun 2025 melalui tiga kereta api unggulannya. KA Sribilah Utama relasi Medan-Rantau Prapat PP menjadi primadona dengan lonjakan penumpang paling tinggi, yakni mencapai 19 persen atau sebanyak 701.728 orang. Tren positif juga diikuti oleh KA Siantar Ekspres rute Medan-Siantar PP yang tumbuh 13 persen dengan melayani 500.508 penumpang. Sementara itu, KA Putri Deli jurusan Medan-Tanjungbalai PP tetap menjadi rute tersibuk dengan total 1.291.015 penumpang, naik 6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Modernisasi layanan kereta api di Sumatera Utara membuahkan hasil. Tingginya minat masyarakat membuktikan bahwa layanan yang ekonomis, terintegrasi, aman, dan tepat waktu kini menjadi pilihan utama. Berpindah tempat kini jauh lebih efisien, membuat kereta api semakin dicintai sebagai urat nadi transportasi Sumut. “Layanan kereta api yang inklusif merupakan bukti dedikasi KAI Divre I Sumatera Utara dalam mentransformasi mobilitas publik. Melalui integrasi aspek keamanan dan kenyamanan, kami berupaya memberdayakan ekonomi masyarakat di seluruh pelosok Sumatera Utara. Ini adalah dukungan konkret kami bagi masyarakat yang dinamis untuk terus bergerak maju dan produktif,” sebut Anwar.

Kementerian PU Lanjutkan Pembersihan Lumpur dan Siapkan Air Bersih Kesehatan
Kesehatan
Jumat, 02 Januari 2026 | 13:15 WIB

Kementerian PU Lanjutkan Pembersihan Lumpur dan Siapkan Air Bersih

Aceh Tamiang, katakabar.com – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus melanjutkan penanganan pascabencana di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tamiang, Kabupaten Aceh Tamiang, yang kini mulai beroperasi secara bertahap. Fokus utama penanganan meliputi pembersihan ruang layanan utama dari endapan sedimen lumpur serta pemulihan suplai air bersih dari Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) IKK Karang Baru. Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan pemulihan infrastruktur dasar di fasilitas pelayanan publik menjadi prioritas utama. Hal ini selaras dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan layanan kesehatan bagi masyarakat tetap berjalan di masa tanggap darurat. “Amanah Pak Presiden, dalam kondisi tanggap darurat ini seluruh rumah sakit dan puskesmas dapat difungsikan secara maksimal seiring berjalannya waktu,” ujar Dody. Untuk mempercepat pemulihan fasilitas kesehatan seluas 41.644 meter persegi tersebut, Kementerian PU mengerahkan 137 orang pekerja yang didukung oleh kombinasi alat berat dan peralatan manual. Pembersihan material sisa banjir dilakukan menggunakan 2 unit ekskavator dan 9 unit dump truck. Guna menjangkau area yang sulit, tim di lapangan juga dibekali dengan peralatan manual berupa 40 unit cangkul, 50 unit angkong (artco), dan 30 unit sekop. Selain pembersihan fisik bangunan, Kementerian PU juga bekerja memulihkan jaringan air bersih pada SPAM IKK Karang Baru berkapasitas 100 liter per detik untuk menyuplai kebutuhan air bersih bagi rumah sakit. Penanganan yang dilakukan berupa pembersihan sedimen, persiapan fabrikasi Instalasi Pengolahan Air (IPA) Baja baru berkapasitas 2 x 50 liter/detik, serta perawatan (maintenance) IPA Beton existing agar tetap berfungsi darurat. Saat ini, pipa air dari SPAM mulai disambungkan ke rumah sakit sembari dilakukan perbaikan di jaringan perpipaan internal rumah sakit yang tersumbat sedimen. Ia menekankan pentingnya ketersediaan air bersih bagi operasional rumah sakit. “Air bersih harus segera tersuplai ke rumah sakit. Kita akan mempercepat penyambungan pipa dari IPA Karang Baru ke rumah sakit ini agar air dapat memenuhi kebutuhan dari setiap ruangan-ruangan yang sudah beroperasi,” tegas Dody. Sementara, Direktur RSUD Muda Sedia Kabupaten Aceh Tamiang, dr. Andika Putera, menyampaikan apresiasi atas gerak cepat Kementerian PU. Menurutnya, kondisi awal rumah sakit sangat memprihatinkan karena tertimbun lumpur di halaman dan seluruh ruangan tanpa terkecuali, yang juga menutup saluran drainase. “Alhamdulillah, kita dapat dibantu oleh Kementerian PU untuk membersihkan seluruh area rumah sakit dan mendapati perbedaan yang signifikan. Diharapkan sekitar seminggu ke depan dapat clear (bersih) semua,” kata dr. Andika. Kementerian PU berkomitmen untuk terus mendampingi pemerintah daerah selama masa tanggap darurat dan pemulihan, sekaligus memastikan infrastruktur dasar penopang kehidupan masyarakat berfungsi kembali secara optimal.

Lewat Sri Pamela Group Holding PTPN Dorong Aksi Kemanusian di Wilayah Bencana Aceh Tamiang Nasional
Nasional
Jumat, 02 Januari 2026 | 12:00 WIB

Lewat Sri Pamela Group Holding PTPN Dorong Aksi Kemanusian di Wilayah Bencana Aceh Tamiang

Aceh, katakabar.com – Sebagai wujud kepedulian sosial dan komitmen kemanusiaan terhadap masyarakat terdampak bencana, PT Sri Pamela Medika Nusantara (SPMN) melalui Sri Pamela Group, yang merupakan mitra layanan kesehatan dalam ekosistem Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari dukungan terhadap proses pemulihan pascabencana serta upaya memastikan akses layanan kesehatan tetap tersedia bagi masyarakat yang membutuhkan. Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur PT SPMN hadir dan terlibat langsung dalam proses penyaluran bantuan sekaligus melakukan pendampingan di wilayah terdampak. Kehadiran pimpinan perusahaan di lapangan menjadi wujud nyata komitmen Sri Pamela Group untuk hadir bersama masyarakat, khususnya dalam situasi darurat akibat bencana alam. Bantuan kemanusiaan disalurkan ke dua lokasi utama, yakni kepada masyarakat Kejuruan Muda, Aceh Tamiang, serta masyarakat pengungsi yang berada di Masjid Al Ikhlas, Kampung Alur Selebu, Aceh Tamiang. Adapun bantuan yang diberikan meliputi makanan siap konsumsi, obat-obatan, serta layanan pemeriksaan kesehatan. Pemeriksaan kesehatan dilakukan oleh tim medis Sri Pamela Group yang terdiri dari dokter dan perawat, dengan fokus pada pemantauan kondisi kesehatan pengungsi, penanganan keluhan penyakit ringan, serta upaya pencegahan penyakit yang berpotensi muncul pascabencana. Selain penyaluran bantuan dan layanan medis, kegiatan ini juga menjadi sarana pendampingan serta penguatan psikososial bagi masyarakat terdampak. Sri Pamela Group memastikan bahwa bantuan yang diberikan tepat sasaran dan disesuaikan dengan kebutuhan riil masyarakat di lapangan. Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Sri Pamela Medika Nusantara di bidang sosial dan kemanusiaan. Melalui aksi nyata tersebut, perusahaan berharap dapat meringankan beban masyarakat terdampak sekaligus mendukung percepatan proses pemulihan pascabencana di Aceh Tamiang. Sri Pamela Group meyakini bahwa sinergi, kepedulian, dan kolaborasi berbagai pihak menjadi kunci dalam menghadapi situasi darurat. Dengan semangat “Menyatukan Harapan”, Sri Pamela Group berkomitmen untuk terus hadir, peduli, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat serta lingkungan sekitar, sejalan dengan nilai keberlanjutan yang diusung Holding Perkebunan Nusantara.

Holding PTPN Dukung Percepatan Pembangunan 600 Huntara Pascabanjir di Aceh Tamiang Nasional
Nasional
Jumat, 02 Januari 2026 | 11:22 WIB

Holding PTPN Dukung Percepatan Pembangunan 600 Huntara Pascabanjir di Aceh Tamiang

Aceh Tamiang, katakabar.com – Penanganan pascabencana banjir di Aceh memasuki fase lanjutan melalui pembangunan hunian sementara (Huntara) bagi masyarakat terdampak. Di tahap awal, sebanyak 600 unit huntara telah direalisasikan sebagai bagian dari upaya pemulihan warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana. Kepala Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menyampaikan pembangunan Huntara bentuk partisipasi aktif negara melalui BUMN dalam membantu masyarakat terdampak bencana. “Pada prinsipnya kami ingin ikut berpartisipasi membantu saudara-saudara kita yang terkena bencana. Kami berharap hunian yang dibangun dapat menjadi tempat tinggal yang aman dan layak bagi masyarakat, sekaligus mendukung proses pemulihan mereka,” ujar Dony saat tinjau lokasi, Selasa (30/12) lalu. Menurut Dony, pembangunan Huntara tidak hanya berorientasi pada kecepatan, tetapi memperhatikan kualitas lingkungan hunian. Kawasan huntara dirancang dilengkapi fasilitas pendukung kehidupan sehari-hari, seperti fasilitas umum, tempat ibadah, hingga ruang bermain anak. Aspek konektivitas juga menjadi perhatian agar masyarakat tetap dapat beraktivitas selama masa pemulihan. Ia menambahkan, 600 unit Huntara tersebut tahap awal dari program berskala lebih besar dengan target pembangunan hingga 15.000 unit di berbagai wilayah terdampak bencana. “Kami akan menunggu arahan dari pemerintah daerah terkait lokasi-lokasi lain yang memang membutuhkan dan siap untuk dibangunkan,” jelasnya. Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, S.E., menyampaikan banjir berdampak luas di hampir seluruh wilayah provinsi. Dari 18 kabupaten dan kota terdampak, sedikitnya tujuh daerah mengalami dampak paling parah sehingga memerlukan penanganan cepat dan kolaboratif. “Kami menyampaikan ribuan terima kasih. Progresnya sangat cepat. Kami melihat pekerjaan pembangunan nonstop 24 jam. Kami berharap pembangunan hunian sementara ini berjalan paralel dengan pemulihan yang sedang berjalan,” jelas Fadhlullah. Ia menegaskan pentingnya penyediaan lahan oleh pemerintah kabupaten, provinsi, maupun pihak lain agar pembangunan tahap berikutnya dapat segera dilanjutkan. Sementara, Bupati Aceh Tamiang Irjen. Pol. (Purn.) Drs. Armia Pahmi, MH, mengungkapkan skala kerusakan akibat banjir di wilayahnya tergolong sangat besar. “Untuk rumah yang rusak parah jumlahnya lebih kurang 8.000 unit. Total rumah terdampak bisa lebih dari 14.000. Karena itu, untuk rumah-rumah yang rusak berat kemungkinan besar akan dilakukan relokasi,” ucapnya. Pembangunan Huntara tahap awal ini dilaksanakan melalui kolaborasi lintas BUMN, melibatkan BUMN Karya, Himbara, PLN, Pertamina, dan Telkom, serta didukung oleh kesiapan dan percepatan penyediaan areal oleh Holding Perkebunan Nusantara, PT Perkebunan Nusantara III (Persero). Dukungan kesiapan lahan dari PTPN Group memungkinkan proses pembangunan dilakukan secara lebih cepat dan terintegrasi. Program pembangunan Huntara ini menjadi bagian dari sinergi pemerintah pusat dan daerah bersama BUMN dalam memastikan hunian sementara yang aman, layak, dan mendukung proses pemulihan masyarakat terdampak bencana.