Akademisi

Sorotan terbaru dari Tag # Akademisi

Hadirkan Akademisi dari Asia University, Binus @Medan Dorong Kompetensi Internasional Mahasiswa Sumut
Sumut
Sabtu, 27 Desember 2025 | 11:00 WIB

Hadirkan Akademisi dari Asia University, Binus @Medan Dorong Kompetensi Internasional Mahasiswa

Medan, katakabar.com - Binus @Medan dorong kompetensi internasional mahasiswa dengan menghadirkan akademisi dari Asia University. Hal itu sejalan perkembangan ekonomi digital di Asia Pasifik terus mendorong kebutuhan tenaga kerja dengan keterampilan teknologi. Di Indonesia, pemerintah juga memproyeksikan kebutuhan sekitar 9 juta talenta digital hingga tahun 2030. Dalam situasi pasar kerja yang semakin kompetitif, kemampuan berbahasa asing terutama Mandarin menjadi nilai tambah penting bagi mahasiswa yang ingin memperluas peluang karier di tingkat regional maupun internasional. Melihat perkembangan tersebut, Binus @Medan semakin intensif membangun kerja sama dengan institusi dunia guna memperkuat kompetensi global mahasiswa. Di pekan kedua Desember 2026, Binus @Medan menerima kunjungan para akademisi dari Asia University, Taiwan, yakni Prof. Cho Ta Sun dari Department of Business Administration dan Prof. Hu Ya Ping dari Department of Accounting and Information Systems. Kunjungan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat jejaring akademik internasional sekaligus memberikan pengalaman pembelajaran global bagi mahasiswa Binus @Medan. Kegiatan dimulai dengan sesi Guest Lecturer dalam rangkaian Binus Festival, ketika Prof. Cho Ta Sun dan Prof. Hu Ya Ping membawakan materi mengenai perkembangan terbaru dalam bidang bisnis digital dan teknologi informasi. Mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk memahami tren global dan dinamika industri dari perspektif akademisi internasional. Selain itu, Prof. Cho dan Prof. Hu juga hadir sebagai dosen tamu di beberapa kelas, termasuk Digital Business, Computer Science, dan Information Systems, yang memungkinkan interaksi langsung antara mahasiswa dan para pakar dari luar negeri. Agenda kunjungan dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) bersama Program Studi Digital Business, International Trade, Computer Science, dan Information Systems. Diskusi ini membahas peluang kerja sama penelitian, pengembangan kurikulum yang berorientasi global, serta inisiatif peningkatan kompetensi mahasiswa agar selaras dengan kebutuhan industri internasional. Kolaborasi ini diharapkan menjadi fondasi bagi pengembangan program akademik yang semakin adaptif dan relevan. Selain agenda akademis, kedua profesor turut berbagi wawasan mengenai pentingnya kemampuan berbahasa Mandarin dalam sesi sharing di International Corner Binus @Medan. Keduanya menekankan bahwa penguasaan bahasa Mandarin dapat membuka peluang kerja yang lebih luas, terutama dalam ekosistem bisnis Asia yang semakin terintegrasi. Prof. Hu Ya Ping juga menambahkan bahwa soft skills termasuk bahasa Mandarin kini menjadi salah satu keterampilan strategis dalam dunia kerja. “In today's global environment, strong soft skills and the right attitude are just as important as academic knowledge. Enhancing language and communication abilities will help students grow into more competent and confident future professionals.” tuturnya. Sementara Prof. Cho Ta Sun menyampaikan apresiasinya terhadap semangat belajar mahasiswa BINUS, dan harapannya dari kolaborasi ini. “We hope that students from Asia University will have the opportunity to study at BINUS @Medan, and that BINUS @Medan students will also be able to pursue academic experiences at Asia University. Through exchange programs or dual degree pathways, such collaborations enable students to gain stronger and more enriched perspectives on international insights and cross-cultural understanding.” ujarnya. Mewakili Binus @Medan, Tri Juniarty, S.Kom., M.M., Campus Director Binus @Medan, menyampaikan kolaborasi internasional seperti ini memiliki dampak positif bagi pengembangan pendidikan. “Kunjungan para delegasi dari Asia University memberikan inspirasi dan wawasan baru bagi mahasiswa maupun dosen. Interaksi langsung dengan akademisi internasional membantu memperluas cara pandang dan memperkuat kesiapan mahasiswa dalam menghadapi tantangan global,” ujarnya. Kunjungan ini diharapkan dapat membuka peluang kerja sama lanjutan antara Binus University dan Asia University, termasuk penelitian bersama, pertukaran akademik, serta pengembangan program internasional. Kunjungan akademik ini menegaskan posisi Binus @Medan sebagai Global Digitalpreneur Campus, yang berkomitmen membekali mahasiswa dengan wawasan internasional, kompetensi digital, serta kesiapan berkolaborasi dalam ekosistem global. Melalui interaksi langsung dengan akademisi dan institusi mitra internasional, mahasiswa Binus @Medan diharapkan mampu mengembangkan pola pikir global, keterampilan lintas budaya, serta jiwa kewirausahaan digital yang relevan dengan kebutuhan dunia profesional masa depan. Binus @Medan akan terus berkomitmen mewujudkan pendidikan berkelas dunia guna mendukung visi “Fostering and Empowering the Society in Building and Serving the Nation.”

Bandar Narkoba Digrebek di Desa Petalongan, Ini Tanggapan Akademisi dan Ulama Hukrim
Hukrim
Kamis, 07 Agustus 2025 | 10:00 WIB

Bandar Narkoba Digrebek di Desa Petalongan, Ini Tanggapan Akademisi dan Ulama

Tembilahan, katakabar.com - Penggerebekan bandar narkoba oleh Tentara Nasional Indonesia atau TNI yang dilakukan anggota Korem 031/Wira Bima di Desa Petalongan, Kecamatan Keritang, Kabupaten Indragiri Hilir beberapa waktu lalu, mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Pemberantasan narkoba tanggung jawab bersama, mengingat Indonesia kini sudah memasuki tahap darurat narkoba. Tapi, aspek legalitas dan pelaksanaan sesuai prosedur tidak boleh diabaikan demi menjaga kredibilitas, dan efektivitas penegakan hukum. Ustadz Dr. H. Ali Azhar, S.Sos., M.H., seorang akademisi sekaligus tokoh agama terkemuka, memberikan tanggapan mengenai hal ini. Ia menegaskan penegakan hukum, terutama yang melibatkan penangkapan dan penggerebekan, harus berjalan sesuai Standar Operasional Prosedur atau SOP yang telah ditetapkan serta dalam koridor hukum yang sah, yaitu berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana atau KUHAP, dan Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia TNI. “SOP bukan sekadar aturan formalitas, melainkan fondasi utama agar proses penegakan hukum berlangsung transparan, akuntabel, dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum,” tegas Ali Azhar.

Kolaborasi dengan Akademisi Universitas Labuhanbatu Sukseskan RAD KSB di Labura Sawit
Sawit
Sabtu, 01 Februari 2025 | 22:00 WIB

Kolaborasi dengan Akademisi Universitas Labuhanbatu Sukseskan RAD KSB di Labura

Aek Kanopan, katakabar.com - Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Labuhanbatu Utara (labura), Sumatera Utara, terima kunjungan dosen, dan panitia penyelenggara program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dari Universitas Labuhanbatu. Anjangsana ini bertujuan untuk mengkoordinasikan penjemputan mahasiswa magang yang ditempatkan di Dinas Pertanian, dan membahas rencana implementasi peran perguruan tinggi dalam mendukung program Rencana Aksi Daerah Kelapa Sawit Berkelanjutan (RAD KSB) di Kabupaten Labura. Program MBKM bertujuan untuk mengintegrasikan pengetahuan akademis dengan praktik lapangan oleh mahasiswa magang. Para mahasiswa bakal terlibat berbagai proyek penelitian dan pengembangan yang berfokus pada kelapa sawit berkelanjutan, dan menghasilkan solusi inovatif yang dapat diterapkan dalam skala luas guna mengoptimalkan praktik pertanian ramah lingkungan. Melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, perguruan tinggi tidak hanya menyediakan sumber daya manusia yang terdidik dan terlatih, tetapi juga menjadi pusat penelitian yang mendukung pengembangan teknologi dan praktik pertanian berkelanjutan. Keterlibatan aktif akademisi dalam berbagai tahap penelitian dan implementasi praktik pertanian memberikan kontribusi signifikan terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan. Kepala Dinas Pertanian, Sudarija MM mengatakan, keterlibatan aktif akademisi dalam pembentukan Tim Pelaksana Daerah RAD KSB di Kabupaten Labura diharapkan dapat memecahkan berbagai permasalahan pertanian, terutama yang berkaitan dengan kelapa sawit berkelanjutan. Hal ini diharapkan dapat mewujudkan kelapa sawit yang baik dan berkelanjutan serta membantu pekebun memperoleh sertifikasi ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil) dan RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil).

Versi Anyar Sensor Pendeteksi Kematangan Buah Sawit Buatan Akademisi Unand Tekno
Tekno
Minggu, 08 Oktober 2023 | 18:57 WIB

Versi Anyar Sensor Pendeteksi Kematangan Buah Sawit Buatan Akademisi Unand

Padang, katakabar.com - Versi terbaru menunjukkan tingkat kematangan buah kelapa sawit, traceability, hingga kapan kelapa sawit siap panen, bisa dihubungkan dengan telepon pintar. Pembiayaan inovasi ini lewat bantuan hibah penelitian, tim dari Unand mulai menciptakan dan mengembangkan sensor kematangan kelapa sawit versi 4. Inovasi dimulai dari hasil riset saat menempuh pendidikan strata dua di Institut Pertanian Bogor pada 2002 lalu. Di mana kolaborasi antara dosen dan mahasiswa Unand dengan memanfaatkan pengembangan teknologi. Direktur Kerja Sama dan Hilirisasi Riset Universitas Andalas (Unand) Sumatera Barat, Dr Eng Muhammad Makky yang bikin dan mengembangkan inovasi berupa sensor pendeteksi kematangan buah kelapa sawit. "Sensor ini dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas pengolahan buah kelapa sawit," ulas Muhammad Makky di Padang, dilansir dari laman ANTARA, pada Minggu (8/10). Sensor ini, kata Makky, dapat membantu petani menentukan tingkat kematangan buah kelapa sawit yang lebih akurat, dan tepat waktu. Jadi, dapat mengoptimalkan waktu panen dan pengolahannya. Diceritakannya, sensor tersebut telah diujicobakan untuk melihat kinerjanya dalam pengolahan buah kelapa sawit. "Harapannya, dengan hasil uji coba ini dapat membantu pengembangan lebih lanjut dan peningkatan kualitas sensor sawit Universitas Andalas," tuturnya. Nah, keunggulan sensor ini terletak pada kemampuannya untuk mengetahui kapan buah kelapa sawit matang hingga posisi tanamnya. Artinya, alat tersebut dapat menjadi solusi yang efektif dalam pengelolaan kebun sawit. Selain dapat digunakan dalam pengelolaan buah kelapa sawit, inovasi tersebut menjadi solusi bagi petani dalam menentukan harga jual yang lebih baik. Dengan mengetahui tingkat kematangan buah sawit secara akurat, petani bisa menentukan harga jual sesuai kondisi pasar. Soal operasionalnya, sensor tersebut menggunakan teknologi canggih untuk mendeteksi tingkat kematangan kelapa sawit. Terus, sensor ini bisa mengukur parameter, seperti suhu, kelembapan, rendemen minyak, hingga tingkat keasaman buah sawit. "Petani atau pengguna sensor buah kelapa sawit dapat mengakses hasil pengukuran melalui aplikasi yang terhubung dengan internet," sebutnya.